This is sooooo ME. Wkwkwk
No title available
Cosimo Galluzzi
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

#extradirty

Discoholic đȘ©
Cosmic Funnies
occasionally subtle
YOU ARE THE REASON

Origami Around
EXPECTATIONS

No title available
Misplaced Lens Cap
Fai_Ryy
noise dept.
Xuebing Du
â
Today's Document
macklin celebrini has autism
cherry valley forever

⣠Chile in a Photography âŁ
seen from Spain
seen from United States
seen from Chile
seen from United States

seen from Kosovo
seen from United States

seen from France
seen from Singapore

seen from Morocco

seen from Albania
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from TĂŒrkiye
seen from Canada

seen from Ecuador
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Malaysia
seen from Thailand
@wcmaharani
This is sooooo ME. Wkwkwk
Cuman mimpi aja girangnya kebangetan. Walau ceritanya banyak nunggu-nungguan (sampe dia ketiduran) tapi........... Sungguh gak baik menitipkan harapan setinggi itu đą
Concern seorang ibuk ketika pengen anaknya kurusan tp ga tega liat anaknya ga pernah makan nasi. Btw ini enak!
Hai tumblr! Lama ga ngepost. Sekali ngepost moodbooster malam ini karena abis liat pengumuman dan ga lolos. Wish me luck ya. Sedih tapi ga boleh berlarut. Semoga rejekinya ga diambil orang lagi đđđđȘđ»đȘđ»đȘđ»
Allah mencintai hambanya luar biasa. Manusia mencintai Allah sekenanya saja.
Pagi ini kembali diingatkan akan besarnya kasih sayang Allah sama saya. Saya, bukan manusia yang baik. Saya punya banyak kekurangan. Saya belum bisa istiqomah menaati semua perintah dan menjauhi larangan. Bahkan saya sering meragukan (saya sombong sekali ya) kasih sayang Allah ketika baru sedikit saja diberi kesusahan oleh Allah. Astaghfirullah...
Saya, pun tidak luput dari demam kekinian bersamaan dengan hadirnya instagram yang sering membuat saya terlarut arus dan berusaha kemudian mengikuti. Tapi yang namanya arus, ya sejatinya memang memabukkan. Alirannya cepat dan kuat, uap airnya sengau dan berat.
Begitupun dengan arus makan mie korea ala-ala yang beredar di pasaran. Mie ini sebenarnya sudah lama beredar juga di pasaran. Cuman memang lagi boomingnya sekarang. Ke restaurant ala-ala kore di Kota sudah dicoba. Tapi hasilnya ya biasa aja. Enak mie jawa dog dog yang sering lewat depan rumah. Tapi seakan peringatan pertama ini belum menyadarkan. Karena mencoba ke restaurat ternyata biasa aja, nyoba nyari mie yang instan, yang memang diproduksi dari negaranya sendiri. Berharap hasilnya lebih memuaskan.
Tapi sebelum sempet mencoba, akhirnya disadarkan. Saya sudah terlampau jauh dari pantai. Arus membawa saya hilang di tengah lautan. Lalu Allah memberikan bantuan sampan. Lewat salah seorang teman menuntut ilmu di perguruan. Hal kecil seperti ini membuat saya percaya Allah mencintai saya dengan sangat bahkan ketika saya melakukan hal-hal mudharat.
Astaghfirullah, semoga Allah selalu memberikan sampan ketika saya mulai terlupa. Sebelum arus membawa saya lebih jauh lagi.
PS : Ternyata selanjutnya ada yang komentar:
âAda dua tipe Nongshim yg produksi korea dan yg produk cina. Yg korea halal, ada stempel Halal dr asosiasi muslim korea, harganya 13 ribuan, dua kali harga yg di mini market.â
- Tapi, bukankah kita lebih baik menjauhi yang abu-abu dan memilih Indomie goreng biasa yang sudah jelas putih? Tinggal tambahin keju, kornet dan telur mata sapi? Nikmat mana lagi yang kau dustakan?Â
Ini gambarnya dari google.com yaaa.
5 Ways to Beat Loneliness
We all experience bouts of loneliness at times. It is common during times of flux and change (such as starting university or breaking up with someone). But it can also overwhelm us when weâre with a group of friends, so we feel disconnected ⊠as if we donât belong. So what can we do to keep loneliness at bay?
1. First, donât isolate yourself â When youâre feeling lonely it is hard to go out and be with others who seem to be OK, and donât really notice how lonely you feel. But putting up a wall and withdrawing from your friends will only intensify that sense of loneliness, and will further undermine your self-esteem.
2. Second, keep yourself busy â Do things that you normally enjoy with others. For example, listening to a band or maybe going to watch a game ⊠or you could always try something thatâs new, but interests you! That would allow you to connect in a non-threatening way ⊠as it takes the focus off talking, and off you.
