3 Gen Panatayudha. Finally Done! even we must fix it in our holiday, we feel enjoy. *with Neni Kusumawardhani :)
ojovivo
🩵 avery cochrane 🩵
Noah Kahan
Lint Roller? I Barely Know Her
EXPECTATIONS
Interview Vampire Daily
h
d e v o n
hello vonnie

PR's Tumblrdome
No title available

No title available
NASA

Discoholic 🪩
Cookie Run:Kingdom Official!

No title available
Fieri Frames

Jimmy Eat World
Not today Justin
No title available
seen from Germany

seen from Germany
seen from Bulgaria
seen from Nicaragua

seen from Germany
seen from Venezuela
seen from Morocco

seen from United Kingdom
seen from Ecuador
seen from United Kingdom
seen from Hungary

seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from Venezuela
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from Moldova

seen from Germany

seen from France
@vakansiarsitek
3 Gen Panatayudha. Finally Done! even we must fix it in our holiday, we feel enjoy. *with Neni Kusumawardhani :)
study render with Photoshop~ aw,, Not too good by i like it. hha :/
oya, this is for Fraktal Competition by the way
they think i'm a freak girl.
like a process of something and continue to move forward although you (maybe) think that i'm crazy . But it's True! sometime i do a freak thing. just to find my own happiness. with my way, my view, and my style.
and it's me ^ ^ nice to meet you
Desa Itu Kelingan Namanya
Bintang tak selamanya dengan bulan. Air tak selamanya menyegarkan. Angin tak selamanya menyejukkan. Hujan tak selamanya menenangkan. Esok, belum tentu bumi masih berputar, matahari masih bersinar, angin masih berhembus, suara masih terdengar, warna masih terlihat, sentuhan masih terasa.
Begitulah adanya. Hidup penuh ketidakpastian. Penuh tanda tanya. Misteri. Membuat kita selalu bertanya akan apa yang bakal terjadi dikemudian hari. Menebak-nebak jalan hidup yang digariskan Tuhan. Sibuk bertanya-tanya nasib kita esok. Hingga lupa menikmati yang tejadi pada setiap insan. Lupa betapa nikmatnya mengukir jalan hidup dengan usaha-usaha yang dapat kita lakukan. Lupa betapa berharganya setiap kisah yang kita lalui, dengan berbagai intrik, duka, suka, membentuk nostalgia disuatu hari yang tidak kita ketahui.
Hidup ini menarik. Jika kita resapi, pahami, nikmati setiap alur perjalanannya. Kejutan itu pasti ada. Tanpa kita rencanakan dan tanpa kita bayangkan. Bahwa setiap prolog kehidupan orang berbeda-beda. Hingga epilog yang muncul, tak pernah orang akan menyangka. Dan semua itu kembali kepada kita. Siapkah kita menghadapi semua ketidakpastian itu? Siapkah kita mengukir kisah kita sendiri? Sesuai dengan garis indah yang telah Tuhan tentukan. Siapkah kita menerima semua hal yang tak kita inginkan ditengah perjuangan melewati ketidak pastian? Siapkah kita mencoba hal yang terkadang tidak masuk akal? Mengukir sejarah kebaruan dikalangan para insan? Dan itu semua, lagi-lagi kembali pada setiap pejuang ketidakpastian.
Seperti saat ini. Dimana aku berada ditempat yang tidak pernah aku bayangkan. Tempat dimana aku belajar tanpa banyak teori yang membosankan, tempat dimana semua intrik dan persoalan, ada dan nyata didepan mata, tempat yang membuat air mata, tawa, rasa begitu berharga dan harus diabadikan pada setiap detiknya.
