Huaa buku catatanku sudah usang sekali

Janaina Medeiros
Misplaced Lens Cap
AnasAbdin
i don't do bad sauce passes
ojovivo

#extradirty
YOU ARE THE REASON
h

Kiana Khansmith

❣ Chile in a Photography ❣
d e v o n

No title available
almost home

Product Placement
taylor price
KIROKAZE
No title available
dirt enthusiast

roma★
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from Italy
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from Denmark
seen from United States

seen from Poland

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Russia
seen from Canada
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from Canada
@ucianan
Huaa buku catatanku sudah usang sekali
Adulting is getting ready for loneliness
Menerima Kisahnya
Nanti, saat kamu menikah dengan seseorang, kamu tidak sedang menerima lembar buku yang kosong. Kamu akan mendapatkan seseorang yang sudah menulis begitu banyak catatan dan kisah, yang kamu baru akan benar-benar mengetahui kisahnya sesaat setelah akad terucap.
Pada kisah yang begitu menyedihkan, atau pada kisah yang begitu bahagia maka selalu siapkan hati yang lapang untuk menerimanya.
Sebab orang yang kamu nikahi adalah akumulasi dari masa kecil hingga ia dewasanya, bahkan sampai ia menemukanmu.
Tidak apa-apa, siapkan saja ilmu pernikahan dan mengelola rasa dalam berumah tangga. Kapan kamu harus menekan ego dan emosi, kapan kamu harus bersabar dulu untuk sesaat sebelum mengutarakan maksut dengan berbicara padanya.
Menerima kisah seseorang itu tidaklah mudah, terkadang ia jauh dari apa yang kamu harapkan, terkadang bahkan bertolak belakang dengan apa yang kamu bayangkan.
Sebab pernikahan itu menyatukan dan saling memperbaiki, kisah-kisah buruk dan hitam di masa lalu tidak perlu diungkap dan dibuka. Tutuplah serapat mungkin dan kubur sedalam-dalamnya, mulailah menjalani hari-hari dengan kebaikan yang penuh dengan keberkahan.
Andai kamu sedang menunggu seseorang yang datang padamu, maka siapkan ilmunya, perluas hatinya, dan mulailah melangitkan doa, agar apa yang kamu doakan senada dengan apa yang Tuhan takdirkan
Selamat malam, dariku yang tengah duduk di kereta menuju stasiun terakhir.
Gambir, 19 September 2023.
@jndmmsyhd
Peran
Setiap diri dalam berkehidupan pasti memiliki peran masing-masing dengan tugas dan hak yang berbeda juga.
Menjadi anak, menjadi ibu, menjadi kakak, menjadi teman, semua harus dijalani dengan porsinya masing-masing. Dulu gue berfikir kalo orang baik pasti setiap peran dalam hidupnya dijalankan dengan baik, begitupun sebaliknya.
Ternyata dunia ga berjalan seperti itu.
Ga selalu manusia pandai menjalankan semua perannya. Ada yang terampil sebagai ibu, tapi kurang bisa berperan sebagai teman yang baik. Ada yang pandai sebagai guru, tapi kurang bisa menempatkan diri sebagai anak.
Begitulah manusia dan topeng-topengnya, begitulah manusia dan 1001 sifatnya.
Intinya tentang sudut pandang dan cara menarik benang merah. Intinya memang manusia tempatnya salah, jauh dari kata sempurna.
Setiap yang bernyawa pasti memiliki banyak kisah, setiap diri pasti memberikan hikmah, setiap diri pasti memiliki nilai kehidupan.
—Tulisan tanpa ujung yang ditulis hampir satu tahun lalu karena lagi relate bgt🌝
Manusia dan isi hatinya
Sangat sulit untuk mendefinisikan apa yang hati rasakan.
Sangat paham jika terlalu nanti akan sakit, tapi ia juga tidak memiliki kendali.
Benar kata orang bijak kalau sedih seperlunya, pun kalau senang jangan sampai terlalu membara.
Nyatanya setiap diri memiliki titik lemahnya masing-masing untuk sedih dan terluka.
