Membangun diorama cemburu atas apa yang sudah berlalu, sebenarnya siapalah aku?, seharusnya raungan hati itu tak perlu
-Che, Penyesalan atas tweetstalk sambil sarapan, akhirnya membuat tak nafsu makan.

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from Sweden
seen from Australia
seen from Malaysia
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Bulgaria

seen from United States
seen from Israel

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States
Membangun diorama cemburu atas apa yang sudah berlalu, sebenarnya siapalah aku?, seharusnya raungan hati itu tak perlu
-Che, Penyesalan atas tweetstalk sambil sarapan, akhirnya membuat tak nafsu makan.
jadi mengapa kau mematung di hadapanku? hadirmu belenggu kau diam, mendendam kau bunyi, membenci seutas simpul terikat erat, leherku tercekat kumohon lenyaplah bersama pekat
-che, Sebait Pilu tuk Sebersit Bayangmu
: " yang Maha Original itu cuma Tuhan... manusia nggak original, semua itu didapat dari sekitarnya... menurutku manusia itu gak pantes menyandang istilah pencipta... bolehnya penemu, soalnya bisanya cuma nemu, bahkan menurutku ide dan gagasan pun itu bukan tercipta... tapi nemu/ketemu, dikarenakan hal disekitarnya menginspirasinya atau memaksanya memecahkan masalah "
-che, di jumat petang yang lebih dingin daripada suhu udara surabaya biasanya
Random Thought by Random Person : Aladdin --
In one scene, Genie calls Al’s clothes “so 3rd century.” Genie has been trapped in the lamp for 10,000 years which means the latest Genie could have been trapped in the lamp is the 3rd century. If he spent 10,000 years in there, it is now AT LEAST the year 10,300 AD when he gets out.
Conclusion: Aladdin takes place IN THE FUTURE. A post-apocalyptic world where only Arab culture (and some Greek) survived. It has been so long that the name “Arabia” has been corrupted to “Agrabah.” The Muslim religion has atrophied to the point where there are no mosques, Imams, or prayer mats, but people still give praise to Allah in moments of happiness. Amazing technological marvels left behind by the previous civilization, like sentient flying carpets or genetically engineered parrots which comprehend human speech instead of just mimic it, are taken for granted by the locals or considered “magic.”
The Genie proves this by making impressions of ancient, long-dead celebrities like Groucho Marx, Jack Nicholson, etc.
...
-Stefan Yambolov (Technical University of Sofia)
"Kok dalam Sumpah Pemuda tak disebut sumpahnya demi apa ya? Pantesan hampa .."
-Sujiwo Tejo, salah satu tweet dari official accountnya @sudjiwotedjo
Minggu pagi 28 Oktober 2012.
Disconnected ||
Selesai aku meracik oolong tea hangat untukku bersantai sore ini. Saatnya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda, namun oops... browser mengajakku berkeliling melupakan tugasku sejenak. Sosial media menawariku imaji-imaji indah para gadis muda belia yang mempesona. Sekadar berfoto narsis amatir, hingga narsis profesional yang mereka sebut sebagai modelling. Ah, bagiku sama saja, sama-sama sarana pencuci mata. Tapi ini semua adalah biang dari hancurnya kisah romansaku denganmu yang terajut selama dua tahun terakhir. Aku berkenalan denganmu di sosial media, berdekatan denganmu, hingga akhirnya kita memberanikan diri menjalin hubungan. Karena itu pranoid dan rasa cemburumu yang bersenyawa itu sangat takut kalau-kalau aku berkenalan dengan gadis lain yang jauh lebih darimu.
Aku mulai melakukan cuci mata sembunyi-sembunyi. Menambah koleksi indah itu secara gerilya. Setiap permintaan pertemanan yang sukses terjawab aku hapus jejaknya dari tembok sosial mediaku. Namun, alas, ada saja jalan utukmu mengetahuinya, padahal kita sudah sepakat untuk tidak membuka akun sosial media kita. Karena sudah berkali-kali hal itu terjadi. Kamupun jengah. Kamu mengecap aku sebagai lelaki yang tidak bisa menjaga komitmen. Pada puncaknya sepekan lalu kau memutuskan aku.
Memori tentangmu itu langsung menarik perhatian makhluk-makhluk rindu yang bersemayam lama di rimba hati yang gelap. Aku coba mencari nama akun facebookmu di kolom search. Ah, masih ada. Lama sekali aku terduduk penuh rasa bimbang sembari menelusurkan kursorku ke arah nama profilmu, lama terdiam... haruskah aku membukanya? sedikit menelisik memori lama yang terekam begitu apik. Serasa baru kemarin berlalu. "ah masa bodoh". Klik! layar berganti tampilan, akupun memasuki sebuah page baru...
This account does not exist or may have been suspended!
Aku meneruskan menyeruput oolong tea hangatku dan tersenyum simpul
[10/18/2012]
[ Listen ] without flash as well ;-)
The Wordcrafts.de folks (Felix Lotze & Oliver Gurtschmann) speak to me about the problem of (good) localization of a Cocoa App (iOS or Mac), which is their daily business. They also go into what they'll speak about during their talk in Cologne and why the attendees are very important when speaking about networking with each other during such a Conference.