Sharing-sharing aja: Perencanaan & Pelaksanaan Seleksi Beasiswa LPDP (yang sabar aja bacanya soalnya panjang. makasih)
Mungkin ada temen-temen di sini yang pengen coba dapetin beasiswa LPDP baik untuk tujuan Magister/Doktor/Dokter spesialis di Universitas dalam maupun luar negeri. Jujur aja selama perencanaannya saya ngalamin banyak pasang surut emosi, pikiran, semangat dan tantangan yag gak diduga-duga. Saya tipe orang keras kepala, tapi over thinking, nah... over thinking ini yang harus kita hindari untuk nyiapin semua ini guys. Karena over thinking cuma akan bikin semuanya ribet, emosional dan gak enak ngapa-ngapain..
Udah banyak banget tips and trick (blog/artikel) cara dapetin beasiswa ini kalau kamu search di mbah Google.. tapi kayanya yang ini akan agak sedikit berbeda. We’ll see... Sebelum melamar saya juga banyak search soal gimana sih trik-trik dapetin beasiswa ini. Jawabn-jawabannya hampir serupa dan itu membuat saya berkesimpulan bahwa: tidak semua pelamar concern tentang masa depan Indonesia sendiri, tapi lebih ke pengembangan & kebanggaan individu sendiri . Ini gak salah. Ini pilihan hidup.
Dulu pun saya berpikiran sama: saya ingin sekolah lagi, supaya saya punya gelar & pekerjaan yang lebih baik. Tapi... seiring dengan berjalannya waktu, saya belajar banyak. Saya baca dan resapi apa sih sebenernya tujuan lain dari beasiswa ini. Saya putuskan saya akan melamar beasiswa ini dengan niat untuk memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang, khususnya Ibu Pertiwi, Indonesia. Walaupun kadang suka pengen pindah kewarganegaraan kalau udah berurusan dengan keribetan dan kekotoran birokrasi di Indo, keinginan itu selalu padam setiap saya ingat alam dan budaya Indonesia yang menjadi perhiasan paling Indah negeri ini. Saya sebut Indonesia sebagai “The magical Islands”.
Oke, panjang ya basa basinya. Saya akan bahas apa aja yang jadi kendala buat saya yang mungkin juga jadi kendala buat temen-temen, Here we go:
Dari semua pelengkapan persyaratan beasiswa ini, ada 1 hal yang bikin ribet dan sedikit mikir, yaitu bikin Essay...
Tipsnya:
Tulis essay sejujur dan setulus mungkin.
Gak perlu terlalu membahas atau membanggakan prestasi akademik kamu di situ, karena kamu udah mencantumkannya di formulir pendaftaran kamu. Tapi bebas sih (hehe)
Untuk essay “kesuksesan terbesar dalam hidup”, saya lebih memilih untuk menceritakan tentang pergolakan yang terjadi dalam hidup, bagaimana saya mengatasinya, dan apa yang dilema itu ajarkan sampai dapat menciptakan kita sebagai individu yang kuat atau lebih baik (tapi ini terserah kalian aja ya guys, yang penting jujur)
Gunakan bahasa baku dan penempatan SPOK yang baik. Kalau kalian ngerasa jiper lihat essay orang lain yang kelihatannya “intelek”/”puitis”, inget aja, cerita mu gak harus sama, tata bahasa yang baik saja saya pikir merupakan nilai plus. Jangan khawatir, kadang yang sederhana itu lebih bermakna.
Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnn.... tahapan lain yang paling menguras pikiran, emosi dan mental adalah seleksi substantif yang meliputi wawancara, leaderless group discussion, dan essay on the spot. Banyakin latihan untuk ketiga hal tersebut jauh-jauh hari. Waktu itu saya kebagian wawancara paling pertama, pagi-pagi jam 9.
What to do H-1 : (ini mah menurut saya aja ya, gak mutlak, mungkin juga cocok sama temen-temen) :
Jangan pikirin apa-apa soal ini di malam sebelumnya. RILEKS!!
Nonton. film, atau ngumpul aja sama temen-temen.
Tidur cepet.
Berdoa, minta doa orang tua, apalagi Ibu.
Bangun subuh (buat yang muslim, shalat bikin tenang banget)
Kalau nervous di jalan, coba dzikir (bagi yang muslim)
Pas pelaksanaan banyak2 tarik nafas panjang buat yang gampang gugup.
