Dear tumblr
Aku dino iki di kongkon sabar temenan. Wes ngono wae.
Misplaced Lens Cap
Today's Document

#extradirty
No title available
$LAYYYTER

No title available
we're not kids anymore.
noise dept.
Cosimo Galluzzi

⁂

祝日 / Permanent Vacation

pixel skylines

Discoholic 🪩
wallacepolsom
Three Goblin Art
todays bird
Claire Keane
Cosmic Funnies

Kaledo Art

No title available
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Brazil
seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from Singapore

seen from Argentina
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Argentina
@ulinisti
Dear tumblr
Aku dino iki di kongkon sabar temenan. Wes ngono wae.
Karena waktu yang akan membantuku untuk memulihkan kepercayaanku...
Aku, yang menyayangimu, Kekasih...
Dear Tumblr...
baru aja aku liat video klip lagunya Glenn Fredly yang judulnya “Malaikat Juga Tahu” di channel Tv Prambors. gak tau kenapa aku merasa terharu, ya sedih, ya bangga, seperti ada perasaan yang sangat emosional.
3 tahun lebih aku menjalin kasih bersama pacarku (yang aku berharap bahwa ia bersedia menjadi istriku, ibu dari anak-anakku kelak), banyak rintangan kami lalui, entah bersama, entah dia sendirian, atau bahkan aku yang sendiri. sampai hari ini, yang paling terakhir ada kejadian adalah kenekatannya untuk mengakhiri hubungan denganku. duh Gusti.... aku gak bisa menceritakan detailnya tentang ini. aku merasa bahwa ini sangat privasi. tapi yang pasti bahwa aku berjuang sendirian untuk terus menjaga hubungan kami, ya tentang perasaan orang tuanya, ya tentang keluarga kami. mungkin aku adalah lelaki yang sangat bodoh. lelaki yang terlalu setia mesti di sakiti di depan mata berkali-kali. tapi apalah daya, aku masih tak mampu untuk melepaskannya, tak mampu kalo harus mengakhiri hubungan ini. ada perasaan kecewa yang luar biasa, tapi itu tak sebanding dengan rasa sayangku. aku mengasihinya. mungkin bagiku bahwa kekasihku itu lebih berharga dari nyawaku sendiri. aku bener-bener gak mau melepaskannya. aku mungkin sudah tak menggenggamnya lagi, tapi aku mencengkeramnya. agar ia tak pergi dariku, tak meninggalkanku. mencengkeram dengan kasih sayang. jika Glenn Fredly bertanya, “siapa yang jadi juaranya (mencinta) ?”, maka aku jawab, “akulah juaranya”. Mytha Lestari di dalam liriknya;
“kamu berbohong aku pun percaya
kamu lukai ku tak peduli
coba kau pikir dimana ada cinta seperti ini
kau tinggalkan aku ku tetap di sini
kau dengan yang lain ku tetap setia
tak usah tanyakan apa aku cuma punya hati”.
dan, itulah aku, yang menyayangimu, Luthfia...
Kopi ini hampir habis, namun rasa percayaku padamu memiliki stock yang tak berbatas ~~ cc: @duabangkutaman #Loveea
Tidak perlu menunggu lama, sungguh. Bahkan sebulan, dua bulan, tiga bulan, atau sedikit lebih lama dari itu, kau bisa menyesali kejujuran apapun yang tidak kau katakan. Melegakan atau menyesakkan di saat kau mengutarakannya, berbicara jujur selalu lebih baik.
Kecuali … Dari Asma’ binti Yazid dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Bohong itu tidak halal kecuali dalam tiga hal (yaitu) suami pada istrinya agar mendapat ridho istrinya, bohong dalam perang, dan bohong untuk mendamaikan diantara manusia”. (via karenapuisiituindah)
Kecuali dalam tiga hal.
Jangan sampai LUPA DIRI membuatmu jadi TAK TAHU DIRI. Ingat ini agar rasa malu tetap ada sampai nanti. Karena seringkali, memiliki rasa malu akan menyelamatkanmu dari mempermalukan diri sendiri
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
Memegang erat rasa malu menyelamatkan dari mempermalukan diri sendiri ~~
Bila karena jarak kita akan jarang bersama, aku hanya meminta supaya aku tak pernah kau lupa.
TiaSetiawati (via vinezaayu)
Jika pergimu untuk belajar agar bahagia, maka jangan lupa pulang menuju pelabuhan yang indah ~~
Kominfo Tahes??? #Tumblr
Tunjukin dulu kesalahan #tumblr, jangan asal main block. Terkait anggaranmu bekerja yang menggunakan APBN, kami tak perlu kau kasih transparansi penggunanaan anggaranmu itu. Sebagai warga negara yang taat hukum, saya juga bayar pajak. Yang mana uang pajak itu ada yang masuk ke kas negara ataupun kas pemerintah. Kemungkinan kau menggunakan uang itu, hasil keringatku sendiri. Tapi saya ikhlas, lahir batin ikhlas. Cuman kalo #Tumblr kau block, saya meminta alasan yang pasti. Kali ini saja. Saya tak akan meminta kau transparan terhadap apa yang menjadi programmu, (atas dasar negara kek, atas nama undang2 kek, kau jalankan itu semua), kami tak peduli. Hanya kami ingin terbuka saja. Kau memblokir #Tumblr atas dasar apa? Saya, Rakyat Indonesia, yang hidup di bawah payung hukum bangsa, ingin tau alasanmu itu pak. Terima kasih, #Tumblr #TumblrMelawan
"Sayang"
Dear tumblr... Saat ini aku hanya menginginkan ada seseorang yang mau, dan ikhlas memanggilku dengan sebutan sayang. Seseorang yang mau bermanja denganku, yang ikhlas membelaiku, yang tak pernah sungkan mengatakan "sayang" tanpa adanya paksaan. Hanya itu... 😔
aku menyayangimu, seperti bumi yang menyayangi airnya...
Do’a Dalam Ronda
akhirnya aku on lagi di tumblr. akhir2 ini aku sempet kepikiran tentang kebiasaanku dulu, adalah menulis diary. tapi aku pikir, saat inisudah beranjak pada era digital. akhirnya aku putusin untuk menulis disini. meskipun yang namanya menuliis tetaplah identik dengan pena dan buku, “ono gregete”, kata orang jawa. banyak cerita yang seharusnya aku tuliskan disini, seharusnya sih...
mungkin ke depan, aku akan mulai menulis beberapa kejadianku disini, di tumblr ini.
bicara perasaan, gak tau kenapa beberapa minggu ini aku merasa murung, kalah, bahkan aku yang tidak menjadi diriku sendiri. itu adalah kekalahan yang paling mutlak dalam sejarah hidupku sendiri. “aku tak menjadi diriku sendiri”. tapi inilah hidup, aku harus bisa melewati fase ini, securam apapun. dari urusan pekerjaan yang bener2 mengurasku, sampai urusan cinta yang aku masih berharap untuk bisa hidup bersamanya, SELAMANYA. aku bahagia bersamanya, nyaman dengannya. aku bersyukur memilikinya. dengannya aku belajar banyak hal. ia seperti guru bagiku. ada kalanya juga guru menghukum muridnya. aku merasa lengkap bersamanya. wanita kebanggaan ummi. ia bernama Luthfia Rizqy Amalia...
duh Gusti...
yang baik2 untuk kami, dan seluruh mahluk-Mu. amin...
hukum islam & Indonesia
Mulyadhi Kartanegara
Sabtu sekitar Bandar Seri Begawan
Sepengetahuan saya, doktrin nur Muhammad ataupun hakikat Muhammad, dikembangkan dari sebuah hadis qudsi yang mengatakan "Kalau bukan karena engkau (ya Muhammad), tidak akan Aku ciptakan alam semesta ini. (Laqwklaaka, walawlaaka maa khalqtyul-a'lam kullaha." Hadis ini mengindikasikan, bahwa Muhammad (yakni Hakikat Muhammad, dan tentunya bukan Nabi Muhammad di Mekkah) telah ada, dan bahkan menjadi tujuan akhir dari penciptaan alam semesta. Karena itu, dia dipandang sebagai "cikal-bakal" dari apapun yang ada di alam semesta ini. Dari sinilah dikatakan bahawa Muhammad (dalam arti hakikatnya) adalah yang pertama dicipta Allah, sebelum alam semesta. Itu pula yang dimaksud, ketika nabi mengataakan bahwa aku telah ada ketika Adam dicipta.
Bagikan
60 orang menyukai ini.
Rhibaz Juga Basri klo kita melihat sepintas hadis ini, mka kita akan menganggap bahwa penciptaan alam semesta ini seolah-olah adalah hasil permintaan nur Muhammad atau hasil dari kesepakatan dengan muhammad,,,
Sabtu pukul 8:38
Rifqil Halim Muhammad so, apakah hakikat ma'na muhammad yang menjadi tujuan kesemestaan dalam hadits qudsi tersebut, prof?
Sabtu pukul 8:40 melalui seluler
Ahmad Fauzan Martabat tujuh..?!
Sabtu pukul 8:40
Daeng Dahlan Floresa Aku Ahmad tanpa mim, dan aku a'robb tanpa ain. Man ro'aini ro'aitul Haq.
Sabtu pukul 8:46
Mulyadhi Kartanegara terima kasih Daeng dahlan.
Sabtu pukul 8:49 · 1
Messi Cinta Khomeini Apa sebenarnya maksud/definisi Alam semesta itu? apakah istilah Alam Semesta itu tidak mencakup 'seluruh' ciptaan Allah(atau segala sesuatu selain Allah)?
Sabtu pukul 9:17 melalui seluler
Mulyadhi Kartanegara alam semesta mencakup seluruh ciptaan Allah
Sabtu pukul 9:18
Messi Cinta Khomeini Berarti hakikat/Nur muhammad pun masih bagian dari Alam semesta,lalu apa maknanya ketika dikatakan 'Yang pertama dicipta Allah,sebelum Alam semesta?
