tumblr dot com

No title available
Keni
Game of Thrones Daily

Origami Around
Noah Kahan
No title available
Stranger Things

No title available
🪼

Andulka
Not today Justin
KIROKAZE

#extradirty
Today's Document
Mike Driver
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola

titsay
ojovivo

seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from United States

seen from France

seen from Singapore

seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Lithuania
seen from Serbia
seen from Timor-Leste

seen from United Kingdom
seen from Ireland
seen from France
seen from France

seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Türkiye
@ulynurazizah
mau repot
“mbak, kalau kamu mau anakmu jadi anak yang mandiri, berdaya, peka dengan sekitar, terasah empati dan emosinya, itu gampang. kuncinya satu, kamu harus mau repot.
membuat anak terus-menerus merasa terhibur dan memilih menghindarkan anak dari layar sebelum waktunya memang repot. lebih enak beri saja teve atau hape, biar nonton dan berhenti rewel. tetapi ini melatih anak untuk bisa membuat dirinya sendiri terhibur dengan yang ada di luar layar. ada banyak yang lebih menarik di sekitar.
membuat anak mau makan sambil duduk, apalagi makan sendiri, dengan rapi, tidak acak-acakan, dan makannya tetap banyak memang repot. lebih enak gendong dan suapi sambil jalan-jalan, makannya biasanya akan lebih banyak. tetapi ini melatih kesadarannya bahwa dia sedang makan. bahwa makan harus duduk. bahwa makan adalah bagian dari bersyukur.
membuat anak mau buang air di toilet, bisa duduk tenang, mencatur setiap pagi dan malam, memang repot. lebih enak pakai popok sekali pakai, biarkan saja buang air sesukanya. tetapi ini mengajarkan aturan dan menunjukkan bagaimana berperilaku yang baik. lebih sehat.
membuat anak memiliki jadwal yang rutin, jam tidur rutin, jam makan rutin, jam mandi rutin, memang repot. lebih enak biarkan saja anak semaunya. tetapi ini mengajarkan kebiasaan, yang saat besar akan memengaruhi perilakunya pula, kedisiplinannya.
mengikuti dunia anak dan tidak “memutus” begitu saja yang sedang dilakukan atau diinginkannya memang repot. harus menunggu sampai puas main air di kamar mandi, harus membuntuti sampai puas memanjat tangga, harus mengikhlaskan rumah berantakan, repot. tetapi ini memberikan sinyal kepadanya bahwa dirinya disayangi, didukung, dan boleh belajar.
mbak, intinya, menjadi ibu itu bisa saja tidak repot, tetapi jika ingin anaknya jadi anak yang berdaya kelak, ya harus mau repot. di tengah segala kemudahan yang ditawarkan zaman ini, menjadi ibu harus pintar-pintar memilih, harus banyak-banyak sabar, dan lebih banyak lagi memaafkan.“
demikian nasihat ibu untuk saya. sulit bagi saya membayangkan kerepotan yang saya timbulkan untuk ibu saat kecil dulu. ibu tidak pernah mengeluh, tidak pernah lelah. semoga Allah memberikan cinta-Nya untuk ibu.
berharga :)
bekal :)
These days, people seem to know too much. But we don't really know who we are. We don't know what we like, we don't know what makes us sad, we don't seem to know. "How should I live my life?". " What would really make me happy?" I couldn't find the answer. Too afraid. And, I want to hide. . It's easy to reach our destination on the highway, we can reach our destination quickly. But, if we make a detour we'll see the beautiful scenery we never noticed. There will be uphills and downhills, and we will realize later on that they were beautiful and meaningful. It will be hard to go up and scary to go down. Still I'll give a try. . It's okay not to try so hard when you're having a hard time. If you really want something, your dream will come true someday. If you run fast like a rabbit you can reach the top, but if you go slowly like a turtle you'll also get there. There is no need to rush. Don't be afraid. Just begin.
Fathia Rizqi Aprilia, 27 tahun, mahasiswa pascasarjana ITB KK Kima Analitik
Fitrah Seksualitas
By: Elly Risman Musa
Punya suami yang kasar? Kaku? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.
Punya suami yang “sangat tergantung” pada istrinya? Bingung membuat visi misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.
Kok sebegitunya?
Ya! karena figur ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna.
Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.
Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.
Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas, figur ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai AqilBaligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.
Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui, di usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.
Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan “saya perempuan” atau “saya lelaki”
Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai.
Ketika usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.
Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka, bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.
Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.
Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.
Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.
Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka
inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.
Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 - 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.
Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.
Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.
Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?
Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois dsbnya.
Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.
Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.
Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.
Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
APA ARTI SEBUAH KOMITMEN?
Setelah aku beberapa kali mengalami kegagalan wisata hati yang teramat pedih, kemudian perlahan hati mulai membeku. Maka ku putuskan tuk sendiri saja, karena hatiku bukan warung kopi yang bisa siapa saja singgahi lalu ditinggalkan berantakan.
Hati dan logika dalam perjalanan hidup memang kerap kali tak sejalan, ketika logikaku merasa tenang dengan kesendirian lalu hatiku berbisik ‘’senyaman-nyamannya kau sendiri, kau tak bisa bohong kau butuh teman lebih dari sekedar teman’’. Dalam rongga kebimbangan yang teramat sempit, kemudian kau menyelusup masuk dan meruntuhkan semua raguku, kau bisa mencairkan kebekuan,keegoisan dan ke-akuan-ku.
Di usia yang tak lagi muda rasanya terlalu recehan jikalau gambaran kebahagiaan harus melulu di tempel di dinding instagram atau lini masa lainnya. Maka atas nama benih kedewasaan aku yang bahagia menemukanmu (ataupun) kamu yang terlampau bahagia menemukan ku. Kita putuskan untuk saling menjaga, merawat, melengkapi perasaan-perasaan yang tak mampu dihitung oleh prinsip ketidakpastian Heisenberg ini tetap tumbuh. Dan kau lebih memilih memelihara martabatku dengan mengenalkan ku pada orangtuamu dibanding sekedar memelihara ku di dinding instagram mu, terima kasih telah sedikit menuntut ku menapaki hidup.
Aku tak pernah melihat rona merah wajah ibu dan ayah sebahagia itu, setelah sore kemarin kau putuskan untuk menaruh komitmenmu padaku, kau hendak menentukan arah bersamaku. Begitupun yang kau rasa atas orangtua mu. Jarak ribuan mil antara kita saat ini, sedikitnya waktu untuk berbincang walau tuk sekedar bertukar kabar, perhatian-perhatian yang alakadarnya bagiku itu bukan masalah. Kau tau aku tak suka menunggu? Namun karena mu, karena orangtua kita, karena komitmen sakral aku mampu menunggu aku bisa dan aku mau belajar menunggu dengan sabar yang masih sekedar.
Ternyata percayaku keliru, saat aku memutuskan berlari lebih kencang untuk melejitkan kesabaran dalam penantian. Kau dengan enteng memutuskan pergi begitu saja, terkalahkan cekcok recehan termakan ke-pusingan yang dibuat-buat, kau pergi tanpa alasan. Lalu apa arti komitmen itu? Lenong sore hari? Aku yakin lelaki berilmu dan ber-Tuhan sepertimu takkan sebercanda ini kan?
Aku terbiasa patah hati, aku terbiasa dikecewakan oleh orang-orang yang hadir sebelummu, aku terbiasa menelan ludah kepahitan. Tapi tahukah kamu? Orangtua ku, orangtua mu mungkin tak terbiasa dengan kepedihan ini. Dan aku tak akan bisa menyaksikan mereka mencicipi kepedihan ini. Aku tak bisa menyaksikan luapan kebahagiaan orangtua kita karam dihantam badai begitu saja. Aku tak bisa.
Jika kemarin aku masih saja merintih pada Tuhan tuk disandingkan dengan lelaki baik keturunannya, pendidikannya, kemapanannya dan keimanannya. Hari ini aku akan mulai menambahkan pintaku, yakni disandingkan pada raga yang memiliki poin di atas dan tak mudah amnesia dengan komitmennya.
Bandung, 17 Januari 2018
Sejawatku selalu pandai bersilat kata, membuat dia seolah tegar. Yaa Rohim, dia hanya minta satu. semoga terkabul.
my weekend song with little incess
and she grow up too fast
Akikah putri pertama kami, mikayla putri andani. Mudah2n jadi anak solehah kebanggaan keluarga ya nak 🙏 with nandar and Risa at Angkrek, Gor Ariva – View on Path.
Tinggal tabur keju 😍 #schotelkukus #homemade at Home Sweet Home (Ling. Angkrek) – View on Path.
Alhamdulillah... bisa berenti makan sebelum kenyang😝 with Vivi, FITRIA, Lutfia, Lheilamora Astaman, Maryani, Asiyah, hijratur, nunik, dzaky , and anisya at HDL 293 Cilaki – View on Path.
Alhamdulillah satu semester kegiatan per-asistenan praktikum anorganik selesaaai... ❤ with Lutfia, Lheilamora Astaman, Maryani, Asiyah, vivi, anisya , hijratur, nunik, dzaky , adroit , and banyaaaakkkk at Tokyo Connection – View on Path.
Ihiy ❤ at Amanah Optikal – View on Path.
Sundaan da best 😍 with nandar at Cibiuk Traditional Resto – View on Path.
Blm dikasih kepercayaan nyemprit karna pasti balatak. Jobdesknya nempelin chocochip doang. Mulia sekali yah 😂 with nandar – View on Path.
Listening to Let Her Go by Passenger
Only know you've been high when you're feeling low Only hate the road when you're missin' home Only know you love her when you let her go Will you let her go? – Preview it on Path.
Ahaha. C’mon boys, come to papa.. :)
Papa selalu punya cara yang unik untuk membuat anak-anaknya bahagia. Yang tak akan dilupa. Ini tentu bukan masalah mana yang lebih baik. Tapi ini adalah cara mengajari anak untuk menjadi asik dan kreatif. Hihihi..
Source: click.
“Con Papa” :))))