Wahai sesorang yang telah tertulis dalam lauhul mahfudz.
Imamku dan ayah untuk anak-anakku.
Engkau yang akan bersamaku dalam perjalanan nanti.
Apa yang sedang kau lakukan disana?
aku percaya, kau sedang memperbaiki dirimu, mempersiapkan dirimu tuk menjadi imam bagi tulang rusukmu dan buah hatimu kelak.
aku percaya, kau sedang mengkaji, kau sedang beajar, belajar ilmu dunia terutama ilmu akhirat yang akan kau gunakan dalam mendidikku dan buah hati kita nanti.
Aku percaya, Qur’an selalu ada dalam hatimu, selalu terucap dari bibirmu, dan dzikir selalu melantun menemani langkah jihadmu.
Aku percaya, kau sedang menundukkan pandanganmu, menjaga hatimu dan mencampakkan hawa nafsumu.
Aku percaya, kau telah merancang hidupmu, hidup kita. keluarga kita.
Aku percaya, kau sedang memantaskan diri dan terus memperbaiki diri disana.
Akupun begitu, wahai calon imamku....
Aku sedang belajar meniti cita-cita duniaku, meniti cita-cita akhiratku agar kelak dapat kubangun keluarga Islami dan Qur’ani hanya bersamamu.
Aku sedang belajar menjaga diri, menjaga pandangan dan hatiku, agar ketika kelak kau memiliki hati ini, hati ini masih sempurna hanya untukmu.
Aku sedang menempa diri menjadi Khadijah untukmu, yang menjadi tempatmu membagi resah dan seseorang yang kau datang padanya saat kau tak tahu lagi akan datang pada siapa.
Akuun ingin menjadi Aisyahmu, yang akan selalu membuatmu tersenyum dan kembali ceria saat penatmu mulai datang dan sesorang yang akan membenarkan apa-apa yang salah dari tingkah lakumu. Seseorang yang mencntaimu dengan cemburunya, namun kau rasakan sakit jika hatinya tersakiti.
Aku ingin menjadi Fatimah, yang tak kau bagi cintamu kepada yang lain. bukan aku tak percaya kau tidak dapat berlaku adil, tapi aku ingin mencintaimu dengan sempurna tanpa terhalangi cemburuku.
Aku ingin menjadi seperti ibunda Siti Hajar, yang tak takut kau tinggalkan, karena keyakinanku pada Rabbku lebih besar dari keyakinanku padamu.
Usahaku ini tidak mudah, begitupun usahamu. maka tetaplah pada usahamu, tetap pada ikhtiarmu. aku yakin kau kuat disana... dan doakan agar akupun kuat disini dengan ikhtiarku. Bawalah aku dalam setiap doa dan sujudmu, kumohon....
Hingga saatnya kita bertemu dalam ikatan suci menyempurnakan separuh agama kita. Dan nanti terimalah aku apa adanya jika aku belum mampu menjadi Khadijahmu, Aisyahmu, Fatimahmu, bahkan menjadi sepertiIbunda SIti Hajar.