Awalnya sekedar diam. Lalu mendiamkan. Dan berakhir terdiam. Sungguh karena terlampau lama aku diam-diam mengagumimu.
almost home
YOU ARE THE REASON
todays bird

pixel skylines
i don't do bad sauce passes
Monterey Bay Aquarium
noise dept.

if i look back, i am lost

@theartofmadeline
Sweet Seals For You, Always
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Jules of Nature
Acquired Stardust

Product Placement

No title available

blake kathryn
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
I'd rather be in outer space 🛸
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from Azerbaijan

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Australia

seen from Indonesia

seen from Türkiye
seen from Denmark

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Egypt

seen from Türkiye
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Slovakia

seen from United Kingdom
@uinverse
Awalnya sekedar diam. Lalu mendiamkan. Dan berakhir terdiam. Sungguh karena terlampau lama aku diam-diam mengagumimu.
Karena aku selalu menghadirkanmu dalam imaji.
Tanpa temu, tapi kau selalu bertamu.
Bisa apa tanpa sapa? Mungkin hanya pengagum rahasia saja yang tahu.
Bila kita susah berbicara, bagaimana kalau kita belajar mengeja bersama?
Jika saya kembali mendekatimu lagi, bisa jadi saya hanya sekedar sedang kedinginan dan ingin bermain api.
Saya memang tak pandai menuliskanmu dalam puisi. Kabar baiknya, saya selalu bisa menghadirkanmu dalam imaji.
Mengagumi hingga hal kecil darimu adalah pekerjaan rahasiaku. Tolong jangan diganggu hujat.
Berdirilah di titik manapun sesukamu. Masalah bagaimana menarik titik itu menjadi satu garis terhubung antara aku dan kamu, sungguh biar jadi urusanku!
Nampaknya, kita hanya sepasang kaki pincang yang terseok untuk saling menemukan.
Jika kita tidak berjodoh, mungkin kita sedang bercanda.
Hari ini aku menyadarinya, ternyata kenanganmu lebih setia dibanding kamu.
Aku mencintaimu dalam diam, yang sehening ketidaktahuanmu tentang aku.
Seringkali kita tertawa tanpa tahu karena apa. Mungkin karena kita sadar kita akan merindukan saat ini.
Senyum manismu terasa pahit. Semenjak persemaiannya bukan untukku lagi.
Tugasku begitu sederhana. Mencintaimu.
Kamu sungguh menawan ya, seperti penjara.