source : pinterest
semoga suatu saat bisa punya yg kaya gini.. amin
occasionally subtle

Love Begins
taylor price
Not today Justin
EXPECTATIONS
Cosimo Galluzzi
RMH
noise dept.

roma★

pixel skylines

Game Changer & Make Some Noise

oozey mess
KIROKAZE
Keni
YOU ARE THE REASON
No title available

No title available

#extradirty
Monterey Bay Aquarium

shark vs the universe
seen from United States
seen from Norway
seen from Syria
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Australia
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United Kingdom
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from Lebanon

seen from Chile
seen from Brazil
seen from Uruguay
seen from Venezuela
seen from Ukraine
@versya
source : pinterest
semoga suatu saat bisa punya yg kaya gini.. amin
[review] No One To Someone - Nina Moran
[review] No One To Someone – Nina Moran
Akhirnya kesampean beli buku ini. Berawal dari iseng cari majalah bekas di tokopedia, saya ngga sengaja nemu buku ini. Dulu waktu buku ini baru keluar saya pengen beli juga tapi dulu belum ada rejekinya, baru sekarang nih kesampean beli, 8 years later. Sebagai salah satu pecinta majalah Gogirl! saya sedih banget waktu denger kabar majalah ini ngga produksi lagi. Karena buat saya pribadi,…
View On WordPress
Berawal dari kasus corona yang membuat bisnis kue Ibu saya terpaksa harus berhenti, di suatu pagi adik laki-laki saya mengirim pesan teks pada saya bercerita tentang keinginannya untuk berbisnis kaos polos. Dan tentu saja keinginan usahanya harus saya apresiasi dan saya mencoba membantu memberi dukungan yang dia butuhkan.
Dari situlah awal mula saya dan Mario juga mencoba menjual kaos polos. Menurut kami, kami harus mencobanya. Mencoba memberanikan diri keluar dari zona nyaman (bangun, berangkat kerja, pulang kerja, tidur – repeat).
Dan inilah kaos yang kami jual, barangkali ada yang membaca postingan ini dan berminat lihat-lihat dulu lalu tertarik membeli boleh beli via tokopedia. Ini Link Tokopedianya : Go Get ‘Em dan boleh juga cek IG-nya di Instagram @ofc.goget.em Kalau boleh, tolong di follow juga ya. Terima kasih!
Spesifikasi Material: 1. Kain : 100% soft cotton combed 30s 2. Model : round neck 3. Bisa dipakai oleh pria maupun wanita 4. Jahitan : pundak double rantai, penutup pundak double stick, leher obras dan stick, lengan obras dan overdeck, bagian samping obras, bagian bawah overdeck 5. Bajunya dibungkus plastik satuan 6. Label size polos dan tanpa logo 7. Warna bagus dan tidak pudar 8. Bahan nyaman, sejuk dan tidak membuat gatal Bisa digunakan untuk baju sehari-hari, untuk daleman, atau bisa juga untuk luaran.
Ukurannya (P x L x PL) : S – (65 x 46 x 21) M – (68 x 48 x 22) L – (71 x 51 x 23) Ukuran dalam centimeter, toleransi untuk ukuran +/- 2 cm. P = panjang baju, L = lebar baju, PL = panjang lengan
Go Get ‘Em!! Berawal dari kasus corona yang membuat bisnis kue Ibu saya terpaksa harus berhenti, di suatu pagi adik laki-laki saya mengirim pesan teks pada saya bercerita tentang keinginannya untuk berbisnis kaos polos.
Tahun 2020 sudah memasuki bulan Mei. Sudah 2 Bulan berlalu sejak pertama kali diumumkannya virus corona ada di Indonesia. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) akibat pandemi ini. Kegiatan ibadah, sekolah, perkantoran bahkan mall sudah tutup (kecuali untuk tempat makannya ya, tempat makan pun buka tapi khusus delivery dan take away). Beberapa tempat kerja khususnya yang bidang logistik, bahan pangan, kesehatan dll masih ada yang boleh beroperasi.
Berhubung tempat kerja Mario adalah bidang bahan pangan, Mario masih tetap kerja seperti biasa, jam kerja pun masih normal. Kalau saya yang kebetulan bekerja di bidang kesehatan, juga tetap kerja hanya saja jam kerjanya dikurangi. Tapiii….. semenjak pandemi ini muncul, work life saya malah lebih hectic daripada biasanya. Malah ada proyek urgent terkait covid-19 (corona virus disease 2019) ini, yang bikin saya bahkan ngga boleh work from home (wfh), di saat teman-teman kantor saya yang lain boleh wfh, hanya saya dan seorang tim saya yang lain yang tidak boleh wfh.
Itulah mengapa sampai bulan Mei ini belum ada satu postingan pun di blog ini.
