Closing ceremony of #uwrf13 Ubud Writers & Readers Festival. Girls night out! :)
seen from China
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from Singapore
seen from Argentina
seen from Russia
seen from Canada

seen from United States

seen from Germany
seen from Russia

seen from United States

seen from Spain
seen from Japan

seen from Israel
seen from Canada
Closing ceremony of #uwrf13 Ubud Writers & Readers Festival. Girls night out! :)
Gala Opening UWRF, Rejeki Anak Sholeh Tak Tertukar
Yang jadi keinginan saya di hari pertama saat mengikuti festival adalah bisa mengikuti Gala Opening yang tak semua orang bisa hadir. Hanya undangan kehormatan, partner sponsor dan awak media yang boleh mengikuti prosesi acara. Saya dan Kak Mel sempat hopeless dan tak berharap banyak hingga seorang teman dari booklaunch memberi kami dua lembar undangan untuk menghadiri acara impian: Gala Opening Ubud Writers & Readers Festival 2013. Yay! Terima kasih banyak untuk Yoan Atmaja, selain volunteer ternyata Yoan adalah partner sponsor dari Seminyak. Tanpa pikir panjang, selepas booklaunch Ahmad Fuadi dan Angie Kilbane untuk Ranah Tiga Warna English Version, saya dan Kak Mel cabut menuju Ubud Palace. Saat itu lalin cukup padat dan hampir semua lahan parkir penuh. Kami nekat saja parkir dekat ATM sambil harap-harap cemas. Belum sempat berganti pakaian, retouch make-up, mandi apalagi, pakai sendal jepit, dengan pede kami hadir di Gala Opening mengundang tatapan iri teman-teman lain yang sedang bertugas. Kak Ochie dan Katrin (coordinator) juga tak kalah heran memandang kami yang bebas melenggang masuk Ubud Palace sambil melambai-lambaikan kertas undangan.
“Mel, Poet, gimana kalian bisa ada disiniiii?” teriakan Kak Vely dan Fikri bersahut-sahutan sementara saya dan Kak Mel hanya nyengir girang. Seorang gadis Bali cantik menyematkan bunga anggrek segar di dada kami. “Selamat datang,” sambutnya anggun.
Di Gala Opening ini kami berdua bisa menikmati hidangan snacks yang sedikit istimewa dari makanan yang sudah masuk di homestay. Sushi lengkap dengan washabi, risol mayo, aneka pie, dan masih banyak lagi yang lain. Sialnya, dari sekian makanan yang dihidangkan, piring kertas hanya berukuran kecil dan tidak memungkinkan kami mengisi terlalu banyak kecuali mau tebal muka bolak-balik mengambilnya. Pintar sekali panitia! Hahahaha… (/,\)
Kami memang serasa seperti tamu kehormatan Kerajaan Ubud sungguhan. Acara dibuka dengan legong, dilanjutkan dengan aneka tari-tarian yang sulit membuat mata berkedip. Apalagi di depan kami berseliweran tamu-tamu artis yang biasa kami lihat di TV. Mas Garin Nugroho di kursi sebelah kami sedang asyik berbincang dengan kawan-kawannya. Bernard Batubara duduk di depan kami dengan seorang gadis cantik. Ada Trinity “Traveller” berdiri di belakang kami karena mungkin tak kebagian kursi, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan, Mas A Fuadi beserta istri juga terlihat di sana. Rata-rata pengunjungnya adalah gank rambut pirang, membuat kami terlihat semakin kumal.
Apapun yang terjadi, sore ini adalah rejeki bagi dua anak sholeh seperti kami… \O/
Cooking class #indonesianfood #UWRF13