Pengharapan pada manusia hanya akan berakhir kecewa jika terlalu berandai.
Kali ini harus nyalakan lagi si kepala yang sudah lama redup, ia harus lebih kuat dari rapuhnya hati. Nyalakan dia untuk jadi kendali.
Jalani apa yang sudah Tuhan beri agar semua berjalan serasi, yakini kamu berguna meski tak istimewa❤️
— am i deserve?
In the middle of 2023
Never been imagine that i could past everything for this far😌 Dari awal tahun selalu nguatin diri sendiri karena tau bakal banyak hal-hal berat yang akan dilewati. Ternyata 5 bulan pertama beneran berat banget. Ga keitung berapa kali sedih dan ngebatin sendiri, ga keitung berapa kali merasa jatuh dan jauh dari semua pencapaian.
Tapi, semudah itu allah ganti semua rasa sedih yang ada🥲
Semua rasa yang mungkin belum pernah tercicipi selama 24 tahun ini, rasa syukur yang sangat melimpah, rasa lebih utuh dari sebelum-sebelumnya, juga rasa lebih bermakna sebagai manusia.
Ternyata perasaan bahagia ga selamanya mudah untuk diterima, masih ada rasa sedih dan galau yang mengiringi. Lalu pernah salah satu teman berkata: “semoga lu bisa secepatnya move on ya”.
Kalimat itu menyadarkan bahwa yang membuat proses ini sedikit berat adalah karena perpindahan fase hidup. Masih khawatir meninggalkan fase sebelumnya (terutama manusia-manusia disana). Terlalu asyik menikmati masa itu, terlalu nyaman dengan semua yang ada disana. Tanpa bersiap bahwa suatu saat semuanya akan pindah dan berganti, aku lupa menguatkan bahwa akan ada yang ditinggal dan meninggalkan.
Ternyata hidup layaknya film, berapapun jumlah episodenya pasti akan ada akhir dari itu. Entah lanjut ke season 2 dengan pemain baru atau berhenti tanpa ada season-season lainnya.
Ya, life must go on. Kalo hidup ga berjalan itu artinya kamu udahan😌
(Happy late birthday anak kecil cengeng dan penakut! Omg u turn 24 now🥹🥳🫶🏻)
It's my 9 year anniversary on Tumblr 🥳
“Terima kasih sudah mengatakannya” (Kim Yu-jin)
Ada sebuah buku di tahun 2022 yang sampai sekarang belum selesai gue baca. Buku yang mengajarkan pentingnya sebuah kata-kata, mebuat kita harus lebih bijak dalam memilihnya. Here’s the one of my fav parts:
Itulah mengapa dia dengan percaya dirinya mengatakan bahwa dia akan menghindari tempat-tempat yang membuat harga dirinya rendah dan dia akan berhenti jika pekerjaannya itu tidak cook untuknya. Itu adalah kekuatan untuk berhenti dan melanjutkan, kekuatan menunggu kesempatan untuk melanjutkan kembali setelah berhenti, kekuatan berhenti setiap saat meski sudah mendapat kesempatan untuk melanjutkan, dan kekuatan untuk mendekati warna diri sendiri melalui prosesnya.
Ada kalanya kita harus berhenti melakukan sesuatu.
Ada saatnya kita harus putus dengan seseorang.
Terkadang kita harus berhenti di suatu tempat karena tidak dapat bergerak maju, dan terkadang kita harus berbalik setelan mencoba masuk. Kita menempelkan kata-kata negatif seperti "kegagalan", "kurangnya ketekunan", dan "penyesalan” untuk semua hal yang terjadi pada diri kita. Sehingga sering kali kita tidak bisa mengeluarkan keberanian dan justru jatuh ke dalam jurang di saat seharusnya kita berhenti. Kita ingin terlihat sebagai orang yang penyabar, sehingga lebin rela menyiksa diri sendiri sampai akhir.