Sabtu pukul 9:22 melalui seluler
Mohammad Yusuf Maaf prof ikut share: menurut saya karena itu diungkapkan oleh para arifin bahwa beliau la ya'rafu qadrahu illa Hu: tidak ada siapapun yang mengetahui Hakikat Nabi Muhammad kecuali hanya DIA. Beliau adalah NurNya...Nur beliau telah ada sebelum alam(universe/ma siwaLlah), ketika Nabi Adam dihembuskan ruh, wa nafakhtu fihi min ruhi..... Sedangkan ruh berasal dari NurNya dan NurNya adalah Hakikat Nabi Muhammad Saw...sbgmn Beliau Saw bersabda Ana Abu alArwah... Karena Itu pula Allah berfirman: Engkau adalah zdikr(sebutan/ingatan) Ku, siapa yang menyebut/mengingatmu berarti menyebut/mengingatku. Ya Muhammad Ja'altuka dzikran min zdikri faman dzakaraka faqad dzakarani( hadis qudsi). Afwan
Sabtu pukul 9:49 melalui seluler · 1
Mohammad Yusuf Ini senada dengan hadis yang disampaikan pak daeng: fa man raani faqad raa alHaq. Subhanallah wa Masya Allah walhamdulillah bersyukur kita menjadi umat beliau Saw. Sungguh Beliau adalah Manifestasi terindahNya
Sabtu pukul 10:04 melalui seluler
Anwar PAsaribu Maaf prof. Sekedar sharing, dlam buku prof. Ali Mustafa Yakub yg jdly HADIS2 BERMASALAH (hal. 43), Imam al-Jauzi & al-Suyuti, al-Kannani, al-Shaghani menetapkan bahwa hadis ini maudhu/palsu, krna ada 3 org periwayatnya lemah bahkan 2 diantaranya pendusta. Hal ini memang sangat mencengangkan prof. krna hadis yg sgt terkenal ini trnyata kualitasnya sgt mengjutkan. Wallahu a'lam.
Sabtu pukul 11:31 · 1
Mohammad Yusuf Afwan ikut share : Al Ajluni mengatakan dalam kasyf al Khafa ma'nahu shahih, dan banyak hadis semakna yang mendukung walaupun lafaz tekstual hadis tersebut terkategori maudhu', mnrt saya boleh jadi penyampaiannya adalah bil makna bukankah jika banyak hadis pendukung yang senada derajat sebuah hadis dapat meningkat menurut Ahl alHadis
Sabtu pukul 12:31 melalui seluler · 1
Anwar PAsaribu Saya s7 skali dg mas @Moh Yusf dan memang al-Ajluni yg jg seorg sufi melihat hadis ini dg metode kasyf dalam otentifikasinya dan sangat wajar sekali sya kira jika yg terlihat adalah makna (metode yg digunakan berbeda dg ahl Hadis kebanyakn). Namun kyknya sya btuh pencerahan nih dr mas Yusuf, klo gk kbratan boleh donk di share hadis2 pendukung hadis diatas, biar sya yakin klo hdis ini meningkat jd sahih. Trims.
Sabtu pukul 13:26
Mohammad Yusuf Coba antum baca buku tulisan almuhaddis assayyid alawi bin Abbas Al Maliki berjudul Adzdzakhair al Muhammadiyyah, beliau mensitir banyak hadis terkait penciptaan adam dan semua makhluk karena Nabi Muhammad Saw. Insya Allah hadis2nya udah ditakhrij sesuai footnotenya, buku The Muhammadan Light (annur almuhammadi) tulisan Shaikh Dr. Gibril Fouad Haddad banyak mengutip hadis2 terkait awal penciptaan alam dari nur beliau dengan takhrij di footnotenya, salah satu di antara hadis yang berbunyi... Tatkala Adam membuka mata ia melihat tertulis di dinding Arasy.....hingga firmanNya, daku ciptakan alam ini karenanya (Muhammad Saw). Mungkin tidaklah sampai derajat shahih menurut ana hadis Laulaka tsb,, tetapi dukungan hadis lain paling tidak mengantarkannya ke peringkat dhaif dan ulama sepakat ttg kebolehan berpegang dengannya untuk fadhail al a'mal atau bahkan naik ke perangkat hasan lighairih, afwan sbnrnya ana sangat awam ttg ilmu hadis, cuma husnuzzhon saja dengan para ulama yg memasyhurkannya.
Sabtu pukul 14:48 melalui seluler
Mohammad Yusuf Wal afwu seingat ana al Imam Ismail Muhammad Al Ajluni, lebih dikenal sebagai seorang tokoh Muhaddis , kitab hadis masyhurnya Kasyf al Khafa wa muzila al ilbas amma usytuhira min al Ahadits ala alsinat al nas
Sabtu pukul 14:57 melalui seluler · 2
Kwon Yuri Mulyadhi Kartanegara klw ini bagaimana?? Jabir bin Abdullah meriwayatkan dari Imam Muhammad Baqir As bahwa beliau bersabda, “Allah Swt menciptakan empat belas cahaya dari cahaya agung-Nya empat belas ribu tahun sebelum penciptaan Adam. Empat belas cahaya itu adalah ruh-ruh kami.” Jabir berkata, “Saya bertanya kepada Imam Baqir As ihwal nama-nama empat belas cahaya tersebut.” Imam As menjawab, “Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan, Husain dan sembilan orang dari keturunan Husain As dan yang kesembilannya adalah qâim mereka.”[Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 25, hal. 4, Muasassah al-Wafa, Beirut, 1404 H. ]
Kemarin jam 10:22
Kwon Yuri Ini apa artinya Imam Baqir As bersabda, “Wahai Jabir, makhluk pertama yang diciptakan Allah Swt adalah Muhammad dan keluarga Nabi yang mendapatkan petunjuk. Mereka adalah asybah cahaya di hadapan Tuhan.” Jabir berkata, “Saya bertanya, apakah gerangan asybah itu?” Imam Baqir As menjawab, “Bayangan cahaya. Badan-badan cahaya tanpa ruh yang ditopang satu ruh tunggal dan ruh itu adalah ruh al-qudus.”[Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Razi Kulaini, Ushul al-Kâfi, jil. 1, hal. 442, Teheran, al-Maktab al-Islamiyah, Cetakan Pertama, 1388 H.]
Kemarin jam 10:23
Mulyadhi Kartanegara Dalam kitab Misykat al-anwar, al-Ghazali mengisyaratkan nur fawqa nurin, sebagai Nabi Muhammad. Jadi asisiasi Muhammad dengan nur memang sangat kuat. Olehnkareana itu muncullahbistilah nur Muhammad, sebai prototype penciptaan.
Kemarin jam 10:26 melalui seluler
Kwon Yuri istilah nur muhammad bermula darimana?? apakah al; ghazali??
Kemarin jam 10:29 · 1
Arjuna Van Ari Saya kira Hadist perlu juga di lihat berkaitan dengan siapa, di mana, nabi bicara seperti itu.
Kemarin jam 10:30
Mulyadhi Kartanegara Saya tidak tahu persis, tapi konon al-Hallajlahnyang pertama menggunakan istilahbtersebut sebagai doktrin tasawuf.
Kemarin jam 10:30 melalui seluler · 1
Arjuna Van Ari Pak Mulyadhi Kartanegara bila saya boleh bertanya, apa bapak setuju dengan sistem kekhalifahan, dan hukum islam ?.
Kemarin jam 10:31
Mulyadhi Kartanegara Maksudnyauntuk diterapkan di Indonesia?
Kemarin jam 10:34 melalui seluler
Arjuna Van Ari Di dunia ?.
Kemarin jam 10:34
Muttaqin Taqin kalo di cek secara musthalahul hadist,yang pasti itu hadist Shahih...
Kemarin jam 10:36
Arjuna Van Ari Bila bapak Mulyadhi Kartanegara setuju apa alasanya, bila tidak setuju apa alasanya .
Kemarin jam 10:39
Kwon Yuri Mulyadhi Kartanegara nah apakah Murid Imam Junaid (al Hallaj) menerima konsep Nur Muhammad dari Syiah atau Syiah yang mencaplok konsep itu, sebagaimana syiah mencaplok konsep insan Kamilnya Al Jili.
Kemarin jam 10:39
Muttaqin Taqin awal mula semua yang ada di alam semesta di dunia akhirat,semua planet,surga neraka,dan semua adalah diawali nur muhammad....
Kemarin jam 10:40
Arjuna Van Ari Bisa di bawakan ayat mengenai hal itu Bung Taqin
Kemarin jam 10:42 · Telah disunting
Helmi Hidayat Prof. Mulyadhi Yth, pertama-tama, kita harus melakukan verifikasi super teliti tentang kebenaran hadits serupa ini. Kedua, saya khawatir jika hadits serupa ini dibesar-besarkan -- kendati shahih sekalipun --, umat Islam akan terjatuh pada glorifikasi terhadap sosok Muhammad SAW. Jika ini terjadi, saya terjatuh pada kekhawatiran kedua, yakni lebih dari sekadar glorifikasi, umat Islam akan menjadikan Muhammad SAW sebagai anak Tuhan layaknya sebagian saudara-saudara kita umat Kristiani yang menjadikan Isa AS sebagai anak Tuhan dan sebagian saudara-saudara kita umat Yahudi menjadikan Uzair (Ezara) anak Tuhan. Bukankah keputusan mereka menjadikan dua anak manusia itu sebagai anak Tuhan bermula dari glorifikasi berlebihan serupa imajinasi Nur Muhammad SAW ini. -- Yaa Allah, ya Ghoffar, ampuni hamba jika salah menafsirkan firman dan ajaran-Mu.
Kemarin jam 10:42 · 2
Arjuna Van Ari Saya sangat setuju dengan Bung Helmi
Kemarin jam 10:43
Muttaqin Taqin arjuna @ kalau kau memang bisa baca buku coba baca kitab daqaiqul akhbar.....semua dalil aqli dan naqli ada didalam kitab itu.....
Kemarin jam 10:43
Arjuna Van Ari Pertanyaan terbesar saya selama ini kenapa muslim berkutat pada hal yang tidak perlu, saling merasa paling benar padahal teryata sudah menyimpang. Bung itu tidak perlu berbicara seperti itu, andai saya tanya hal mudah saja bung itu belum tentu bisa jawab.
Kemarin jam 10:46
Muttaqin Taqin helmi @trelihat pada dirimu sangat bodoh..... begini bung bahwa sesungguhnya MUhammad itu adalah bukan sosok yang harus dikultuskan seperti yesus ...kau harus pelajari setiap epistemologi dan kosmologi kata ...dan fahami semua kata di dalam qur'an itu secara kwalitatif bukan secara kwantitatif......pelajari BINGBANG............dari cipratan nur Muhammad dan seterusnya.....
Kemarin jam 10:47
Kwon Yuri Muttaqin Taqin dalam literatur-literatur Syiah dijumpai riwayat-riwayat yang menjelaskan bahwa penciptaan malaikat dari cahaya Muhammad dan para Imam Maksum dan terkadang dijelaskan dari cahaya yang beraneka macam. [Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat, Negâresy-e Irfâni, Falsafi wa Kalâmi be Syakhshiyat wa Qiyâm-e Imâm Husain As, Qasim Tarkhan, Khelqat-e Anwâr-e Payâmbar Saw wa Aimmah qabla az Ajsâm Ânân, hal. 25-49.] nah katanya syiah, 12 imam dicipta dari nur muhammad dan makluk2 lainnya dicipta melalui perantara 12 maksumin mereka.
