"Egosentris" A Novel By Syahid Muhammad
"Egosentris" adalah novel karya Syahid Muhammad yang diterbitkan sekitar tahun 2018. Novel ini menceritakan perjalanan persahabatan tiga mahasiswa psikologi yakni Fatih, Fana, dan Saka, yang masing-masing memiliki latar belakang dan karakter unik berbeda-beda. Fatih sebagai sosok introvert dengan pemikiran kritis dan masa lalu yang sangat kompleks. Fana sebagai anak tunggal yang hidupnya banyak dikendalikan oleh keinginan orang tuanya, dan Saka dikenal sebagai pribadi yang santai dan gemar mendaki gunung.
Hal yang membuat novel ini menarik ialah bukan hanya menceritakan tentang perjalanan 3 sahabat tetapi juga mengeksplorasi isu-isu kesehatan mental, fenomena sosial, pencarian jati diri dan cinta. Melalui perjalanan hidup para tokoh, kita diajak memahami kompleksitas emosi dan tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menghadapi mental, tekanan sosial, harapan keluarga, dll.
Beberapa hikmah yang terkandung dalam novel ini ialah ;
• Pentingnya memahami diri sendiri
Setiap tokoh memiliki masalahnya sendiri bagaimana mereka bisa memahami sepenuhnya tentang dirinya sehingga tidak dapat terpengaruh dengan berbagai gangguan yang ada. Ini menunjukkan bahwa mengenali dan menerima diri sendiri adalah langkah awal untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan batin.
• Peduli dengan Kesehatan Mental
Novel ini banyak memberikan isu kesehatan mental, termasuk bagaimana tekanan sosial, harapan keluarga, dan konflik batin dapat mempengaruhi seseorang. Hikmahnya, kita harus lebih peduli terhadap kesehatan mental, baik diri sendiri maupun orang lain.
• Tidak semua orang bisa memahami kita, dan itu tidak apa-apa
Terkadang kita merasa tidak dimengerti oleh orang lain, dan novel ini mengajarkan bahwa tidak semua orang harus memahami kita sepenuhnya. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami diri sendiri dan menerima keadaan kita
• Kehidupan ~ perjalanan belajar
Setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan, adalah bagian dari proses belajar dalam hidup. Dari novel ini, pembaca diajak untuk menerima kenyataan dan terus berkembang sebagai individu yang lebih baik.
Selain itu, yang menjadi alasan mengapa bisa suka dan merekomendasikan novel ini ialah, tulisan sang penulis yang terkenal dengan sajak sajak, dimana setiap sub bab juga didalam ceritanya banyak sajak sajak puitis terkait dengan rasa dan perjalanan hidup sang tokoh. Sehingga banyak memberikan inspirasi menulis sajak yang bagus. Kemudian juga banyak menyajikan isu isu kesehatan mental yang relevan sekali yang terjadi pada anak muda zaman sekarang terutama gen z, gen alpha dll.
"Untuk yang ketakutan dan bersembunyi"
"Untuk yang dibedakan dan diasingkan"
"Tegak dan hiduplah"
sepenggal sajak di cover akhir novel "egosentris" by Syahid Muhammad
dan dari novel ini, kamu akan tahu darimana semua inspirasi diksi dan sajak yang pernah aku tuliskan, mwehehe
~Faa















