UNLOCK THE HAPPINESS (2018)
Setiap individu memiliki episodenya masing-masing, awal tahun ini setelah memperoleh gelar sarjana pendidikan kimia pada waktu yang tepat. Sejujurnya aku merasakan kebahagiaan dan kecemasan sekaligus, opini yang beredar di masyarakat memang benar adanya ya bahwa sehari setelah wisuda itu bagai dihantam gelombang kecemasan, akan berkontribusi apa setelah ini, bagaimana caranya? Langkah realnya gimana dengan titel sarjana yang diemban ini. Tak mau berlarut, kuputuskan untuk menjalani kegiatan yang sempat tertunda semasa aku menyelesaikan skripsi yaitu ME TIME, bukan untuk leyeh leyeh ya tapi lebih kepada mengembangkan potensi diri gitu belajar apapun yang aku inginkan, bepergian supaya lebih kenal dengan diri sendiri setelah dihajar status mahasiswa dengan segala branding agen perubahan dan idealisme atas standar siapa entah (bias). Hal pertama yang dilakukan adalah diskusi dengan orang tua especially mamah, ku sampaikan padanya hal hal yang ingin aku lakukan disertai dengan alasan alasannya, lalu mamah memberikan pertimbangan juga saran dan penolakanpun disampaikan, untungnya kedua orang tua tidak menuntut banyak hal atau ikut campur terlalu banyak, jadi aku memiliki ruang untuk memilih dan berkembang. Akhirnya aku putuskan selama setahun akan tetap mengajar dan freelance sambil belajar hal-hal keterampilan lainya, salah satunya dengan mengubah pola hidup (ya ga signifikan banget tapi better lah ya) menjadi lebih sehat gitu, mengurangi gaya konsumtif (anaknya suka laper mata), mengurangi sampah ala ala zero waste gitu dan belajar untuk menata rumah (biar ga keluyuran aja tetapi bisa tetap produktif ga bosen). Alhamdulillah aku lebih punya banyak waktu dengan keluarga dan tetap bisa jajan sendiri ya walaupun income masih pas pasan setidaknya bisa mandiri jika ada keinginan.
Lambat? Telat? Alhamdulillah, aku menikmati setiap momen kan ya selagi ada waktu luang, ya luangkan dengan sebaik-baiknya. Bahagia itu tak harus melihat standar orang lain kan, matahari dan bulan pun punya tempatnya masing masing untuk bersinar. Dahulu aku sempat meimikirkan untuk menjadi wanita karir, bisa pergi dinas ke luar kota, mandiri, independent dan berdikari, jujur saja keinginan itu mengecil seiring dengan bertambah usia (aku pikir sih gitu) tetapi tetap ingin berkarya atau minimal bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh gitu produktif. Hidup di dunia sementara ya kali kan mengejar yang sementara mah akan habis jika sudah selesai, kemudian aku berpikir gimana kalau melakukan kegiatan yang hasilnya tidak hanya untuk dunia tetapi juga mampu menjadi amal kebaikan yang bermanfaat di akhirat gitu (kehidupan setelah kematian) (kemana aja vi?). Jika ada niat pasti akan ada jalan, dan ya aku menjalaninya enjoy deh. Alhamdulillah, I hope this is the right track, become a better me.
Lantas, apa saja yang sudah aku lakukan setahun kemaren??
1. Serius belajar mengaji (Tahsin pemula dan sekarang udah tingkat mahir)
2. Pola makan sehat yang teratur juga mengurangi konsusmsi gula dan garam (supaya masa tua masih bisa produktif sehat dan bisa nimang cucu?? Wait, nikah dulu kaliya)
3. Jatuh cinta sama air mineral (kemana mana wajib ada dan bawa wadah sendiri, jatuhnya lebih hemat dan higienis gitu sih ya hmmm)
4. Mengurangi junkfood dan Olah raga (Skipping dan renang) benefit : turun BB dong ya, gak mudah capek sih lalu mobilitas tinggi
5. Recycle sampah (bikin eco enzyme) milah sampah plastik dan ditimbang ke bank sampah asli ini ternyata seru loh haha
6. Tidur siang (secara freelance kan ya jadi ada waktu luang) *ini dihasut sama kamu sih*
7. Jalan-jalan sudah pasti tapi masih di pulau Jawa (nanti ke luar negerinya sama kamu aja yah cie gitu )
8. Leaving a toxic people (maaf ya, saya mau hidup bahagia gamau jadi parasit atau diparasitin)
9. Circle pertemanan mengecil tetapi lebih quality soalnya gak ada nongki nongki ga jelas lagi dan lebih nyaman nongki di rumah sih atau curhat sama mamah, atau ajak temen ke rumah aja (di sini jadi merasa introvert)
10. BACA BUKU apa aja terserah bebaskan ahahaha yes!! (supaya otak gak beku dan tetap waras menghadapi dunia persilatan ini)
11. Seminar dan volunteering (ketemu banyak orang baru yang asik)
12. Kamu (agen berjuang bersama yang terpisah jarak gitu kan, yang katanya mau jadi samsak aku, aku lada mu)
13. Mencoba entrepreneurship (tapi harus banyak belajar sih ini trial and error)
14. SELF ACCEPTANCE. Aku mampu berdamai dengan diri sendiri dan sudah gak terbentur antara keinginan dan kenyataan, lebih ke bersyukur atas segala nikmat yang aku miliki, lebih peka membaca pertanda sekitar.