Imaginasi imaginasi berkeliaran, terkumpulkan warna dari berbagai arah. Ada yang sudah dengan corak yang terdeskripsi dan ada yang masih dibebaskan untuk penerimanya kembangkan sendiri.
Ada arahan yang tersampaikan dari capaian penelitian, ada yang tekumpulkan dan diturunkan dari kumpulan pengalaman, ada pula yang lewat pencerahan dengan berbagai bentuk atau nama nya.
Ingin memikirkan kondisi dimana kepala ini saat memang belum komplit menerima pengindraan. salah satu dari lima ataukah pecahan diantanya.
Mampukah kita temukan warna itu? mampukan temukan nada itu? temukan kesan lembut, panas dan rasa rasa eksterior itu?
lantas bagaimana rasa bagian yang dalam itu bisa ditularkan? kalau belum bisa menerima pengantar sebelumnya?
kebenaran masih mulur dan mengkerut bersamakan kebaikan, kelayakan, kepantasan masih dalam ranah tanya.
apakah orang yang tunarungu sedari dalam rahim akan ada ketercapain, peningkatan pemahaman warna akan suara?
apakah orang yang dia tiada tampak sedari dalam rahim tentang arti warna, kan ada kumpulan titik warna yang begitu indah jadikan yang bisa bawanya menari?
kecuali rasa, alam rasa batin yang sampai saat ini belum kutemukan kejelasan struktur pembentunya itu; ada yang menyatakan dapat nkau tularkan.
kesamaan rasa, yang tapi atas sebab rasa beda yang terkontruksi sedari awal kehidupan kita kian jadikan jarak antara manusia.
ketercapaian macam apa; yang kan jadi gaun dengan merek manusia itu, bisa membuat pribadi pribadi itu saling mengenal dengan perbedaan masing masing diantara mereka tapi masih sadar dan berucap "kami sama" kami manusia.
iming iming kerukunan, dalam satu poros pemikiran-pun masih sering timbul cekcok, bahkan baku hantam hingga tikam.
melihati diri sendiri, mengenal, menyelam disamudra rasa, mengamati pergerakan arus yang ada didalamnya.
tak mengomentarinya, hingga pemikiran itu hilang dengan sendirinya (sepertinya begitu kata para meditator)
apakah rasa dalam diri hanyalah sensasi dari pemikiran yang ada tadi itu?
kemelut tanya dari beberapa jengkal pikir yang barusaja aku buat.
yaa aiyyuhannafsul mutmainnah, irjiu ila robby kirdiatam mardhiyya fadkuli fi ibadi fadkhuli jannati
Bunyi kalimat tersebut dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut: "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas dan diridhai-Nya. Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku."
Kalimat tersebut merupakan ayat dari Al-Quran (Surah Al-Fajr, 89:27-30) yang merupakan ajakan bagi jiwa untuk kembali kepada Sang Pencipta dengan rasa puas dan bahagia serta berusaha menjadi hamba-hamba yang saleh di sisi Allah untuk mendapat anugerah surga-Nya. Ayat ini mengingatkan untuk fokus pada tujuan akhir yaitu mendapatkan keridhaan Allah dan mendapat pahala surga yang kekal. (chat-GPT)
mari bikin batas bahwa surga yang dimaksud adalah ketentraman batin
apakah kan ketentraman batin dpat dengan seketikanya lahir dalam kontruksi masyarakat? sebelum ketentraman itu sudah ada terupayakan lebihdulu dari masing masing pembentuk interaksi sosial???
Kata "saleh" dalam bahasa Arab mencakup makna baik dan benar secara bersamaan, khususnya dalam konteks agama Islam. Seorang yang saleh dianggap baik karena ia hidup dengan mengikuti ajaran agama dan berusaha melakukan kebajikan kepada sesama manusia. Selain itu, ia juga dianggap benar karena ia hidup sesuai dengan nilai-nilai kebenaran yang diajarkan oleh agama dan menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Oleh karena itu, kata "saleh" dapat diartikan sebagai seseorang yang baik dan benar dalam arti yang sebenarnya.
Kata "benar" dalam bahasa Arab adalah "صَحِيْح" atau "صَدِيْق" (sahih atau sadik).
Kata "baik" dalam bahasa Arab dapat dinyatakan dengan beberapa kata, di antaranya adalah:
dalam kondisinyang saya temukan, dan bantuan chat-gpt
Kata "baik" dan "benar" memiliki makna yang berbeda.
Kata "baik" mengacu pada sesuatu yang mempunyai kualitas positif, mulia, dan sesuai dengan standar moral atau etika. Contohnya, "Dia adalah seorang anak yang baik dan rajin belajar."
Sedangkan, kata "benar" mengacu pada suatu pernyataan atau tindakan yang sesuai dengan fakta, kenyataan, atau kebenaran yang objektif. Contohnya, "Pernyataan itu benar karena didukung oleh fakta dan bukti yang valid."
Kata "bebar" bukanlah kata yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia. Namun, jika maksud Anda adalah "salah", maka kata tersebut memiliki makna kebalikan dari "benar", yaitu suatu pernyataan atau tindakan yang tidak sesuai dengan fakta atau kenyataan, atau yang tidak sesuai dengan kebenaran yang objektif. Contohnya, "Dia salah mengira hari ini hari libur, padahal sebenarnya hari kerja."
dan kesimpulannya apa bang?
"semuanya tidak akan jadi apa-apa jika tidak ada apa?, ayo tafakur bareng"
dan aku luma ucapan temen kemarin sebelum quote yang gak gitu juga sih quotenya kemarin tu 🤣🤣
dan malah teringan cletukan yang intinya macam ini;
kalo ditanya nikah kapan sama orang, coba tanya balik "matimu kapan"
dan tadi sambil bercanda sama temen lain
bro minta list nama "cirkel kita" cewek dong yang belum nikah dan sekiranya cocok nggo aku 🤣🤣🤣🤣🤣