Hollywood Squad. Last Day. ~\(≧▽≦)/~ . . Terima kasih teman2 semua atas perjuangannya sebulan ini. Untuk ilmunya, ketawanya, roller coaster(?) nya, makan2nya, setshotnya, truth or dare nya, kecoanya, laba2nya 😂, dan untuk semuanya, terima kasih. Mungkin memang banyak hal2 di luar kendali yg terjadi, dan pasti ada banyak salah dan khilaf jg yg terjadi, oleh karena itu mari diambil yg baiknya saja dan yg buruknya ditinggalkan. Semoga kita semua diberikan kemudahan dalam ujian seminggu ke depan. Semoga semuanya lulus ujian dgn nilai dan hasil yg memuaskan, aamiin! Good luck for our exam, guys. Thanks for everything. (づ ̄ ³ ̄)づ (at Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung)
Take your time to meet your dearest. Selalu usahakan sempatkan waktu bertemu dan bersama orang-orang terkasihmu. Jangan sampai acara "pribadi" mu menjadi penghalang silaturahmi di antara kamu dan mereka, karena tidak pernah ada yang tahu, entah kapan kamu akan melihat mereka untuk yang terakhir kalinya... . Di sinilah pentingnya quality time dengan keluarga, rekan kerja, dan sahabat-sahabat terkasihmu. Ingat, penyesalan itu selalu datang terakhir, tidak pernah di awal.. 😊
Lautan dan langit itu sama-sama luas, sama-sama tak bertepi. Keduanya tidak bisa kita ukur dengan satuan. Lautan dan langit itu sama-sama terlihat biru, padahal kita sama-sama tahu bahwa sebenarnya keduanya jernih, bening, tanpa satu warna pun ada di dalam dirinya. Bisakah kesabaran kita seluas lautan? Bisakah hati kita sejernih langit? Kalau pun suatu saat kita melihatnya berubah warna karena terpaan sinar matahari, bisakah warna itu memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi siapa pun yang memandangnya? Sebagaimana hati kita, bisakah warna yang lahir darinya adalah warna kebaikan yang tulus, ikhlas, dan bisa dirasakan oleh hati orang lain? Hidup kita tentu tidak lepas dari berbagai permasalahan. Maka, kita akan sama-sama meluangkan ruang penerimaan di hati kita agar senantiasa lapang. Selalu memberikan ruang untuk belajar, ruang kesabaran, ruang keikhlasan, dan ruang yang penuh dengan prasangka baik. Luasnya hati tidak pernah bisa kita saksikan wujudnya. Setiap orang yang kita temui tengah bergelut dengan dunianya sendiri. Dunia yang tentu saja sebagaimana dunia yang kita pijak hari ini, memiliki lautan dan langit. Tempat yang luas untuk menampung segala keresahan dan ruang yang luas untuk dimaknai. Tempat itu adalah hati. 😊 #LautanLangit
Tahun ini belum bisa lebaran bareng (lagi).. Sedih... Semakin lama waktu untuk bersama semakin terasa berkurang.. Kalau dulu setiap lebaran selalu lengkap... Sekarang sering minus satu atau dua.. Kalau dulu pas libur sekolah bisa jalan-jalan bareng terus.. Sekarang musti rela yang satunya kerja satunya lagi jaga di RS.. Dari waktu ke waktu cucunya Mbah Mut dan Mbah Penatus ngilang satu per satu.. Nggak bisa ikut mudik ke Jawa.. Terhalang pekerjaan dan urusan lainnya.. . Semakin lama, memang kami semakin beranjak dewasa.. Badan boleh seperti ini-ini lah, namun usia tetap saja bertambah tua.. Beginilah risiko orang yang sudah dewasa.. Hanya bisa bertegur sapa lewat kamera hape semata.. Bertukar perasaan lewat guliran-guliran kata di aplikasi chatting.. Tapi hati tetaplah sama, masih sama-sama saling menyayangi dan mendoakan selalu.. Hati2 di jalan Bapak, Ibu, Dinda.. Semoga sampai dgn selamat di tujuan.. Salam buat Mbah Mut dan Mbah Penatus di Jawa, semoga masih sempat untuk bertemu dan semoga segera diberikan kesembuhan untuk Mbah Penatus.. Aamiin... #curhat #gagalmudik #semangat . Nb: Kapan ya bisa seperti ini lagi? Formasi lengkap tanpa kekurangan satu anggota pun? :") 😅
Kalau ingin memberi tahu laki-laki tentang betapa perlunya untuk bersiap sebelum menikah, ajak mereka ke toko alat-alat rumah tangga terutama peralatan dapur. Niscaya mereka akan berpikir berkali-kali lipat untuk menghambur-hamburkan penghasilannya. Kecuali niat mereka tidak kuat, dan keberaniannya tidak cukup untuk mengambil tanggungjawab lebih jauh untuk membina rumah tangga denganmu.