Kemarin jam 10:50
Arjuna Van Ari Saya belum bertanya hal yang mudah loh, bung itu hanya menduplikat apa yang di katakan orang terdahulu. Amat di sayangkan. Sekedar melihat saja benar bung itu ilmiya, saya mau bertanya pada bung, bersediyakah bung Muttaqim saya berikan pertanyaan.
Kemarin jam 10:51
Muttaqin Taqin saya mempunyai hak tafsir absolut terhadap qur'an .......
Kemarin jam 10:52
Arjuna Van Ari Omongan tidak ilmiyah.
Kemarin jam 10:54
Arjuna Van Ari Orang seperti bung itu tidak layak di katakan ilmiyah. Bicara bung itu tidak beretika islam.
Kemarin jam 10:55
Kwon Yuri nah klw agama budha benar ngak??? emangnya Tuhannya Agama Budha siapa??? bedakan Ali dalam Islam dengan Ali dalam Syiah bedakan Isa dalam Islam dengan Isa dalam Kritiani mencintai Ali ngak harus menjadi syiah, hanya aje syiah udah melabeli Ali sebagai Syiah, sebagai Imam pertama mereka. mereka menkotak-kotakkan keluarga nabi saw. sebagai syiah. gimana Muttaqin Taqin
Kemarin jam 10:57
Arjuna Van Ari Sudah tinggalkan saja dia itu prullsis.
Kemarin jam 10:58 · Telah disunting · 1
Helmi Hidayat Muttaqin Taqin, kamu ini siapa ya? Barusan saya lihat profil kamu, ternyata kamu mengaku dosen filsafat. Begiini cara kamu bersikap sebagai dosen filsafat? Kalau kamu membodoh-bodohkan orang yang belum kamu kenal, saya tidak bisa membayangkan bagaimana kamu bersikap kepada mahasiswa kamu. Saya lihat kamu memajang buku alm. Prof. Dr. Nurcholish Madjid dalam profil kamu. Saya juga sangat mengenal Cak Nur karena dia adalah dosen filsafat saya di IAIN Jkt dulu. Tapi, Cak Nur yang saya kenal tidak pernah membodoh-bodohkan orang apalagi kepada para mahasiswanya. Masa' saya cuma bertanya kepada Prof. Mulyadhi, eh kamu yang membodoh-bodohkan saya? Kamu dong bikin status kayak prof. Mulyadhi, baru nanti saya komentari. Dulu saya juga mengajar filsafat di fakultas ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Prof. Mulyadhi. Kalau berkenan, saya tunggu kamu di kampus saya. Kita berdebat secara ilmiah di sana!!
Kemarin jam 10:58 · 3
Muttaqin Taqin kan kau yang memulai ,jangan kau ngomong etika.apakah kamu tau ada saintika,etika dan estetika.... yang mana yang kau mau perdebatkan....
Kemarin jam 10:58
Arjuna Van Ari Mudah saja yang saya mau perdebatkan kenapa anda memilih islam sebagai agama anda ?. Dosen Filsafat pastinya bisa menjawab pertanyaan mudah itu.
Kemarin jam 11:00
Arjuna Van Ari Bila tidak bisa jawab pertanyaan mudah itu lebih baik bung menghapus saja Dosen Filsafatnya.
Kemarin jam 11:02
Muttaqin Taqin bagi saya Islam itu sifatnya masih pasif .... tetapi iman yang aktif dalam diri saya.....maka saya memilih Islam karena saya sudah ada perjanjian dengan Allah....ketika saya ditanya Allah....
Kemarin jam 11:02
Muttaqin Taqin saya memilih Islam bukan karena ada paksaan....atau mengikuti orang orang terdahulu....
Kemarin jam 11:03
Arjuna Van Ari Memang bung tau saat bung berjanji, yang membuat islam pasif itu orang seperti bung.
Kemarin jam 11:03
Arjuna Van Ari Di beri pertanyaan mudah saja bung itu masih bingung, mengapa berani arogan, saya tidak pernah menemui seorang ilmuan muslim bicara searogan bung.
Kemarin jam 11:05
Muttaqin Taqin saya memilih Islamnya semua para Nabi...tidak hanya Islamnya Muhammad SAW....karena semua agama langit adalah agama Islam....Islam MUhammad vhanya pelengkap saja.
Kemarin jam 11:05
Helmi Hidayat Muttaqin Taqin, bukan begitu cara Cak Nur menjawab ketika ditanya mengapa beliau memilih Islam sebagai agama. Platform beliau tentang Islam adalah "al-hanafiyyah al-samhah". Kalau kamu tidak ngerti, ganti saja profil di FB kamu itu, jangan pasang label Cak Nur lagi!
Kemarin jam 11:06 · 1
Arjuna Van Ari Agama langit ?, apa buktinya islam itu agama langit
Kemarin jam 11:07
Arjuna Van Ari Bung itu masih bingung dengan apa yang bung yakini. Bila hanya sekedar yakin orang keristen juga yakin dengan agamanya.
Kemarin jam 11:08
Muttaqin Taqin helmi antara saya dan cak nur...adalah sebagai murid dan guru tentu harus berbeda sudut pandang itu wajar...dan itu yang diajarkan cak nur selama hidup beliau kepada saya.....sya punya hak tafsir yang berbeda
Kemarin jam 11:08
Arjuna Van Ari Jawab saja pertanyaan saya bung tidak usah menyimpang, yang berdebatkan kita, saya memohon kesediyaan pak Helmi untuk duduk saja, biyar saya yang menjawab. Sebelum kita bicara itu apa sih pengertian bung tentang agama.
Kemarin jam 11:10
Helmi Hidayat Baik, Saudaraku Arjuna Van Ari, saya menyimak dengan baik, agar bisa menjadi juri yang baik ... -- ya Allah, rendahkan hati hamba-Mu ini ....
Kemarin jam 11:13 · 1
Mulyadhi Kartanegara Setelah menyaksikan pertengkaran hebat antara orang Turki, persia, arab dan yunani, tetntang nama-nama yang berbeda dari anggur, Mawlana Rumi berkata: Seandainya mereka tahu apa hakikat yang mereka bicarakan, nisaya tidak akan terjadi pertengkaran seperti itu...
Kemarin jam 11:22 melalui seluler · 5
Helmi Hidayat Prof. Mulyadhi Yth, kan prof kenal saya sejak lebih dari 25 tahun lalu, dan sepanjang itu pula kita sering bertemu di berbagai fora seraya memperdebatkankan -- lebih tepatnya menambah keimanan -- tentang substansi ''anggur'' yang dimaksud maulana Rumi tadi. Prof lihat sendiri kan, bukankah kita memperdebatkannya sambil tertawa, kadang ngopi bersama, dan tak pernah sekali pun prof mengata-ngatai saya bodoh, apalagi sangat bodoh, dan begitu pula sebaliknya. Saya kali ini terpaksa super marah bukan karena saya dikata-katai bodoh, tapi ada orang yang mengaku dosen filsafat lalu dengan mudah mengata-ngatai orang yang belum dia kenal sebagai orang bodoh. Bagaimana mungkin kampus tempat dia mengajar bisa mempercayai dia mengajar filsafat di sana? Filsafat macam apa yang dia pelajari sesungguhnya? Mau jadi apa mahasiswa yang dia ajar nantinya? Saya adalah alumnus jurusan filsafat dan teologi IAIN Syarif Hidyatullah Jakarta. Ketika saya belajar di sana medio tahun 1980-an, Cak Nur, Harun Nasution, dan banyak guru besar lainnya mengajarkan kepada saya bahwa 4 x 4 tidak selamanya 16, karena di sana ada berjuta kemungkinan dan kebenaran relatif, mulai dari 15 + 1, atau 17 - 1, atau 20 - 4, dan seterusnya. Please, Muttaqin Taqin, jangan pernah memonopoli kebenaran. Sekali kamu mengagumi pikiran kamu sendiri dan menyatakannya sebagai kebenaran mutlak, kamu sudah mengenyampingkan Allah SWT, Sang Kebenaran Mutlak itu sendiri.
Kemarin jam 11:34 · 4
Mulyadhi Kartanegara Mas Helmy: anda gak perlu pembelaan dari saya, biarkan sungai itu bangga dengan riaknya yang besar, karena ia akan tahu siapa dia ketika sampai ke muara...
Kemarin jam 11:45 melalui seluler · 6
Helmi Hidayat Subhaanallah ... indah sekali kalimat terakhir antum, guruku! Jazaakallah khairan katsira ...
Kemarin jam 11:46 · 4
Arjuna Van Ari Semoga dari hal ini, bung Muttaqim bisa mengambil hikmah bahwa janganlah suka bangga diri, dan pamer ilmu.
Kemarin jam 11:55 melalui seluler · 1
Muttaqin Taqin agama hadir bukan untuk di perdebatkan ....apalagi yang menanyakan tentang agama.... ga ngerti tentang agama.....
Kemarin jam 14:21
Muttaqin Taqin helmy saya lebih marah.....hati hati omongan kamu .... jangan asal ngomong dan memvonis orang lain ....dan jangan mendiskreditkan profesi orang lain....kamu tidak berhak menilai saya.... yang berhak menilai saya adalah Tuhan.... kamu itu siapa ..... dan karena kau menantang saya berdebat .... maka saya tantang kau untuk berdebat...helmy posisi kamu dimana sekarang? harus kamu ingat.... bahwa label bagi saya tidak penting... karena dunia terlalu kecil bagi saya.....
Kemarin jam 14:46
Arjuna Van Ari Jawab saja pertanyaan saya, andai belum bisa jawab lebih baik diyam. Di beri pertayaan bodoh saja anda itu belum mampu.
Kemarin jam 15:13 melalui seluler
Muttaqin Taqin buang buang waktu ga penting... kau bukan mahasiswa saya....dan kau siapa ?
Kemarin jam 15:15
Muttaqin Taqin sedikit lebih level untuk berdebat dengan si helmy.... maka saya tantang helmy untuk berdebat.... secepatnya....
Kemarin jam 15:17
Arjuna Van Ari Tidak mampu paling. Saya malu kalau punya dosen tidak bisa jawab pertanyaan saya. he he he Jujur saja jika tidak bisa.
Kemarin jam 15:20 melalui seluler
Arjuna Van Ari He he he Orang di atas ilmumu saja tidak meminta bayara saat saya belajar pada beliau.
Kemarin jam 15:21 melalui seluler
Arjuna Van Ari Anda itu hanya membuat saya tertawa.
Kemarin jam 15:23 melalui seluler
Muttaqin Taqin arjuna...kamu masih manusia kan pantas menetawakan manusia....yang lucu adalah bahkan setan dan iblis pun menertawakan kamu .....