Well, sebenernya dari akhir tahun kemarin saya ingin membuat tulisan tentang tahun 2019 yang saya jalani. Kayak waktu tahun 2018 saya bikin highlight 2018, saya juga sebenernya ingin bikin untuk tahun 2019 kemarin, tapi ya selama ini belum sempet sih karena emang energinya banyak dicurahkan untuk kerja. Ceileeeh
Tahun Baru 2019
Saya inget nih malam tahun baru 2019 itu saya ke Ciledug, ke tempat Dwi, terus pulang dari Ciledug sendirian naik bis transjakarta (bener-bener sendirian di dalem bis, Cuma ada saya, petugas TJ dan drivernya, Puji Tuhan aman dan lancar sih selama perjalanan) menuju Jakarta, lalu dijemput Mario di Tendean.
Terus habis itu naik motor deh dari Tendean ke Sunter, melewati keramaian orang-orang yang menunggu pergantian tahun.
Nah pas tanggal 1 Januari 2019 itu jadwal saya pulang ke Bandung. Dianter sama Mario ke stasiun pasar senen terus naik kereta menuju Bandung. Waktu itu kami masih LDR, dan bulan Januari – Februari itu saat-saat di mana saya sedang sibuk-sibuknya mencari kerja di Jakarta. Sampai akhirnya akhir bulan Februari keterima di perusahaan tempat kerja saya sekarang dan mulai kerja di bulan Maret.
Kerja Kantor Lagi !
Ini sih yang menyita sebagian besar waktu saya di tahun 2019 kemarin. Tapi Puji Tuhan tempat kerja yang sekarang ini bikin saya belajar banyaaaaaak banget hal baru, baik itu hardskill maupun softskill. Saking asiknya, ga kerasa waktu berjalan cepet banget. Per bulan Maret lalu saya sudah 1 tahun di perusahaan ini.
Ditambah temen-temennya juga asik, doyan makan (makanya berat badan saya semakin bertambah semenjak kerja di kantor ini), doyan bercanda, dan cukup kompak (apalagi dalam hal makan hahaha). Tahun 2019 kemarin tim kami juara lomba menghias ruangan dalam rangka hari ulang tahun Indonesia (alias 17an). Yang membuat kami seniat itu menghias ruangan tentu saja karena hadiahnya berupa uang tunai yang bisa dipake makan-makan.
Selama bekerja 1 tahun di kantor ini juga saya 2 kali dapat hadiah saat mengikuti training (yang pertama training softskill untuk staff dan yang kedua training untuk karyawan baru), karena bisa menjawab dengan benar dan cepat saat post test menggunakan kahoot! Menyenangkan sekali. Selain training dengan trainer dari internal, saya juga sempat ikut training dengan trainer dari external dengan rekan-rekan 1 departemen se-Indonesia yang berdomisili di luar Jakarta.
Mungkin buat orang lain ini biasa aja, tapi di tempat kerja saya yang sebelum-sebelumnya ngga pernah ada hal semacam ini, jadi ini pertama kalinya buat saya. Jadi hal ini masuk ke dalam highlight 2019 saya, dan setelah dipikirkan lebih jauh, bekerja di perusahaan ini membuat saya melakukan banyak hal yang baru pertama kalinya saya lakukan, syukur kepada Tuhan yang telah mengizinkan saya bekerja di perusahaan ini.
Staycation di Jakarta
Karena masih anak baru, saya belum dapat jatah cuti. Sementara Mario dapat libur yang lumayan (buat Mario sih lumayan, karena biasanya Mario susah dapet libur Jumat, Sabtu, Minggu barengan gitu). Karena liburnya agak terbatas, jadi ya udah deh diputuskanlah kita staycation aja.
Kita nginep di 2 hotel di Jakarta. Yaitu Pop! Hotel di Mall Kelapa Gading dan hotel Hariston di Pluit. Milih hotelnya juga random sih sebenernya. Alasan milih Pop! Hotel yaa biar habis puas jalan-jalan di MKG ga usah pulang jauh-jauh. Kalau milih hotel hariston karena temen Mario (dari TK sampe sekarang) ngajak ketemuan di daerah Pluit, ya udah deh cari hotel daerah sana.. Tadinya kita mau milih hotel di Ancol, tapi daripada habis main (red : ketemu temen-temen) terus pulang malem kejauhan dari pluit ke ancol ya udah cari yang daerah pluit aja sekalian.
Setelah dicoba, ternyata saya tuh bukan tipe anak yang suka staycation. Hahaha ternyata ya gitu doang, kaya pindah tempat tidur doang. Bedanya ya bisa mandi air anget (karena di kosan kan ga bisa yaaa mandi air anget, kecuali niat banget masak dulu di dapur…), ada TV (karena di kosan saya sama Mario ngga ada TV), terus dapet sarapan deh (bangun tidur ngga perlu pusing-pusing mikirin mau sarapan apa. Hahaha). Bonusnya yaa kamarnya rapi, bersih, dan nyaman. (tapi kamar kosan saya juga ya nyaman-nyaman aja koo sebenernya). Oh iya, dan ada kolam renang. Tapi karena memang ngga niat mau berenang jadi kami ngga bawa baju renang.
