“Jangan aborsi idemu!” ✍️ Kalimat dari Pak Andrias yang memimpin Workshop Menulis di LK3I kemarin begitu menancap di otakku. ✍️ Sejatinya kita menulis ya menulis saja dulu, jangan terlalu banyak dipikirkan masalah tata kata, tata kalimat, apalah2. ✍️ Bahwa seringkali kita serakah: mau jadi penulis sekaligus editor dalam satu waktu sekaligus. ✍️ Akibatnya? Ya malah nggak jadi apa2! Sudah ditulis, diedit lagi. Sudah selesai, dihapus lagi. Begitu saja terus. ✍️ Padahal mulai saja dari satu kata. Kata dirangkai membentuk kalimat. Kalimat dirangkai membentuk paragraf. ✍️ Coba saja menulis ide atau cerita dalam 20 menit non stop tanpa edit, tanpa jeda, tanpa interupsi apapun. ✍️ Hasilnya? Tak terasa aku bisa merangkai 772 kata dalam satu cerita, saat itu juga. Belajar 8 jam kemarin juga tak terasa! ✍️ Seperti kata beliau, ketika melakukan sesuatu yang disuka, maka kita sedang “Bercumbu dengan keabadian.” ✍️ Terima kasih Pak @andriasharefa dan Pak @julianto_simanjuntak untuk workshop menulis bagi pemula yang sangat bermanfaat. ✍️ Ditunggu workshop tahap keduanya! Semoga berhasil membuat kami menerbitkan buku masing-masing 🙏🏽 ✍️ #nutstory #nutsays #nutsevent #nutsfriends #nutslyfe #nutswriting #workshopmenulis #writing
