Kemarin jam 15:24
Arjuna Van Ari He he he Memangnya anda berteman dengan iblis ?, sampai tau saya di tertawai. Belajar hilangkan keras hati dulu anda itu
Kemarin jam 15:26 melalui seluler
Arjuna Van Ari Bicara mengenai agama saja anda belum mampu, apalagi bicara mengenai Tuhan.
Kemarin jam 15:28 melalui seluler
Muttaqin Taqin arjuna sekarang yang kamu maksud kan agama dan yang di pertanyakan tentang agama yang seperti apa ? sebab pengertian agama sangat luas...........................................
Kemarin jam 15:48
Muttaqin Taqin ARJUNA.....peringatan keras untuk kamu arjuna ,,,,AGAMA DI TURUNKAN DARI LANGIT ke BUMI BUKAN UNTUK DIPERDEBATKAN....belajar dulu dan sadari kebohanmu......
Kemarin jam 15:54
Muttaqin Taqin Agama......Agama bukan untuk mencapai kesempurnaan, bukan pula moral force yang dapat disentuh emosi....Agama bergerak dan merefleksi antara individu ke masyarakat....agama Dalam geraknya menuju pada realitas aktual penting yang bertentangan dengan keterbatasan manusia seperti kamu.....kamu harus tau dan harus belajar bahwa agama dapat dipercaya, selama dapat dipertanggungjawabkan dengan dalil-dalil aqli dan naqli.....agama banyak menjawab berbagai masalah manusia seperti kamu arjuna, namun ada masalah manusia seperti kamu yang tidak dapat dijawabnya.....begitupun ilmu manusia memiliki keterbatasan. Demikian pula dengan filsafat, selama difahami sebagai proses berfikir bukan sebagai penentu kebenaran........agama berasal dari sangsakerta... AGAMA"adalah sesuatu yang sudah ada sejak lama menjadi tradisi,diwarisi turun-temurun.Agama berasal dari kata Gama ....adalah kitab suci,tuntunan atau pedoman.Jadi semua agama yaitu doktrin yang berdasarkan semua kitab suci/sesuatu yang dijadikan pedoman atau pegangan hidup manusia...... apapun agama yang dipercaya manusia....Religi adalah ikatan..... adalah sistem kehidupan yang terikat oleh norma-norma atau peraturan.....norma yang tertinggi adalah norma peraturan absolut dari Tuhan semua agama.......Din Istilah "din' berasal dari bahasa arab yang antara lain Dalam Alqur'an istilah "Din" menjadi khusus agama islam yang dibawa nabi Muhammad SAW jika dihubungkan dengan kata-kata:Allah,Al Haqq, menjadi Din Allah,din Al Haqq.Agama adalah suatu sistem(tata keimanan) atas adanya tuhan sebagai zat mutlak,suatu sistem ritus (tata peribadatan) manusia zat mutlak tersebut dan suatu sistem norma (tata kaedah) yang mengukur hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitarnya sesuai dengan tata keimanan dan tata peribadatan dimaksud.
Kemarin jam 15:56
Kwon Yuri [Seandainya mereka tahu apa hakikat yang mereka bicarakan, nisaya tidak akan terjadi pertengkaran seperti itu...] bukankah anggur hakikatnya sama2 anggur hanya saja masing2 suku bangsa mempunyai BAHASA masing2. simpelnya terjemahan ANGGUR beda2, apakah terjemahan IMAN/ISLAM?IHSAN juga beda2?? Mulyadhi Kartanegara
Kemarin jam 16:15
Muttaqin Taqin Sedikit mengkaji Tasawuf … sumber refrensi dari kitab klasik“…DAQAIQUL AKHBAR…” Suatu ketika Tatkala sudah selesai Allah menciptakan makhluk yang pertama kali yang bernama “NUR MUHAMMAD”, lantas Allah bertutur dan menyuruh…kepadanya, lihatlah apa yang ada di sekitamu wahai nur Muhammad ! dan nur Muhammad menjalankan titah titah Allah, maka nur Muhammad melihat di depannya ada nur dan disebelah kanan dan kirinya ada nur. nur itu adalah nur ruh Abu bakar,nur ruh Umar,nur ruh Usman dan nur ruh Ali…lantas nur Muhammad membaca tasbih hingga 70.000 tahun lamanya. Allah menciptakan ruh para Nabi dan Rasul adalah dari nur Muhammad dengan cara memandang nur Muhammad lagi, hingga berkeringat seperti sebelumnya dari titisan keringat nur. kali ini Allah menciptakan ruh Nabi dan Rasul, sedangkan ruh setiap ummat diciptakan Allah dari keringat ruh Nabi dan Rasul mereka masing masing…. Dan kita tercipta dan diciptakan Allah dari nur Muhammad….yang kelak nur Muhammad itu bernama Muhammad bin Abdullah (MUHAMMAD SAW).....
Kemarin jam 17:30
Muttaqin Taqin helmy jaga mulutmu...... jangan buruk sangka terhadapku .... muhasabah saja mengenai keburukanmu sendiri.... kenapa kau berani mengatakan bahwa aku telah mengenyampingkan Allah....kau jangan asal ngomong....dan kau merendahkan profesiku .... apa kau anggap kau lebih hebat dariku.... bodoh...... orang seperti kamu tidak ada apa apanya dimataku......daripada aku berdebat dengan kamu masih jauh lebioh baik aku berdiskusi dengan iblis dan setan .....
Kemarin jam 19:12
Muttaqin Taqin arjuna ....ini jawaban biasa untuk kamu....ini bukan jwaban untuk orang cerdas..... Agama......Agama bukan untuk mencapai kesempurnaan, bukan pula moral force yang dapat disentuh emosi....Agama bergerak dan merefleksi antara individu ke masyarakat....agama Dalam geraknya menuju pada realitas aktual penting yang bertentangan dengan keterbatasan manusia seperti kamu.....kamu harus tau dan harus belajar bahwa agama dapat dipercaya, selama dapat dipertanggungjawabkan dengan dalil-dalil aqli dan naqli.....agama banyak menjawab berbagai masalah manusia seperti kamu arjuna, namun ada masalah manusia seperti kamu yang tidak dapat dijawabnya.....begitupun ilmu manusia memiliki keterbatasan. Demikian pula dengan filsafat, selama difahami sebagai proses berfikir bukan sebagai penentu kebenaran........agama berasal dari sangsakerta... AGAMA"adalah sesuatu yang sudah ada sejak lama menjadi tradisi,diwarisi turun-temurun.Agama berasal dari kata Gama ....adalah kitab suci,tuntunan atau pedoman.Jadi semua agama yaitu doktrin yang berdasarkan semua kitab suci/sesuatu yang dijadikan pedoman atau pegangan hidup manusia...... apapun agama yang dipercaya manusia....Religi adalah ikatan..... adalah sistem kehidupan yang terikat oleh norma-norma atau peraturan.....norma yang tertinggi adalah norma peraturan absolut dari Tuhan semua agama.......Din Istilah "din' berasal dari bahasa arab yang antara lain Dalam Alqur'an istilah "Din" menjadi khusus agama islam yang dibawa nabi Muhammad SAW jika dihubungkan dengan kata-kata:Allah,Al Haqq, menjadi Din Allah,din Al Haqq.Agama adalah suatu sistem(tata keimanan) atas adanya tuhan sebagai zat mutlak,suatu sistem ritus (tata peribadatan) manusia zat mutlak tersebut dan suatu sistem norma (tata kaedah) yang mengukur hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitarnya sesuai dengan tata keimanan dan tata peribadatan dimaksud.
Kemarin jam 19:17
Arjuna Van Ari Tidak usah berkelit bung Muttaqim, bung gagal dalam menerapkan teori itu, bukan tidak bisa di jawab karna bung sendiri tidak tau dasar yang ilmiyah mengenai mengapa bung harus beragama, bila bung belajar hukum agama, sudah barang tentu tidak prural. Teori bung itu hanya berdasar otak, atik pas.
Kemarin jam 19:32
Arjuna Van Ari Jadi bung belajar lagi kitab hukum islam yang 4 dulu.
Kemarin jam 19:33
Arjuna Van Ari Agama urusan masing-masing, belajar lagi anda hukum islam yang 4. Bila anda tidak bisa jawab secara ilmiyah mending anda diam. Bagaimana sifat individu kemasarakat teori anda itu tidak anda gunakan. Setujukah bung dengan hukum islam bila bung memang belajar hukum islam yang 4
Kemarin jam 19:40
Arjuna Van Ari Hehehehehhehe jawab saja bung
Kemarin jam 19:43
Muttaqin Taqin ok gini aja pertannyaan mendasar kamu apa ? supaya saya jawab secara ilmiah ..... banyak refrensi/maraji'.... kalau kamu ingin jawaban ilmiah...saya ambil refrensi kitab klasik dan kitab modern dan semua buku kontemporer dan semua tafsir qur'an.....
Kemarin jam 19:43
Arjuna Van Ari Setujukah dengan hukum islam, tidak usah berkelit.
Kemarin jam 19:45
Arjuna Van Ari Bawa buku anda bila perlu seperpustakaanya.
Kemarin jam 19:46
Muttaqin Taqin saya setuju hukum Islam secara individu... tapi saya tidak setuju secara sistem untuk diterapkan di Indonesia......
Kemarin jam 19:48
Arjuna Van Ari oh berati anda merasa hukum islam itu tidak sempurna, jadi tidak cocok di terapkan di indonesia.
Kemarin jam 19:49
Ahmad Hendri Hamid Agaknya memang benar bahwa keangkuhan intelektual merupakan tanda kebodohan, teringat masa kecil saya dulu berdebat kusir dengan teman2 di desa tentang Tugu Monas padahal tak satupun dari kami pernah ke Jakarta,,,
Kemarin jam 21:15 · 1
Muttaqin Taqin Muhammad tidak pernah mendoktrin/mendogma mendirikan Negara Islam...... apalagi hukum islam harus ditegakkan di negra Indonesia.....hukum Islam itu harus disadari setiap individu.....tapi saya setuju dengan ketua MK Prof.Dr.Mahfud MD dia mengatakan di sebuah seminar.....pernah ada gugatan kepada MK mengenai hukuman mati,dan Ketua MK Prof.Dr.Mahfud MD dengan tegas mengatakan bahwa secara konstittusi hukuman mati dibolehkan dan boleh.terutama untuk empat kejahatan utama 1.teroris 2.narkoba 3.pembunuhan berencana dan 4.korupsi.....artinya hukum islam dengan sendirinya sudah pasti jelas berlaku untuk di terapkan.....tapi untuk yang lain saya menentang keras kalau hukum islam harus di tegakkan di Indonesia.... karena saya cinta Indonesia
Kemarin jam 21:35
Ahmad Hendri Hamid Maaf saya izin nimbrung, menurut saya inti dari hukum Islam ada pada maqhasid syariah-nya, sedangkan bentuk penerapan praktisnya bisa berubah sesuai ruang dan waktu (sosial, politik,budaya, intelektual,dll ), dalam beberapa ranah, terutama politik, muamalah, hukum pidana dan perdata, perubahan bentuk terapan praktis Hukum Islam pada beberapa hal memang harus dilakukan,karena jika tidak justru akan malah menjauh dari maqhasid syariahnya, dengan kata lain perubahan terapan paktis dilakukan sebagai upaya agar maqhasid syariahnya tetap tercapai,,,,
Kemarin jam 21:57
Muttaqin Taqin COBA BUKA LAGI KITAB QAWAIDHUL FIQIH....DAN KITAB FATHUL MU'IN.....supaya faham dulu baru ber argumentasi.....atau baca lagi kitab kontemporer.....