3. Third, be kind to yourself - Itâs likely that you regularly beat yourself up, criticise yourself and are unrealistic in the kinds of expectations that you have for yourself. So what, if it goes wrong? You can always try again â just learn what you can from the experience. And notice your successes and the times when it goes well. Itâs likely that this happens a lot more than you think!
4. Fourth, recognise that we ALL battle loneliness at times - Youâre not some kind of freak â itâs actually quite normal. It something weâve all known and understand.
5. Fifth, talk to someone you like and trust â It can really help to talk about your feelings with a family member, a friend or counsellor. It relieves some of the painful sense of isolation â and help to get your life back in perspective again.
âAda manusia yang bernasib baik dalam proses hidupnya. Dia tidak perlu mengenal kepedihan, kekecewaan atau kesedihan untuk mencapai bahagia. Dan mereka yang sebaliknya pula, harus menempuh pelbagai kedukaan sebelum menikmati kegembiraan. Namun siapalah kita untuk mengetahui kerana dalam diam-diam, Dia telah mengaturkan segalanya.
Kadangkala kita terlebih dahulu perlu meneguk pahitnya kecewa sebelum dapat mencicip manisnya bahagia, perlu mengunyah pahitnya penipuan sebelum dapat merasa lazatnya kebenaran, perlu berjalan di atas duri-duri pengkhianatan sebelum dapat berbaring lena di atas tilam penghargaan, dan perlu digari dengan kezaliman sebelum dapat bebas berlari dengan sepatu kebebasan dan kemenangan. Banyak lagi sebenarnya proses yang kita perlu lalui dalam hidup ini sebelum kita dapat mencapai sesuatu.
Apa yang kita dapat lakukan sepanjang proses ini ialah bersabar. Sabar itu ialah apabila kita dilontarkan dengan duri, kita dapat menghidu haruman mawar, apabila kita ditakutkan dengan gelapnya malam, kita mampu menggambarkan indahnya siang. Sabar itu bukan bermaksud hanya menerima sesuatu kemudian duduk diam sahaja. Sabar itu harus mampu melihat sesuatu kebaikan di balik sesuatu musibah. Begitulah proses hidup ini berlangsung.
Dalam hidup, kita memang selalu tidak akan mendapat apa yang kita mahukan. Tetapi kalau kita sabar, redha dan terus berusaha dalam proses mencari dan menjadi yang baik, inshaAllah kita akan bisa ketemu dengan sesuatu yang lebih kita perlu.â
Warna-Warni Jiwa bab 27, tentang proses. jemput baca di :
http://ilham.karangkraf.com/karya-detail.aspx?idk=5953&idc=32544
Cinta itu bagaikan wudhu; kalau kau ragu, batal.
Rumi. (Bahasa Turkinya: AĆk abdest gibidir; ĆĂŒpheye dĂŒĆersen bozulur)
Are You a Muslim Who Doesnât Pray? Read On.
You want to pray, but you just.. Canât.
Perhaps youâve always wanted to be one of those people who pray.. It seems so easy for some. They just get up and do it. Perhaps you were one of those people at one time, but now.. Not so much.
Something inside you is broken. Scratch that.. Itâs not exactly broken.. More like, it feels hollow inside. Something is missing. You feel nothing.. Numb.
So how do we get from this to praying? The problem with most advice on salah is that it looks at things from a reactive point of view instead of a proactive point of view. Not praying? Well, just start. Or better yet, take one salah at a time and keep building until you reach five. Good advice, no?
No. It doesnât address what leads a person towards salah to begin with.
For some one who feels that hollowness inside, âjust prayingâ does nothing to stir the soul. It doesnât fill you up. And, in fact, it can deplete you even further. No, you need to start somewhere else.. You need to fill yourself up before your actions all follow suit.
We pray because of one simple reason: We love Allah. Itâs the loving Allah part that makes it easy. Itâs the loving Allah part that makes you stand up when youâre exhausted. Without that piece of the puzzle, nothing else will make salah stick.
When we look at the early Muslims, when Islam first came down, were there a lot of commandments? No, there werenât. The early surahs are filled with lessons about Allah, about His Angels, His Messengers, His Books. The rules and regulations came later, after the foundation was built. So when we look at our own lives, why do we focus on the rules and regulations without paying attention to the foundation first?