What not to do H-1
Panik, telponin temen yang udah lulus LPDP “gue harus ngomong apa, gue jawab apa, waktu itu lo gimana?” (selain bikin temen kamu kesel, ini bikin kamu stress, pertanyaan-pertanyaan kaya gini harusnya udah gak ditanyain lagi pas H-1, harusnya udah siap) By the way, ini saya banget.. lol
Begadang, apalagi begadang nonton Dangdut Akademi dilanjut Just For Laugh sampe jam 2 subuh (apal banget karena tipi di kamar yang cekas cuma Indosyair)
Nonton Game of Thrones dari season 4-6 seharian sampe tengah malem.
Minum-minum, dugem, kayang sambil minum-minum, jangan yang anaeh-aneh lah pokonya
Tips wawancara:
Tenang, jawab sejujur dan setulusnya, percaya diri, coba ajak becanda pewawancaranya, tapi jangan sampe keliatan imbisil ya. Pandangan mata yang mantap, tapi jangan kaya mau ngajakin ribut. Saya yakin, ketika kita menjawab pertanyaan dengan jujur dan tulus, kata-kata dari jawaban kita ini akan ngena ke hati pewawancara dan bisa mengirimkan energi-energi positif ke beliau-beliau.
Jangan takut untuk menunjukkan keidealisan kamu. Kalau kamu sewaktu mahasiswa aktif berorganisasi, sedikit banyak kamu pasti tau seberapa berharganya persatuan dan kesatuan bangsa, sedikit banyak kamu punya keidealisan yang secara tidak sadar akan terpancar. Keidealisan itu bisa saja memberi kamu aura bak Pemimpin tangguh. Ini bagus. Jadi jangan takut.
Saya tipe orang yang kalau gugup jadi malah pengen becanda (jangan diikutin). Sampai pada saatya bagian Ibu psikolog yang bertanya, di situ saya udah mulai rileks. Kadang, mereka bertanya hal-hal cliche, yang jawabannya bisa jadi melebar. Saya diwanti-wanti “kalau ditanya psikolog, awas tar nangis, suka jagoan ngeluarin emosi kita”. Dari semua pertanyaan random yang diajukan Ibu psikolog, ada satu pertanyaan yang paling saya ingat dan gak akan pernah saya lupain. Bahkan gara- gara pertanyaan ini saya kepikiran terus takutnya bakal gak lulus gara-gara ini. Pertanyaannya sederhana “Pernah tidak, Anda diperlakukan tidak adil? Atau merasa dikecewakan”. Lalu saya jawab dengan pertanyaan lagi “dalam hal apa bu?”. Beliau menjawab “apa saja, yang pernah Anda alami dalam hidup”.. saya jawab lagi dengan pertanyaan “spesifiknya dalam hal apa bu?” lalu Ibu pewawancara lain menyambar dengan jawaban “Apa kek, dikecewain pacar misalnyaaa....”.... saya jawab “bu, pacar mah hanya orang yang melintas dalam kehidupan aja, bukan something urgent”... lalu mereka tertawa.. tapi ibu Psikolog masih keukeuh dan nanya lagi “pasti ada doonng yang buat Anda kecewa, atau diperlakukan tidak adil”.... saya berpikir keras.... tentu saja saya banyak mengalami kekecewaan, tapi luasnya pertanyaan ini, membuat saya berpikir secara hati-hati, apa sih jawaban yang sebaiknya saya utarakan, jangan sampai jawaban saya bisa menjadi bumerang. Saya menjawab “Kalau baru-baru ini, hal yang membuat saya merasa diperlakukan tidak adil, terjadi beberapa hari lalu bu, ketika saya membayar angkot caheum-ledeng dan kembalian yang diberikan mamang angkot tidak sejumlah semestinya”. Ini bukan jawaban yang intelek ya guys, tapi berhasil membuat pewawancara tertawa dan salah satunya berkata “yaaaaa iklasin aja lah yaa”... dengan atmosfir yang rileks dan penuh tawa, wawancara pun terasa asik dan tidak terlalu menegangkan.