Kemarin jam 22:03
Arjuna Van Ari Unik bila melihat kaum prural, bila dalam beberapahal menggunakan pembenaran atas nama Rosul, namun di lain sisi menolak
Kemarin jam 22:05 melalui seluler
Ahmad Hendri Hamid Maaf saya sudah baca kok,, baik yg kitab kuning maupun kontemporer, itu bacaan saya selama 11 th di pesantren dan 6 tahun di perkuliahan,,,
Kemarin jam 22:06
Arjuna Van Ari Akal, dan perasaan tidak mampu memberi jawaban, apa yang terbaik bagi umat manusia.
Kemarin jam 22:13 melalui seluler
Arjuna Van Ari Bila kita mau jujur, kita ini siapa sampai berani mengatakan ini itu, padahal Rosul tidak melakukan itu.
Kemarin jam 22:22 melalui seluler
Arjuna Van Ari Saya kira sudah selayaknya, saya mengahiri perbincangan ini. Terimakasih untuk semua.
Kemarin jam 22:26 melalui seluler · Telah disunting
Muttaqin Taqin ok... bung ahmad hendri hamid... kedua kitab itu memang tradisi bacaan santri santri NU.....didalam kitab qaaidhul fiqih ada lima dasar hukum.... coba sebutkan ! ... dan tolong bacakan ke saya bab jihad didalam kitab fathul mu'in itu ada berapa bentuk jihad didalam kitab itu?
Kemarin jam 22:26
Arjuna Van Ari Bukan hafal pada ilmu yang membuwat kita menjadi manusia, akan tetapi apakah ilmu itu membuat kita menjadi manusia.
Kemarin jam 23:02 melalui seluler
Ahmad Hendri Hamid Mas Muttaqin main aja ke Jogja klo ada waktu, kita bisa share knowledge, atau tunggu terbitan karya saya insya'Allah,,,,
37 menit yang lalu
Muttaqin Taqin ok kalo ada waktu .... sekarang saya sibuk ngajar di kampus dan kegiatan kegiatan lain di kampus dan di sekolah ..... kita sambung silaturrahmi sesama pengikut setia Muhammad Saw.....sebagaimana yang diajarkan Muhammad Saw ... di dalam kitab klasik tanbihul ghafilin....
34 menit yang lalu
Ahmad Hendri Hamid Monggo mas,,,dan matur suwun buat pak Mulyadhi Kartanegara serta mohon maaf jika ada ketidaksopanan saya di wall-nya...
30 menit yang lalu
Muttaqin Taqin saya sangat emosi ... karena koment dari helmy yang ngaku dosen uin ... dan arjuna membuat saya geram dan marah ..... dan saya tantang kedua orang itu berdebat dengan saya.... d mata saya kedua orang itu sangat tidak ada apa apanya ... helmy dan arjuna itu ujub,takabbur ... maka saya harus sombong juga dong .... bukan kah kita di ajarkan Muhammad Saw untuk sombong kepada orang yang sombong terhadap kita.....itu hadist sahih... sudah saya cek.....
22 menit yang lalu
RENDRA DALAM MAKNA
Rendra yg kami cintai
Berpindah rumahnya
Dari penglihatan dan pengetahuan
Menuju rumah sejati abadi
Yg bernama makna, keyakinan dan cinta
Kemarin kami melihatnya
Sehingga tak sanggup memaknainya
Kemarin kami sibuk bersombong merumuskan pengetahuan tentangnya
Sehingga terbentang jarak untuk mampu mencintainya
Kemarin bersamanya kami semua terpenjara oleh eksistensi dan kepentingan
Sehingga menjadi terlalu bodoh untuk menemukan keyakinan
tentang ruh Tuhan yang bersemayam di dalam jiwa puisi-puisinya
Rendra yang kami cintai
Maafkanlah kekerdilan kami
Yg terus kami festivalkan sampai hari ini
Kekerdilan atasmu
Buta makrifat padamu
Tabir tertutup di depan kasyaf cintamu
Wahai Tuhan yg Rendra telah berada padamu
Lindungilah kami semua dari bunyi mulut para pentakabur ilmu
Yang mengipas-ngipaskan kata-kata bahwa kehidupan ini adalah dan hanyalah kehidupan ini
Di mana kematian merupakan ujung darinya
Wahai Tuhan, kami tidak berduka
Karena Rendra tak kan pernah berakhir
Wahai Tuhan, kami tidak kehilangan Rendra
Karena Engkau sendiri yang menyatakan bahwa para Syahid
sama sekali tidaklah pernah mati
Dan karena dengan segala suka cita kamipun menyatakan
Bahwa Rendra lebih hidup dalam jiwa kami
melebihi saat ia hidup sejenak selama waktu yg Engkau pinjamkan kepadanya
Wahai Tuhan, orang yg duduk paling dekat di sisi-Mu bukanlah orang besar,
orang hebat atau orang masyhur
Orang yg duduk paling dekat di sisi-Mu, adalah orang yang bekerja keras
untuk mencari-Mu
Wahai Tuhan, orang yg paling tidak berjarak dari maqam-Mu bukanlah orang yang berwarna hijau, merah atau putih; juga bukan orang yang dunia menjunjungnya atau merendahkannya, yang peradaban manusia mengakuinya atau mencampakkannya
Orang yg paling tidak berjarak dari maqam-Mu, orang yang mencari-Mu dengan bekal cinta dan rindu
Wahai Tuhan, hamba yang Engkau terima di pihak-Mu
dengan ketenteraman dan keteduhan
Bukanlah orang-orang utama dalam iman, ilmu, estetika atau kawaskitan
Hamba yang Engkau terima di pihak-Mu dengan ketenteraman dan keteduhan, adalah hamba yg rela mentiadakan dirinya, melebur pada-Mu,
hingga hamba tak ingat lagi nama dan dirinya sendiri,
karena dipenuhi oleh nyanyian terindah “La ilaha illlallah, La ilaha illallah”
Kadipiro 21.43 WIB, 7 Agustus 2011.
Muhammad Ainun Nadjib
*) puisi ini dibacakan CN dalam acara 2 tahun Mengenang Renda
di Karta Pustaka Yogyakarta, 7 Agustus 2011
"DECODING INDONESIA RAYA"
Ditulis Oleh : Red/KC
Setelah bulan sebelumnya ditiadakan, Jumat malam tanggal 8 Februari 2013 Kenduri Cinta kembali hadir di pelataran Taman Ismail Marzuki dengan mengusung tema ‘Decoding Indonesia Raya’. Dengan dimoderasi oleh Tri Mulyana, beberapa sesepuh KC mengantarkan jamaah pada latar belakang penentuan tema.
“Seperti biasanya, tema yang diangkat di Kenduri Cinta lebih merupakan lontaran pertanyaan. Kali ini, pertanyaannya adalah apakah Indonesia sudah merupakan bentuk yang layak berjalan ataukah masih berupa versi yang belum sempurna, apakah sudah rilis program yang paling bagus atau masih beta (Indonesia tanah air beta, begitu kata lagu), apakah sudah berupa final version atau masih perlu penyempurnaan-penyempurnaan untuk bisa stabil?” Mas Adi mengawali prolog dengan pertanyaan-pertanyaan.
Mengenai gerakan perubahan pada Indonesia Raya, Mas Pram menawarkan kemungkinan lebih mudahnya, yakni dengan terlebih dulu mengubah komponen-komponen pembangunnya : keluarga masing-masing. Jalannya dengan selalu meng-upgrade fisik, otak, hati, dan jiwa berdasarkan nilai-nilai yang benar, baik, dan indah. Untuk perubahan besar, kita mulai dari mengubah fisik menjadi lebih bersih, sehat, dan wangi, lalu dibarengi dengan peningkatan pengetahuan secara terus-menerus, serta diimbangi dengan pembersihan hati dan penyehatan jiwa. “Kenduri Cinta menemani Indonesia melewati jalannya sejarah melalui individu-individu.”
Mas Ibrahim menambahi dengan terlebih dulu membahas Kenduri Cinta yang pertama kali diadakan tahun ini bukan pada Januari melainkan pada Februari.
“Yang pertama dalam hitungan itu bismillah, yang kedua baru alhamdulillah. Bismillah kita sudah sejak 12 tahun yang lalu, lalu kapan alhamdulillahnya? Kadang kita tidak tahu kenapa diperjalankan di Februari – seperti halnya kenapa dipertemukan dengan ‘taksi’ yang itu (menggunakan istilah Cak Nun). Ini yang namanya perjodohan. Kita tidak lepas dari perjodohan ruang dan waktu.”
“Code disebut di dalam Alquran menggunakan kata ‘ayat’. Kita bisa belajar dari dua sisi perjalanan panjang manusia. Ada simpul-simpul dalam sejarah di mana Tuhan menempatkan kejayaan-kejayaan di situ. Pada suatu waktu bendera kejayaan Tuhan taruh di Amerika, pada waktu yang lain di tempat yang lain juga. Kita pernah punya Sriwijaya, Majapahit, Kediri, dan masih banyak lagi.”
Di lingkar satu Kerajaan Kediri ada yang mencoba-coba berontak. Karena saking saktinya, diusirlah dia dengan cara diletakkan pada jabatan yang rendah ( di bawah bupati). Dialah Tunggul Ametung yang berkuasa di Tumapel. Untuk mencapai hasratnya menjadi orang nomor satu, ditariknya pajak dalam jumlah yang melebihi jumlah seharusnya. Kelebihan bagian pajak itu digunakan untuk membangun Tumapel sampai-sampai menyaingi kerajaan Kediri itu sendiri. Rakyat tersiksa.
Pada masa-masa gelap waktu itu, dihadirkan dalam sejarah seseorang yang juga gelap. Ken Arok, pemuda itu, mengajak pemuda-pemuda Tumapel untuk memutus kiriman-kiriman dari Tumapel ke Kediri dengan cara merampoknya. Hasil rampokan itu dikembalikan lagi kepada rakyat. Jajaran intelijen Kediri saat itu tak mampu membendung pergerakan rakyat ini.
