Nasehat Ibnu Rajab -rahimahullah- bagi yang tak dapat melaksanakan haji:
اﻟﻮرﯾﺪ اﻟﺒﯿﺖ ﻓﺈﻧﻪ أﻗﺮب إﻟﻰ ﻣﻦ دﻋﺎﻩ ورﺟﺎﻩ ﻣﻦ ﺣﺒﻞ ﻣﻦ ﻟﻢ ﯾﺼﻞ إﻟﻰ اﻟﺒﯿﺖ ﻷﻧﻪ ﻣﻨﻪ ﺑﻌﯿﺪ، ﻓﻠﯿﻘﺼﺪ رب ﻫﻨﺎ، وﻗﺪ ﺑﻠﻎ اﻟﻤﻨﻰ ﻣﻦ ﻟﻢ ﯾﻘﺪر ﻋﻠﻰ ﻧﺤﺮ ﻫﺪﯾﻪ ﺑﻤﻨﻰ ﻓﻠﯿﺬﺑﺢ ﻫﻮاﻩ اﻟﺮﺟﺎء واﻟﺨﻮف ﻣﻦ ﻟﻢ ﯾﻤﻜﻨﻪ اﻟﻘﯿﺎم ﺑﺄرﺟﺎء اﻟﺨﯿﻒ ﻓﻠﯿﻘﻢ ﻟﻠﻪ ﺑﺤﻖ ﻃﺎﻋﺔ اﻟﻠﻪ وﻗﺪ ﻗﺮﺑﻪ وأزﻟﻔﻪ ﻣﻦ ﻋﺠﺰ ﻋﻦ اﻟﻤﺒﯿﺖ ﺑﻤﺰدﻟﻔﺔ ﻓﻠﯿﺒﺖ ﻋﺰﻣﻪ ﻋﻠﻰ ﺑﺤﻘﻪ اﻟﺬي ﻋﺮﻓﻪ ﻣﻦ ﻓﺎﺗﻪ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﻌﺎم اﻟﻘﯿﺎم ﺑﻌﺮﻓﺔ ﻓﻠﯿﻘﻢ ﻟﻠﻪ
"Barangsiapa yang pada tahun ini tidak dapat wuquf di arafah, maka hendaknya ia tunaikan hak Allah yang ia ketahui …
Barangsiapa yang yang tidak mampu bermalam di muzdalifah maka hendaklah ia kuatkan tekadnya untuk taat kepada Allah, dan pasti Dia akan mendekatkannya …
Barangsiapa yang tak memungkinkan baginya untuk berdiri di penjuru masjid Khaif (mabit di Mina), maka hendaklah ia berdiri untuk Allah dengan penuh harap dan takut ...
Barangsiapa yang tidak mampu menyembelih kurbannya di Mina, maka hendaklah ia sembelih hawa nafsunya di sini, dan pasti dia akan mencapai tujuan …
Barangsiapa yang tidak dapat sampai ke Baitullah karena jauh darinya, maka capailah Sang Pemilik Ka'bah karena Dia lebih dekat kepada siapa saja yang berdoa dan memohon kepada-Nya dari urat leher … "
[Latha'if Al Ma'arif Fiima Li Mawaa'sim Al 'Aam Min Al Wazhaa'if, karya Ibnu Rajab hal. 287, Cet. Dar Ibn Hazm, Th. 1424 H/2004 M]