Tuhan, hamba hanya akan menjadi hamba jika Kau ijinkanku menjadi hamba-Mu. Bukan karena tak ingin dipertemukan dengan makhluk panas-Mu, bukan juga terpesona karena tawaran indah akan makhluk kesenangan-Mu. Sudah sepantasnya aku Makhluk mencari Sang Khalik demi jalan hidup yang baik. Aku ini makhluk dengan akal yang selalu ditempa realita, selalu saja rencanaku untuk menemukan-Mu dibungkam oleh apa itu yang dinamakan Realita. Sadar akan eksistensi-Mu tapi masih saja bertanya “Ada-kah Tuhan?” menurut-Mu apakah aku ini berdosa? Aku hanya ingin mencoba mengenal-Mu lewat logika, bukan ku tak mau menaati perintah-Mu untuk turut tunduk pada Para Utusan dan Nabi-Mu, dan menempelkan perkataan-Mu untuk tetap hidup di sini, tetapi hanya karena Kau itu sangat Misterius, ya itulah aku Tuhan, selalu saja tak puas dengan apapun. Aku coba mencari-Mu lewat percobaan ilmiah atau sains, tetapi apa hasilnya Tuhan? Sampai saat ini indra dan rasioku pun tak pernah mencapai-Mu, bahkan ciptaan-Mu yang sudah seharusnya ku akui malah disebut-sebut sebagai hasil kosmologi. Sebenarnya apa salah Ibu Bapak-ku? Hingga mereka melahirkan aku yang mempunyai keterbatasan. Di sini di kerangka materi ini, aku yakin Kau tahu bahwa Makhluk-Mu itu berbagai macam. Ada yang menyebut dirinya sebagai diri-Mu, itu biasa memiliki alasannya sendiri, biasanya mereka disebut para Sufi, ada juga yang membuat kerangka berfikir untuk mencapai-Mu, tetapi ternyata mereka tak memiliki kesimpulan, itulah para filsuf. Sibuk dengan hasil ciptaan-Mu itulah makhluk yang Kau ciptakan dengan keserakahannya sendiri, aku tak masalah melihat itu semua karena Kau tahu alasan-Mu sendiri. Jadi Tuhan, tolonglah aku untuk mencapai-Mu dengan objek apapun yang Kau tawarkan nanti.