If we want to be amongst those who pray.. Who pray regularly and easily.. Who jump up when the time for salah begins.. Then we need to begin first by building a love for Allah. And in order to do this, we need to KNOW Him.
I always tell people who arenât praying to begin first with dhikr. Say SubhanAllah 100 times each day. And as you do so, reflect on our own weaknesses, and the Greatness of Allah. Reflect on how it is only with His Help that we are able to do anything. When you do this, youâll start a habit of THINKING about Allah. Youâre remembering Him.
And what happens when you remember Allah? It starts to soften your dead heart.. You start to have more peace.. And most importantly, He remembers YOU.
Ibn al-Qayyim stated, âIn the heart there is hardness which can only be softened by remembrance of Allah. So the slave must treat the hardness of his heart with the remembrance of Allah.â
âUnquestionably, by the remembrance of Allah hearts are assured.â (Qurâan, 13:28)
âI am to my servant as he expects of Me, I am with him when he remembers Me. If he remembers Me in his heart, I remember him to Myself, and if he remembers me in an assembly, I mention him in an assembly better than hisâŠâ (Bukhari and Muslim)
Be MINDFUL of this as you sit each day doing some dhikr. Think to yourself, I am walking towards Allah.. As the last hadith goes on to say..
â⊠When he comes closer to Me by a handspan, I come closer to him an armâs length. If he draws closer to Me by an armâs length, I draw closer by a distance of two outstretched arms nearer to him. If my servant comes to Me walking, I go to him running.â (Al-Bukhari)
Youâre not praying (yet) but be mindful that you are getting closer. Allow yourself to be in a state where you know you arenât doing what youâre supposed to, but youâre taking steps to get there. One of the tactics of Shaitan is that he leads you to believe that itâs all or nothing. Either youâre praying, or youâre sinfully not. So when weâre not, a dark cloud of guilt hovers over us, leaving us in darkness, unable to move forward.
Do you know the story of the man who killed 99 men?
Abu Sa`id Al-Khudri (May Allah be pleased with him) reported: Prophet of Allah (PBUH) said: âThere was a man from among a nation before you who killed ninety-nine people and then made an inquiry about the most learned person on the earth. He was directed to a monk. He came to him and told him that he had killed ninety-nine people and asked him if there was any chance for his repentance to be accepted. He replied in the negative and the man killed him also completing one hundred. He then asked about the most learned man in the earth. He was directed to a scholar. He told him that he had killed one hundred people and asked him if there was any chance for his repentance to be accepted. He replied in the affirmative and asked, `Who stands between you and repentance? Go to such and such land; there (you will find) people devoted to prayer and worship of Allah, join them in worship, and do not come back to your land because it is an evil place.â So he went away and hardly had he covered half the distance when death overtook him; and there was a dispute between the angels of mercy and the angels of torment. The angels of mercy pleaded, âThis man has come with a repenting heart to Allah,â and the angels of punishment argued, âHe never did a virtuous deed in his life.â Then there appeared another angel in the form of a human being and the contending angels agreed to make him arbiter between them. He said, `Measure the distance between the two lands. He will be considered belonging to the land to which he is nearer.â They measured and found him closer to the land (land of piety) where he intended to go, and so the angels of mercy collected his soulâ. [Al-Bukhari and Muslim].
In another version: âHe was found to be nearer to the locality of the pious by a cubit and was thus included among themâ. Another version says: âAllah commanded (the land which he wanted to leave) to move away and commanded the other land (his destination) to draw nearer and then He said: âNow measure the distance between them.â It was found that he was nearer to his goal by a handâs span and was thus forgivenâ. It is also narrated that he drew closer by a slight movement on his chest.
What is awesome about this story is that he hadnât dramatically changed in terms of his actions. He was just WALKING towards change. And that was enough for Allah. Allah is so patient that He watches us disobey Him. And He waits. Waiting for us to turn back to Him. SubhanAllah!