Intinya guys, Percaya Diri. Percaya kalau kamu bisa, Percaya kalau kamu berkompeten dan mempunyai kapasitas untuk apa yang mau kamu kejar. Tangguh, jangan terkesan mengemis. Tunjukkan kalau kita ini akan sangat dibutuhkan Bangsa kelak dan merupakan investasi individu yang berpotensi untuk negara.
LGD (Leaderless Group Discussion)
Ini jatohnya mirip diskusi kelompok gitu. Saya dan temen-temen 1 kelompok saya kebagian topik “Polusi Udara” dan di situ nanti ada pihak LPDP yang mengarahkan. Kita saat itu diarahkan untuk berperan sebagai menteri-menteri yang sedang merapatkan solusi untuk masalah polusi ini yang hasilnya akan Presiden bacakan di PBB. Saya berperan sebagai Menteri Lingkungan Hidup saat itu. Saya beruntung sekali mendapatkan peran ini, karena sewaktu kuliah saya senang berkegiatan alam dan ikut dalam kegiatan-kegiatan pelestarian alam, jadi sedikit banyak saya tau apa yang harus saya katakan.
Tips: coba kemukakan ide yang orisinil atau fresh, jangan mendominasi, jangan gugup, yang ramah sama temen-temen satu grupnya.
Essay on the spot
Nanti kamu akan disuruh masuk kesuatu ruangan. Di atas meja nanti ada kertas yang bertuliskan 2 tema untuk essay yang akan harus kamu tulis. Tidak ada ketentuan banyak kata yang harus kamu tulis, tapi waktu yang diberikan hanya 30 menit. Topiknya bener-bener random. Jadi bisa jadi itu tpik yang hangat diperbincangkan 3-6 bulan lalu. Waktu itu temanya (1) Dilema Tenaga Kerja Asing di Indo (2) Lulusan dari Perguruan Tinggi “ternama” dan yang Cumlaud akan didahulukan dalam seleksi CPNS. Saya pilih topik ke-2.
Tips: Jangan panik! Isi essay jangan lupa : pembuka (ga usah terlalu banyak), isi (setuju/tidak setuju, terangkan kenapa), penutup (solusi). Latiha nulis aja jauh-jauh hari sebelumnya. Gak usah panik dan terlalu berpikir kalau kamu harus nulis sediplomatis mungkin. Tulis aja dengan EYD yang baik, sistematis.
Pelaksanaan:
Nanti kamu bakal ngeliat banyak orang, ada yang sampe bela-belain beli koran dan baca (mungkin siap-siap buat menerka-nerka topik apa yang akan dibahas di LGD atau EOTS, saya sarankan sih mending pas di lokasi tenang aja. Gak perlu baca-baca ditempat gak apa-apa, jangan gusar liat orang lain siap-siap. Kuncinya cuma Rileks dan Percaya. Percaya kalau semua sudah punya takdirnya. Mau lulus atau tidak, kalau kita sudah berusaha sekuat tenaga melakukan yang terbai, InshaAllah tidak akan ada penyesalan.
Walaupun misalnya kamu ambil Universitas dalam negeri, kadang ada aja pewawancara yang minta kamu untuk diwawancara dalam bahasa Inggris. Jangan pernah bilang “Tapi bu/pak, saya gak pede... atau... tapi kurang bagus”. Kalau gak yakin bilang aja “Baik bu/pak, saya akan mencoba”. Bodo amat grammar. Yang penting kamu berani!. Bagi saya, kunci kesuksesan itu adalah berani mengalahkan ketakutan diri, atau berani melampaui batas diri.
Saya sendiri berencana ambil jurusan Pengkajian Amerika di Universitas Gadjah Mada dan alhamdulillah sudah lulus lpdp batch 4 kemarin. Qisthy Shafira adalah adik kelas saya yang di SMP dan SMAnya selalu ada di kelas akselerasi, bedanya 4 tahun dengan saya, tapi sekarang dia sudah berhasil bersekolah di Australian National University dengan jurusan Master of Diplomacy lewat beasiswa ini juga. Dia lah yang selama ini ngajarin saya harus gimana aja untuk beasiswa ini. Jangan pernah malu untuk belajar dari yang lebih muda. Ilmu mah dari mana aja kan ya. :) . semoga bermanfaat ya!!
SUKSES YA GUYS!!!! SEMANGAT!!!
















