Wanara Menari. Wanara Seta, Wanara Abrit, Wanara Biru punika sinten nggih. silahkan simak videonya.. .. Terima kasih http://www.borobudursunrise.net/index.html PLAN YOUR HOLIDAYS IN YOGYAKARTA ?? VISIT OUR WEB SITE : WWW.BOROBUDURSUNRISE.NET wa.me/628112640967 Artist: @yogyakartacity ・・・ Sebanyak 309 orang penari dengan mengenakan pakaian dan topeng wanara berkumpul dan menari bareng. Aksi para penari wanara ini berhasil masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). ➡️ video lengkap di www.jogja.tv . #wanara #dance #flashmob #rekor #jogja #yogya #Yogyakartacity #repost https://www.instagram.com/p/B9k-dbEJOEM/?igshid=j3y3qm9k2vn0
Halo semua!! Kali ini saya akan membahas sebuah komik dari komikus yang namanya pelan - pelan sudah merambah pembaca mainstream : Sweta Kartika. Menyenangkan sekali bisa membaca komik ciptaan komikus lokal! Sepertinya arus komik lokal semakin menguat akhir - akhir ini dengan munculnya penerbit - penerbit lokal khusus komik yang mengusung gaya khas masing - masing. Wanara adalah salah satu produk Sweta Kartika yang saat ini diterbitkan oleh Kosmik Publishing (PT Surya Perkasa November Abadi). Wanara termasuk salah satu komik lokal yang mudah ditemukan di toko buku besar. Karena selain dikelola secara profesional oleh Kosmik, komik ini juga didukung oleh Gramedia Pustaka. Fakta tersebut menjadikan Wanara termasuk komik dengan distribusi yang mumpuni. Namun komik tetaplah komik. Pada akhirnya yang menentukan pembaca peduli dengan komik tersebut adalah komik itu sendiri. Jadi, apakah Wanara layak untuk waktumu? Mari kita bahas.
(Note : Saya mencoba gaya review yang berbeda dari review sebelumnya. Jadi mohon maklum ^_^)
Cerita dan Tokoh
Setting Wanara digambarkan bersetting di kota fiksi dimana kekuatan super dan juga makhluk - makhluk ajaib (setidaknya secara bentuk) eksis. Dari 6 chapter di dalam buku bolume pertama, kita disuguhi eksposisi mengenai pahlawan super dan juga para musuhnya. It’s interesting secara setting. Namun setting tersebut tidak juga diikuti dengan plot yang wah yang secara satu kesatuan juga berimbas pada karakterisasi para tokohnya. Di buku satu ini, kita langsung disuguhi 2 chapter penuh aksi dan sedikit aksi di chapter tiga. Saya pikir ini ini terlalu cepat. Ibarat sekolah, di kelas baru hal pertama yang dilakukan adalah perkenalan. Di komik, perkenalan karakter berguna untuk membuat pembaca mengenal para tokoh. Siapa nama mereka, apa motivasi mereka, dan tentunya apa peran mereka. Selanjutnya, pembaca akan mempunyai alasan untuk mendukung karakter dalam cerita. Sedangkan Wanara langsung menginjak gas aksi tanpa mengerem. Hal ini mengganjal karena saya belum cukup care dengan para karakternya. Terutama para jagoan di komik ini. Jagoan di komik ini justru tidak lengket di ingatan saya. Justru para penjahat di komik ini yang mendapat eksposisi yang baik. Ketika melihat wanara di rak saya, karakter yang langsung bisa saya ingat adalah Panda! Justru Panda, penemu dengan kepala kotak dan kroni - kroninya mendapatkan porsi cerita yang menjelaskan apa motifasi mereka, sifat dan bahkan bagaimana cara mereka menjalankan kejahatan mereka. Di volume selanjutnya, Wanara mempunyai PR untuk membuat para pembacanya care dengan para tokoh jagoan di komik ini (saya baru bersimpati dengan chimpz dan jagoan yang bisa berubah jadi gorila).