Kayaknya ke depannya staycation tidak akan menjadi opsi liburan kami lagi, apalagi kalau Cuma di daerah Jakarta doang. Kalau misalnya di luar kota masih mungkin akan menjadi bahan pertimbangan. Tapi ngga tau juga sih nanti kalau udah ada anak.
Dinas Ke Makassar – April 2019
Kenapa ini masuk highlight? Karena ini pertama kalinya setelah menikah saya pergi ke luar kota naik pesawat tanpa Mario. Pertama kalinya pergi dinas dengan teman kantor (atasan sih sebenernya, tapi mereka berdua baik banget, dan sikapnya pun sesantai teman kerja, kaya bukan atasan). Dan ini memang pertama kalinya juga buat saya pergi dinas ke luar pulau (kalau dulu, dinas ya Cuma sekitaran Jakarta-Bandung doang). Dan juga pertama kalinya saya pergi ke Makassar, untuk proyek pertama saya di perusahaan ini. Pertama kalinya juga nginep sendiri di kamar hotel. Wow, banyak ‘pertama kalinya’ dalam satu topik highlight.
Dinas Ke Makassar – Mei 20219
Ini juga masuk highlight lagi karena ini pertama kalinya saya naik pesawat sendirian (bener-bener sendirian, ngga ada yang saya kenal) tapi untungnya ke tempat yang udah pernah saya datangi, jadi masih ngga terlalu was-was karena udah ada orang yang saya kenal yang tinggal di kota ini.
Dinas ke Kotamobagu – Juni 2020
Dinas ini juga masuk highlight karena ini pertama kalinya saya pergi ke tempat yang belum pernah saya datangi, ngga ada orang yang saya kenal yang tinggal di sana, dan berangkat ke sana sendirian (maksudnya sampai manadonya sih sendirian). Waktu sekolah dulu, walau saya suka pelajaran Geografi (apalagi bagian peta), saya ngga ngeuh sih ada suatu daerah di Sulawesi Utara yang namanya Kotamobagu yang jaraknya sekitar 4 jam perjalanan darat dari kota Manado (kalau lancar dan ngga berhenti-berhenti dulu).
Pertama kali naik pesawat sendirian aja udah bikin deg-degan banget, ditambah pertama kali ke Manado, ditambah lagi ini ke Kotamobagu. Bener-bener deh selama di perjalanan, saya ngga bisa tidur. Mana perjalanan di pesawat dari Jakarta ke Manado juga menjadi perjalanan terlama saya yang pertama, sebelumnya naik pesawat belum pernah selama ini. Tapi setelah dijalani, it was fun sih. Thanks God.
Saya berangkat dari Jakarta hari Kamis, naik pesawat yang sekitar jam 11.00 wib, sampai di manado sekitar jam 15.30 wita. Habis dari bandara terus mampir ke kantor cabang Manado dulu sebentar sambal nunggu dijemput travel yang menuju Kotamobagu. Berangkat dari kantor cabang jam 17.00 wita, dan sampai di Kotamobagu sekitar jam 23.00 wita. Lama karena sempat berhenti buat makan malam dan sempet ngejemput penumpang lain dulu juga. Padahal itu supirnya juga bawa mobilnya udah wow banget (red : ngebut) menurut saya yang biasanya naik mobil yang santuyy, mana jalanannya juga bikin mengelus dada (berkelok-kelok juga tak ada lampu penerangan jalan). Untungnya jalannya bagus sih, mulus gitu udah aspal (sebagian ada yang rigid pavement juga sih) tapi udah kehitung baguslah, daaann sinyalnya kuat selama perjalanan, jadi saya bisa mengecek posisi hampir setiap 15 menit wkwkwk
Saya bekerja di Kotamobagu selama hari Jumat dan buru-buru menyelesaikan pekerjaan saya di hari Sabtu siang, supaya bisa naik travel balik ke Manado yang jam 2 siang. Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Di jalan balik dari Kotamobagu ke Manado, karena masih siang menjelang sore jadi pemandangannya keliatan, dan itu baguuuussssss banget. Waktu berangkat karena malam jadi pemandangan yang bagus itu ngga keliatan, yang ada malah gelap karena ngga ada lampu jalan. Sebagus itu bikin ngga mau tidur. Kalau waktu berangkat ngga mau tidur karena was-was, kalau waktu pulang ngga mau tidur karena ngga mau melewatkan ngeliat pemandangan bagus.