Kamu mungkin tidak pernah tahu berapa harga satu buah batu bata, berapa harga satu karung semen, sampai ke hal yang paling sederhana mungkin kamu tidak tahu kalau keramik itu banyak ukurannya dan berbagai jenis harganya. Coba sekali-kali main ke depo bangunan. Kamu mungkin tidak pernah terpikir sampai hari ini berapa banyak yang harus dihabiskan untuk membuat kamar tidur seperti yang kamu huni malam ini yang ukurannya mungkin hanya 3x3 m. Dan bertapa berharganya ruang seluas itu bagi mereka-mereka yang tidak seberuntung kamu yang memiliki rumah. Niscaya, kamu akan berpikir lebih bijak dalam membelanjakan penghasilanmu dan mulai berpikir bagaimana caranya mencicil rumah untuk keluarga kecilmu nantinya.
* * * * *
Niat dan keberanian kita perlu diimbangi dengan persiapan dan kesiapan. Ini bukan tentang berapa banyak yang harus kita miliki. Juga bukan tentang apa-apa yang harus kita miliki sebelum menikah. Melainkan tentang seberapa siap kita bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar itu agar keluarga kita bisa mandiri.
Kalau kita ingin menolong lebih banyak orang, pastikan kalau urusan domestik telah selesai kita tunaikan. Kalau ingin berdaya bagi umat, pastikan urusan-urusan mengisi perut itu sudah selesai, sebab sekalinya kita berpikir untuk mengambil keuntungan dari pekerjaaan untuk umat dan masyarakat, langkah kita akan terbebani.
Menikah itu butuh keberanian dan kesiapan lahir dan batin dan mental untuk mengambil seluruh tanggungjawab berserta resikonya. Tentu butuh proses, tentu butuh waktu, butuh ketekunan dan kesabaran. Dan hal-hal itu tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ada begitu banyak hal yang luput kita pahami sekarang. Menikah hanya melihat manis-manisnya. Lupa untuk menyiapkan penawar dari lelah, sakit hati, ketidaksiapan, ketakutan, kekhawatiran.
Coba tengok dapur keluargamu saat ini. Dibalik asapnya yang terus mengepul setiap hari, ada perjuangan yang panjang dan berliku. Belajarlah dari mereka, orang tua yang mungkin selama ini kamu anggap tidak mampu mengerti tentang keinginan dan harapanmu. Tapi karena merekalah, kamu bisa menjadi seperti saat ini.
Dapur rumahmu nanti adalah tanggungjawabmu. Kalau tidak bisa menyediakan gas, apakah kamu siap hanya dengan tungku kayu? Kalau tidak ada daging, apakah kamu siap hanya dengan sayur mayur?
Manusia akan diuji dengan kelaparan (QS.1:155). Sesuatu yang kadang membuat manusia lupa diri, buta mata, dan menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Maka, pastikanlah dapur keluargamu terpenuhi, agar selamat. Selamat bersiap sejak hari ini :)
in this one day, I finally back. with a refreshing mind inside my head and with a purifying feelings inside my heart.
here, I come back. to start a new page, to make a fresh start, to Hijrah.
I COME BACK!!
Rasanya ingin sekali meneriakkan satu kalimat itu.
