Ubi 1kg hanya 3ribu perak. Ubi asli bukan tempelan. Direbus nikmat, digoreng asik. 😎👌 - #singkong #ubijalar #juallokal https://www.instagram.com/p/CLeQQEyDGUl/?igshid=1s1kbhz70pdec
seen from Saudi Arabia

seen from Panama
seen from Japan
seen from France
seen from Netherlands

seen from Australia
seen from Sweden

seen from United Kingdom

seen from France
seen from Panama
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Panama
seen from United States

seen from Switzerland
seen from Malaysia

seen from Belarus

seen from Switzerland

seen from Panama
Ubi 1kg hanya 3ribu perak. Ubi asli bukan tempelan. Direbus nikmat, digoreng asik. 😎👌 - #singkong #ubijalar #juallokal https://www.instagram.com/p/CLeQQEyDGUl/?igshid=1s1kbhz70pdec
Sarapan pagi ini☺😊😁
3 Makanan ini Bikin BAB Lancar
Liputanviral - Mengalami konstipasi, atau susah buang air besar (BAB) tentu sangat menganggu dan tidak enak rasanya. Konstipasi bisa dicegah dengan sejumlah cara, salah satunya memilih makanan yang tepat. Di bawah ini merupakan beberapa pilih makanan yang tepat untuk mencegah konstipasi: 1. Apel Apel adalah sumber serat yang baik, dengan satu apel kecil (5,3 ons atau 149 gram) mengandung 4 gram. Serat melewati usus tanpa dicerna, sehingga membantu pembentukan tinja dan membantu gerakan usus. Apel juga mengandung jenis serat larut spesifik disebut pektin yang dikenal dengan efek laksatif. Hal itu bisa mengurangi gejala sembelit, bahkan meningkatkan kesehatan pencernaan dengan meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan dalam usus. Apel dapat digunakan sebagai topping yang sehat untuk makanan seperti yoghurt dan oatmeal atau dinikmati sendiri sebagai camilan bergizi. 2. Kacang-kacangan Kebanyakan varietas kacang tinggi serat dan dapat membantu menjaga keteraturan. Misalnya, kacang hitam mengandung 7,5 gram serat per setengah cangkir yang dimasak (86 gram), sementara setengah cangkir (91 gram) kacang hijau yang dimasak mengandung 9,5 gram serat. Kacang juga mengandung serat larut dan tidak larut dalam jumlah yang baik, di mana keduanya membantu meringankan sembelit dengan cara yang berbeda. Serat larut menyerap air dan membentuk konsistensi seperti gel, melunakkan tinja dan membuatnya lebih mudah dilewati. Sebuah studi 2016 menunjukkan bahwa memasukkan campuran serat larut dan tidak larut dalam makanan bisa secara efektif meminimalkan konstipasi. Jika Anda mencari cara mudah untuk meningkatkan asupan serat, kacang adalah cara yang baik untuk melakukannya. 3. Ubi jalar Selain menyediakan sejumlah vitamin dan mineral, ubi jalar juga mengandung sejumlah serat yang baik yang dapat membantu meningkatkan keteraturan. Serat yang ditemukan dalam ubi jalar sebagian besar tidak larut dan termasuk beberapa jenis tertentu, seperti selulosa, lignin dan pektin. Berkat kandungan seratnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ubi jalar dapat membantu gerakan usus. Kondisi konstipasi bisa sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Dengan mengenali sejumlah gejalanya, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan. Salah satu yang bisa Anda lakukan yakni dengan mengonsumsi makanan yang bisa mempermudah BAB Anda sehari-hari. Read the full article
Bosan Makan Nasi? Coba Ganti dengan 4 Karbohidrat Ini