Kita berada di kereta bernama kehidupan. Namun, jika kita tidak pernah turun dari sana karena takut turun, kita hanya akan bisa melihat pemandangan yang sama. Hal yang lebih buruk adalah jika kita hidup dengan keyakinan yang kuat bahwa pemandangan tersebut adalah hidup atau warna kita yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, jika ada hal yang mengharuskan kita menginjak rem ketika sedang melakuan sebuah pekerjaan, maka anggap saja itu sebagai permulaan pengalaman yang baru, bukan menyerah. Dan bicaralah dengan santai "Aku akan berhenti di sini."
Sehingga kita bisa melanjutkan naik kereta baru lagi dan melihat pemandangan yang baru.
what a beautiful words🥹! how to give ur self a huge apreciations, also how to reflect and listen to ourself first.
Angka cantik penuh makna
Mari mulai semuanya dengan acara outing yang gue ikuti dipertengahan tahun ini. Ada sebuah sesi dimana pembawa acara mengarahkan kita untuk menulis 10 orang paling bermakna dalam hidup, ternyata dari 10 orang itu kita disuruh memilih 1 orang untuk diselamatkan. Beberapa peserta yang ditanya tentunya menyebutkan orang tua atau saudara mereka untuk jadi satu-satunya. Saat ada pertanyaan itu, entah kenapa benak ini langsung terfikir “aku”. ya gue ingin memilih dan menyelamatkan diri sendiri. Rasanya baru kali ini gue memikirkannya, kayak itu adalah permulaan untuk gue mulai mencitainya. Benar aja, gue terpilih untuk bersuara. Sang penanya bingung, begitupun yang lain, terdiam seolah bertanya “hah kenapa? Aneh bgt”. Tapi gue tetap yakin untuk menjawab “diriku sendiri”. Meskipun malam itu rasanya lengang, canggung dan tiba-tiba hening. Malam itu juga menjadi trigger pertama untuk aku mendefinisikan aku.
Waktu berjalan cepat hingga tiba dipenghujung angka cantik ini, gue sadar bahwa perlu sampe 23 tahun untuk akhirnya gue ingin mengenal dia, gue ingin mencitainya. Diri ini.
Alasannya karena ditahun ini banyak menemukan hal baru juga karakter manusia yang lebih banyak dan unik. Tahun ini juga memaksa gue untuk lebih dewasa dan berani mengambil keputusan, salah dua keputusan besar dalam hidup udah gue pilih dengan segenap rasa berani dan pasrah ke Allah. Titik sadar soal diri ini yaitu rasa rendah diri yang semakin menjadi-jadi, self esteem semakin jatuh, kayanya mesti berhenti dulu, tutup pintu dan cari salahnya dimana. Ternyata salahnya ya gue sendiri. Gue gatau dia maunya apa, dia butuhnya apa.
Refleksi dan evaluasi kuncinya.
Walaupun proses perbaikan diri baru dimulai 2 bulan terakhir ini tapi gue cukup bangga sama dia yang udah berani untuk memutuskan, gue bangga dia mampu untuk bangkit tanpa ada yang menemani (hiks jomblo bgt wkwk). Ga sedikit juga masalah yang gue dapet, masalah pendidikan, pertemanan, keluarga, semua mengajarkan untuk berkaca ke diri sendiri. Salahnya dimana. Walaupun masih ada sisi “menyalahkan” orangnya juga.
Bener kata orang kalo musuh terbesar adalah diri sendiri, lawan dia dengan pendekatan dan pelukan hangat. Rangkul musuh untuk memenangkannya. Pada akhirnya kita bakal menang. Kita dan diri kita menang untuk jadi yang lebih baik, untuk jadi yang lebih dewasa. Ah pokoknya tahun ini kaya gado-gado, campur aduk. Semua rasa tercicipi dengan baik. Go move on and set ur crazy dreams for 2023 dude!
-Ditulis akhir Des, 2022. Baru ada energi untuk upload tulisan ini.
Judul yang sama, lembaran yang berbeda.
Setiap manusia pasti memiliki cerita-cerita dalam lembaran yang berbeda, ada yang dimulai dengan cerita senang sampai bab nomor 20, lalu muncul kesedihan, ada juga yang dimulai dengan kesengsaraan sampai bab ke 30, baru ada pelangi indah dalam lembaran ceritanya. begitupun dengan tebal buku. ada yang tebal sampai beribu-ribu halaman, ada juga yang selesai hanya dengan 6 bab. begitulah, tidak ada yang sama persis. Semua sudah memiliki buku ceritanya masing-masing. Namun, berjudul sama: “Hidup”.