Sekitar 40% jalannya di pinggir laut, ini kalau bukan naik travel dan naik mobil sendiri rasanya pengen berhenti dulu gitu. Dan pas udah mau sampai ke manado itu pas mau magrib, atau sekitar jam 17.30an, jadi langitnya juga udah mau sunset gitu… so calming, so relaxing…
Untungnya travelnya lewat hotel tempat saya menginap, jadi begitu check in langsung menuju hotel dan leyeh-leyeh sehabis kerja dan sehabis perjalanan yang melelahkan. Oh iya dari Manado dan selama di Kotamobagu saya ditemani salah satu Manager Regional, jadi saya ngga sendirian banget. Dan Puji Tuhan managernya perempuan jadi saya ada teman menginapnya.
Sampai di hotel, Mba Manager ini langsung pesan layanan massage, dan oh tentu saja saya juga tertarik. Habis massage langsung cari makan malam di sekitaran hotel terus mandi dan tidur…
Hari Minggu, sekitar jam 03.30 wita Mba Manager udah duluan pamit, karena Mba Manager naik pesawat yang jam 05.00 wita (Mba Manager ini domisilinya di Makassar). Sehabis pamitan dengan Mba Manager saya tidur dulu sebentar, terus siap-siap buat Misa pagi. Malam sebelumnya saya udah searching gereja katedral di Manado dan jadwal misanya. Dan ada misa pagi jam 06.00 wita. Sekitar jam 05.45 wita saya naik gojek deh berangkat ke gereja yang ternyata ngga terlalu jauh.
Pulang gereja saya kembali ke hotel untuk sarapan, terus ke luar lagi, jalan-jalan ke pantai terus jalan-jalan di sekitar hotel. Dan kembali ke hotel sekitar jam 09.00 wita untuk siap-siap pulang ke Jakarta. Sebenernya jadwal pesawat saya jam 15.30 wita sih tapi karena saya juga belum tahu berapa lama waktu perjalanan dari hotel ke bandara, dan saya juga belum tahu kondisi trafficnya, jadi saya berangkat ke bandara dari jam 11.30 wita sekalian cari makan siang di bandara.
***
Segitu dulu untuk part 1, nanti disambung lagi di part 2…..
Highlight 2019 (part 1) Tahun 2020 sudah memasuki bulan Mei. Sudah 2 Bulan berlalu sejak pertama kali diumumkannya virus corona ada di Indonesia.
[review] Self Driving - Rhenald Kasali
[review] Self Driving – Rhenald Kasali
Menjadi Driver atau Passenger?
“Kita semua adalah pemegang mandat kehidupan” Begitulah kalimat pertama pada Bab 1 buku ini. Maksudnya gimana? Jadi sewaktu kita dilahirkan, Tuhan hanya bersabda, “Inilah Hidupmu,” setelah itu kita jelajahi sendiri: Karena suratnya dipegang orang tua, mereka memelihara dengan penuh kesungguhan. Setelah itu, suratnya pun dikembalikan dan pemegangnya bisa memilih…
View On WordPress
Pengalaman Pertama Ikut Donor Darah
Pengalaman Pertama Ikut Donor Darah
Throwback ke sekitar 6 tahun lalu waktu masih kerja di Proyek Konstruksi, ada acara Donor Darah di kantor Pusat. Dengan semangat 45, bersama kawan-kawan setim proyek berangkat ke kantor pusat buat berpartisipasi dalam acara itu. Tapi, sampai di lokasi banyak dari kami yang ngga bisa ikut partisipasi alias ngga bisa donor darah. Setelah dicek oleh petugas PMI, kawan-kawan saya kebanyakan ngga bisa…
View On WordPress
Manfaat Minum Air Lemon Setiap Pagi
Manfaat Minum Air Lemon Setiap Pagi
Kalau kebanyakan orang minum kopi, teh atau susu setiap pagi, kalau saya yang “ngga kuat” minum kopi atau teh dan bahkan ngga bisa juga minum susu karena alergi, lebih memilih minum perasan lemon ditambah madu dan air hangat. Seger banget, walau asem.
Awal pertama saya rutin minum perasan lemon karena waktu itu penyakit maag saya sedang kambuh, dan salah seorang senior di kantor menceritakan…
View On WordPress
Kalau tahun 2017 nulisnya Ide Kado Nikah karena banyak temen-temen deket yang nikah, maka sekarang adalah saat dimana temen-temen punya anak yang baru lahir. Seru banget ya. Sampailah kami di fase ini. Fase dimana punya banyak keponakan walau ngga ada hubungan darah. Secara saya dan Mario adalah anak pertama, jadi kami belum punya keponakan dari saudara kandung kami. Kalau keponakan dari sepupu udah banyaklah ya.
Saya bikin list ide kado buat temen yang baru melahirkan ini berdasarkan pengalaman saya kemarin dalam milih kado. Oh iya tips dari saya sih, kalau untuk sahabat atau temen yang udah deket banget, jangan ragu buat nanya apa keperluan mereka sebagai orang tua baru, atau apa yang sekiranya belum mereka siapkan. Takutnya apa yang kita kasih, mereka udah punya, jadinya double, dan malah nantinya ngga kepake. Dan kalau harganya emang ga sesuai sama budget kita, ajakin aja temen yang lain buat patungan beli kado.