Estetika Gambar
Hal paling memuaskan dari Wanara adalah gambar Sweta Kartika. Gambar Wanara langsung membuat para pembacanya tahu siapa yang menggambar komik ini. Dalam komik ini, kekacauan adalah hal mudah terjadi dan merupakan tema yang diangkat. Gambar di komik ini berhasil menunjukkan kekacauan yang benar - benar kacau. Efek ledakan, asap, efek cahaya dan tentunya benda - benda sekitar yang hancur digambar dengan baik sehingga membuat pembacanya merasa kekacauan yang ada di dalam cerita. Untuk desain karakter, lagi - lagi yang harus saya puji adalah desain para penjahatnya. Desain Panda adalah panda (dalam arti yang sesungguhnya). Ciri khas hewan tersebut yang lucu dan kalem sangat bertabrakan dengan sifat dan perangai Panda yang jahat. Hal ini menciptakan impresi yang kuat. Desain Mr.Q juga mempunyai kontras yang unik. Penemu jenius, sangat berdedikasi terhadap penelitiannya namun kejam bertolak belakang dengan desainnya yang konyol (kepalanya kotak).
Cover dan Cetakan
Opini saya : Cetakan Wanara adalah 1 dari 2 komik lokal dengan cetakan yang paling bagus menurut saya! Saya tidak tahu istilahnya, namun jika dideskripsikan, komik wanara dicetak sperti light novel Jepang. Komiknya tetap menggunakan soft cover yang kemudian dibungkus dengan cover yang lebih keras namun bisa dilepas. Desain covernya juga menarik. Bagian cover keras yang bisa dilepas menggunakan ilustasi berwarna yang didominasi warna biru kehijauan dan terpampang ilustrasi Tokoh utama dan partner hewannya yang dibayangi oleh ilustrasi lima mandala. Jika covernya dilepas, maka yang kita lihat adalah soft cover yang simpel. Hanya putih sebagai warna background dan tulisan, logo dan lain - lain menggunakan warna hitam. Ilustrasi soft cover dengan gaya wayang juga menarik. Memberikan Wanara kesan mistis.
Verdict : Buy With Caution
Inti dari verdict tersebut adalah : pikirlah dulu sebelum membeli wanara. Komik ini hampir mendapatkan verdict : Worth it. Namun bagaimana komik ini dimulai membuat saya ragu untuk merekomendasikan komik ini dengan label Worth It. Bukan berarti pasti kalian tidak akan suka komik ini dan juga bukan berarti komik ini jelek. Namun lebih bijak jika kalian mencari tahu dulu mengenai komik ini. Kalian bisa membaca chapter awal wanara di Majalah komik Kosmik. Dari situ kalian bisa memutuskan sendiri apakah akan membeli komik volume 1 Wanara atau tidak.
Keep Calm and Keep Reading Local Comic! Sayounara!
My mom came back from Indonesia & before that I’d asked her to help me buy Naruto vol 71 (& 72 but it wasn’t out yet), & Wanara and Days of Violet by Sweta Kartika.
71 was... a bit anti-climatic? I mean, I dig the Obito-Rin-Kakashi part, & even more so with the Team 7 reunion (be still my heart), but the part with Kaguya being sealed was... ??? okay? But then again they’ve been fighting for like several volumes (& SHITTING HELL I NEVER GOT OVER THE ART), so ok I guess. Still waiting for the release of the next volume. And thanks Kishimoto-sensei for the wonderful series!!
Sadly my mom couldn’t find Grey & Jingga - Days of Violet, which is a sequel to Grey & Jingga I think? I really adored the 1st book, even more so because I was heartbroken at the time & it was really easy to click with it. It’s okay, hopefully I’ll find one when I go home.
WANARA. Damn. this comic... I BINGE READ IT & KEPT RE-READING IT. KAK SWETA HOLY SHIT IT’S HELLA RAD. I LOVE THE STORY, THE ART... HHHHHHHHH... Dude I really wanna get on this guy’s level someday (see his works on transbonja.deviantart.com)- I don’t know how he works his comics, but on printed, there’s that level of ease & seriousness in his lines that just blends perfectly & I really hope I can achieve that too.
Interactive Digital Comic: GARUDA RIDERS Vol. 1 (FREE)
Google Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=air.co.wanara.garudariders1
Official Site: http://wanara.co