Setiap pekerjaan-pekerjaan yang hadir dalam hidupmu, ingatlah selalu bahwa itu adalah amanah dari Allah. Bukan dari atasanmu. Tapi dari Allaah.
𓃗

bliss lane

pixel skylines
RMH

tannertan36

Kiana Khansmith

izzy's playlists!
todays bird
official daine visual archive
Noah Kahan
tumblr dot com

No title available
Keni
Game of Thrones Daily

Origami Around
No title available
Stranger Things

No title available
🪼

Andulka

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Italy

seen from Russia

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from Hong Kong SAR China
seen from Saudi Arabia

seen from T1
seen from Italy
seen from Netherlands
seen from Italy
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Austria
@tigabelasmaret
Setiap pekerjaan-pekerjaan yang hadir dalam hidupmu, ingatlah selalu bahwa itu adalah amanah dari Allah. Bukan dari atasanmu. Tapi dari Allaah.
Setiap kita punya kisahnya masing-masing untuk dijadikan pelajaran.
Tak perlu melihat orang lain. Fokus dengan apa yang menjadi takdir hidupmu.
Kita akan baik-baik saja selama kita berharap hanya kepada Allah.
Sebab apa-apa yang membuat kita terluka selama ini hanyalah karena hati kita yang salah menempatkan harap.
Menjaga Rahim
Sebab dari rahimmu, berhak hadir putra dan putri yang siap membela agamanya di akhir zaman nanti. Juga dari rahimmu, berhak hadir seorang Ahlul Quran yang menjadi prajurit Imam Mahdi di zamannya nanti.
Tapi rahimmu juga wajib kamu jaga. Dengan cara apa? Dengan cara berhati-hati menjaga setiap rupiah yang mengalir ke dalam tubuh dan rahimmu. Pastikan seluruhnya halal, meski hanya seteguk air mineral atau pinjaman uang yang kamu dapatkan.
Bukankah para ulama dan syuhada hanya lahir dari rahim ibundanya yang taat? Jadilah bagian dari mereka. Setidaknya, berniatlah untuk menjadi bagian dari mereka.
22 Juli 2019
Dear Sisters,
Kadang kita punya beragam rencana namun ujungnya hanya menjadi angan-angan. Hasil tak sesuai dengan yang diinginkan, capaian-capaian terhenti pada titik pengharapan, sedangkan waktu terus berjalan. Bila membandingkan diri dengan orang lain, rasanya kita termasuk di bagian orang yang gagal, tidak seberuntung yang lain.
Namun ujian seperti itu akan terus hadir untuk menguji keyakinan kita terhadap Allah, selaku sebaik-baik pembuat rencana. Seringkali ketidaktahanan akan kondisi sulit dan ujian yang tak ada habisnya, karena kita hanya mengandalkan kemampuan dan kekuatan pribadi saja. Membuat berbagai keinginan capaian yang ingin lekas diwujudkan tanpa melibatkan Allah.
Sejatinya Allah sedang mendidik daya tahan kita untuk berjuang, dan memaknai setiap proses yang ada dengan senantiasa melibatkan-Nya. Maukah kita berkorban dengan seluruh harta, jiwa, dan raga kita, senantiasa terjaga dalam naungan ketaatan, berjuang dengan segenap ketakwaan, dan menyerahkan kepada-Nya dengan utuh untuk segala urusan.
Penulis kitab Manazilus-Sa’irin berkata, “Keyakinan ini adalah warna hitam mata tawakal, titik tengah lingkaran kepasrahan dan relung hati penyerahan din.” Keyakinan kita terhadap Allah adalah inti dari tawakal, seperti halnya warna hitam pada mata, atau seperti titik tengah lingkaran yang semua sisinya berpusat padanya. Seperti relung hati yang menjadi bagian terpenting dari hati itu sendiri.
Maka apabila kepasrahan merupakan hati, maka keyakinanlah yang menjadi relungnya. Apabila kepasrahan merupakan mata, maka keyakinan merupakan warna hitamnya. Dan apabila kepasrahan merupakan lingkaran, maka keyakinan merupakan titik tengahnya. Keyakinan menjadi hal penting yang berperan dalam tawakal kita terhadap segala rencana Allah subhanahu wa ta’ala. Madaarijus Saalikin 2/24.
Keyakinan terhadap Allah terdapat tiga derajat:
