Semalam, aku bergelut dengan keyakinan ku, Semalam aku sesat dari jalan-Mu, Sesat tak bertujuan aku, Semalam yg 24 tahun yg lalu, Aku tiada bertujuan hakikat hidup, Aku jadi pengikut tuli-Mu, Saat ini aku di tampar dengan hebat, tertampar aku tentang kejahilan aku sendiri, yang hanya ikut kemahuan sendiri, saat ini aku berada pada pengenalan aku dengan Sang Kekasih Abadi, ibarat bayi merangkak menuju kehidupan baru, kehidupan yang penuh duri, Moga hati ini Yakin kuat pengharapan kepada-Mu, Moga aku terus kuat untuk sabar.. Sesungguhnya tiada jalan berpaling setelah aku melangkah.