“Di jalur Islam, kita melihat Maiyah ini selama 12 tahun perjalanannya tidak pernah dinilai apapun, tak pernah masuk atau dianggap. Jangan-jangan kita adalah generasi yang di dalam doa Nabi Zakariya disebut sebagai generasi yang warisannya hilang? Karena kekhawatiran itu Beliau berdoa, Robbi latadzarni wa Anta khoirul-warisin (QS Al-Anbiya : 89). Warisan yang dimaksud bisa berupa warisan ilmu, kebudayaan, kesenian, peradaban, etika, dan sebagainya.”
Sebelum diskusi dilanjutkan, jamaah menyampaikan pertanyaan atau komentar. Mas Karna, ingin tahu tentang Reboan : bagaimana formatnya dan apa saja yang dilakukan di sana.
“KC juga melakukan decoding,” jawab Mas Pram, “Pada tahun 2000 awal kami berdiri, dulu yang tidak bisa berteriak di istana tempatnya di sini. Pada masa saya dulu tidak ada Reboan, hanya ada KC untuk mereposisi Indonesia menjadi lebih baik. Waktu itu muncul tagline ‘Menegakkan cinta menuju Indonesia mulia’. Pada masa itu gerakan bersifat progresif revolusioner, sangat berbeda nuansanya dengan saat ini. Dulu penuh sesak sampai ke jalan-jalan; entah yang 90% itu BIN atau jamaah.”
“Dulu KC ada untuk mengimbangi macan-macan di istana. Nah, setelah kemudian macannya hilang, masih perlu nggak kita menjadi macan? Yang kemudian diperlukan adalah masyarakat yang kembali lahir untuk men-decode nilai yang sesuai dengan prinsip benar-baik-indah. Perkembangan tiga prinsip ini tidak mungkin hanya dilakukan sebulan sekali, maka ditransisikanlah menjadi sekali setiap pekan dan diadakan pada hari Rabu. Inti dari aktivitas ini adalah saling belajar untuk setiap harinya berubah menjadi lebih baik.”
“Akibat dari melaksanakan nilai-nilai tadi adalah Anda harus siap sendirian. Yang lain korupsi, Anda enggak. Anda tahukah, CN itu sendirian atau tidak? Semua datang ke CN hanya untuk kepentingan mereka – setelah mendapat apa yang dicari, mereka tinggalkan CN. Pejalan Maiyah adalah pejalan sunyi; tapi sunyi yang damai. Anda akan memberi manis dunia sekitar dengan nilai yang Anda pegang.”
“Reboan adalah sarana untuk silaturahmi. Reboan merupakan komitmen kita sebagai individu-individu yang sungguh-sungguh bersaudara. Dari Reboan pula tema KC didapatkan. Di Reboan kita bicarakan KC secara teknis, kita bicarakan ilmu secara lebih mendalam, kita mempererat pertemanan yang ikhlas. Yang mau merapat di Reboan, dipersilahkan,” Mas Rusdi menambahkan.
“Jangan lari sprint karena Anda akan mengalami kelelahan dan kekecewaan yang sangat fatal. Kalau marathon, Anda akan petik hikmah-hikmahnya. KC pada dua bulan terakhir memang agak lambat. Kita kemarin memberikan sedikit metode baru. Dan lagi, ada perbedaan dalam masyarakat di Jakarta dengan Jogja dan Surabaya.”
Sebagai hiburan, Pak Yovie membawakan dua lagu, masing-masing berjudul Juragan Politik dan jangan Jadikan Aku Presiden. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Mas Beben dan kawan-kawan. Lagu pertama Night and Day dari Cole Porter.
“Orang jazz bukan orang yang ngapalin, melainkan – sebagaimana diungkapkan oleh Cak Nun – adalah seorang salikin, pencari kemungkinan-kemungkinan baru. Jazz bukan cuma musik, melainkan prinsip hidup. Jazz adalah manifestasi atas kebebasan,” ujar Mas Beben sebelum memainkan lagu kedua, Just The Two Of Us dan lagu ketiga, Fly Me To The Moon.
Hadir di sesi Diskusi ada Teuku Chandra (peneliti simbol), Mas Nanang Hape (dhalang, pengusung Wayang Urban), dengan dimoderasi oleh Mas Ibrahim.
Teuku Chandra yang sejak tahun 1981 menekuni kegiatan meneliti simbol-simbol, 17 tahun kemudian menemukan pola yang lalu dituangkannya dalam ‘9 hipotesis’ di dalam buku yang terbit pada 2003, Selamat Tinggal Indonesia. Seminggu setelah terbit, Beliau dipanggil Menko Polhukam dan mendapatkan ucapan terima kasih.
Pak Chandra pertama kali pada tahun 1996 mengangkat ke permukaan bahwa ada kesalahan dalam pemilihan nama Indonesia – pada waktu itu dalam forum-forum kecil.
Beberapa catatan yang disampaikan oleh Pak Chandra adalah sebagai berikut :
Imbuhan ke-an menjadikan kata dasar yang diimbuhinya menjadi rusak. Contoh: menteri; ketika diimbuhi menjadi kementerian. Tuhan; ketika diimbuhi menjadi ketuhanan
2. Sebuah kata jika ditambah dengan kata ‘Raya’ akan menjadi kata yang hebat
3. Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945/9 ramadhan, tapi tak pernah berdoa pada tanggal 9 Ramadhan
Mas Nanang Hape membuka uraiannya dengan mengatakan bahwa di dunia pewayangan – sebagaimana di pesantren – adalah warisan; melanjutkan pewarisan cerita-cerita ke generasi berikutnya. Mungkin masa lalu kita punya banyak cacat, tapi jangan-jangan kita belum cukup mengenalnya. Sejarah sering dihidangkan dalam bentuk satu sisi mata uang tanpa kita pernah tahu seperti apa sisi sebaliknya.
Di wayang dicontohkan ketika Pandawa masih punya musuh bersama, yaitu Kurawa, mereka bersatu. Pada generasi keduanya, Amarta pernah bergabung (melalui jalan perkawinan) negeri para raksasa, Pringgondani. Di negeri ini setiap raksasanya bisa terbang. Ini melambangkan kekuasaan. Perkawinan antara Bima dengan Arimbi seperti merupakan wujud bahwa Pandawa sudah meramalkan terjadinya Bharatayuda.
“Ada rahasia-rahasia yang tidak diwariskan. Kita agak kantu ketika mewariskan. Gathotkaca bukan hanya pendekar yang gagah perkasa, tapi ia juga setengah raksasa dari darah ibunya. Tak pernah diceritakan bahwa Gathotkaca punya taring dan pernah membalas raksasa dengan menggigit.” “Saya kira mesti dibuka sejarahnya dan disebarkan. Di setiap jaman ada chaos-nya.”
“Tentang jangka (yang selama ini diartikan sebagai ‘ramalan’), menjangka adalah menjangkau. Ini bukan soal klenik, tetapi seperti kita membuat lingkaran. Kalau kita mau menengok sejarah ke belakang, seluas itulah jangkauan.”
Mas Nanang kemudian bercerita bahwa Sudjiwo Tedjo pernah mengatakan, “Di tataran makrifat, baik-buruk, kejam-tak kejam, itu tak ada bedanya.” Balik ditanya, “Berarti negeri ini mau lanjut atau tidak, mau berubah bentuk atau tidak, itu sama saja?” Beliau tak bisa menjawab.
“Bicara kedalaman itu untuk diri sendiri, tapi kalau pas nyembul itu untuk orang lain. Saya anggap pembicaraan ini sebagai mimpi. Boleh bermimpi, tapi harus berani bangun. Kalau nggak kerja, nggak akan terjadi riilnya.”
Lantas Mas Nanang Hape diminta untuk membacakan sebuah puisi yang dibuat dan dikirim langsung oleh Cak Nun untuk Kenduri Cinta malam ini.
Kenduri Cintaku
Sudah terbunuh beribu kali
Habilku oleh Qabil Indonesiaku
Sudah karam beribu kali
Kapal Nuhku oleh bandang banjir Indonesiaku
Sunyi sepi jiwa Yunusku
Tak kunjung lepas dari panas perut Indonesiaku
Lunglai baja besi kapak Ibrahimku
Di sela reruntuhan berhala-berhala Indonesiaku
Putus leher beribu-ribu Ismailku
Oleh gigir pedang jahiliyah Indonesiaku
Terbelah laut dan tenggelam Firaun oleh tongkat Musaku
Tongkatku patah, lahir Firaun demi Firaun berwajah Musa
Kuthariqati seribu puasa pada setiap hari Daudku
Yang lahir bukan Sulaimanku, melainkan Bulqis klenik Indonesiaku
Tetapi ketika merapuh tulang belulang Zakariaku
Allah mengirim Yahya di pancaran wajahmu
Cahaya menyebar wangi bayi Isa
Puncak adegan segera dikuakkan tabirnya
Menuju penjelmaan kedua Nur Muhammad
Kenduri cintaku menerangi semesta jagat
Yogya, 8 Februari 2013. 22:25 WIB.
Ustadz Wijayanto yang kebetulan mampir di KC, diminta mengisi waktu beberapa saat sebelum beliau pulang untuk kembali ke Yogya. “Tidak mudah untuk membangun Indonesia, harus ada decoding serius. Decoding berasal dari kata code. Dalam terminologi bahasa ada tiga macam kode, yakni indeks, icon, dan simbol. Indeks adalah tanda yang hanya berfungsi sebagai pembeda, tidak memiliki konsekuensi. Icon sudah memiliki makna. Kalau ada gambar kuda laut, itu berarti menunjukkan Pertamina, dan sebagainya. Sementara itu, simbol sarat dengan makna dan memiliki konsekuensi. Kalau lampu merah menyala, Anda harus berhenti.”
Dalam semua aspek diperlukan simbol. Decoding harus menyangkut setiap aspek. Al-aqil yakfi bil isyaroh. Orang pandai cukup dengan isyarat.
“Simbol diperlukan, tapi di atasnya ada nilai (value). Dalam makan, simbol orang Islam adalah tangan kanan dengan tiga jari. Tapi nilai terletak bukan pada tiga jarinya, melainkan pada tangan kanan dan doanya. Doa juga merupakan simbol tapi sayang sekarang dimaknai berbeda menjadi mantra.”
“Nabi berkata bahwa tidak akan terkabul doa dari yang hatinya kosong. Kalau fisik tidak dibarengi pikiran, tak ada artinya. Simbol punya pengaruh pada perilaku, apalagi kalau si pelaku bisa menangkap nilainya. Nilai membutuhkan simbol, tapi seringkali simbol tidak sempat dikabarkan ‘mengapa’-nya.”