Tuhan maha kaya, tuhan maha adil. Semua diberikan sesuai dengan porsi hati dan kekuatannya.
Jadi, ketika hidup selalu hampa merana, kamu harus meyakini bahwa pasti kamu belum mencapai bab kebahagian itu. Sebaliknya, ketika semesta dan dunia memberikan kesenangannya padamu, bisa jadi bab selanjutnya kamu akan jatuh. Buku memang begitu, pasti ada klimaks dan anti klimaks. Hidup memang begitu, bukan lurus selalu pada 1 rasa, tapi melingkar seperti roda yang akan menginjak semua rasa. Secukupnya saja.
Lalu, masihkah membandingkan bukumu dengan buku orang lain? Padahal setiap kita memiliki buku-buku yang indah untuk di ceritakan. Mulai dari sampul, gaya penulisan, isi, sampai ke penutup bab.
Semoga kita selalu bangga luar biasa atas buku yang kita miliki, atas buku yang Tuhan ciptakan khusus untuk kita🤍
Just 2 months to close 2022🥹 time flies so fast. I hope my book and yours just go through the happy chapter ever. (I mean we've been through all the saddest parts of life) lol wkwk
Hardest part
Belakangan ini lagi menerapkan apa itu sabar dan diam. Think first, less talk. Sebenarnya sampe sekarang masih belum bisa enjoy, rasanya lebih sering sesak dan menangis sendiri. Tapi kelebihannya, bisa terlihat lebih tenang dan terkadang melegakan. Ada banyak ruang dan waktu juga untuk ngomong sama diri sendiri, afirmasi positif. Bener, setiap masalah bukan untuk dihindari melainkan harus dihadapi. Gue percaya penuh, setiap benih kesabaran akan berbuah manis pada waktunya. Setiap tanaman memang punya tempo bertumbuh masing-masing. Ada yang seperti tanaman liar; cepat tumbuh, cepat berbunga. Serta ada juga yang harus dirawat dan dijaga betul-betul hingga matang. Entah menjaga keutuhan dari sabar merawat, kekuatan akar, bahkan kualitas buahnya.
Buat kamu yang sedang merasa sia-sia
Sebagai manusia pada umumnya, kita memang terbiasa mempertanyakan hasil lebih dulu.
"Hasilnya mana?, sudah sampai mana?, jalannya mau ke mana?". Semua harus jelas.
Tapi ternyata hidup ini butuh proses yang panjang sekali. Prosesnya lama dan sering bikin kita engga sabar.
Bukannya kelihatan hasil, malah yang ada kelihatannya engga ada apa-apanya sama sekali.
Padahal dari proses jatuh bangun dan berdarah-darah itu, kita sedang membangun kapasitas di dalam diri kita.
Nah, kapasitas ini adanya dalam proses. Dari proses gagal yang kita jalani, dari pengalaman kita menghadapi masalah.
Ketakutan-ketakutan yang membuat kita gemetar menghadapinya, secara engga sadar justru inilah yang membentuk kita.
Gimana mau bertambah keahlian kita, kalau kita engga pernah buang waktu buat nyoba.
Gimana mau bertambah kepercayaan orang ke kita, kalau kita engga pernah mau menyelesaikan masalah.
Menghidari sulit, memang bikin hidup kita tenang, engga punya beban. Tapi membuat kita engga punya tanggung jawab.
Kesempatan, butuh kesiapan. Kesiapan, butuh kapasitas. Kapasitas, butuh pengalaman.
Dan pengalaman, butuh waktu yang terbuang percuma.
—ibnufir
and everyone have their own time🫰🏻
One of my biggest fear is loving you💔
Ekspektasi
Ternyata benar, ketika dihadapkan oleh fakta yang tidak sesuai harapan, rasanya tetap tenang ketika tidak menaruh ekspektasi berlebih.
Sebagai manusia yang dikarunia akal pastilah ada sepercik harapan atas sebuah kejadian. Tidak mudah untuk tidak berkhayal tinggi, tidak mudah untuk berhenti terlalu berangan. Setelah beribu-ribu kecewa, barulah dapat menerapkan petuah orang dewasa bahwa “jangan menaruh ekspektasi berlebih pada apapun, pada siapapun”.