Tepatnya disebuah desa kecil disalah satu sudut pulau jawa. Kelingan namanya. Tak jauh berbeda dengan desa-desa lain pada umumnya. Tapi desa ini jauh istimewa dari desa-desa yang pernah aku temui dan tinggali sebelumnya. Bahwa keramahan dan kedekatan sangat dijunjung disini. Kesederhanaan justru menjadi kunci kebahagiaan di desa ini. Ditengah polemik masyarakat yang berbondong-bondong ingin memperkaya dan berperilaku modern, mereka berbeda. Menikmati semua yang ada, dan benar-benar mensyukuri dan menyadari bahwa Tuhan telah memberi semua yang kita butuhkan disekitar kita. Tanpa meminta dan mengharapkan yang lebih dan lebih seperti masyarakat pada umumnya.
Mereka sadar bahwa Tuhan telah memberi setiap insan porsi yang berbeda - beda. Jadi mereka tidak pernah mempermasalahkannya. Tuhan menyediakan semua yang makhlukNya butuhkan di muka bumi ini. Jadi mereka tak pernah segan berbagi. Meski mereka lebih layak untuk diberi.
Ya. Sekali lagi, disitulah berjuta ilmu aku dapatkan. Disitulah aku menjadi punya tujuan. Bertemu dengan persoalan yang nyata, kehidupan yang sesungguhnya, masyarakat yang apa adanya, dan bertemu para pencari ilmu yang sama halnya denganku, dari belahan indonesia berbeda.
Aku bersyukur aku telah mengunjungi tempat itu. Dan bahkan tak hanya mengunjungi lain kali. Aku akan sering berada disana. Menjadi salah satu bagian dari tempat itu, dengan cara berbeda tanpa harus ada hitam diatas putih berkaitan dengan kependudukan. Karena dari sanalah aku dapat membuka mata. Mendapat cerita, merangkai kata dengan mudahnya karena aku suka! Yup! Inilah awal cerita perjalananku di desa istimewa ini. Desa itu Kelingan namanya. ^ ^
Filly Khusna Some Place
Guys„ perkenalkan our new Community. The Community who’s there is bamboo lover and archi traveller. yup! This is us!
Gini-gini, awal mula terbentuknya komunitas ini didasari karena para pecinta bambu dan para pengembara arsitektur gak punya sangkar buat ngelangkah bareng. nah! karena kita punya...
Beberapa instalasi bambu karya kolaborasi volunteer bamboo biennale 2014 dan Sahabat Bambu.
Instalasi disana tidak hanya menjadi pajangan melainkan kalian bisa naik, berteduh, atau duduk2.
Instalasi ini unik karena dari batang2 bambu yang kaku itu tidak hanya bisa digunakan untuk membangun rumah yang ‘kotak’ tapi juga bisa melengkung dan dikreasikan menjadi sebuah bangunan yang bagus sekali.
Penggunaan bambu itu tidak terbatas pada tegakan saja lho teman-teman. Lihat pada foto pertama dan ketiga, tampah dari bambu pun bisa dijadikan atap dan dinding. Foto ke-7 juga mengkreasikan bambu yang tipis menjadi hunian seperti goa.
Selain uniknya bambu, pameran ini juga menyadarkan kita bahwa bambu punya warna dan bentuk yang eksotis dan seksi. Bahan murni dari alam ini memiliki kelenturan dan warna yang soft serta kekuatanya pun setara dengan beton dan besi.
Bambu itu tumbuhnya cepat,
Di Indonesia memiliki potensi mudah menanam bambu,
Bambu itu memiliki warna alami yang eksotis,
Walau dapat melengkung, bambu tetap memiliki kekuatan setara dengan besi beton,
Mau jadi rangka bangunan sampai naungan/atap bisa,
Bagaimanapun juga memakai bahan organik itu jauh lebih baik bagi lingkungan (manusia, hewan, maupun tumbuhan),
jadi, MARI IKUT LESTARIKAN BAMBU :D
Untuk mengetahui lebih detail tentang bambu yang ramah lingkungan ini, silahkan buka link ini http://www.modswad.com/static.php?page=facts_about_bamboo (bukan promosi, hanya merekomendasikan hehehe)
Neni K, Yogyakarta 2014