Hampir sebulan yang lalu, tepatnya hari Selasa, 9 Juli 2019, aku menginjakkan kakiku di pulau sebelah Timur dari pulau Sumatera Utara. Ya, aku kembali lagi ke sini, ke Batam, setelah sebelumnya sembilan tahun yang lalu, tahun 2010, aku pernah singgah ke pulau ini selama setahun.
Ada banyak harapan ketika aku menginjakkan kaki ke sini. Ada banyak mimpi, doa, dan sebungkus tekad yang bulat untuk bisa meraih banyak hal di sini. Sungguh. Namun, tidak urung, aku juga menyeret banyak keraguan, kekhawatiran, dan ketakutan bersamaku.
Umur hampir kepala tiga, masih menjadi jobseeker, setelah sebelumnya keluar dari pekerjaan yang lain. Meskipun demikian ketika aku bercermin, aku hampir tidak percaya bahwa aku menua kecuali karena helaian-helaian putih di kepala. Itu membuatku kembali tersadar, dan memicuku untuk menjadi lebih dewasa dalam segala hal.
Di satu sisi, aku bertanya-tanya, di tempat mana lagi kakiku akan pergi membawaku. Sepertinya, sedari kecil, tubuhku selalu tidak kerasan berada di tempat yang sama untuk waktu yang lama. Selalu ada perasaan untuk pergi ke tempat yang berbeda namun entah mengapa selalu kembali lagi ke tempat yang sama.
Perjalanan ini, kaki-kakiku, selalu membawaku ke berbagai tempat dengan banyak cerita, banyak pelajaran dan orang-orang yang mendewasakanku. Dua puluh sembilan tahun aku hidup, aku melihat sekali banyak perubahan dan itu baik untukku.
Aku tidak sabar, apa yang hidup akan berikan padaku saat angka itu berubah menjadi tiga puluh. Semoga, apapun itu, saat itu terjadi, aku sudah menjadi kuat dan mampu.