“Apa yang dipuisikan Cak Nun tadi penuh dengan nilai. Kita bisa belajar pada perjalanan para Nabi. Kisah Nabi Nuh beserta keluarganya telah menjadi contoh di dalam Alquran. Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun dan dalam rentang waktu itu ‘hanya’ mendapatkan 80 orang. Tak tahu apa yang harus dilakukan lagi, Allah memberikan perintah untuk membuat perahu. Di mata orang-orang kebanyakan, penyakit gilanya Nabi Nuh bertambah. Sebagai bentuk cemoohan, berbondong-bondong orang membuang kotoran di perahu Nuh. ‘Dia yang mengotori, dia yang membersihkan’, begitu janji Tuhan kepada Nabi-Nya.”
Sesudah kembali bersih perahu Nuh, datanglah banjir besar. Istri dan anak Nabi Nuh tak termasuk dalam rombongan yang diselamatkan. Turunlah Surat Asy-Syuara. Keluarga tak terbatas pada hubungan darah, melainkan mereka yang memiliki ikatan batin.
Kisah Nabi Nuh dari Ustadz Wijayanto disambung dengan hiburan dari Mas Ikhwan Ramadhan, yang menyanyikan puisi dari putri Wiji Thukul, Fitri Nganti Wani, berjudul Pulanglah Pak.
Sehabis itu, tampil di depan sebuah band dari Komunitas Jazz Kemayoran bernama First of December (FOD). Dengan format dua gitar dan satu vokal, FOD menyuguhkan lagu-lagu jazz dengan unsur etnik. A Song for Mr. Jazz, sebuah lagu khusus untuk Mas Beben, My Favorite Things dari The Sound of Music, dan Round Midnight.
“Jazz baru bermakna kalau bermanfaat bagi orang lain,” ujar Mas Beben.
Teuku Chandra lalu memaparkan hal-hal dalam simbol negara Indonesia yang semestinya diperbaiki karena melambangkan makna yang tidak baik, yakni :
Arah lambang negara kita berlawanan dengan arah jarum jam
Mulut burung garuda terbuka; melambangkan kondisi burung yang sudah tua dan sakit-sakitan
Sayapnya pendek seperti shuttle cock, berbeda dari sayap burung lambang Amerika yang sayapnya dibuat selebar mungkin
Kaki burung Garuda diberi beban
Tidak ada unsur angka 9 dalam lambang negara
Tiga jamaah lalu menyampaikan pertanyaan-pertanyaan mereka :
Susunan mana dari nama ‘Indonesia’ yang salah? Siapa yang pertama kali mengusulkannya? Apakah arti dari nama saya, Imam Sapargo?
Apakah berarti logo-logo yang tertera dalam perisai yang dibawa Garuda juga tidak tepat?
Adakah rumus sederhana dalam membuat nama?
Teuku Chandra lalu menjawab pertanyaan yang dilontarkan satu demi satu. Menurut Beliau, yang terpenting dari sebuah nama adalah sisi hoki-nya, atau keberuntungan.
Nama Indonesia pertama kali ditemukan oleh seorang ahli etnologi Inggris bernama James Richardson Logan. Nama ini kemudian digunakan untuk menggantikan nama Hindia-Belanda agar penjajahan terkesan lebih santun. Nama ini belum punya arti sampai sekarang. Tapi kalau dilihat nuansanya, bisa dilihat bahwa indo berarti keturunan dan nesia berarti lupa ingatan. Tak heran kalau sekarang menjadi seperti ini. Bahkan banyak bisnisnya yang membuat lupa.
Ketidaktepatan juga menyangkut simbol-simbol dalam perisai Garuda yang melambangkan setiap sila dalam Pancasila. Bintangnya satu, kurang bersinar. Hal yang beradab disimbolkan dengan rantai yang membelenggu, persatuan dilambangkan dengan pohon beringin yang terkenal angker, musyawarah dilambangkan dengan kepala banteng di mana binatang banteng tak punya karakter musyawarah, dan keadilan sosial dilambangkan dengan sedikit padi (rejekinya sedikit) dan banyak kapas (banyak tidur).
“Setiap menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebenarnya Anda sedang marah pada Indonesia, tercermin dalam lirik ‘..tanah tumpah darahku..’. kemudian ada ajakan untuk ‘Marilah kita berseru’ yang menunjukkan bahwa pencapaian tertinggi kita hanya sampai pada ‘berseru’. Dan lagi, yang didoakan agar bangun jiwa dan badannya bukanlah Indonesia, melainkan Indonesia Raya.”
“Sebenarnya penggantian nama bukan merupakan masalah besar. Ada beberapa negara yang pernah mengganti namanya. Contohnya Malaka, yang kemudian diganti sampai sekarang menjadi Malaysia. Dari sedikit perubahan itu, dapat kita lihat bagaimana perkembangan kemajuannya.”
“Dua hal yang bisa dijadikan pedoman dalam memberi nama adalah : nama belakang lebih dahsyat daripada nama depan, atau yang lebih sederhana dengan mengambil nama dari tokoh hebat dari daerah setempat.”
Pukul dua dini hari, Kenduri Cinta disudahi. Mas Rusdi mengajak semua jamaah untuk berdiri dan berdoa bersama. (Red KC/Ratri Dian Ariani , Dok Foto: Agus Setiawan).
Decoding Indonesia
Ibaratkan saja, negeri ini adalah sebuah perangkat lunak komputer, software. Dibangun oleh tenaga-tenaga terampil yang sinambung, dari waktu ke waktu. Dalam logika perancangan software ada beberapa langkah yang umum dilalui. Hingga dicapainya racikan terbaik hingga diluncurkan untuk dimanfaatkan maksimal, sesuai fungsi, oleh para penggunanya.
Fase yang pertama adalah versi alpha. Ini adalah tahap ketika perangkat lunak itu pertama kali jadi dan dikeluarkan. Peramunya, menggunakan interpretasi dan daya ciptanya secara subyektif, dalam merancang kaidah berfungsinya kode-kode pemrograman untuk diaplikasikan sesuai dengan tujuan kebutuhan. Bila diterapkan pada konteks Indonesia, anggaplah ini berada pada tahap, ketika wacana tentang nusantara itu mulai ada. Entah itu akan dibaca mulai masa Salakanagara, Tarumanegara, Kutai, Sriwijaya, Mataram kuno ataupun Majapahit. Biarlah catatan sejarah yang mengonfirmasinya. Sebab konsepsi historis tentang istilah ini masih belum ditemukan sandaran akarnya. Ada pada masa siapa, jajaran kepulauan ini, diyakini permulaan keberadaannya. Bukan ingin berepot-repot dengan hikayat yang silang sengkarut. Antara klaim sejarah tercatat, mitologi-mitologi dan tuturan kebesaran masa silam. Tapi lebih kepada orientasi pengenalan jati diri, mencari benih dari sebuah organisme bernama Indonesia. Bukankah mustahil mengerti arah tujuan, tanpa pengetahuan tentang asal-usul? Bukankah tak mungkin memahami kemana akan pergi, bila tak pernah tahu dimana rumah berada?
Decoding Indonesia
Langkah kedua, dalam peluncuran instrumen fungsional pada komputer itu ialah versi Beta. Sebut saja tahapan ini adalah kurun waktu perbaikan. Untuk menuju sempurna, sebuah karya perlu mendapatkan imbuhan maupun pengurangan. Strukturnya dilengkapi lewat pengumpulan pendapat dari para pengguna, pihak yang bergaul secara langsung dalam memanfaatkan fungsi perangkat tersebut. Berada pada tenggak beta merupakan saat yang kritis bagi sebuah software. Opini-opini berseliweran, kotak saran bisa penuh dan dialektika berkemungkinan ramai. Semuanya ditujukan demi tercapainya kemapanan guna, perangkat tersebut. Persis dengan rembug kampung untuk menentukan bagaimana membangun masjid baru, di lokasi yang sama dengan masjid lama. Apakah bangunan anyar itu akan berdiri sendiri dengan merobohkan bangun lama seluruhnya. Atau selain itu, bangunan lama dimasukkan pada satu lingkungan dengan masjid baru, hanya mengubah bagian-bagian tertuntu, agar kedua gedung itu tampak serasi lalu tampil seakan-akan berada dalam satu keutuhan.
Kemerdekaan pasca revolusi fisik hingga masa setelah reformasi, sekarang ini, dimetaforakan dalam versi beta tersebut. Seluruh proyek kekuasaan, baik orde lama, baru maupun yang sedang berjalan adalah proses revisi yang tidak berhenti. Perbaikan-perbaikan atas bug – dalam istilah komputer – atau percik kesalahan operasional maupun konseptual dalam membangun negara. Termasuk didalamnya mengenai demokrasi. Bentuk kekuasaan politik yang kemudian dipilih menjadi kerangka tata hidup bersama itu, bukanlah sesuatu yang selesai. Pada tiap jengkal persentuhannya, dia terus dikoreksi, mencari kesesuaian dengan cara berpikir penghuni negara tersebut. Pertanyaan-pertanyaan fundamental muncul di masa ini. Apakah benar, rakyat sebagai pemegang kedaulatan, telah memiliki hak itu sepenuhnya? Atau hanya jargon belaka? Karena nyatanya, rakyat hanya menjadi penonton pada opera politik melalui metode perwakilan. Mereka yang konon disebut sebagai representasi orang banyak dan duduk di DPR, malah memlihatkan perilaku yang kontrakdiktif dengan konsep-konsep tentang aplikasi kedaulatan.
Penyakit-penyakit politik juga dicarikan obatnya pada jengkal waktu ini. Korupsi, pencurian harta rakyat dan penghinaan martabat bangsa dikoreksi lewat pergumulan gaduh. Yang tak kalah penting adalah penelusuran definisi ulang atas diri “Indonesia” itu. Siapa sebenarnya indonesia, bagaimana berindonesia itu, lantas alasan-alasan apa yang membuat negeri ini harus tetap ada.
Ini bukan jalan yang mulus. Periode berat dengan jalur berliku dan dipenuhi benturan. Sisi-sisi gelap diungkap, makna-makna tentang kebangsaan dibedah kembali, untuk mencari tahu bagian-bagian mana yang rawan hingga perlu perbaikan. Masa dimana keabsahan sebuah negara dipertanyakan habis-habisan. Apakah akan diteruskan atau dibongkar total. Sebagaimana software, kode-kode yang bertebaran dalam perutnya diteliti tuntas. Bila ada yang janggal, maka perubahan harus dilakukan. Aktifitas decoding mesti diselenggarakan. Bagaimana tidak? Negara tidak bisa dihilangkan begitu saja. Jika mesti ganti istilah, silahkan saja. Kehidupan bersama, tetap membutuhkan sebentuk identifikasi. Terserah apa namanya, tinggal penghuninya yang melakukan kesepakatan-kesepakatan. Ada jejak-jejak ikhtiar panjang yang jangan sampai dilupakan. Bahwa dalam perintisannya, konsep hidup bersama itu telah mengucurkan milyaran liter keringat. Usaha-usaha manusia guna menjadi pengelola bumi dan kehidupannya akan terus dititi, hingga mandatnya dicabut Sang Maha Pencipta. Dan tak ada yang tahu, kapan itu terjadi.