So begin by walking towards Him. And be mindful that when you do your dhikr, you are taking a step.
Another good step is to begin learning His Names. When you KNOW Him, really know Him, you canât help but attach your heart onto Him. Knowing Allahâs Names will draw your heart closer to Him. And as it does so, you will remember Him more..
Over time, your desire to please Him and turn back to Him will increase.. And this, my friends, is what will fill you up. This is what will take away the hollowness.. THIS is what will make salah easy. THIS is where the advice, âtake it one salah at a timeâ will be beneficial. When you get to this place, it wonât be such a giant leap to contemplate standing up for one prayer. And slowly, one will become two.. And so on..
But before you begin building your prayers, take the time to build your foundations, just as they early Muslims did. Start with baby steps, like doing dhikr or learning His Names.
(Author: Saira Siddique - Source)
How to Start Loving Who You Are
1. Start by being kind and gentle with yourself. There are plenty of people who would love to criticise ⊠So be your own protector and your own best friend.
2. Choose self-love over self-hatred. Many people find they veer between these two extremes â but over time gravitate more towards one or the other (through automatic thinking and their inner dialogue) ⊠So actively reject self-hatred, and then exercise self-love.
3. Stop being harsh and judgmental, and accept your imperfections. Weâre all flawed and broken, and we all make bad mistakes.
4. Start enjoying who you are, and being alone with yourself. Embrace solitude, and the chance to be with âyouâ.
5. Think of all the different things youâre grateful for in life, and the people who have loved you, and have seen the good in you. As you do that, you will start to value who, and what, you are.
Apa yang paling dibutuhkan bagi orang yang kurang cinta dan kasih sayang? Perhatian. Dia berlagak sok kuat, padahal butuh perhatian. Dia berlagak pemberani, padahal butuh pengertian. Dia berlagak bahagia, padahal dia menderita. Dia mengasihani, padahal dirinyalah yang paling butuh dikasihani. Dia butuh kamu. Sangat. Dan jangan pernah menunggu, karena dia tak akan pernah meminta. Gengsi memakan sebagian besar dari hidupnya.
Salahnya adalah, aku tidak pernah punya fikiran untuk pergi. Tetapi begitu banyak alasan untuk membuatmu tidak tinggal lagi.
âHari ini jalanan masih lancar, Metro Mini belum keliatan banyak di jalan.â
Itu âlaporanâ yang saya terima barusan. Ini hari pemogokan kedua para pengemudi kendaraan umum bertubuh tinggi besar itu di Jakarta.
Saya sebenarnya sangat terbantu dengan adanya Metro Mini. Tarifnya ramah di kantong. Masalah nyaman jadi nggak penting lagi, mengingat tarif taksi yang kian lama kian melambung. Tapi ketika saya dibonceng sepeda motor, saya jadi mengerti perasaan para pembenci Metro Mini. Kendaraan berwarna cerah itu memang sangat mengganggu. Sudah badannya besar, menyebarkan polusi, merasa dirinya dewa jalanan pula.
Mereka punya alasan untuk sombong. Orang-orang seperti saya mungkin yang mendukung keangkuhan mereka. Karena saya sangat membutuhkannya. Mereka sombong karena sadar dibutuhkan.
Beberapa manusia seperti Metro Mini. Besar kepala. Dan pemompa kepala manusia-manusia sombong itu adalah lingkungannya. Kamu dan saya. Kita sering merajakan orang-orang yang punya pengaruh. Ketika pengaruhnya luntur, kita menjauh, mereka pun nggak lagi berani mendongakkan kepala besarnya tinggi-tinggi.
Akhirnya dia belajar, bahwa segala sesuatu di dunia ini ada tanggal kedalurwasanya. Termasuk kesombongan.
Dan ia lalu dilupakan saat teronggok sebagai sepotong besi tua.
Sementara kita, layaknya kawanan lebah, sudah sibuk menghisap madu pada bunga yang lain. â View on Path.
More quotes here
trisula
âIt hurts because it mattersâ
Dalam mitologi Yunani kuno, ada dewa-dewa yang dipercaya mengendalikan alam semesta. Satu diantaranya, Poseidon sang penguasa laut, sungai dan danau. Poseidon punya senjata khas berupa trisula yang konon bisa meluluhlantakkan bumi saat dipukulkan.Â
Secara harfiah, trisula berarti tiga tombak. Sesuai dengan bentuknya yang mirip garpu besar dengan tiga ujung lancip. Kita bisa menjumpai âtrisulaâ lewat lisan seseorang. Bentuknya berupa tiga pertanyaan sederhana yang menancap dan kerap mengusik emosi. Persoalan-persoalan ini akrab sekali dengan momen reuni.
