LEBIH EGOIS MANA, mencintai diri sendiri atau mencintai orang lain? Karena katanya, mencintai orang lain lebih mudah daripada mencintai diri sendiri
iidmhmd
Color Me Curious

oozey mess

@theartofmadeline
No title available
RMH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
ojovivo

Product Placement
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

if i look back, i am lost
untitled
Fai_Ryy
occasionally subtle
Claire Keane
No title available
EXPECTATIONS
d e v o n
Monterey Bay Aquarium
The Stonewall Inn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from Chile

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from Malaysia

seen from T1
seen from United States

seen from Austria
seen from United States
seen from Argentina
seen from United States

seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Iraq

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Brazil
@wanitacancer-blog
LEBIH EGOIS MANA, mencintai diri sendiri atau mencintai orang lain? Karena katanya, mencintai orang lain lebih mudah daripada mencintai diri sendiri
iidmhmd
Terminal tempat pemberhentian Bus, Stasiun tempat pemberhentian Kereta Api, Bandara tempat pemberhentian Pesawat, Pelabuhan tempat pemberhentian Kapal, Rumah tempat aku kembali. Lalu bisakah kamu menjadi tempat pemberhentian terakhirku?
(via @wanitacancer)
Perasaan tanpa logika, buta. Logika tanpa perasaan, hampa.
(via miftahulfikri)
Syedepppp
Jangan Takut Sendiri
“Hey... ketemu lagi kita he-he-he, kok kamu sendirian terus sih say?” tanya salah seorang teman SMA padaku sewaktu berpapasan pada sebuah Mall. Aku hanya tersenyum tersipu. Anehnya pada saat ditanya seperti itu, hanya terbesit pemikiran“Wajar kan orang sendiri? Setiap orang pasti pernah jalan sendiri kan”
Kenapa jalan sendiri menjadi suatu hal aneh? Yaaa sejujurnya sih, sewaktu aku ditanya seperti itu aku betul-betul tidak merasakan jalan sendiri itu “tabu” seperti pemikiran sebagian kalangan wanita. Terutama wanita remaja sepertiku. Wanita remaja yang biasanya pada seumuran aku ini nongkrong bareng temen-temen. Kemana-mana harus sama temen.
And well hal itu gak ngebuat aku minder buat menikmati jalan sendiri. Aku terkadang perlu waktu sendiri, bukan berarti tidak suka nongkrong bareng temen2. Bukan. Hanya saja aku berpikir tidak ke semua tempat aku “harus” bersama temen-temen. Aku ngerasa jalan sendiri atau biasa disebut anak milenial dengan sebutan “Me Time” ini adalah waktu relaksasiku. Waktu dimana aku membuang jenuh rutinitas.