Perihal Kenangan Masa Kecil
Hari ini aku mau cerita tentang kenangan...
Ya, ya ya.. Aku tau bahwa di post sebelumnya aku berjanji tidak akan menulis lagi tentang kenangan. Namun, biarlah sekali lagi aku mengkhianati buah bibirku. Sebab, kenangan ini sangat berkesan. Ia meminta untuk dituangkan ke dalam wadah lain, yang lebih besar daripada sekadar kepala.
Kenangan ini berawal saat diriku tidak sengaja menemukan surat di laci rak buku. Dalam laci tersebut, terdapat sebuah mainan berbetuk mic yang selamat dari seleksi alam. Tidak lupa juga, sebuah foto seorang anak laki-laki dan anak perempuan cantik yang mengenakan pakaian renang.
Terlintas di kepala dengan jelas sebuah kenangan masa kecil yang indah ditemani banyak mainan seru yang diberi Gabrielle. Jumlah mainannya persis dengan foto dibawah, namun masih kalah sedikit. Unfortunately, dari seluruh mainan, hanya satu yang selamat. Iya mic tersebut.
Secara detail, aku lupa bagaimana mainan Gabrielle bisa sampai di tanganku . Yang ku ingat, ayahku memberiku sebuah kotak mainan besar dan beliau berkata bahwa mainan ini berasal dari sumbangan organisasi NPO melalui gereja lokalku. Jadi bisa dibilang, aku dan Gabrielle tidak saling mengenal.
Karena aku menerima mainannya saat umur 8-9 tahun, secara ekspetasiku, dia sebaya denganku. Sekarang, aku penasaran dengan Gabriele, apakah dia secantik di foto atau bahkan lebih cantik lagi. Aku berharap bisa bertemu dengannya, berkenalan, dan kujadikan pacar sebab aku bercita-cita punya sahabat dari luar negeri.
Tidak ada yang benar-benar bisa melenyapkan kenangan lalu. Kita hanya bisa menimbunnya dengan kenangan baru yang lebih besar nilainya (Ilham Gunawan, 2015)
So, begitulah cerita singkat yang aku telah tumpahkan di wadah yang pernah diblokir KOMINFO ini. Semoga aku juga bisa menyaksikan kenangan masa kecil kalian juga ya dan kita bisa bernostalgia bersama. Salam kenangan~