Disclaimer : semua foto di dalam tulisan ini sumbernya dari pinterest atau instagram, makanya lucu-lucu dan bagus banget barang-barangnya. Dan satu lagi, tulisan ini sama sekali ngga di-endorse. Jadi kalau ada merk dalam gambar yang saya pake, itu bukan berarti saya merekomendasikan merk tersebut, cuma kebetulan aja dapat gambarnya yang itu, atau kalau screen capture akun instagram, sengaja biar source-nya keliatan.
1. Baju bayi atau sepatu bayi
Baju dan sepatu bayi ini lucu-lucu banget ya ampun. Kemarin aja sampe pusing milihnya, karena lucu-lucu semua. Apalagi kalau pas dipakein, orang tuanya bisa mix and match. Tapi resikonya, karena bayi itu perkembangannya cepet, otomatis si barang-barang lucu itu ngga akan kepake lama.
2. Gendongan bayi
Sekarang lagi jaman kan gendongan kekinian, yang cuma kaya kain diiket-iket doang, tapi iket-iketnya beda sama jaman dulu. Saya ngga ngerti sih gimana itu pakenya, karena saya belum pernah nyobain, tapi kalau baca-baca review temen-temen saya yang pake sih, katanya nyaman pake gendongan itu. Atau kalau masih ragu ngasih gendongan kekinian, bisa kok ngasih gendongan yang modelnya standar.
3. Tas bayi / diaper bag / cooler bag
Kemarin saya ngasih cooler bag buat sahabat saya lengkap dengan botol ASIP-nya. Karena dia adalah ibu bekerja yang butuh pumping pas di kantor. Sekarang ada banyak banget model tas-tas buat peralatan bayi. Kalau lebih pengen tas bayi yang modelnya kaya jaman dulu ya ada, atau kalau mau yang modelnya kece yang ngga bikin keliatan kalau itu tas bayi ya juga ada. Semua tergantung selera temen kita yang mau di kasih, atau budget yang kita sediain. Kenapa bukan tergantung selera kita? Ya kan kita mau ngasih buat orang lain, bukan buat dipake sendiri. Kalau kemarin sahabat saya itu request yang modelnya ngga keliatan kaya tas bayi, biar masih eye cathcing buat dibawa ke kantor katanya.
4. Baju menyusui
Kalau ini khusus untuk ibunya sih. Biasanya kalau habis lahiran, orang-orang fokus sama anaknya yang baru lahir, padahal ibunya juga perlu diapresiasi loh. Ibunya sudah berjuang waktu proses melahirkan anaknya. Dan biasanya hadiah-hadiah dari orang-orang ditujukan buat anaknya. Nah, kalau baju menyusui ini bisa jadi hadiah buat ibunya. Siapa sih yang ngga suka dikasih hadiah? Siapa tau hadiah buat si Ibu ini bisa jadi ASI Booster supaya ASI-nya Ibu lancar jaya.
5. Stroller
Waktu ada temen kantor yang baru lahiran, kami temen-temen di kantor udunan buat beliin stroller. Karena harga stroller kan cukup lumayan yaa.. Jadi kalau udunan gini kan ga terlalu memberatkan. Hohoho
6. Bouncer
Kata temen yang kemarin dikasih ini sih, bouncer ini cukup berguna. Apalagi pas anaknya masih bayi dan belum bisa jalan. Tapi kalau ngeliat keponakan yang udah setahun lebih, kemarin didudukin di bouncer ini udah ga betah. Maunya lari sana sini. Nah bouncer ini juga ada 2 jenis, yang pertama kan yang biasa dipake yang ada musiknya atau bisa goyang-goyang, satu lagi bouncer buat mandi. Nah menurut temen saya, bouncer buat mandi ini yang lebih kepake lama.
Nah ini bouncer untuk mandi
7. Selimut, Handuk dan Bedong
Emang biasanya orang tuanya udah beli atau udah punya. Tapi menurut temen saya yang udah punya anak, selimut, handuk dan bedong ini butuh stok yang banyak untuk ganti-ganti.
7 Ide Kado untuk Teman yang Baru Melahirkan Kalau tahun 2017 nulisnya Ide Kado Nikah karena banyak temen-temen deket yang nikah, maka sekarang adalah saat dimana temen-temen punya anak yang baru lahir.
Buku yang Belum Selesai Dibaca
Buku yang Belum Selesai Dibaca
Haloo 2019! Please be nice.
