““I don’t believe in magic.” The young boy said. The old man smiled. “You will, when you see her.””
— Atticus
And i will when i see him. He's the one. ❤
Today's Document

Discoholic 🪩
art blog(derogatory)

if i look back, i am lost
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie

Love Begins

Jar Jar Binks Fan Club
YOU ARE THE REASON
The Bowery Presents
Not today Justin

titsay
taylor price
The Stonewall Inn
noise dept.
No title available
Doug Jones
macklin celebrini has autism
EXPECTATIONS

roma★

seen from United States

seen from Germany

seen from Iraq

seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Argentina
seen from Venezuela
seen from Canada
seen from United States

seen from France

seen from Iraq
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Australia

seen from Venezuela
@viciputri
““I don’t believe in magic.” The young boy said. The old man smiled. “You will, when you see her.””
— Atticus
And i will when i see him. He's the one. ❤
Senyumanmu
Inget pas awal-awal nikah, suamiku kan orangnya datar gitu ya... terus agak dingin haha.
Doi ga terbiasa mengungkapkan afeksi, jarang banget bilang maaf, terima kasih, sama-sama (you are welcome) gitu. Disclaimer : Tapi dia baik ya cuma ga ekspresif aja.
Terus aku mulai deh maju terus pantang mundur, pepet terus, ungkapin-ungkapin-ungkapin! Aku seriiiing banget bilang makasih ke dia haha.
Terus kalau pas dia lagi 'dingin' gitu aku bilang, "mas tau ga kamu ganteng kalo senyum" atau "mas aku tuh suka banget lho kalau kamu senyum" atau "tadi kamu tidur senyam senyum lho, lovable banget, bisa diulang gak hahaha", dll.
Ya Allah aku suka banget sama suamiku kalau dia ceria, kalau dia merengut aku takut, tolong bikin hari-harinya bahagia...
Aku tau mungkin kalian bacanya sambil jijik nih istri bucin amat dah hahahaha. Lebay ya. Tapi aku beneran suka kalau suamiku sumringah dan mengungkapkan apa yang dia rasakan terhadapku/sesuatu, aku juga suka kalau dia keluarin 3 kata ajaib : maaf, tolong, terima kasih🥰
Tahun ke enam menikah, barusan denger dalam durasi kurang dari lima menit, doi entah berapa kali bilang terima kasih ke aku🥺
Naudzubillah riya'/gila hormat/whatever you name it wkwk tapi maksudku bukan gitu, aku kaya...seneng banget gitu lho ada di titik ini. Bersyukur bangettt dia berubah jadi sehangat ini dari hari ke hari. Dan ternyata butuh waktu, butuh izin Allah, dan butuh usaha. Kadang butuh kita juga yang mulai duluan...
Saling jadi teladan hehe. Karena bisa jadi dia pengen juga jadi yg kita idamkan, cuma gatau caranya. Tugas pasangan saling menuntun, tak hanya mendukung🤗
Halo kamuuu, makasih sudah senyum hari ini. Besok-besok lagi, yang banyak yaa, loppp❤️
Being alone doesn't mean being lonely. Sometimes due to circumstances you end up being alone and many people immediately feel lonely when no one is around them.
It's critical to enjoy your time alone and not feel restless.
I have always cherished my time alone.
It allows me to...
Reflect
Refuel
Recharge
When you can spend time by yourself without using your phone or watching anything it tells me that you're at peace with yourself.
It may seem hard at first because we are trained to look for stimulation, but with practice you can use the time to cultivate gratitude, reflect on your life and aspire for the future.
Take small steps to gain the maturity to spend time alone and feel peaceful.
Instead of grabbing your phone when you're alone do the following:
1. Deep breathing
2. Write 5 things you're grateful for
3. Reflect on your goals
4. Do thikr (remembrance) with reflections
5. Read a book
6. Go for a walk
