Zina Mata
Prophetic Hadith
أخرج الشيخان عن أبي هريرة عن النبي صلى اللّٰه عليه وسلم قال كُتِبَ عَلَى ابنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى يُدرِكُ ذٰلِكَ لَا مَحَالَةَ فَالعَينَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ والأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الإِستِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الكَلَامُ واليَدُ زِنَاهَا البَطشُ وَالرِّجلُ زِنَاهَا الخُطَا وَالقَلبُ يَهوِي ذٰلِكَ وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذٰلِكَ الفَرجُ أَو يُكَذِّبُهُ
Dua Syaikh mengeluarkan, dari Abi Hurairah dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Telah ditetapkan atas manusia nasib perzinaannya, pasti dilakukan, tidak mustahil. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, mulut zinanya berbicara, tangan zinanya memukul, kaki zinanya melangkah, hati berhasrat itu (zina) dan berangan-angan, dan kemaluan yang menentukan itu apakah bersedia atau menolak."
وفي رواية لمسلم وَاليَدَانِ تَزنِيَانِ فَزِنَاهُمَا البَطشُ والرِّجلَانِ تَزنِيَانِ فَزِنَاهُمَا المَشيُ وَالفَمُ يَزنِي فَزِنَاهُ التَّقبِيلُ
Dalam satu riwayat oleh Imam Muslim: "Kedua tangan berzina, zinanya memukul, kedua kaki berzina, zinanya berjalan, dan mulut berzina, zinanya mencium."
واحمد والطبراني العَينَانِ تَزنِيَانِ واليَدَانِ تَزنِيَانِ وَالرِّجلَانِ تَزنِيَانِ وَالفَرجُ يَزنِي
Dan dalam riwayat Imam Ahmad dan Imam Ath-Thabarani: "Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina, dan kemaluan berzina."
وهما مَا مِن مُسلِمٍ يَنظُرُ إِلَى امرَأَةٍ أَوَّلَ رَمقَةٍ ثُمَّ يَغُضُّ بَصَرَهُ إِلَّا أَحدَثَ اللّٰهُ تَعَالَى لَهُ عِبَادَةً يَجِدُ حَلَاوَتَهَا فِي قَلبِهِ قال البيهقي يعني إنما أن يقع بصره عليها من غير قصد فيصرف بصره عنها تروعا
Dalam riwayat lain juga oleh Imam Ahmad dan Imam Ath-Thabarani: "Tidak ada di antara muslim yang memandang wanita pada awal pandangan kemudian menutup matanya kecuali Allah menciptakan baginya ibadah yang dapat dirasakan manisnya dalam hati." Imam Al-Baihaqi menerangkan bahwa sesungguhnya maksud memandang wanita yakni tanpa adanya maksud memandang, kemudian memalingkan pandangan untuk tawarru' (menjauhkan diri dari dosa).
والطبراني والحاكم أنه صلى اللّٰه عليه وسلم قال يعني عن ربه عز وجل النَّظرَةُ سَهمٌ مَسمُومٌ مِن سِهَامِ إِبلِيسَ مَن تَرَكَهَا مِن مَخَافَتِي أَبدَلتُهُ إِيمَانًا يَجِدُ حَلَاوَتَهُ فِي قَلبِهِ
Imam Ath-Thabarani dan Imam Al-Hakim meriwayatkan hadits: sesungguhnya Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda (menyampaikan wahyu dari Allah jalla wa azza), "Memandang adalah anak panah beracun dari beberapa anak panah iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku, Ku ganti keimanan yang dapat dirasakan manisnya dalam hati."
والأصبهاني كُلُّ عَينٍ بَاكِيَةٌ يَومَ القِيَامَةِ إِلَّا عَينٌ غَضَّت مِن مَحَارِمِ اللّٰهِ وَعَينٌ سَهَرَت فِي سَبِيلِ اللّٰهِ وَعَينٌ خَرَجَ مِنهَا مِثلُ رَأسِ الذُّبَابِ مِن خَشيَةِ اللّٰهِ
Imam Al-Ashbihani meriwayatkan hadits: "Setiap mata pasti menangis di hari kiamat kecuali mata yang menutup dari hal-hal yang diharamkan Allah, mata yang terjaga di jalan Allah, dan mata yang darinya keluar semacam kepala lalat (menangis) karena takut terhadap Allah."
وهو أيضا ثَلَاثَةٌ يَتَحَدَّثُونَ فِي ظِلِّ العَرشِ آمِنِينَ وَالنَّاسُ فِي الحِسَابِ رَجُلٌ لَم يَأخُذهُ فِي اللّٰهِ لَومَةُ لَائِمٍ وَرَجُلٌ لَم يَمُدَّ يَدَهُ إِلَى مَا لَا يَحِلُّ لَهُ وَرَجُلٌ لَم يَنظُر إِلَى مَا حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيهِ
Masih riwayat dari Imam Al-Ashbihani pula, "Tiga orang yang berbincang-bincang di naungan Arsy dalam keadaan aman sedangkan orang-orang sedang dihisab yaitu orang yang tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, orang yang tidak memanjangkan tangannya pada apa yang tidak dihalalkan baginya, dan orang yang tidak memandang pada sesuatu yang diharamkan Allah."
Somoga Allah selalu menjaga kita dari maksiat kepada-Nya.
المرجع :
إرشاد العباد إلى سبيل الرشاد للشيخ زين الدين بن عبد العزيز المليباري؛ ص: ٢٢٢ طبعة دار الكتب الإسلامية ٢٠١٠ م
لمفتقر الإرحام من ربه ذي الأرحام
احمد ولدان بدر الحام