1. âKapan nyusul?â
Kata tanya kapan masih kedengeran oke sampai kita berusia 20-an. Dari saat itu, kapan punya rasa yang berbeda dengan apa, gimana, dimana, siapa dan kenapa. Terlebih lagi waktu ditanya di acara nikahan, maknanya jadi kapan nikah? Coba tanyain kapan nyusul? ke anak SD kelas satu. Dijamin, bikin bengong.
Kita yang ditanya, cengengesan sambil garuk belakang kepala. Dikiranya di belakang kepala ada jawaban. Tapi ternyata enggak. Supaya aman, kita menggulirkan kembali bola panas sama si penanya. Seberes topik pernikahan, kelak akan muncul kapan nyusul-kapan nyusul lain yang enggak ada habisnya.
Nyatanya, nikah beda dengan Moto GP dan kita bukan Rossi. Kenapa harus salip-menyalip kalau garis akhirnya beda? Kalau anak tetangga nikah ahad pagi, kita enggak harus nikah tiga milidetik setelahnya. Toh setiap orang punya ikhtiar tersendiri untuk menyegerakan. Setiap orang punya takdirnya masing-masing.
2. âKok gemukan?â
Obrolan seputar kegemukan masih membahagiakan sampai kita balita. Waktu masih balita, gemuk sama dengan sehat. Kita hepi pas montok sebadan-badan, dulu. Enggak tau siapa yang memelopori topik angka timbangan sebagai pembuka obrolan. Patokan utama, apalagi kalau bukan volume pipi dan lengkung derajat perut di balik kemeja.
Kita yang disinggung kok gemukan? cuma bisa menimpali singkat âiya nihâ. Ya, gimana. Menggemuk kan hak asasi manusia. Kalau memang disengaja, enggak masalah. Konsep. Kalau enggak disengaja, baru deh masalah. Bisa jadi karena aktivitas yang mewajibkan banyak duduk, jarang berolahraga atau jadwal makan yang berantakan.
Saya pernah nonton Sarah Sechan waktu lagi diwawancara di layar kaca. Ada pernyataan âSaya heran sama budaya kita. Suka banget ngomentarin fisik orang yang udah lama enggak ketemu. âGemukan, ya?â. Emangnya enggak ada bahasan lain?â
3. âKerja dimana?â
Buat saya, kalimat ini kerasa pas saat ditanya sama mereka yang bekerja dan berstatus pegawai. Sayangnya enggak semua orang begitu, ada yang menggeluti bidang nirlaba atau ngembangin bisnis sendiri. Enggak heran pickup line ini jadi yang terpopuler sejak kita selalu pengen tau latar belakang seseorang lewat mata pencahariannya.
Saya pernah nanya sama seorang rekan dan langsung kikuk saat dijawab âNganggur nih, masih nyariâ. Ups, salah. Di kejadian kedua, saya ditanggapi âKenapa semua orang nanya gitu, ya? Gw enggak kerja, gw penelitiâ. Dari situ, saya sadar kalau enggak semua orang nyaman dengan pertanyaan kerja dimana? Saya pun merevisinya dengan kesibukan sekarang apa? karena siapapun pasti punya kesibukan walau enggak bekerja.
âWords can inspire. Words can destroy. Choose yours wellâ
âTrisulaâ lisan bisa melukai hati karena alasan yang hadir di belakangnya berpengaruh besar untuk sebagian orang: jodoh, penampilan dan karir. Ketidaknyamanan atas tiga pertanyaan klasik ini jadi hal tabu yang jarang mengemuka. Sepele, tapi penting.
Setiap orang akan menikah pada waktu-Nya sejak enggak ada yang tau persis kapan peristiwa-peristiwa penting terjadi di hidup kita. Setiap orang akan menggemuk atau mengurus pada waktunya sejak enggak ada yang pernah tau kapan pola hidup berubah. Setiap orang akan gemilang dengan cara-Nya sejak enggak ada yang pernah tau kemana takdir akan berarah.
Ada sejuta cara mengawali obrolan di momen reuni. Berbasa-basi enggak harus basi karena kesantunan tetap harus diutamakan semenjak yang kita temui adalah makhluk berperasaan. Maka, berkatalah saat memang harus. Lebih baik diam saat ucapan dirasa enggak berdayaguna. Alasannya sederhana.
Luka akibat kata-kata lebih menyengsarakan dibandingkan tertusuk trisula.
Perjalanan paling jauh yang bisa ditempuh oleh manusia bukanlah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, melainkan perjalanan dari pikiran ke hatinya sendiri. Perjalanan dalam rangka meruntuhkan ego, merendahkan hati, menjadikan ikhlas, lebih bersabar, dan lebih bertakwa. Perjalanan yang membutuhkan (banyak sekali) iman. Semoga Allah masih menjadi yang pertama.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
belajarlah bahawa perpisahan yang menginsafkan lebih baik daripada cinta yang berkekalan tetapi penuh noda. kadang-kala Tuhan membungkus kita dengan kecewa untuk melindungi kita dari kelalaian.
(via sederhanaindah)