Pria di Masa Lalu
Hai.. apa kabar kamu sekarang? Udah hampir 5 tahun kita tak bertemu, tak saling sapa, bahkan entah dimana kamu sekarang. *** Saat itu dikelas kimia .. sedang praktik tentang zat zat entah apa itu namanya, tanpa sengaja aku menumpahkan cairan ke tangan dan terjadi iritasi. Aku panik sejadinya… tapi kau dengan sigap membasuh tangan-ku dengan air. Sentuhan itu dan tatapan itu… saat itu adalah pertama kali kita berbicara saat kepindahanmu ke sekolah baru-ku. Dan sejak saat itu kita terus saja berbicara… tentang mimpi kita.. masa lalu dan apapun saat bersama kamu terasa indah. bahkan tertawa bersama pun sudah menjadi kebiasaan sehari hari kita dikelas. Jujur masuk sekolah adalah hal yang paling membosankan bagi ku, apalagi setelah naik kelas 11, aku merasa salah jurusan dan ingin pindah sekolah saja rasanya, ditambah seringnya kuis kimia, fisika, matematika. Tapi sejak kau hadir.. entah kenapa hari sabtu pun rasanya ingin terus masuk. Entah perasaan apa ini yang terus saja mengeluti pikiran-ku sehari hari. Aku tak tahu entah harus dinamakan apa. Tapi aku terus saja memasang senyum di wajahku saat bersama-mu bahkan hanya mendengar nama-mu pun aku tersenyum. Aku selalu saja merindukan saat itu… saat kau merangkul-ku, memengang tangan-ku, senyuman itu dan tatapan mata itu masih sangat jelas dalam fikiranku. Banyak kenangan yang masih-ku simpan sampai saat ini. Dulu kita pernah berjanji untuk tidak ada rahasia antara satu dengan yang lain dan berjanji untuk terus seperti ini.. entah seperti apa yang kau maksud. Waktu terus berlanjut hingga kita naik kelas 12, kita duduk berdekatan, kegiatan itu tetap berlanjut tertawa bersama, makan bersama, terkadang kau mengantarku pulang, pengangan tangan itu dan banyak hal lainnya. Saat itu aku berdoa untuk memberhentikan waktu, aku tetap ingin seperti ini. Hari senin, entah kenapa diriku tidak bersemangat untuk pergi, apa mungkin karena hari senin? Entah lah tetapi walapun telat aku tetap akan pergi ke sekolah. Aku ingin menepati janjiku untuk terus datang ke sekolah. Saat itu pukul 7.15 aku telat beberapa menit, aku dihukum lari mengelilingi lapangan. Aku tergopoh berjalan menuju kelas di lantai tiga. Pandangan pertamaku tertuju pada bangku-mu yang kosong, aku berjalan menuju bangku-ku setelah dipersilahkan oleh guru. Dalam hatiku terus bertanya “pergi kemana dirimu?” aku melihat ponselku pun tak ada kabar dari dirimu. “Sha..” sapa teman sebangku-ku. “Shamanta… Rino dikeluarin dari sekolah karena menghamili adik kelas kita” lanjut teman ku. Aku terdiam untuk beberapa saat. “lelucon apa ini?” dalam hati ku. Perlahan air mata-ku mulai turun.. dan aku memutuskan untuk pergi ke toilet. Aku terus berfikir apakah berita ini benar? Beberapa hari terakhir memang banyak desas desus tentang kasus itu tetapi aku menghiraukannya, karena aku percaya pada-mu, aku tak percaya kamu bisa berbuat seperti itu. Aku memanggilmu saat itu, kau hanya menoleh dan tidak berbicara apapun, padahal aku menunggu bantahan-mu rino.. aku menunggu itu. Saat itu aku berharap kamu menceritakan kejadian yang sebenarnya tetapi kau malah pergi. Tanpa penjelasan apapun. Entah apa yang ada difikiranmu. Saat itu adalah saat dimana, aku mati rasa dan, tak ada lagi hati yang tersisa untuk jatuh cinta bahkan sekali lagi. *** Sampai saat ini aku takut untuk merasakan perasaan aneh yang kurasakan saat itu, aku takut untuk jauh cinta lagi. Sampai saat ini jujur aku masih menunggu mu untuk kembali, menagih janji itu. Apakah itu mungkin? Aku tak peduli. Aku sangat takut untuk merasakan hal itu kedua kalinya. Sudah lima tahun berlalu, ku fikir awalnya aku takan sanggup hidup sendiri tanpa kamu… walaupun terasa ada yang hilang. Aku akan coba untuk menepati janjiku… untuk selalu tersenyum dan bersemangat untuk menjalani hari hari ku. Yang aku sesali saat itu adalah aku tak pernah membalas kata cintamu… aku tak pernah mengakui persaan-ku padamu.
Jakarta, 30 januari 2017
Luv, Vella 💕❤

