Dulu waktu masih kuliah, hampir setiap bulan bikin status “nama bulan” + “please be nice” kaya gitu di BBM, cie gitu masih jaman update status BB. Wkwk
Beberapa hari yang lalu saya, Mario dan Angel (adik bungsu saya) jalan-jalan ke Periplus. Finally, setelah sekiaaan abad ga ke Periplus seneng banget bisa kesana lagi. Niat utamanya sih mau ke Setiabudi Supermarket beli…
View On WordPress
Mau ngelanjutin cerita tentang apa aja yang terjadi di tahun 2018 ini. Yang sebelumnya udah pernah di share sebagian di Highlight 2018 (part 1). Dan salah satu momen yang paling berpengaruh dalam perubahan siklus hidup saya di tahun 2018 ini adalah Resign yang cerita tentangnya ada di Highlight 2018 (part 2) : Resign.
Resign banyak mengubah hidup saya dalam banyak aspek, dari segi financial (otentu saja sekarang saya tidak punya penghasilan tetap), dari segi waktu (sekarang bisa tidur siang men. Mari dinikmati betul-betul saat-saat seperti ini sebelum memulai kerja kantoran lagi. Ecie pingin kerja kantoran lagi), dari segi kehidupan sosial (dulu jam-jam kerja sekitar jam 8 sampe jam 5 sore ketemu banyak orang di kantor, sekarang kalau ngga ada keperluan ke luar, dan diem di rumah ya ketemunya orang rumah aja), dan banyak lainnya.
By the way, sebelum resign, saya ngambil semua sisa cuti saya di tahun 2018 dan memanfaatkannya untuk jalan-jalan sama Mario.
Semarang lalu ke Jogjakarta
Mario pernah tinggal di Semarang, setahun lebih kalau ngga salah. Sebelum ditempatin kerja di Bandung, dia ditempatin kerja di Semarang (sekarang di Jakarta dan ntah akan ditempatin di mana lagi nantinya). Bisa dibilang dia nyaman tinggal di Semarang, kecuali menghadapi panasnya. Jadi, dia tuh selalu kangen-kangen gitu main ke Semarang. Nah kemarin itu, setelah beberapa kali gagal main karena satu dan banyak hal (sumber masalahnya sih satu : modal hahhaha), secara random akhirnya kita mutusin buat main ke Semarang, tapi waktu itu saya tertarik ke Semarang cuma ingin ke Goa Maria di Ambarawa, terus sekalian karena ngambil cuti yang lumayan lama jadi saya ingin sekalian ke Jogja ke Goa Maria Sindang Sono.
Katedral Semarang
Dan Puji Tuhan, tempat-tempat yang ingin saya tuju, bisa kami datangi. Selebihnya saya ikut Mario aja, kemanapun dia ajak, saya ikutin.
Hari pertama di Semarang kami berkunjung ke rumah salah satu temen deket Mario, terus main ke tempat kerja Mario waktu dulu di Semarang, jalan-jalan ke UNDIP, terus gereja di Katedral Semarang, makan malem di Mr. K, tempat makan favorit Mario. Hari kedua, kita berangkat ke Ambarawa terus mampir ke Cimory, jalan-jalan ke Umbul Sidomukti, nongkrong di Peacook, cafe favorit Mario.
Besoknya, kita berangkat ke Jogja naik bis. Sampe di Jogja mampir ke kosan temennya Mario, terus berangkat ke Sindang Sono, malemnya ketemuan sama temen Mario lagi. Kita ke Mamboe Kopi, terus malem-malam kita berangkat ke gereja Ganjuran, ini bonus sih soalnya di luar ekspektasi saya bisa dateng ke gereja ini. Habis itu makan malam (tengah malam sebenernya) di Raminten.
Sindangsono
Ganjuran
Hari berikutnya, pagi-pagi kita ke Pasar Beringharjo beli oleh-oleh, terus jalan-jalan di sekitaran Jogja, puter-puter aja naik motor. Terus siangnya beres-beres buat pulang lagi ke Bandung. Sebelum pulang, saya ketemuan dulu sama Dwi (Dwi yang pernah saya ceritain disini) dan Risty. Seneng banget, rasanya liburannya kumplit. Semoga tahun depan bisa liburan ke lebih banyak tempat. Amin hehehe.
Ikea
Ini penting banget sih masuk highlight. Akhirnya bisa ngajak Mario ke ikea. Hahaha walau ngga belanja banyak sih, cuma ya seneng aja bisa ngajak Mario ke salah satu toko favorit saya.
Mario pindah ke Jakarta
Senang karena Mario dipercaya buat megang tanggung jawab yang lebih besar, sedih karena harus LDR. Lebih banyak senengnya atau sedihnya? hehe. Pengalaman baru ini sekaligus jadi pelajaran baru juga buat kami. Belajar beradaptasi dengan keadaan baru ini, belajar buat lebih percaya ke pasangan, belajar ngatur cashflow keuangan lagi, belajar bersabar karena ketemunya cuma pas weekend jadi harus bisa menghargai setiap kebersamaan yang ada, jadi ngerasain apa yang teman-teman sesama #pejuangLDR rasain, dan masih banyak pelajaran lain yang bisa diambil.
