MENGENAL SOSOK MIMAR SINAN PASHA, ARSITEK TERNAMA PADA KESULTANAN USTMANIYAH
Kesultanan Utsmani mewariskan begitu banyak karya arsitektur bersejarah. Masjid, gedung, sekolah hingga jembatan yang dibangun pada era kejayaan Usmani pada abad ke-16 M menjadi saksi bahwa Islam menguasai bidang arsitektur dan sudah memiliki arsitek-arsitek hebat.
Sederet bangunan bersejarah warisan turki ustmani itu tercatat sebagai karya hebat seorang arsitek ternama yaitu Mimar Sinan, yang separuh hidupnya didedikasikan untuk dunia arsitektur islam . Selama masa hidupnya, karya-karya mimar sinan tercatat lebih dari 360 bangunan yang meliputi 84 mesjid besar, 51 mesjid kecil, 57 sekolah agama, 7 seminari, 22 makam, 17 fasilitas perawatan, 3 rumah sakit jiwa, 46 penginapan, 35 istana dan rumah mewah, serta 42 pemandian umum.
Karena kiprah yang luar biasa tersebut, maka tak heran jika sejarawan arsitektur terkemuka dari Washington State University, Henry Matthews, mengagumi kehebatan Sinan. Menurutnya, arsitek Muslim dari Turki itu sebanding kehebatannya dengan arsitek terkemuka asal Italia mulai dari Brunelleschi hingga Michelangelo. Sinan merupakan arsitek terhebat pada periode klasik.
Siapa Mimar Sinan?
Mimar Sinan merupakan arsitek kepala dan insinyur teknik sipil pada kesultanan Usmani mulai dari 1538 M - 1588 M. Dia mendedikasikan dirinya untuk membangun kota Istanbul di bawah empat era kepemimpinan sultan, yakni: Salim I, Sulaiman I, Salim II, dan Murad III.
Selama empat periode kepemimpinan sultan, Sinan bertanggung jawab untuk membangun dan mengawasi setiap pembangunan di Kesultanan Ottoman. Masjid Salim/ Selemiye di Edirne serta Masjid Sulaiman di Istanbul merupakan masterpeice sang arsitek ulung. Sinan juga banyak mendidik dan membina arsitek terkemuka, salah satunya Sedefhar Mehmet Aga - arsitek Masjid Sultan Ahmad.
Masterpiece
Dua karya Mimar Sinan yang paling terkenal adalah Masjid Süleymaniye di Istanbul dan Masjid Selimiye di Edirne. Masjid Süleymaniye dibangun pada tahun 1550–1557 dan dianggap oleh banyak sarjana sebagai karya terbaiknya.
Foto: Mesjid Suleymaniye - Istanbul
Masjid Suleymaniye dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suleyman I yang dikenal sebagai Suleyman the Magnificent. Pembangunan dimulai sekitar tahun 1550 dan selesai tahun 1557. Letak masjid berada di pinggir Laut Marmara yang merupakan pintu gerbang menuju Selat Bosphorus. Dengan luas total kawasan mesjid ini sekitar 70 ribu meter persegi. Komplek masjid ini memang tak hanya dibangun untuk tempat beribadah tapi juga di sekitarnya ada bangunan fasilitas umum seperti madrasah, rumah sakit, sekolah, perpustakaan, pemandian hammam hingga jejeran toko. Mesjid Ini adalah salah satu masjid terbesar yang pernah dibangun di Kekaisaran Ottoman.
Foto: Mesjid Selemiye, Edirne
Karya Mimar Sinan yang tak kalah hebat adalah Mesjid Selemiye di Edirne. Masjid Selimiye merupakan sebuah mahakarya dalam sejarah arsitektur Islam. Masjid ini dirancang dan dibangun oleh Mimar Sinan pada usianya yang ke-80 pada tahun 1569 dan rampung pada tahun 1575. Saat ini Masjid Selimiye telah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
Mesjid Selemiye berdiri di tengah kompleks külliye yang merupakan suatu kompleks yang terdiri dari sekolah, perpustakaan, rumah sakit, dan pemandian umum di sekitar masjid. Terdapat juga sebuah madrasah, sekolah hadis, kamar penjaga waktu dan sebuah arasta atau deretan toko di area komples masjid ini.
Mesjid ini dikenal dengan ukuran kubahnya yang sangat besar, Diameter kubah utama masjid yang mencapai 31,25 meter. Selain itu Menara yang terdapat di masjid megah ini merupakan menara tertinggi kedua didunia setelah Quth Minar di India. Masjid Selimiye juga memiliki jendela sebanyak 999 buah yang menurut Sinan merupakan simbol kesempurnaan Allah.
Wafat
Mimar Sinan wafat pada tahun 1588 pada usia 98 tahun dan dimakamkan di sebuah makam sederhana, yang ia rancang untuk dirinya sendiri di belakang tamannya dekat Masjid Suleymaniye di Istanbul.
Muridnya kemudian melanjutkan jejaknya dengan membangun landmark utama lainnya di seluruh dunia, termasuk Masjid Sultanahmet (Masjid Biru) di Istanbul dan Taj Mahal di Agra, India. Sinan dianggap sebagai arsitek muslim terbesar sepanjang masa, dan karya-karyanya adalah beberapa simbol Islam terbesar saat ini, 432 tahun setelah wafat.
Sumber:
http://www.visitingistanbul.com/the-great-architech-sinan-koca-mimar-sinan.html
http://www.lodgertravel.com/the-symbol-of-the-ottoman-empire-selimiye-mosque/
https://turkisharchaeonews.net/object/selimiye-mosque-edirne
https://whc.unesco.org/en/list/1366/
Karawang, 03102020