Derajat keputusasaan. Keputusasaan ini perlu, agar seorang hamba menyadari bahwa dirinya tidak dapat melawan hukum yang telah Allah tetapkan. Meyakini bahwa kita tidak bisa lari dari qadha’ dan hukum-Nya, sebab Allah telah menetapkan hukum dan urusan bagi dirinya. Sehingga memunculkan sikap ikhlas menerima keputusan-Nya.
Derajat aman. Keamanan ini dirasakan seorang hamba dari kehilangan yang didapatkan, namun meyakini bahwa Allah telah menyiapkan dan akan menggantikan yang terbaik untuknya, sehingga dirinya mampu ridha dan bersabar sebab yakin bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu yang terbaik untuk dirinya.
Melihat keazalian Allah. Selagi hati kita mempersaksikan bahwa Allah memiliki sifat azali (kekal), maka kita tidak terlalu sibuk dengan permintaan, sebab semuanya sudah ditetapkan oleh Allah, sehingga lebih fokus pada optimalnya ikhtiar dan tawakal. -Madaarijus Saalikin 2/247-248.
Biarkan pengalaman gagal, kecewa, takut, lelah dan segala rasa yang hadir menjadi proses berharga untuk diri semakin mengenal-Nya.
Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersyukur. Itu pun baik baginya.” HR. Muslim.
Segala harapan dan rencana yang kita miliki dan inginkan, biarkan ia bermuara kemana ia harus dikembalikan. Kita harus memahami bahwa kewajiban kita adalah berusaha, dan memaknai setiap proses dari Allah dengan sebaik-baik tawakal dan kesabaran. Menyadari bahwa kondisi sulit dan ujianlah yang membuat kita terus bertumbuh dan terjaga dalam naungan kebaikan. Dan meyakini bahwa Allah lah sebaik-sebaiknya perencana dalam kehidupan.
Frasa: Perempuan, Ilmu, dan Rasa
Awal dan Mental Pemberanimu
@edgarhamas
Apa suasana yang seringkali kita khawatirkan?
Awal. Kita takut tak akan mudah beradaptasi di awal. Kita berimajinasi liar bahwa awal pekerjaan itu memusingkan. Karena kita memulai hal baru dan belum terbiasa, pasti akan ada beratnya, "Be brave enough to be bad at something new."
Setiap awal memang sulit, itu adalah bagian dari sunnatullah. Uniknya, awal itu memang cukup memusingkan, namun ia tak seburuk yang kita takutkan. Maka izinkanlah dirimu untuk jadi "pemula" dalam setiap awalan, apapun itu. Awal menulis, awal membuat kebiasaan baru, awal bekerja.
Allah mengajarkan kita tentang pentingnya proses. Kita bisa melihat dengan jelas awal yang berat itu pada awal kehidupan Rasulullah dan awal dakwahnya. Tapi engkau lihat kemudian wahai sahabat, segala awal yang berat itu justru adalah yang membentuk mental kesatria Nabi.
Itulah mengapa anak penikmat sore sering bilang, "terbentur, terbentur, terbentuk." Eaaa.
Awalnya memang tak mudah, maka izinkanlah diri kita untuk menjadi pembelajar yang rendah hati agar kita bertumbuh. "You must do the thing which you think you cannot do."
Di awal-awal berdirinya Negara Indonesia, perayaan kemerdekaan disiarkan setiap bulan. Orang-orang bertanya pada Bung Hatta, kenapa mesti dirayakan setiap bulan dan bukan setiap tahun?
Bung Hatta mengatakan, karena sejarah bangsa ini baru berbilang bulan. Hal itu dilakukan pula untuk menegaskan berkali-kali pada bangsa Indonesia bahwa negeri ini telah memproklamirkan kemerdekaannya. Agar rakyat semakin solid, agar nuansa merdeka semakin kental.
Sebab ada anak-anak bangsa yang masih berpikir hidup lebih nikmat jika di bawah tangan penjajah. Ada anak-anak bangsa yang masih berpikir lebih lezat disuapi oleh Belanda meski suapannya sedikit. Wilayah Indonesia juga luas. Ada daerah yang sudah dengar kemerdekaan dan ada yang belum merasakan sorak sorainya. Itulah awal yang memang berat.
Selain itu, penajajah tak rela jika Indonesia ini punya awal yang baru. Mereka berusaha membuat "narasi tandingan" dengan mengundang beberapa orang-orang daerah untuk mewujudkan Commonwealth.