Semoga tahun depan bisa bareng lagi dan ga harus LDR lagi. Amin
Saya mau kok ikut Mario ke Jakarta, cuma belum pas aja waktunya kalau sekarang. Semoga segera ada rejekinya supaya bisa ikut pindah ke Jakarta.
***
Kalau mau digambarkan dalam satu kata, tahun 2018 ini adalah tahun Perjuangan.
Perjuangan untuk banyak hal, perjuangan untuk bisa punya anak (karena di tahun ini juga ada masanya kami bulak-balik ke dokter untuk ikut promil, walau karena satu dan banyak hal sekarang lagi ngga dilanjutin dulu), perjuangan untuk nyelesaiin pembangunan rumah (nanti diceritainnya di postingan khusus, terpisah), perjuangan untuk nabung, pindahan dari kosan ke rumah, perjuangan untuk mencoba memulai bisnis (iya sekarang saya lagi mencoba memulai bisnis, itu sebabnya belum bisa ikut Mario ke Jakarta karena disini saya juga harus berdaya, harus menghasilkan uang untuk bayar cicilan, makanya nanti kalau udah dapet kerja di Jakarta, secepatnya saya akan ikut Mario pindah ke Jakarta. Terus bisnisnya gimana? Itu complicated, nanti diceritain lagi), dan perjuangan-perjuangan lainnya.
Sekarang saya dan suami lagi berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami, semoga Tuhan selalu merestui dan meridoi setiap langkah kami. Hal yang paling menyenangkan dalam proses ini adalah, apa yang kami perjuangkan ada progress-nya. Maju walau perlahan lebih baik daripada diam di tempat bukan? 🙂
“Siapa diri kita yang sebenarnya ditentukan oleh apa yang ingin kita perjuangkan.” Begitu kata Mark Manson dalam bukunya yang pernah saya tulis juga review-nya disini. Buku itu bagus buat dibaca apalagi buat yang lagi berjuang kaya saya dan suami. Hohoho
Highlight 2018 (part 3) Mau ngelanjutin cerita tentang apa aja yang terjadi di tahun 2018 ini. Yang sebelumnya udah pernah di…
A Day In Jakarta
A Day In Jakarta
December 9, 2018 was a wonderful day to start the journey. I went to Jakarta by train in the morning. I arrived in Jakarta around 8 o’clock, then met Mario at Gambir station. After that we had breakfast and prepared to go to church.
Unfortunately, right after arrived at the church, our rear motorcycle tire we drove were leaking. After we finished worshiping, we immediately looked for tire…
View On WordPress
Highlight 2018 (part 2) : Resign
Highlight 2018 (part 2) : Resign
Sepengen itu sih buat resign. Bukan karena ga suka temen-temen kerjanya, bukan juga ga bersyukur udah punya kerjaan tapi malah milih keluar dari kerjanya. Ini banyaaaak banget yang menyayangkan keputusan saya buat resign, terlebih dari pihak keluarga besar, makanya pas ngajuin surat resign pun saya ngga bilang-bilang kecuali ke orang-orang terdekat saya.
Terus kenapa akhirnya resign?
Setelah…
View On WordPress
Hollaaa.. Ga kerasa banget sekarang udah sampai di pertengahan bulan Desember. The last month in this year. Jadi ada apa aja nih selama setahun ini? Biar lebih gampang ngingetnya, saya kumpulin foto momen-momen yang terjadi dalam setahun ini. Sambil kaya nge-rewind gitu ya. (Biar kaya youtube gitu pake rewind-rewind segala. Hohoho)
Kalau diliat dari postingan yang saya unggah di blog ini, tahun ini saya posting beberapa review K-drama. Iya sih, emang semenjak ada aplikasi viu di handphone sangat memudahkan saya untuk bisa nonton K-drama dimanapun dan kapanpun, bahkan sering sampai lupa waktu.
Baiklah, mari kita mulai edisi rewind ini dari bulan Januari 2018.
Tahun Baru 2018
Pas tanggal 1 Januari 2018, saya dan keluarga saya jalan-jalan ke Ciwidey, tepatnya ke Kawah Putih. Padahal udah sengaja berangkat lebih pagi biar ga kena macet, eh tapi ternyata tetep aja kena macet. Dan Bandung bagiku kini sudah macet dimana-mana, terlebih saat hari libur.
Lukman & Indri’s Wedding Day
Salah satu sahabat saya jaman putih-abu menikah, hip hip horay. Malah sekarang udah punya anak sih. Kadang, kaya masih takjub, wow kita sudah sampai di tahap ini. Bersyukur, dan bahagia banget bisa menjalani ini dengan komunikasi yang tetep terjaga dengan baik.
Goes To Kebun Raya Bogor
Sebagai orang yang dulu nulis hobby : jalan-jalan di Biodatanya yang ketemu dengan orang yang emang doyan ngga diem di rumah (red : Mario), kerandoman haqiqi ini memang tidak bisa dihindari.