Mungkin itu juga bentuk pasrah tertinggi pada sang pencipta, tawakkal. Buat apa sedih dan bersusah hati? Toh yang terbaik pasti akan datang diwaktu yang baik pula. Intinya memang harus selalu “nothing to lose” si yea
Rasanya sesak dan sakit sekali,
Banyak beban yang bersarang,
Tak bisa dituliskan apalagi diungkapkan,
Seperti duri-duri yang bertebaran,
Seperti lipatan ombak yang bergelombang,
Riuh dan bising, ingin meledak, ingin berhenti.
Ingin sekedar mengintip buku catatan takdir yang Tuhan tuliskan, agar jiwa ini dapat tenang sedikit. Agar jiwa ini siap menghadapi esok dan lusa.
Agar tak ada lagi resah dan gelisah.
01.25 lagi-lagi sulit lelap.
2021, Terima Kasih.
Kukira 2020 adalah tahun paling pahit, ternyata 2021 lebih memberi banyak rasa sakit.
Manusia gugur, manusia jatuh, manusia runtuh. Milyaran doa kesembuhan bertaburan di langit nan suci ini. Ia menjadi saksi tumpahnya air mata dan raga setiap diri.
Awal tahun penuh luka dengan lonjakan pertama, pertengahan tahun penuh duka karena gelombang kedua.
Hancur dan Hampa.
Rumah duka, tanah lapang banyak terisi oleh ratusan ribu diri yang tlah pergi. Penuh isak dan rasa benci akan pandemi.
Kukira rasa sakit sudah mereda. Ternyata akhir tahun ditutup dengan air mata juga. Berita duka banyak memberi luka, lagi dan lagi.
Tak terhitung sudah berapa banyak yang pergi, tak terhitung sudah berapa kali kata “ikhlas” terucap.
Ketika kehilangan biasanya menyakitkan, ia lebih dari itu, ia mati rasa karena terbiasa. Ketika yang tersisa hanya nihil, pasrah menjadi harapan terakhir.
Seperti roller coaster, air mata tak selalu tentang sedih sedu, ada kalanya ia datang karena haru biru bahagia. Mungkin itu alasan mengapa tahun ini berjalan begitu cepat.
Hidup terlalu berwarna, ia terlalu mengejutkan.
Kukira 2020 adalah pelajaran terbaik, ternyata 2021 lebih memberikan makna hidup; Hilang dan luka memberi pelajaran bahwa sekecil apapun yang kita punya ia tetap memiliki arti, ia tetap berharga.
Untuk kamu 22, semoga lebih banyak berita bahagia disetiap detik waktumu.
- 48 Jam sebelum 2021 berakhir
yang lebih penting saat menjadi dewasa.
Menjalani kehidupan dengan title “dewasa”ternyata challenging banget! Banyak hal yang baru bisa disadari saat menjadi dewasa. Dulu gue berfikir komunikasi adalah hal terpenting, semua hal yang menjadi buah pemikiran atau bisikan hati akan lebih baik kalo diomongin. Harapannya supaya ada simpulan valid yang bisa jadi penuntun arah dan langkah. Karena banyak orang dewasa yang sok-sok an menggunakan intuisinya, ternyata menyesatkan alias banyak bikin salah faham.
Namun lambat laun, prinsip gue agak bergeser. Ternyata hal penting itu adalah cukup dengan melihat dan memahami alias diam. Analisis dan renungkan adalah kuncinya, berbeda dengan langsung bertindak alih-alih menggunakan intuisi. Jatohnya gegabah. Gue belajar dengan menganalisis sesuatu, melihat semuanya dengan berbagai prespektif akan menciptakan hasil yg akurat, entah ambil langkah atau tetap diam. Diam karena bingung atau emang itu pilihan kita. We choose our life’s direction.
Gapapa kalau bingung, gapapa kalau merasa takut, gapapa kalo punya banyak pertimbangan. Gapapa kalo seolah-olah kita gaandil dalam suatu hal. Karena menjadi dewasa yang terpenting adalah menstabilkan diri dan emosi. Semakin banyak melewati problematika kehidupan, sudah sepatutnya kita lebih hati-hati saat melangkah.
Ga semua hal perlu kita selesaikan dengan cepat.
- rasanya lagi bingung banget