Di Pertengahan September.
Tik tok.
Waktu tidak pernah berhenti atau berjalan mundur. Ia hanya berjalan maju dan terus melaju; tanpa peduli apakah kamu tertinggal atau bahkan bisa mengimbangi. Tapi tidak mungkin kamu mendahului; tidak akan pernah.
Di pertengahan September, beberapa orang bergegas; beberapa berlarian; yang lain jalan santai menikmati riuh sekitar. Dia seperti kombinasi pertama dan terkahir; bergegas tapi jalan santai menikmati riuh sekitar. Memiliki target sendiri tapi cenderung mengikuti alir; lebih memasrahkan kepada Sang Pengatur Skenario terbaik; lebih ke “if some(one)thing is destined for you, never in million years it will be for somebody else”.
Saya dikejutkan dengan sebuah berita, dari salah seorang teman dekat; berita yang baik tapi membuat kami terkejut. Laki-laki yang selalu memberikan jawaban “gue nanti aja masih lama” ketika ditanya “kapan menikah?”, tepat satu minggu lalu melangsungkan ijab dan qabul di rumah keluarga calon istrinya. Kami senang, karena segala sesuatu yang baik memang harus disegerakan. Semoga kamu menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk istrimu dan anak-anakmu. Aamiin
Yang lainnya, membuat saya bergidik; in good and bad ways. Dia sudah tidak berpacaran lagi dengan laki-laki yang berbeda keyakinan dengannya. Alhamdulillah. Saya sempat khawatir dia akan pindah keyakinan, tapi Allah masih menjaganya. Dibalik keburukan yang menimpanya, Allah berikan kebaikan atasnya. Ketika dia menyerahkan segala sesuatunya kepada Sang Maha Pengatur, ketika dia ikhlas atas suatu hal, Allah berikan hal yang amat sangat baik untuknya. Tidak hanya satu, tapi beberapa. Atau lebih dikenal sebagai hidayah.
Terakhir, ketika kamu sudah memiliki niat dan niat itu baik, dan jika Allah ridha, maka semesta seperti membukakan pintu selebar-lebarnya untuk memudahkan niatan baik itu. Kami bertemu kembali setelah satu tahun lebih dari pertemuan terakhir. Mungkin ini jalan Allah untuk menyembuhkan luka saya. Juga cara Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya.
Dari mereka saya mendapat pelajaran. Pelajaran yang hanya bisa saya dapat ketika saya membuka sebuah pintu. Pintu yang membawa saya ke tahap lain penyembuhan diri. Pintu yang membuka hati dan pikiran saya untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah saya miliki saat ini. Pintu untuk selalu berprasangka baik kepada Allah Swt. dan sesama manusia.
Semoga pintu-pintu lain segera terbuka.
Jakarta, 18 September | 13.05 WIB