7. Do a hobby you enjoy
8. Connect with the Quran
Today I had the opportunity to go for a bike ride alone and I felt so peaceful Alhamdulillah. I didn't feel lonely because it was my time to reflect and refuel mashaAllah.
So whether you're alone because of your circumstances or you choose to spend time alone, cherish the time and don't feel sad about it.
Make the most of your time alone and feel the peace!
-Haleh Banani
Banyak sekali yang ingin kukatakan, tapi lembaran-lembaran kertas dalam buku tidak mampu menampungnya, baik sedihku atau bahagiaku. Karena terlalu banyak maka kuputuskan untuk berakhir menatap lembaran kertas itu hingga air mataku jatuh, menutup mulutku agar suara tangisku tidak terdengar oleh orang lain, Ah betapa hatiku sebenarnya ada dalam genggaman Allah, terbolak balik, gumamku. Aku merasa bisa mengendalikan sedihku sendiri, aku merasa bisa berdiri dengan kakiku sendiri tapi kenyataannya aku tidak mampu karena aku adalah manusia biasa, aku membutuhkan Allah.
-darikumanusiakecil
Jeda Atas Sebuah Maaf
Ketika kita telah mengakui kesalahan dan meminta maaf dengan sungguh, maka sabarlah atas penerimaan maaf itu. Sabarlah atas waktu yang kita habiskan dengan menunggu, menunggu, dan menunggu akan sebuah jawaban bahwa kita dimaafkan.
Ada sesuatu yang mesti kita sadari, bahwa memberi maaf itu tidak selalu mudah. Ada kalanya memberi maaf itu pekerjaan yang berat. Mungkin karena kesalahan kita terlalu besar. Mungkin karena luka yang kita sebabkan terlalu dalam.
Mengertilah tentang ini. Mengertilah. Dan terima bahwa jeda antara meminta maaf dan dimaafkan adalah bagian dari permohonan kita yang sungguh-sungguh.
Esok hari kita jadi lebih belajar untuk berhati-hati dalam memilih kata, dalam menimbang sikap, juga dalam mengukur keadaan orang lain. Tak selamanya kita benar. Tak seterusnya kita yang harus dipahami. Sebab tahu sendiri, dunia tidak berputar mengelilingi kita sebagai pusat edarnya.
achmadlutfi | 19 September 2021
Lautnya berisik, tapi ada yang lebih berisik daripada sekadar ombak yang berlarian, hatimu. Bergemuruh di dalam dada segala keinginan yang belum terwujud, andai begini andai begitu.
Ruang tunggu banyak ceritanya, sambil melihat orang lalu lalang dengan ceritanya yang tersembunyi di balik cemasnya. Ruang tunggu banyak mengajarkan seseorang untuk banyak-banyak berdoa, dan juga bijak mengambil pelajaran, tidak terburu-buru. Ruang tunggu selalu punya ceritanya.
Surga selalu dirindukan, bahkan untuk seseorang yang seringkali melakukan salah, surga selalu menjadi tempat yang ia rindukan. Selalu. Selamanya begitu. #tulisanvici #vicishares #vicisjournal https://www.instagram.com/p/COaFBDyDY_AdzmKFonEd-x16108eFWXkHctxBU0/?igshid=1j12ijsj60pti
Bagaimana jika amal kita tidak cukup untuk melalui hari-hari di negeri yang kekal? Kembali pun tidak bisa, menangis dan menyesal pun tiada guna, jadi mengapa kita tidak berlomba untuk menyiapkan bekalnya dari sekarang?
Tumblr Bikin Nyaman Karena ....
1. Karena tidak ada konsep waktu pada kontennya. Buat saya ini ada sisi positifnya, sih, yaitu bikin saya enggak merasa fear of missing out (FOMO). Enggak merasa ketinggalan karena baru baca tulisan yang padahal udah dipos 14 jam yang lalu—seolah 14 jam itu waktu yang lama banget. Sampai sekarang, tulisan saya dari lima tahun yang lalu masih aja ada yang nge-like atau nge-reblog. Wkwkwkwk.