Liputanviral - “Belum makan namanya kalau belum kena nasi.” Ya, kira-kira begitulah kata sebagian masyarakat Indonesia jika ditanya sudah makan atau belum. Padahal, sebelumnya sudah makan kue ukuran besar dan minum segelas susu kocok. Tapi ada pula kalangan yang malah bosan menyantap nasi untuk dijadikan makanan pokok. Mereka akhirnya mengganti nasi dengan mi, roti, pasta, pokoknya khas makanan luar negeri. Padahal, Nusantara juga punya sumber karbohidrat lain yang tak kalah lezat dan bergizi. Mencarinya pun tak sulit dan harganya terbilang murah. Nah, ingin tahu apa saja sumber karbohidrat yang dimaksud? Berikut ulasannya. 1. Ubi jalar Dilansir BBC Good Food, ubi jalar merupakan sayuran akar yang manis. Makanan tersebut memiliki kulit tipis berwarna cokelat dan daging berwarna putih, oranye, ungu, dan kuning. Dan, Anda bisa mengonsumsinya dengan atau tanpa kulit. Ubi jalar adalah makanan kaya serat yang mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk besi, kalsium, selenium, vitamin B, dan vitamin C. Ubi jalar juga tinggi kadar antioksidan (beta-karoten), yang bisa diubah oleh tubuh menjadi vitamin dalam sekali makan. Meski tak ada superfood tunggal yang benar-benar bisa mencegah kanker, namun dengan mengonsumsi makanan berantioksidan seperti ubi, setidaknya bisa mengurangi risiko terkena kanker. Pasalnya, sebuah penelitian melaporkan bahwa kulit ubi, terutama kulit ubi ungu, dapat membantu mengurangi proses oksidasi dalam tubuh. Sementara itu, ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi daun ubi jalar bisa memberikan perlindungan potensial dari kanker paru-paru. Tak hanya baik untuk mengurangi risiko kanker, ubi jalar juga dapat menjaga kesehatan saluran cerna karena kandungan serat dan fitosterolnya yang tinggi. 2. Singkong Dikutip dari Livestrong, singkong merupakan makanan yang berasal dari wilayah Brasil, Paraguay, dan juga telah menjadi makanan pokok di Indonesia, Thailand, serta sebagian Afrika. Akarnya mengandung pati dan singkongnya sendiri bisa memenuhi kebutuhan energi harian Anda. Nah, yang perlu Anda ketahui, Anda harus memasak singkong terlebih dahulu sebelum dimakan agar tidak keracunan glukosida sianogenik. Sama seperti ubi, singkong juga kaya akan serat yang tak hanya bagus untuk pencernaan, tetapi juga untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, mengontrol kadar gula darah, dan menekan risiko obesitas. Tak hanya itu, singkong juga mengandung magnesium, tembaga, vitamin C, dan folat yang masing-masing sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Magnesium dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko osteoporosis, sedangkan kandungan tembaga dapat menyehatkan fungsi saraf. Folat pada singkong bisa melindungi Anda dari kanker usus besar dan mengurangi risiko komplikasi kehamilan. Sedangkan kandungan vitamin C yang tinggi pada singkong dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda. 3. Talas Anda termasuk penggemar minuman manis dengan perasa taro (talas)? Jika iya, lebih baik Anda mengonsumsi talas sungguhan ketimbang hanya perasa artifisial. Nah, dilansir Livestrong, talas itu sendiri telah menjadi pokok diet Polinesia selama lebih dari seribu tahun, sedangkan daunnya yang berbentuk hati (lu’au) dijadikan inspirasi untuk perayaan di Hawaii. Sama dengan singkong, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi talas dalam keadaan sudah dimasak karena talas mentah mengandung kalsium oksalat yang beracun. Dari segi nutrisi juga tak jauh berbeda. Hanya saja, talas mengandung potasium yang lebih banyak ketimbang singkong. Dalam satu porsi talas yang dimasak, setidaknya mengandung 639 mg potasium yang bisa membantu mengontrol tekanan darah. Sedangkan, dalam sehari Anda disarankan untuk mencukup kebutuhan potasium sebanyak 4.700. Itu berarti, satu talas matang sudah mencukupi kebutuhan potasium sebanyak 13 persen. Namun, Anda harus berkonsultasi dulu kepada dokter sebelum makan talas terlalu banyak. Ini karena seiring bertambahnya usia, ginjal tidak dapat mengeluarkan zat tersebut dari darah Anda seefisien saat masih muda. 4. Sukun Mungkin bagi sebagian orang, buah sukun masih terdengar asing. Sukun, atau Artocarpus altilis, adalah jenis buah yang tumbuh di pohon-pohon iklim tropis, termasuk daerah India Selatan dan Amerika Tengah. Tak seperti singkong dan talas, sukun