Kita sebagai Indonesia telah mengenal awal yang berat. Kini pun, menghadapi keadaan negeri ini pasti membuatmu ingin melakukan sesuatu. Maka kuat-kuatlah kawan, karena di saat kau sudah ingin membenahi keadaan, pasti kau akan dihadapkan pada badai.
Namun orang-orang besar selalu keluar dari badai itu, bukan sebagai korban, tapi sebagai pawang.
Setiap hari kita selalu menghadapi pilihan-pilihan. Setiap yang dipilih mengorbankan yang lain. Tapi yakinlah semesta akan selalu menyeimbangkan yang telah terjadi. Kesedihan berganti bahagia, yang lama berganti baru.
Kuat.
Kamu harus kuat.
220 of 365
Kalau sekiranya tidak ada manfaat yang didapatkan dari menceritakan sebuah hal kepada orang lain, berupaya untuk tutup mulut akan jauh lebih baik.
Yang banyak bicara, akan banyak pula "beban" yang harusnya ditanggungnya.
Maka, selagi kamu punya kendali atas mulutmu; berhatilah-hatilah dalam menggunakannya, pandai-pandailah mengaturnya kapan harus dibuka dan kapan harus terkatup rapat rapat.
217 of 365
Kalau yang mendasari perjuanganmu hanyalah apa yang tampak dari sisi manusia; perhatiannya, apresiasinya, kekagumannya.
Sekalipun di akhir perjuangan yang kamu dapatkan adalah kemenangan, kemungkinan kebahagiaan akan sedikit sekali bisa kamu rasakan.
Apa yang diberikan manusia kepadamu hanyalah semu juga sementara. Termasuk riuh rendah tepuk tangan yang memeriahkan keberhasilanmu dalam berjuang.
Perjuanganmu terlalu berarti jika hanya untuk mendapatkan apa yang sementara. Maka, sebelum kembali melangkah, periksa kembali tujuanmu. Barangkali lelah yang kamu rasakan bukan sebab beratnya sebuah perjuangan. Melainkan, niatmu yang belum sepenuhnya benar.
Inhale Exhale Pejamkan mata, tarik semua apa yang dipikirkan ke dalam diri. Pusatkan semuanya di diri sendiri. Kemudian lihat ke diri sendiri, beri empati pada perjuangannya selama ini, hargai semua hal besar dan hal kecil yang sudah dicapai dan dikorbankan, peluk hangat mimpi-mimpinya, dan beri ruang untuk kegelisahan serta kekhawatirannya. Pejamkan mata, dengarnya suara di sekitar kemudian abaikan. Dengarkan suara detak jantung dan suara hatinya. Dengarkan tanpa membantahnya, tanpa menyangkalnya, tanpa berusaha membohongi kata hatinya. Karena sudah terlalu lama dirimu mendengarkan orang lain, tidak pernah mendengarkan dirimu sendiri.
185 of 365
Bertumbuhlah, di setiap hari, di setiap musim yang terus berganti. Tidak peduli seberapa sering gugur pun tumbang yang kamu alami.
Kelak, akan tiba masanya kamu mengerti bahwa justru gugur dan tumbang itulah yang membuatmu kokoh menjulang tinggi, rindang pun meneduhkan.
Bertumbuhlah dengan caramu, dengan keistimewaan yang melekat pada dirimu. Tidak peduli selamban pun sekecil apa proses pertumbuhanmu.
Kelak ada masanya kau akan menyadari bahwa itu jugalah berarti.
*untuk ananda ex penghuni 3A
Di umur sekarang saya sadar, hal terbaik yang saya lakukan adalah berhenti memberi tahu orang-orang atas apa yang terjadi dalam hidup saya. Setelah bertemu banyak orang, saya mulai mengerti bahwa menjaga privasi adalah hal yang sangat berarti
Penyebab rasa bosan :
Kurang Tantangan
Kurang Wawasan
Kurang Baca Quran
Kualitas
Jika ingin mengetahui apakah kita termasuk orang yang bersyukur, maka periksa kualitas ibadah kita sendiri.
Karena kualitas ibadah bisa jadi cerminan kualitas syukur seseorang.
“Semakin tinggi rasa syukur kepada Rabbnya, niscaya semakin baik pula kualitas ibadahnya.”
© Quraners
Manusia seringkali lucu ya. Merasa sakit dan kehilangan, padahal sebenarnya tak pernah (benar-benar) memiliki.
©Quraners
Cara paling sederhana untuk mensyukuri nikmat sehat adalah dengan taat, mengisi hari dengan manfaat.
(c)Quraners