Entah sudah berapa lama tumblr ini dibiarkan begitu saja. Tak pernah terisi, tak pernah terjamah, jauh dari untaian kata-kata yang biasanya kerap kutuliskan.
Ada begitu banyak cerita, begitu banyak untaian kata, yang ingin segera kutumpahkan di sini. Begitu banyaknya, tak terbendung lagi.
Namun, dari sekian banyak cerita, ada satu yang ingin segera kuusahakan. Tentang hijrahku. Tentang bagaimana diri ini mengalami berbagai fase peradaban dalam mencari jati diri muslimah sejati.
Singkat cerita, selama berbulan-bulan diri ini tak pernah menjamah tumblr ini, begitu banyak godaan yang menghinggapi, mulai dari drama-drama korea, lagu-lagu korea, boyband dan girlband korea, pokoknya semua yang berbau korea-koreaan deh! Tak lupa juga novel-novel dan komik-komik bertemakan romansa yang sebenernya tuh mainstream banget tapi entah kenapa selalu menggoda untuk dibeli.
Lantas, apakah itu semua halal untuk dikerjakan? Jujur, hingga saat ini saya juga masih bingung, apakah hukumnya melakukan semua hal itu? Diperbolehkan kah bagi kita untuk menonton drama korea, menggandrungi artis-artis korea, jepang, dsb, menyukai dan menyanyikan lagu-lagu korea, jepang, barat, bukankah dulu pernah dijelaskan bahwa musik yang pernah dibolehkan Rasulullah SAW itu hanya musik yang bergendang, bukan yang terdapat petikan gitar?
Wallahu a’lam bish shawab..
Ilmu saya masih begitu cetek untuk mendalaminya, namun niat itu sudah ada.
Niat untuk berhijrah.
Beberapa hari ini, ketika terus menerus berdiskusi dengan salah satu sahabat dekat saya, Dina, saya pun mulai menyadari, bahwa diri ini sudah tidak muda lagi. Usia saya sekarang berapa, sih? Masih belasan, ya? Kok sikap dan pemikiran masih seperti anak kecil? Sampai kapan kamu mau bangun siang? Sampai kapan kamu mau dimasakin lauk pauk oleh ibumu? Sampai kapan pakaianmu dicucikan oleh orang lain? Sampai kapan sholat dan ibadahmu masih terus diingatkan oleh orang lain? Sampai kapan semuanya menjadi kesadaranmu sendiri, sih?
Nggak malu, ya, masih ngambekan? Nggak malu, ya, masih suka bersikap manja? Nggak malu, ya, kamarmu masih berantakan? Nggak malu, ya, bacaanmu masih yang itu-itu saja?
Kapan kah terpikir olehmu untuk mulai berubah? Kapan mulai terpikir olehmu untuk mendalami agama? Untuk mendalami ilmu kehidupan, ilmu rumah tangga, dan berpikir dewasa?
Hati ini begitu tersentak saat menemukan kisah-kisah islami inspiratif di luar sana, dengan pasangan-pasangan yang menikah muda, masih terpaut cukup muda, kira-kira setahun-dua tahun di bawah saya, namun sudah berani mengambil tanggung jawab sebesar itu. Tanggung jawab berupa menikahi pasangannya masing-masing. Sementara saya? Di usia saya yang telah melewati usia belia ini, masih saja teronggok di pojok kasur, ber-haha-hihi dengan hape saya menonton acara-acara korea ketimbang mendengarkan ceramah. Miris? Iya. Sedih? Pasti. Merasa tertampar? Banget! :(
Mulai dari titik ini, saya ingin berubah. Saya ingin berhijrah! Saya ingin lepas dari belenggu-belenggu sesat ini. Mulai mengurangi asupan drama korea dan boyband korea, mulai mengurangi asupan komik-komik tak berfaedah, dan meningkatkan ibadah, meningkatkan bacaan tentang Islam, fiqh Islam, kisah sahabat-sahabat Nabi, dan tentunya bagaimana menikah menurut pandangan Islam. Saya ubah semua target saya, saya targetkan menikah setelah selesai co-ass (aamiin, Insyaa Allaah), saya targetkan mengambil beasiswa ke luar negeri untuk S2, atau setidaknya minimal mampu mengambil spesialisasi di PTN favorit dalam negeri, dan masih ada banyak lagi target-target baru yang ada di kepala saya.