Berangkat pagi dari Bandung, naik bis ke Depok turun di Margo city, lalu makan siang. Dari Margo City jalan dikit ke stasiun Pondok Cina, lanjut naik kereta ke stasiun Bogor. Dari stasiun Bogor jalan kaki dan tibalah kami di Kebun Raya Bogor. Kami masing-masing pernah kesini, tapi ini pertama kalinya kami kesini berdua. Hohoho.
Itu sepatu dibuka sebenernya karena kaki saya lecet. Tepat setelah foto itu saya ga pake sepatu lagi, tapi pake sendal Mario karena yang bawa sendal cuma Mario. Inipun saya ga ekspektasi bakal lecet karena udah pake sepatu kesayangan yang biasanya ga pernah bikin kaki lecet.
Di Kebun Raya Bogor juga ngga lama, karena kita harus balik ke Jakarta. Kita balik ke Bandung naik kereta jam 8 malam dari stasiun Gambir. Hahaha memang sungguh hari itu random. Cuma lagi kangen jalan-jalan, tapi ngga bisa jalan-jalan jauh karena keterbatasan jatah cuti dan duit. wkwkwk
Goes To Kuningan
Salah satu temen Mario menikah di Kuningan, kebetulan saya juga belum pernah kesana, jadilah kitapun berangkat. Happy karena berangkat sama temen-temen Mario semasa kuliah, dan di perjalanan mereka banyak nyeritain saat-saat kuliah dulu. Jadi saya bisa sedikit lebih banyak tau cerita-cerita mereka, khususnya cerita kelakuan Mario waktu kuliahnya dulu pas bareng mereka.
Salah satu hal menarik waktu menghadiri pemberkatan pernikahan itu adalah sekalian me-refresh makna pernikahan yang biasanya disampaikan oleh Pastor saat Homili.
Idul Fitri
Sebagai anak yang lahir di keluarga yang berbeda keyakinan, ayah saya Muslim dan ibu saya Katolik, setiap tahun saya merayakan 2 kali Hari Raya Keagamaan yaitu Idul Fitri dan Natal.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya (karena setiap tahun pasti ada acara), tahun ini pun kami merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan kumpul keluarga besar.
Udah cocok belum punya 2 anak? Hahahaha
Happy First Anniversary, Mario
Let’s grow old together. Seperti kata kamu, dulu waktu pertama kamu ngajak memulai hubungan “mari saling melengkapi satu sama lain seterusnya.” I am happy to be your wife.
Fotonya foto nikahan tahun kemarin. Ntahlah dari sekian banyak foto, favorit aku yaa 2 foto itu.
Highlight 2018 (part 1) Hollaaa.. Ga kerasa banget sekarang udah sampai di pertengahan bulan Desember. The last month in this year…
Familiar Wife [review]
Kalau bisa kembali ke masa lalu hal apa yang ingin kamu ubah?
Familiar wife adalah drama yang menceritakan tentang kisah cinta yang bisa berubah gara-gara satu keputusan. Maksudnya gimana? Jadi dalam drama ini diceritakan kalau sang pemeran utama dapat kesempatan untuk kembali ke masa lalu, dan saat kembali ke masa lalu itu ia mengubah satu keputusan yang pernah dia ambil sebelumnya lalu… tada……
View On WordPress
My ID Is Gangnam Beauty [review]
My ID is Gangnam Beauty [review]
Hal apa yang sih yang bikin kita tertarik sama seseorang? Apakah karena wajahnya yang cantik / ganteng? Atau karena sikapnya yang baik? Atau karena dia berasal dari keluarga kaya? Atau apa?
My ID is Gangnam Beauty menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yang baru saja menginjak bangku kuliah yang menjalani operasi plastik. Kenapa dia menjalani operasi plastik? Di episode awal drama ini…
View On WordPress
Album Naif - 7 Bidadari
Album Naif – 7 Bidadari
Sejujurnya saya belum pernah beli CD Naif sebelumnya, dan dulu juga denger lagu Naif ngga langsung 1 album, tapi dipilih aja mana yang saya tau. Jadi walau punya softcopy lagunya, tetep aja yang didenger itu-itu aja. Jadi kebanyakan lagu naif yang saya tau, ya cuma yang populer. Tapi semenjak deket sama Mario, saya jadi denger lagu-lagu naif yang lain. Dan jadi sedikit banyak tau lagu naif yang…
View On WordPress
[review] Buku Sebuah seni untuk bersikap masa bodoh - Mark Manson
[review] Buku Sebuah seni untuk bersikap masa bodoh – Mark Manson
Sebuah seni untuk bersikap masa bodoh
Seni 1 : Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh; masa bodoh berarti menjadi nyaman saat menjadi berbeda.
Seni 2 : Untuk bisa mengatakan “bodo amat” pada kesulitan, pertama-tama kita harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan
Seni 3 : Entah kita sadari atau tidak, kita selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan
Kepercayaan…
View On WordPress