Renungan Sebelum Tidur
Hari ini aku mempelajari sebuah hadits Qudsi yang begitu menyentuh hati ini yang terdalam.
Jika hamba pada Allah sejengkal, maka Allah akan mendekat kepadanya sehasta. Jika hamba-Nya mendekat sehasta, maka Allah mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada Allah dengan berjalan, maka Allah datang kepadanya dengan berlari. (HR. Bukhari)
Hadits ini seolah-olah harapanku kepada Allah untuk menjadi diri pribadi lebih baik dari sebelumnya walaupun cenderung berbuat dosa dan kesalahan yang sama masih dilakukan tidak menutupi pintu taubat. Dengan menjaga kedekatan kepada Allah bertujuan hanya kepada-Nya untuk berharap kebaikan hadir didalam diri dengan pengawasan dan penjagaan Allah SWT.
Terkadang ada masa ketika iman menjadi futur, cenderung sering melakukan hal-hal maksiat. Disanalah kesengsaraan, penjagaan telah terlepas dari suatu ikatan yang setia. Tidak didukung dengan kalimat dzikir kepada Allah itulah yang menjadikan setiap hamba merasakan kelemahan atau kefuturan pada imannya, sehingga ia lupa bahwa siap menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan dalam rangka menjaga diri dari hal yang merugikan dengan harapan menjaga Allah dan akan dijaga oleh Allah SWT.
Manusia mana yang tidak pernah berada didalam kelemahan iman? tentu setiap manusiaa mengalaminya. Tetapi harus disadari, berjanji kepada Allah itu lebih besar dan mulia untuk ditepati, dijaga hingga maut datang menjemput. Janji itulah menjaga Allah dan Allah akan menjagamu kembali. Jangan terpaku kepada hasil apa yang ingin kita raih, tetapi terpakulah, fokuskan dirilah dalam usaha bagaimana iman ini tidak futur, janji yang telah diikrarkan tidak diingkari. yaitu dengan cara Berdzikir kepada Allah ketika kamu berdiri, duduk, dan berbaring. banyak sekali Rasulullah menuntunkan kalimat-kalimat dizkir baik dalam perkataan atau perbuatan agar kita selamat dari kerusakan penjagaan atau perbuatan yang sia-sia.
Tidaklah Rasululah diuntus hanya untuk diteladani dan ditiru, baik secara zhahir tergantung setiap individu, maupun ditiru dari secara makna. terserah kita sebagai umat untuk meniru beliau dari segi manapun, apapun itu agar kita selalu dingat oleh Allah atau dijaga oleh Allah adalah dengan berdzikir kepada Allah dengan tuntunan nabi Muhammad. itulah bentuk bukti kita dalam pernjanjian penjagaan ini, dengan inilah cara bagaimana menempuh jalan cinta meraih ampunan dari-Nya.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Berusahalah mengapai cinta Allah dan Rasulullah dengan membuktikan janji suci ini. mengikuti apa yang telah dilakukan dan diperintahkan Rasullah didalam al-Quran dan Hadits. belajar untuk berusaha memahami al-Quran dan menjadikan al-Quran sebagai fashion dalam hidup ini. Allah, Rasulullah, dan orang-orang mukmin akan menyaksikan perjuanganmu dalam memenangi penjagaan ini. Yakin percayalah bahwa perjuangan yang suci akan memiliki rintangan yang sangat berat, banyak musuh-musuh akan mencoba menghancurkan semangatmu agar kau kembali melompat kelumpur yang kotor. Berjuanglah sekuat mungkin. Yakinlah Niatmu untuk menjaga diri dengan penjagaan Allah ini, Allah akan membalas dengan penjagaan lebih baik dan kuat melebihi yang kau jaga.
Wallahu A’lam














