berlompat ala work life trampoline
Aspek yang paling miris adalah keinginan lebih banyak jam dalam sehari dan dalam sehari harus lebih dari dua puluh lima jam bahkan kesannya kurang.
Percaya atau tidak. Tidak semua hal bisa seimbang. Terutama dalam hubungan kerja dan kehidupan pribadi. Ada begitu banyak aspek yang membentuk pekerjaan dan kehidupan secara bersamaan, seperti keluarga, teman, pasangan dan banyak hal lainnya.
Keinginan untuk memiliki lebih banyak jam kerja dan faktanya tidak akan pernah bisa setara. Lima hari bekerja dan dua hari weekend dalam seminggu means work is part of life.
Rindu akan kehidupan personal pas lagi kerja dan kangen kerjaan ketika lagi menikmati hidup. Pekerjaan kadang bisa sangat intens dan bahkan nonexistent.
Hidup tidak selalu berarti bahwa sesuatu yang ingin dilakukan, in the sense that if there's no jobs, you're forced to live. Ideologi macam apa itu?, dan batas apa yang memisahkan antara kehidupan personal dan pekerjaan?.
work and life, they're jumping on the same trampoline, even though work is part of the exhausted life
Sadar akan batasan dan menjaga kesehatan jiwa dan raga, mungkin lebih pantas disebut sebagai kemampuan untuk refleksi tentang diri.
Work and life hanya sebuah istilah yang mengikat, membutuhkan sebuah pemikiran yang panjang akan dasar memilih pekerjaan atau cara hidup tertentu. Arti bahagia dan membuat hidup ini bermakna.
https://youtu.be/hcD8CGWdkww
https://digitalcommons.lsu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1029&context=taboo