Aku terbangun sekitar pukul 02:00 dini hari, tubuhku sudah memasang alarmnya sendiri entah sejak kapan, akupun tak menyadarinya. Aku duduk sebentar untuk menyeimbangkan nyawa yang sebagian masih terbaring. Setelah dirasa pulih, aku menuju kamar mandi. Sudah menjadi rutinitas bagiku untuk bertemu dengan Tuhanku di waktu-waktu seperti ini. Kuambil wudlu. Setelah selesai, kuambil sarung yang selalu kugantungkan di punggung kursi beserta sajadah. Tahajud, mereka biasa menyebutnya. Tidaklah wajib, namun jika dikerjakan mendapatkan nilai tambah. Apabila tidak dikerjakan? Ya, tidak apa-apa. . Aku adalah pria nyaris berkepala tiga. Belakangan ini aku sering mengikuti kajian anak muda yang sedang hits di salah satu mesjid di Kota Bandung. Banyak anak-anak muda yang ikut, aku bersyukur karena keinginan anak muda zaman now untuk menggali ilmu agamanya masih cukup bagus. Naiknya yang berhijrah tentu karena materi yang disampaikan dekat sekali dengan kehidupan anak muda, cara penyampaiannya yang mudah dicerna, dan yang menyampaikannya asyik luar biada. Alasan ini pula yang mendasariku untuk sedikit demi sedikit berpindah. . Pernah satu kajian, Pak Ustad yang sekarang sudah masuk TV bilang bahwa jika kamu menginginkan sesuatu pandai-pandailah merayu Tuhanmu. Bayangkan jika kamu memanggil seseorang, kemudian seseorang itu menyahutimu seraya tersenyum manis dan ikhlas kepadamu. Tidakkah kamu akan senang? Begitu pula jika Tuhanmu memanggilmu beribadah, maka segerakanlah. Kerjakan apa saja yang membuat Tuhanmu senang terhadapmu. Bersedekah, mengerjakan amalan-amalan baik, melantunkan namanya, membaca ayat-ayatnya, dan masih banyak lagi. Disambil dengan merayu Tuhanmu dalam sujud dan doamu. Terus menerus, jangan terputus. Kurang lebih begitu yang disampaikannya. Sejak saat itu, aku rajin sekali merayu Tuhanku. Seperti sepertiga malam ini. (lanjut kolom komentar) . . . #writingproject #whitepaperff #wpff05 #tuhan #aksarannyta