2. Jenis kontennya bukan konten yang muncul berdasarkan tren semata. Ini beda kayak Twitter yang tiap hari tren obrolannya berubah-ubah. Atau Instagram yang kalau ada filter baru, tantangan yang ngetren, atau fitur baru, semua langsung nyobain. Facebook juga sama, kayaknya. Intinya, kontennya seiring dengan isu atau fenomena yang lagi ngetren di dunia nyata. Dan, menurut saya, itu bikin cepet bosan (dan capek). Ya, bayangin aja kalau lagi rame soal nikahan Atta-Aurel, semua ngomongin. Prinsip abundance of information. Sebuah informasi kalau terlalu banyak diunjukin malah bikin yang liat ngerasa jengah. Kalau Tumblr, menurut pengalamanku isinya ya begini-begini aja. Ya, random aja. Mungkin dipengaruhi sama akun yang saya ikuti juga, ya. Buatku itulah yang bikin Tumblr jadi timeless. Enggak bikin cepat bosan.
3. Adem. Sejauh ini (sejak 2010), saya belum pernah lihat konten yang isinya ngajak ribut, spall-spill aib orang, atau komentar netizen yang akhlakless. Enggak tahu apa memang begitu atau perasaanku saja. Baca tulisan-tulisan di sini berasa lagi duduk-duduk di tengah perkebunan teh sambil minum teh kotak.
4. There's a boundary. Baca tulisan-tulisan di sini kayak nyimak buku diari. Tapi, saya hanya tahu ceritanya saja, saya enggak tahu orangnya. Jadi tetep kayak ada batas, tiap orang punya alam semestanya sendiri-sendiri. Dan, saya rasa kita sama-sama menghargai batas itu. Enggak berani masuk terlalu jauh ke semesta lain, kecuali sekadar lewat untuk say hello. Enggak pengin sok-sok ngerespons biar edgy, atau ngebantah pakai argumen enggak setuju biar beda. Gara-gara ini kali, ya, anak Tumblr enggak demen ribut.
5. Ini Tumblr banget. Tumblr itu enak buat ngomongin sesuatu yang deep. Apa karena di sini banyak filsuf? Hehehe. Yang saya rasakan, di Tumblr ada space pribadi yang luas buat para pengguna, engga sumuk. Beda dengan media lain yang padat merayap, bikin capek mikir dalem-dalem.
Eh, lagian, Tumblr emang bukan media sosial, sih, ya, melainkan hybrid antara blog dan media sosial. Jadi, maaf kalau perbandingan dariku ini tidak apple-to-apple. Hehe.
Btw, kalau menurutmu gimana? Ada yang mau berbagi?
Boundary, terus deep, dan tidak ada keinginan buat jadi trending/viral kalau di sini menuruku. Sejak 2010 juga masih nyaman dengan media satu ini. Bahkan kenal @urfa-qurrota-ainy juga berawal dari tumblr, meski kenal kakaknya duluan di tumblr @yasirmukhtar. Akhirnya pernah ketemu juga pas di Bandung sama Urfa dan teman-teman tumblr lainnya pada masa itu.
MENANG
Kadang kala ada sesuatu yang tidak bisa kita menangkan, bukan berarti kita tidak berhak atas hal itu. Sesuatu yang tidak bisa kita menangkan memberikan kesempatan pada kita untuk tumbuh, untuk lebih banyak berdoa, lebih banyak bersyukur dengan apa yang saat ini kita miliki. Sesuatu yang tidak bisa kita menangkan bila itu menghalangi kita untuk suatu impian yang lebih besar pastilah ada yang salah dari niat-niat kita untuk memenangkannya.
Baca statusnya kak Puty jadi mikir juga.
Dulu, ada temen gue yang baru nikah dan kabur dari kontrakan karena ngambek sama suaminya. Kontrakan dia panas, nggak ada AC dan banyak nyamuk. Sementara suami dia nolak bantuan keuangan dari ortunya dia. Di kost, dia bilang ke gue:
"Gimana kalo gue ntar nggak bisa punya mobil? Gimana kalo gue ntar nggak bisa beli rumah?"
Kadang dunia luar membuat kita gentar dan takut untuk menyadari bahwa kita memang manusia biasa. Nggak semua bisa kita dapatkan.
Hari ini, temen gue udah bahagia dengan suami dan anaknya. Hidup nggak seserem yang dia bayangkan.
Gue, sempet ada cita-cita hidup di kota besar macem New York ato minimal Singapore. Wajar lah ya, cita-cita manusia umur 20 an. Hidup cuma sekali. Bebas aja menginginkan sesuatu.
Tapi belakangan, gue udah bahagia-bahagia aja hidup dengan segala macam kecerobohan dan kekurangan gue.