Indonesia adalah piranti lunak berversi beta yang sekarang ini tengah digodok kembali. Hingar bingar panggung politik, turun naik gelombang ekonomi, kebimbangan budaya dan jatidiri, kegamangan kendali sosial merupakan bug-bug yang menuntut rekonstruksi. Memerlukan decoding agar pada langkah selanjutnya, yaitu fase Release Candidate (RC), atau calon resep sempurna, diluncurkan dalam kemasan final version, edisi paripurna.
Pepatah “seperti mengurai benang yang kusut” sudah tak cocok lagi untuk menggambarkan kondisi Indonesia. Tumpukan-tumpukan persoalan yang buram awal dan akhirnya, saling berpaut satu sama lain tidak kompatibel lagi jika dideskripsikan serupa adegium itu. Indonesia adalah barisan ironi pada festival kegaduhan. Sibuk dengan keruwetan yang berlapis-lapis. Tak ada padanan yang mampu melukiskan ini.
Hitung saja, dalam sehari berapa kecurangan-kecurangan kekuasaan yang dipertontonkan lewat media. Berita-berita korupsi dan kejahatan politik lain, dipampang jelas-jelas. Lalu rakyat yang mengunyahnya, makin terbiasa dengan kepahitan itu. Adegan-adegan penangkapan koruptor, siasat perampokan dan jurus-jurus apalogi penguasa atas hingar-bingar itu, menjadi hidangan rutin. Sensitifitas kian tak terasah, sehingga peristiwa yang tadinya menggerus perasaan berbangsa tersebut, jadi asupan yang biasa-biasa saja. Orang tak mudah terkejut. Seakan telah tertanam di benak masing-masing, bahwa drama politik indonesia adalah alur cerita tentang siapa memangsa siapa. Masing-masing adalah makhluk buas di rimba indonesia. Tinggal tunggu giliran, cerita yang mengehebohkan akan dipentaskan, dengan tema yang sama, tokoh berbeda, tanpa kejelasan kapan berakhirnya.
Sesungguhnya, segala yang terlintas dalam pikiran banyak orang, hari-hari ini, bila dikaitkan dengan suasana bernegara, adalah hasil asupan informasi yang disuguhkan media. Telah sukar untuk melihat negeri ini secara komprehensif. Indonesia yang luas dan kaya warna kehidupan, telah menciut dalam konklusi layar media : negeri prahara. Sukar untuk menelisik sisi-sisi baik antero negeri, jika standar informasinya hanya diarahkan pada kata media. Sebab media punya batas-batas jangkauan dan parameter khusus, kenapa mereka memilih warta itu. Informasi yang seksi dan layak disebarluaskan adalah apapun yang sejalan dengan misi dagang mereka. Maka, hal-hal lain diluar ukuran itu, jangan harap bisa ikut meramaikan pesta-pora kabar mengenai bumi pertiwi.
Bila perspektifnya ditarik lebih zoom out lagi, indonesia akan lebih tampak sebagai kepingan-kepingan yang sibuk sendiri-sendiri. Warga kampung A akan berbeda masalahnya dengan desa B. Kecamatan C mempunyai dinamika yang bisa sangat bertolak belakang dengan kecamatan D. Begitu seterusnya, sambung menyambung beserta dinamika langkah solusinya. Yang akhirnya pemandangan bahwa penguasa sedang gaduh dengan persoalannya sendiri, disisi lain, rakyatpun ramai dengan kegiatannya mempertahankan hidup akan terpotret. Tak ada benang merah yang kentara antar masing-masingnya, selain pada ranah administratif kenegaraan saja. Selebihnya adalah keterpisahan. Rakyat Indonesia telah melakukan kemandirian yang sebenar-benarnya. Hidup dalam situasi, dimana negara tak memberi kontribusi spesifik atas pribadi masing-masing penghuni. Politisi ribut korupsi, rakyat sibuk mencari nafkah untuk mencukupi tanggung jawab masing-masing. Negara hanya tampil sebagai selimut maya yang seakan-akan melindungi semuanya. Ilusi yang sangat berbeda dengan kenyataannya.
Rakyat yang sejatinya adalah pemegang kedaulatan, hanya berlaku ketika pemilu. Selebihnya, pada sistem perwakilan melalui DPR, kedaulatan itu seperti mandul. Kekuatan besar yang hanya dikardus sebagai potensi saja. Tidak merintis perubahan-perubahan besar dan signifikan. Kesimpang-siuran nasib bangsa terus berlarut. Cita-cita tentang kemakmuran dan keadilan adalah mimpi-mimpi dalam penantian, dari pemilu ke pemilu.
Indonesia layaknya lembaran besar yang beranggotakan perca-perca terjahit. Hanya saja, saat ini, sambungan benang pengaitnya sudah rapuh. Negara sebagai rumah bersama, sudah tidak menampilkan perannya sebagai pengayom. Melindungi jiwa rakyatnya, harta juga martabatnya. Hingga patut saja, apabila muncul pertanyaan “Lantas apa gunanya ada negara jika tujuannya tidak jelas lagi?.
Bangsa ini tengah kehilangan kepercayaan dirinya. Mereka yang disebut sebagai perintah, pun bermain dalam ranah sendiri. Tidak ada gelagat hendak merevolusi diri dan keadaan menjadi lebih baik. Kebersatuan yang saat ini ada, tak lebih pada ikatan-ikatan sejarah yang makin terkoreksi. Apa itu indonesia, bagaimana berindonesia, dan siapa indonesia mandeg hanya pada konsep-konsep textbook, makin terjauh dari diri masing-masing penghuninya.
Negeri ini serupa deretan kode-kode unik yang satu sama lainnya sudah tak mempedulikan lagi. Aktif sendiri-sendiri, tercecer pada tugas terbatas untuk dirinya saja. Masing-masingnya berpotensi tabrakan fungsi, dan bisa memunculkan kerusakan-kerusakan yang terus-menerus. Perlu tilikan yang lebih telaten dan terpadu, agar tabrakan tidak membesar, dan bola salju masalah urung meraksasa, hingga menggilas segala yang ada. Indonesia membutuhkan racikan ulang. Lewat kesadaran-kesadaran baru akan sejarah dirinya, keberagaman, dan daya yang tersimpan dalam jasmani serta rohani. Semuanya demi kelangsungan hidup bersama. Meramu tujuan yang lebih jelas dengan aplikasi yang sungguh-sungguh. Tentang Indonesia yang mengerti dirinya siapa, untuk apa, dan mau kemana.
Usaha dan penantian hari-hari ini adalah menempuh persoalan-persoalan yang membelit. Meneliti kembali segala referensi mengenai keindonesiaan. Indonesia seperti apa yang hendak disajikan kedepan. Sebab cacat produksi sudah dibuktikan oleh beragam sistem pemerintahan. Mereka berlalu, dengan meninggalkan pelajaran-pelajaran serius. Hantaman demi hantaman menghunjam wajah tiap generasi. Tinggal bergulat dengan waktu, siapa yang akan bertahan. Apakah indonesia yang sekarang? yang diliputi oleh kecurangan-kecurangan. Atau indonesia baru, yang berwadah lain, terkoreksi oleh hasil belajar tak henti dari penderitaan-penderitaan. Indonesia tanah air beta, cepat atau lambat akan sampai pada masa peluncurannya. Menata ulang kode-kode, jejak-jejak sejarah serta konsepsi. Menuju final version. Negeri yang disukai Tuhan.
Sudah saatnya menata ulang pecahan-pecahan. Mengaitkan apa yang terpisah, menyerasikan kode-kode keindonesiaan. Decoding Indonesia. Atau keringat yang tercecer di masa lalu, darah yang tumpah demi sebuah mimpi besar tentang nusantara akan menguap begitu saja? Tinggal pilih : bersorak-sorai dalam kegelapan atau bersama merekaulang bangunan negeri merapat pada cahaya? Itu saja.
Jakarta 5 Pebruari 2013 Dapoer Kenduri Cinta
"Ada Kumbang Makan Kembang Datang Kambing Kumbang Pergi"
Kumbang atau kupukupu sebelum jadi kumbang adalah ulat, yang dibenci banyak orang. Ketika jadi ulat rakusnya bukan main,semua dimakan habis. Tapi lihatlah ketika jadi kepompong, ulat itu berpuasa, dia berubah menjadi zuhud. Setelah melewati fase kepompong, berubahlah ulat itu menjadi kupu-kupu/kumbang. Kupu-kupu disukai banyak orang karena keindahannya. Ia tidak seperti ulat lagi yang rakus makan dedaunan, tapi berubah dengan mengisap hanya sari pati bunga. ketika jadi ulat, ia dibatasi ruang dan waktu, hanya menempel pada batang/daun itu saja. tapi ketika jadi kupu-kupu ia tak lagi terikat oleh ruang dan waktu, bisa berpindah ke dahan/bunga, bahkan ke pohon apapun. Ketika ada kambing datang, kumbang/kupu-kupu pun pergi, sebab maqam yg berbeda. karena kambing rakus memakan daun, bahkan batang pohon, sedangkan kupu-kupu hanya menghisap sari patinya saja, Intinnya, ketika manusia sudah memiliki tingkat spiritual yang tinggi, ia tak lagi rakus. makanannya pun hanya intisari-intisari.
Persimpangan Jalan
Jika jari jemari tak sanggup mEnggapai... jka matA tdk semPat saLing memNdang.. akankah sanG rembuLan msih setia tuk menEmani..cengkramA kita? Di bwah pohoN cemAra kita bercNda.. Bundar d pukuL.. besi d tiup.. ItuLah awaL perkenaLan kita.. d buLn yg penuh ampunAn itu kita kita star tuk jaLn bareng".. mungkinkah objek pariwisatA d tnah keLahiranku akn bertmbh??? Menikmati mLm" yg indah dgn ceLotehan ttg sinyaL? kapankah benderA "BENCE" Akn d kibarkan??? Sekuat Langitkah dis berdiri...?? setegar karAngkah dia mEnghadapi coba'an..?? Seperti SEMUTkah dia bersatu..??? kapan PROKLAMASI BENCE d GEMAkan..???