Inilah awal titik tolak dari hijrah saya. Kisah selanjutnya mungkin akan saya post juga di tumblr ini. Bagaimana perjuangan saya dan sahabat-sahabat saya dalam menempuh langkah untuk menjadi wanita muslimah yang cerdas, dokter muslimah yang sholehah dan bermartabat, serta calon istri dan calon ibu muslimah yang tangguh untuk keluarga kecil saya nanti. Bismillah. ^^
Jika aku jatuh cinta, aku ingin jatuh cinta dengan damai.
Yang ketika kutahu dia menujuku, aku tenang karena dia melalui jalan yang benar.
Yang ketika aku menyambutnya, dia bahagia karena aku berada di pintu yang seharusnya.
Masih inget hukum fisika "Aksi = Reaksi"? Kayaknya hukum itu pas banget buat Mesyet 2012 hari ini. Ga tau musti nangis atau seneng, ga tau musti jingkrak2 atau sujud syukur2, ga tau musti jerit2 atau ngucapin hamdalah.. yg pasti 1 hal, bangga banget sama kalian semua hari ini! Usaha dan kerja keras ga akan pernah mengkhianati kok guys :") Tetep semangat, tetep kompak, tetep solid, stay as you always, stay as Mesyet always ({}) Mesyet 2012, Tau Kau! XD YOU ROCK GUYS! Alhamdulillah yaaa ♡♡♡♡
Tanggal 14 Februari itu hari apa, sih? Valentine's day? Oops! Bukan! Apa lagi? Hari Kasih Sayang? Masa' berbagi kasih cuma 1 hari, sih? Harusnya tiap hari, dong! Terus, emang tanggal 14 Februari itu hari apa? Bagi yg belum tau, 14 Februari itu adalah Hari GEMA! Apaan tuh? GErakan Menutup Aurat! Loh, bukan V-day, ya? Eits, V-day itu bukan budaya orang muslim, bukan budaya kita. Situ muslim, kan? ^^ Justru tgl 14 Februari diperingati sbg Hari Menutup Aurat Sedunia, hari spesialnya wanita-wanita muslimin di seluruh dunia. Pada hari ini, kita sbg wanita muslimin diajak utk mulai berhijrah, mulai menutup aurat kita, yg tadinya terbuka menjadi lebih terjaga. Enakan mana, makan permen yg masih ketutup bungkusnya, atau makan permen yg udah kebuka bungkusnya? Kalo udah kebuka, pasti disemutin, deh. Nah, kayak gitu juga perumpamaan antara wanita yg menutup aurat dan tidak ^^ Kita menutup aurat juga bukan berarti kita sudah merasa lebih baik dr yg lain, sudah merasa lebih bertakwa dr yg lain. Hijab memang bukan barometer ketakwaan, tetapi wanita muslimin yg bertakwa pasti berhijab, karena ia tahu, berhijab itu adalah perintah dr Rabb-nya, Allah SWT. Berhijab adalah tanda taat darinya utk Rabb-nya ^^ Nah, maka dari itu kami di sini mengajak wanita-wanita muslimin di seluruh dunia yg cantik-cantik, yg ayu tenan, ayu pisan euy!, ukhti-ukhti sholehah, hayuk dihaturi! Monggo disegerakan menutup auratnya, ya! Hijab selain tanda taat, juga melindungi kita dr berbagai penyakit kulit seperti kanker salah satunya. Ayo, ayo, jangan ditunda lagi berhijabnya. Kematian juga nggak akan menunggu kita, kok hehehe :") ^^ #SayNoToValentineDay #WeareMuslim #GEMA #HariMenutupAuratSedunia #14Februari
Friends, lets remind each other that by rushing through our prayers, we are just short-changing ourselves by not having quality time with Allah. May He grant us all Khusyuk in our Salah and may we meet Him with a state of heart that He will be pleased with, Amin.
