Caffein, nikotin, angin malam dan sunyi. Saya rindu melamun panjang di sudut kamar dengan potongan-potongan catatan harian, dan segelas air hangat. Tak ada rokok ataupun tembakau. Saya rindu bangun pagi tanpa guratan di bawah mata yang semakin menghitam karena angin malam yang ganas. Saya rindu bebauan teh yang sesendu hati dikala senja di pojok jendela kamar. Bukan kopi hitam yang membuatku semakin jago membuka mata berlama-lama. Saya rindu keramaian, celetukan hingga gurauan menggemaskan teman-teman sebayaku di samping kursi panjang. Kali ini saya begitu merasa sunyi. Saya rindu menjadi tak sadar akan apa-apa