Untuk Mas Hafidz 5 Tahun Lagi.
Jika Allah masih mengizinkan berarti usia ku mendekati kepala 3 mas.
Mungkin saja Allah sudah kirimkan seorang teman untuk menyusuri panjang nya samudera kehidupan.
Mungkin saja Allah sudah memberikan malaikat kecil yang sama lucu nya dengan mas Hafidz sekarang. Atau mungkin saja kedua kemungkinan diatas belum ada dan aku kembali bertemu dengan mas Hafidz lain yang tak kalah ngangenin nya.
Gak ada yang tahu ya mas.
Yang jelas, aku berdoa untuk kesehatan mas Hafidz, untuk ketegaran keluarga mas Hafidz dan untuk kebahagiaan yang terus menaungi hari-hari mas Hafidz.
Dengan bertambahnya usia bertambah pula ujian yang akan menimpa kita mas, tapi jangan khawatir karena ujian adalah tangga menggapai cinta-Nya yang tiada dua.
Yang Sholih ya mas, hidup kita tak akan ada artinya tanpa iman di dalam dada.
Mas, dunia orang dewasa kadang terlalu rumit nan berbelit-belit serba menginginkan banyak hal yang kadang tidak benar-benar diinginkan, hanya sebatas ikut-ikut an.
Dunia orang dewasa terlalu riuh untuk hal-hal yang sifatnya semu sementara. Terlalu sibuk memikirkan urusan remeh temeh. Terlalu takut dengan ketakutan yang tidak ada artinya. Terlalu pusing dengan penilaian manusia lain yang bahkan hanya minim manfaat.
Begitulah dunia orang dewasa mas, tersering lupa cara nya bahagia, padahal bahagia itu gampang dan sederhana kan mas? Bahagia itu tidak perlu susah2 dicari tapi diciptakan sendiri, iya kan mas?
Mas jika dunia dewasa sudah menyapa mu jangan begitu ya, gak akan asik sama sekali, kayak dunia ku sekarang wkwk.
Pesen nya agak ga nyambung ya mas, tapi ga papa semoga kamu suka :3
Mas, kalo kamu dah besar aku yang gantian bersandar, boleh ya? Wkwkwk














