Kalau punya masalah di rumah tangga, yang punya peran untuk menyelamatkan rumah tangga ya suami dan istri itu sendiri.
Bukan malah cerita ke orang lain, apalagi lawan jenis. Itu membuka pintu selingkuh. Memang itu tujuan setan. Sudah kubilang berapa kali?
Kalau kamu menikah untuk bahagia, itu salah. Kalau kamu menikah untuk dilihat lebih oleh orang lain, itu juga salah. Menikah itu bukan ajang berbangga diri. Menikah itu untuk mencari berkah dan ridha Allah. Ditempuh dengan niat, cara, dan jalan yang baik sedari awal. Jangan menikah karena dendam, tahu sendiri kan akhirnya? Kalau dari awal aja banyak yang salah, ya sekarang waktunya diperbaiki.
Pasangan itu manusia biasa, yang juga bisa salah. Kamu nggak bisa menuntut kesempurnaan ke pasangan kamu, kalau kamu gak mau mengaca ke diri sendiri, gak mau mengubah sikap, dan gak mau berusaha memahami peran dan hakikat pernikahan itu sendiri.
Perempuan itu fitrahnya punya sifat bengkok, laki-laki yang berusaha meluruskan. Saling menerima-lah nasihat. Sebab, sombong namanya kalau manusia tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan pasangannya.
Bangunlah pernikahan di atas agama. Sebab, apapun yang dibangun karena Allah; mengharap ridha dan keberkahan Allah, niscaya bahagia yang akan kamu peroleh. Meski bahagia itu juga dilalui rentetan perjuangan, pengorbanan, suka dan duka.
Niat. Begitu fatal akibatnya, kalau semua tidak berdasar karena Allah. Sesuatu bisa menjadi buruk atau baik; besar atau kecil; benar atau salah hanya karena niat dalam hati.
Sering-seringlah menata niat dan bertanya pada diri sendiri, bahwa kamu menikah untuk apa? Tujuannya apa? Untuk siapa? Apa yang dicari?
Kalau pertanyaan basic aja kamu tidak bisa tegas menjawab, artinya kamu memang belum siap. Ya dipersiapkan yang sudah dijalani, gak ada yang benar-benar siap ketika dihadapkan pernikahan. Itulah kenapa manusia harus selalu terbuka untuk mau belajar meski sudah menikah.
Jangan menikah hanya modal cinta semata. Menikah-lah atas dasar Allah. Begitu, kan katamu? InsyaAllah apapun yang dibangun atas dasar Allah, tidak akan goyah. Bukan cinta yang menguatkan hubungan itu sendiri, tapi agama. Perasaan akan tumbuh dengan sendirinya selama Allah jadi tujuan utama.
Jangan menyandarkan sesuatu kepada yang tidak kekal. Termasuk menyandarkan pernikahan dengan manusia. Cinta manusia bisa pasang surut, namun cinta Allah tidak. Maka dari itu, kejarlah cinta Allah, melakukan segala sesuatu karena Allah.
Semoga nasihat ini juga pengingat bagi diriku sendiri yang belum menikah. Untuk yang sudah menikah, jangan pernah sesali keputusanmu. Akan selalu ada banyak pelajaran yang didapat selama kamu lapang dan ridha atas apa yang terjadi. Akan ada banyak pahala kalau kamu mau bersabar dan bersyukur.
Sidoarjo, 14 Juni 2021 | Pena Imaji