Kita semua humanbeing 😆 Yha gue percaya manusia ada levelnya. Dalam artian orang kayak gw ya ga bisa disejajarin sama engineer yang pengalamannya banyak banget di Silicon Valley. Tapi toh, setiap tempat ada bahagia dan tanggung jawabnya masing-masing.
Gue dasarnya cuek. Tapi ada masanya juga gue insecure karena ngerasa bodoh. Sekarang? Nggak masalah kalo emang nggak pinter. Di bumi yang berantakan ini, orang bodoh pun masih bermanfaat 😃 Sekedar nggak buang sampah sembarangan aja udah bagus. Ada banyak ladang amal di muka bumi. Kita yang kadang mikirnya kejauhan Belum pernah melakukan hal sederhana tapi udah merasa hidup tidak berguna.
Dulu, pas di Singapore, gue membayangkan bahwa gue bakal sering mengunjungi Orchard Road, Museum atau Universal Studio. Tapi yang paling sering gue lakuin malah menyepi dan membaca buku.
Kemewahan itu benar-benar kebutuhan tersier. Kadang apa yang di kepala kita justeru bukan sesuatu yang benar-benar kita inginkan. Kalau kita tidak berusaha hidup dengan tenang, kita akan sibuk dengan distraksi.
Yang gue takutkan hari ini justeru bukan menjadi manusia biasa. Gue lebih takut kalau hari-hari gue habis untuk mengejar sesuatu yang sebenernya nggak pernah gue butuhkan sampai jiwa gue harus terus menerus kehausan.
Bisa makan makanan hangat pas lagi hujan aja udah cukup. Berpikirlah dengan sederhana. Bersungguh-sungguh sama apa yang kita kerjakan biar kelak nggak ada yang kita sesali. Hiduplah dengan baik Dea, semoga berakhir dengan baik juga ☺
Setuju MasyaAllah
TABAH
Tidak ada yang lebih tabah dari perempuan yang menggenggam sabar, memeluk erat dukanya, lalu berjalan dengan senyuman yang paling manis. Tidak ada yang lebih tabah dari perempuan yang memilih sepertiga malam sebagai tempatnya berdoa, sebagai kekuatan paripurna yang ia yakini mampu melegakan hati dan mengubah sesak menjadi kelapangan.
Aku bukan lagi orang yang pandai membuat puisi sejak bertemu denganmu, karena kamu sudah menjadi bagian dari doa dan juga debarku, kurasa itu sudah cukup
Merayakan Temu
BANGGA
Apakah kamu pernah merasa bangga? bangga pada dirimu yang sekarang. Setelah melalui banyak ujian, kamu tetap berdiri kokoh seperti sedia kala. Ujian tidak membuatmu patah atau mundur, karena kamu selalu berpikir bahwa Allah sedang sayang-sayangnya padamu hari itu lalu ujian itu dikirimkan karena Dia tahu ujian itu bisa terlewatkan, jika itu orang lain tentu ujian itu akan membuatnya patah, tak bersisa. Apakah saat ini kamu masih merasa bangga dengan semangatmu? kalau iya teruskanlah, tapi ingatlah di atas langit masih ada langit, ujian akan datang lagi dengan wajah yang berbeda, tapi saat itu kamu sudah belajar banyak hal darinya.
MANUSIA
Kabar duka dan bahagia datang silih berganti, begitulah sejatinya manusia, lahir dan pergi. Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada hal dunia ini yang benar-benar kita miliki, kamu lahir maka kelak kamu akan meninggalkan dunia ini pula. Pengingat untuk diingat agar tidak ada yang jumawa pada dirinya, agar tidak ada yang merasa puas dengan amal sholihnya.
Dzulhijjah 1441 H, Agustus 2020
-Vici Putri
PEREMPUAN
Tentang perempuan yang diciptakan Allah dengan segala keindahan, kesempurnaan. Namun terkadang ia merasa kurang, tidak percaya diri dengan dirinya, merasa dirinya selalu jauh di bawah orang lain. Dear, cantikmu beda, kecantikan tidak melulu dengan bulu mata yang indah, tinggi yang semampai, hidung yang mancung. Cantik itu kalau kamu pandai bersyukur dengan apa yang ada pada dirimu, bersyukur dengan nikmat Allah yang telah membersamaimu berjalan menyusuri jalan ini, jalan hidayah bernama islam.
Dzulhijjah 1441 H, Agustus 2020