Waktu masih sekolah dasar aku pernah pecahin kaca bus sekolah. Terus ayah nemenin aku buat minta maaf ke rumah pak guru aku. Soalnya aku ngga berani minta maaf sendiri 🙃.
Oiya waktu itu sama ayah juga, waktu pertama kali bisa naik sepeda roda dua. Rasanya bisa keliling keliling perumahan pakai sepeda sendiri, terus ayah sendiri itu seru banget. Oiya ayah punya sepedanya belakangan. Setelah kita semua bisa naik sepeda roda dua.
Aku pernah tinggal berdua sama ayah. Waktu ibu sibuk banget ngurus kakak pindahan ke jawa. Waktu itu rasanya lama banget, tapi seru banget. Soalnya ngga ada yang larang aku main kemana aja. :D
Waktu wisuda sekolah dasar juga cuma ayah yang bisa hadir. Ibu harus hadir diacara wisuda kakak di jawa. Tapi aku sering banget ngajak ayah maju kepanggung. Di saat teman teman aku foto dipanggung wisuda bersama ayah ibunya, aku hanya sama ayah dengan tumpukan hadiah yang banyak. Tapi aku tetap senang, tidak malu sama sekali.
Waktu sekolah dasar aku juga suka naik bis sama ayah buat berangkat sekolah, sekalian ayah berangkat kerja.
Oiya waktu aku cuma sama ayah aku pernah ikut lomba nyanyi, terus juara satu haha. Waktu lomba dai cilik juga ayah yang temenin, sampai sesekali ayah menangis.
Ayah yang ngajarin aku buat suka sama masjid. Sepuluh malam terakhir dibulan Ramadhan, aku selalu ikut ayah ke masjid bermalam disana. Lama sekali. Aku selalu berusaha tidak menggangunya disana. Aku tau itu waktu waktu terbaiknya. Tapi ayah tidak pernah melarangku untuk ikut ke masjid. Padahal betapa merepotkan seorang aku yang selalu mengeluhkan digigit nyamuk di sela tahajudnya.
Sampai terakhir aku ngobrol dengan ayah waktu aku belajar naik mobil sama ayah sebelum berangkat merantau. Nasihat ayah banyak sekali. Macam macam. Ayah bilang kalau nanti ada temannya laki laki ayah harus tau. Yang semoga bukan perbicangan yang terkahir yaAllah.
Ayah juga sempat menangis waktu pengumuman mesir, bukan karena aku keterima. Tapi karena ada temen aku yang ngga keterima. Yaampun, ayah bahkan memikirkan persahabatanku.
Aku pernah tanya ayah, gimana kalau nanti aku mau pergi jauh? Ayah bakal bolehin aku ngga ya? Kata ayah selama itu pilihan dan panggilan hati kamu lakukan saja. Yang penting kamu seneng :)
YaAllah kalau manusia yang paling lembut hatinya di dunia ini adalah Rasulullah. Boleh aku sebut yang kedua adalah ayah aku?