bisa dimakan mentah ataupun dimasak dan juga bisa digiling menjadi tepung. Sukun kaya akan karbohidrat, serat, dan potasium. Selain itu, sukun mengandung lemak dan protein yang rendah sehingga tidak memberatkan hati dan ginjal dalam mencerna. Namun, jangan menggoreng sukun dan mencampurkannya dengan mentega atau gula. Sebab, itu bisa meningkatkan kadar lemaknya. Lebih baik, kukus atau rebus sukun jika ingin mengolahnya. Nah, itulah empat sumber karbohidrat yang bisa dijadikan opsi alternatif selain nasi untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat Anda. Ingat, meskipun keempat makanan di atas sering dijumpai pada gerobak penjual gorengan, lebih baik Anda mengolahnya sendiri di rumah dengan cara direbus atau dikukus supaya nutrisinya tidak hilang. Read the full article
Bola-Bola Ubi 🍡 Weekend disuruh pulang sama Emak dari perantauan kota sebelah, dan setelah nyampe rumah buka kulkas ada Ubi. Akhirnya kepikiran buat bola-bola ubi, yang resepnya sering berseliweran di IG. Tapi mau buat kalau di kost malas , limited bahan, bumbu dan alat tempur buat masak 😂. Akhirnya kesampean buat dirumah 😆. . . . Bahan : •3 Ubi kuning sebenarnya (nggak ada ubi kuning alhirnya yang warnanya putih 😄 ) •Tepung tany sagu/tapioka. •3 sdm Tepung maizena. •Gula bubuk sesukanya tergantung selera suka manis atau tidak 😅. •1 sdm Pengembang. . . . Cara : Kukus ubi, setelah matang, kupas lalu haluskan, campur semua bahan. Setelah itu bentuk bulat-bulat, masukkan kedalam kulkas kurang lebih 1jaman, lalu goreng 😄😅. . . . . . . Nb: kalau yang berseliweran di IG sih, isinya kopong 😄. Kalau ini gak kopong mungkin karena tadi masuk kedalam kulkasnya cuma 10 menit, karena nggak sabar 😂 menunggu si manis ini 😂. Dan maafkan kameranya yang jelek 😂. . . .#ubi #ubiungu #ubijalar #olahanubi #bolabolaubi #snackubi #jajananubi
FILOSOFI BOLED
Hari ini pukul sembilan malam lewat sekian menit, dua Juni dua ribu lima belas. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan kepada teman-teman yang beragama Islam: “Allahumma bariklana fii rojaba wa sya’bana wa balighna romadhona waghfirlana dzunubana. Marhaban yaa Romadhoon marhaban yaa Syahrus Shiyaam...” Dan buat teman-teman yang beragama Buddha: “Selamat Hari Waisak 2599” Oh iya, saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang ingin membaca tulisan saya. Tulisan ini dibuat dalam rangka untuk sugesti diri dan terapi hati. Hari ini sampai tanggal tiga puluh Juni dua ribu lima belas nanti. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang FILOSOFI BOLED versi saya. Sejujurnya, judul dari tulisan ini terinspirasi dari sebuah buku fiksi karya mbak Dewi Lestari,yaitu Filosofi Kopi. Kalian tahu tidak, apa itu BOLED? Yang sudah tahu apa itu boled berarti kalian satu suku dengan saya. *Aduh bahasanya satu suku jeh*. Dalam bahasa kami (Cirebon dan sekitarnya), Ubi Jalar biasa kami sebut dengan nama BOLED. Seperti itu. Jadi boled itu a.k.a ubi jalar. Siapa yang suka makan boled? Cung! Kalau suka berarti sama dengan saya. Saya paling suka makan boled cilembu,boled ungu juga enak. Apa sajalah, yang penting itu boled. Mau bolednya dibakar, direbus atau dibuat macam-macam kue lainnya. Saya makan deh. Hehe.. Tetapi, apa hanya saya saja yang setelah makan boled suka kebablasan buang angin ya? Apa kalian juga seperti itu. Kalau iya, kita sama. Ini yang saya pikirkan. Mengapa harga jual boled rebus lebih murah dari pada harga jual boled yang sudah dibuat cemilan keripik boled? Mengapa bisa begitu? Iya, karena boled yang satu dimasak hanya direbus. Sedangkan boled yang lainnya tidak hanya direbus saja, tetapi digoreng sampai renyah atau garing, kemudian ada proses diberi bumbu atau perasa dan terakhir proses pembungkusan, boled yang sudah melalui beberapa proses tersebut diberi wadah pembungkus yang