bener bener deh sedih.
Loading...
Trending Blogs
Loading...
Recently Viewed Blogs
No visits recently
Recently there is no visits for blogs
we're not kids anymore.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

JVL
Game of Thrones Daily

No title available

shark vs the universe
h

❣ Chile in a Photography ❣
Three Goblin Art

@theartofmadeline
Jules of Nature

No title available

JBB: An Artblog!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
Lint Roller? I Barely Know Her
Cosimo Galluzzi
RMH
noise dept.
Cosmic Funnies
@tepiansemesta
bener bener deh sedih.
setelah sekian lama, akhirnya kau muncul juga. tapi ada khawatir di pesanmu itu, semoga kau sehat dan baik saja. aku deg degan, kau menanyakan tentang cov-19. kau baik saja kan? jika kau sedang tidak baik saja, senoga lekas pulih ya.
setelah satu tahun lebih berlalu, aku kira aku sudah sembuh dan baik saja. ternyata rasanya masih sama.
Kau tahu apa yang sakit? Mendapati fakta bahwa manusia favoritmu, orang yang kau sayangi, dia yang selalu ada untukmu hilang ketertarikan atas dirimu. Semua obrolan dimulai darimu, lantas jawaban asing terasa.
Kau tak mengerti, kau berasumsi. Kemudian semuanya menjadi benar-benar asing kembali.
Arief Aumar Purwanto
Sejatinya bukan mengikhlaskan yang tak pernah dimiliki tapi mengikhlaskan perasaan yang ada yang selama ini tumbuh dan dirawat sendiri.
Aku membatasi berinteraksi dengan orang lain bukan karena sok-sokan atau sombong, tapi aku sedang mencoba tidak melukai hatiku lagi dan lagi. Setidaknya mengurangi sedikit luka lah.
Raut wajah yang dihiasi bibir melengkung di malam itu masih ku simpan, kubuka dan kuamati tiap ku akan memejamkan mata.
Ingin ku bingkai dan ku pajang di sudut mimpi, tapi ku khawatir tak setiap hari bisa bermimpi.
Ingin ku menggenggamnya, namun ku terlalu takut orang melihat dan memintaku untuk membuangnya karena tak tega melihat luka dan darahku di tangan.
Pada akhirnya ku simpan dalam kantong hati, walau seperti belati yang setiap hari rasanya menyayat-nyayat, namun tetap kubiarkan.
Karena hati tempat paling aman, meski harus kurelakan diri terluka dan berusaha menahannya.
Malam ini ijinkan aku memulai untuk menyebutkan nama kalian dalam doa-doaku.
Orang-orang baik yang menyayangiku.
Karena beberapa saat ini aku lupa untuk itu.
Aku terjebak dalam doaku sendiri yang hanya mendoakan seseorang.
Yang dirinya saja mustahil mendoakanku.
Kalimatku ini bukan berarti pamrih, tidak.
Hanya saja, ekspresiku terhadap perasaanku sekarang.
Mulai malam ini, semoga doaku memeluk kalian dengan hangat.
Kukira setelah bertemu semua akan jadi lebih baik
Tapi ternyata tidak, itu tidak merubah apapun
Yang ada ternyata rasanya tetap menyakitkan setelahnya
Dari sini, harusnya sadar bahwa memang semuanya harus berakhir
Karena tidak mungkin memiliki rasa sendirian
Dan bertahan sendirian
Pertemuan ketiga di 2020, 26 november 2020. Terima kasih :)
Hawa-hawa dingin akhir tahun sudah terasa. Tahun lalu tidak begitu masalah karena percakapan kita yang sedang hangat-hangatnya jadi penawarnya. Sedang tahun ini, tidak ada, hanya kebisuan dan kebekuan. Tak ada sapaan apalagi senyuman.
Sudah, sudah, maafkan aku diriku.
“Buruk Sangka.”
—
Kenapa selalu ada orang yang berpikiran negatif ke kita? Mereka menafsirkan ini-itu dengan cara yang buruk dan cenderung prejudis. menghakimi seseorang sebelum ia kenal jauh. Hanya dari sebaris dua baris pesan, tapi penghakimannya sudah seperti tahu isi kepala lawan bicara. Baru lihat dari penampilan, tapi sudah menuduh dengan kejelekan.
Kenapa kita tidak bisa menahan diri untuk tidak memberikan penilaian kepada orang lain? Biarkan orang lain dengan apa yang ada di diri mereka. Mau celananya bolong, jilbabnya mencong, kepalanya botak, kulitnya gelap, makannya di warteg, motornya butut, hapenya banyak tambalan, cara bicaranya ceplas-ceplos, pendiam, to the point, suka berguyon, kalau bales pesan lama, bla bla. Kita diciptakan berbeda-beda. Tumbuh dan berkembang pun tidak sama. Setiap kejadian selalu ada alasan. Sebelum kita menghakimi orang lain, didik jiwa sendiri agar mampu mawas diri.
Hati yang mudah melakukan penilaian terhadap orang lain itu biasanya tidak tenang. Gelisah. Cenderung susah untuk berbaik sangka. Kita jangan begitu. Karena percayalah, itu sangat melelahkan.
Saking rindunya, jadi bahagia bisa ketemu, walau ketemunya di mimpi. Huhu
Apakah kamu juga bertemu denganku di mimpi? Atau hanya aku saja :(
Bolehkah aku tetap memendam perasaan ini untukmu?
Aku penasaran benar, apakah sekali saja kamu tidak pernah merindukanku?
Ibu makin menua,
Anak belum jadi apa-apa
Hanya dikomen, setelah itu tidak ada percakapan kok ya ambyar.
Ngga boleh seseneng ini :(
Karena ujungnya sedih lagi.
Dah tidak ada kelanjutannya juga kok.