Kalau kata pepatah orang-orang Jawa itu, witing tresno jalaran saka kulino. Yang artinya? Cinta datang karena terbiasa. Terbiasa apa? Yah, terbiasa melihat, terbiasa mengobrol, terbiasa bercengkerama, terbiasa mendengar, atau bahkan terbiasa memendam rasa.
Eits, kok jadi bahas masalah 'rasa', sih? Hmm ceritanya sih malam ini saya ingin berbagi sedikit tentang VMJ. ^^
Apa tuh VMJ? VMJ adalah singkatan dari Virus Merah Jambu. Bukan buah jambu loh ya, tapi maksudnya itu virus 'cinta'. Entah siapa yang memulainya dan sejak kapan, pokoknya warna merah jambu itu identik dengan cinta, suka, kasih sayang, pokoknya yang lope-lope, dah! Nah loh, terus apa hubungannya sama cerita saya ini?
Jadi gini, curhat dulu yaa *mulai curcol*, ceritanya saya sudah beberapa bulan ini, yaa bisa dikatakan mampulah mengontrol hati dan pikiran saya untuk tidak berpikir tentang sesuatu yang belum waktunya, belum pantes. Emang mikirin apaan, sih?
Singkat cerita, saya dulu pernah (atau masih?) suka sama seseorang, sebut saja dia A, teman seperguruan silat saya *eh /ngaco/ Perasaan itu muncul mendadak setelah satu mimpi aneh yang saya alami, dan sampai sekarang saya masih kepikiran, kenapa saya bisa bermimpi seperti itu? Dan sejak itu mulailah, berbagai cerita mampu terukir *ceilee* indah di sanubari ini, dan 'rasa' itu pun mulai tumbuh.
Saya tahu dia seorang ikhwan, dan saya juga tahu bahwa pacaran itu tidak ada hukum halalnya, alias haram, karena menjurus ke perbuatan zina. Lantas, saya pun berusaha dengan saangaat kuat untuk bisa meredam dan menahan supaya rasa ini tidak mengakar terlalu dalam.
Sempat berhasil, kira-kira 2-3 bulan lamanya saya meredamkan tabuh-tabuh di dada ini. Dan selama itu pula, saya berusaha menjaga jarak dan interaksi dengannya. Alhamdulillah, sedikit lega..
Namun, yang namanya manusia, pasti ada saat-saatnya lemah, atau futur iman, dan kala itulah, syaitan kembali melaksanakan akal bulusnya. Kembali, dia datang dan mengisi hati ini, menyusup ke dalam ruang-ruang yang sempat saya kosongkan, tanpa ia atau siapapun di dalamnya. Pertemuan kembali yang mengundang interaksi cukup intens membuat saya kembali 'memandangnya'. Seharusnya saya tahu, bahwa ini tak boleh! Tapi entah sudah sejauh mana syaitan merasuki qalbu saya, sekalipun sudah memalingkan wajah, terkadang mata ini masih melirik ke bayang-bayang semunya. Mencoba berangan seandainya kami bisa mengobrol lebih lama, seperti teman-teman yang lainnya..
Saya tak pernah berharap banyak, dan tak mau memupuk kembali rasa ini lebih dalam. Biar bibitnya tersirami hanya sampai di sini saja, biar akarnya tak sedalam rimbunan pohon di kota-kota, biar tunasnya tak kunjung berkembang dewasa, karena aku hanya ingin segalanya mekar di saat yang tepat.. :)
Ada 3 impian terbesar saya, dan salah satunya adalah hal ini, yang saya harap suatu saat nanti, benar-benar mampu terealisasi, aamiin..
Untuk saat ini, mari kita jaga jarak dan interaksi kita, agar tetap berhubungan tapi tidak berlebihan. Agar tetap menjadi teman tanpa ada rasa tambahan. Kuharap sikapku ini, mampu menjagaku, dan mampu juga menjagamu.