cantik agar menarik hati para konsumen yang melihat untuk membelinya itulah yang menyebabkan harga keripik boled menjadi lebih mahal. Sama seperti saya. Okeh anggaplah boled itu saya. Jika saya ingin menjadi orang sukses, orang yang berjaya. Maka saya harus melewati beberapa proses. Tiap prosesnya itu bertahap one by one. Tidak ujug-ujug langsung sukses. Saya harus ikhlash, sabar, istiqomah dalam tiap prosesnya. Jika saya gagal, saya harus coba lagi. Seratus kali gagal, Allah masih memberikan seratus kali kesempatan untuk mencoba lagi. Jika saya masih gagal lagi, ya masa saya kalah saing sama keripik boled sih? -_- Seperti itu kurang lebih Filosofi Boled versi saya. Jadi ceritanya seperti ini, beberapa hari yang lalu saya dan adik saya membeli cemilan di minimarket dekat rumah. Saya berhenti pada etalase tempat cemilan keripik boled. Jujur, saya agak sedikit kaget. Harganya lumayan dikantong ini cemilan. Hmm..
Hari ini pukul sembilan malam lewat sekian menit, dua Juni dua ribu lima belas. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan kepada teman-teman yang beragama Islam: “Allahumma bariklana fii rojaba wa sya’bana wa balighna romadhona waghfirlana dzunubana. Marhaban yaa Romadhoon marhaban yaa Syahrus Shiyaam...” Dan buat teman-teman yang beragama Buddha: “Selamat Hari Waisak 2599” Oh iya, saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang ingin membaca tulisan saya. Tulisan ini dibuat dalam rangka untuk sugesti diri dan terapi hati. Hari ini sampai tanggal tiga puluh Juni dua ribu lima belas nanti. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang FILOSOFI BOLED versi saya. Sejujurnya, judul dari tulisan ini terinspirasi dari sebuah buku fiksi karya mbak Dewi Lestari,yaitu Filosofi Kopi. Kalian tahu tidak, apa itu BOLED? Yang sudah tahu apa itu boled berarti kalian satu suku dengan saya. *Aduh bahasanya satu suku jeh*. Dalam bahasa kami (Cirebon dan sekitarnya), Ubi Jalar biasa kami sebut dengan nama BOLED. Seperti itu. Jadi boled itu a.k.a ubi jalar. Siapa yang suka makan boled? Cung! Kalau suka berarti sama dengan saya. Saya paling suka makan boled cilembu,boled ungu juga enak. Apa sajalah, yang penting itu boled. Mau bolednya dibakar, direbus atau dibuat macam-macam kue lainnya. Saya makan deh. Hehe.. Tetapi, apa hanya saya saja yang setelah makan boled suka kebablasan buang angin ya? Apa kalian juga seperti itu. Kalau iya, kita sama. Ini yang saya pikirkan. Mengapa harga jual boled rebus lebih murah dari pada harga jual boled yang sudah dibuat cemilan keripik boled? Mengapa bisa begitu? Iya, karena boled yang satu dimasak hanya direbus. Sedangkan boled yang lainnya tidak hanya direbus saja, tetapi digoreng sampai renyah atau garing, kemudian ada proses diberi bumbu atau perasa dan terakhir proses pembungkusan, boled yang sudah melalui beberapa proses tersebut diberi wadah pembungkus yang cantik agar menarik hati para konsumen yang melihat untuk membelinya itulah yang menyebabkan harga keripik boled menjadi lebih mahal. Sama seperti saya. Okeh anggaplah boled itu saya. Jika saya ingin menjadi orang sukses, orang yang berjaya. Maka saya harus melewati beberapa proses. Tiap prosesnya itu bertahap one by one. Tidak ujug-ujug langsung sukses. Saya harus ikhlash, sabar, istiqomah dalam tiap prosesnya. Jika saya gagal, saya harus coba lagi. Seratus kali gagal, Allah masih memberikan seratus kali kesempatan untuk mencoba lagi. Jika saya masih gagal lagi, ya masa saya kalah saing sama keripik boled sih? -_- Seperti itu kurang lebih Filosofi Boled versi saya. Jadi ceritanya seperti ini, beberapa hari yang lalu saya dan adik saya membeli cemilan di minimarket dekat rumah. Saya berhenti pada etalase tempat cemilan keripik boled. Jujur, saya agak sedikit kaget. Harganya lumayan dikantong ini cemilan. Hmm..