Teruntuk ibuku yang kian menua
Aku tak tahu siapa yang kan pergi lebih awal.
Namun, setiap hari aku selalu merasa takut
Jika tiba-tiba saja aku mendapatkan panggilan yang mengabarkan kepergianmu.
Begitu takutnya aku hingga tak sanggup membayangkan sakitnya.
Aku tahu umurmu kian menua
Maaf, jika belum banyak yg bisa aku lakukan untuk membahagiakanmu.
Maafkan aku jika sampai detik ini
Aku masih saja sering membuatmu kesal
Pada akhirnya sesalku hanya berujung tangis.
Disetiap doaku tak pernah luput kulirihkan namamu.
Aku tahu hidup sendiri tanpa ayah sangat berat bukan?
Cukuplah aku menjadi saksi atas semangat juangmu demi menghidupi kami setiap harinya.
Engkau rela berpanas-panas disiang hari hanya untuk mendapatkan modal pembeli beras.
Walau kami sering melarang untuk lebih banyak istirahat namun tetap saja kau ingin menjadi ibu yang sejati.
Bagiku kau memang pahlawannya.
Terimakasih atas jasamu yang tak mungkin bisa kami balas.
Mengandung, merawat, mendidik, membesarkan dan menyekolahkan kami dgn baik.
Hingga kami tumbuh sedewasa ini.
Semoga kelak Allaah menganugerahkan surga untukmu dan ayah atas segala cinta dan kasih untuk kami.
Aku tak tahu telah berapa banyak luka yang kau sembunyikan.
Demi menjaga perasaan kami anak-anakmu.
Sering kali kami yang bersalah tapi kau yg memilih mengalah.
Ya Allaah rahmatilah ibuku.
Di dunia ini tidak ada ibu yang sempurna
Namun setiap ibu menyayangi anaknya
Dan selalu menginginkan yang terbaik.
Ibu, aku menyayangimu selalu.