Ada Dia Dalam Hujan
Ada dia dalam hujan. Menyeringai meluruhkan kepedihan.
Sore yang suram, di bawah mendung, ia berdiri menyapa kami. Ia ibarat penerang bagi kami yang tersesat.
Saat itu deras sekali. Ia pula yang meneduhkan kami seperti rumah kokoh yang menghangatkan. Serta, dialah yang mendamaikan ketika guntur sahut-menyahut meneriaki langit.
Berbagai kenangan indah telah dibawanya. Ia adalah bau hujan yang meluruhkan kenangan buruk. Ingatkah tentang tawanya yang manis? Bersama gemericik air hujan, dia meraih pelangi yang siap ditebarkan lewat tawanya itu.
Oh, memang ada dia dalam hujan
dan kami rela berbasah-basahan diemban rintiknya.
Untuk Biru yang menyertai hujan di bulan November 2024.















