Exactly :’)
Mike Driver
Lint Roller? I Barely Know Her
art blog(derogatory)

pixel skylines

No title available
Xuebing Du
tumblr dot com

titsay
trying on a metaphor
KIROKAZE
will byers stan first human second
No title available

blake kathryn
YOU ARE THE REASON

#extradirty

JVL
Monterey Bay Aquarium
sheepfilms

Kaledo Art
No title available

seen from Australia

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from Australia
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Tunisia
seen from Serbia
seen from Germany
seen from Spain

seen from United Kingdom
seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from United States
@widaanggarani
Exactly :’)
>time.out.
by minttu
t e n g g e l a m
Mainkan gitarmu hingga engkau lelah sendiri Aku tidak akan kemana mana dan andai saja aku bisa memeluk nada nada itu Di hutan belantara pun sudah cukup bagiku dengan dirimu saja seperti pada senja begini Tidak ada ruang yang tidak bisa kita ciptakan Tidak ada sudut sudut kita perlukan untuk memberi batas dari kita berdua dan berisik riuh diluar sana, meski kita sedang berada ditengah lautan manusia pada sebuah gig sekalipun
Sampai bit mu mulai terdengar tersengal sengal Dan darahku mengalir begitu binal Aduh Klimaks sudah Awas jangan pergi atau kubunuh saja dirimu Aku sudah tertahan, kepalaku sudah terjerat, kakiku terikat dan tak sanggup mengejar jika kau lari
Tapi kudengar nafasmu berisyarat bahwa kau takkan pergi Semua teori tentang kepemilikan menjadi rancu hari ini Kita bahkan tidak saling bersentuhan tapi sungguh kita sedang berpelukan. Berpelukan yang begitu erat. Tenggelam yang begitu dalam, Dalam sehingga aku tidak sadar apakah ini wajar.
Book of the day: I Am the Messenger by Markus Zusak
Get the FREE Kindle Reading App
Duh true
Seruni di Pagi Hari
“Tegukan terakhirmu itu sudah lewat sedari tadi Seruni, apa yang kau pikirkan?”
“Seberapa jauh jaraknya ke telaga? Saya ingin kesana.”
“Untuk?”
“Menulis puisi”
“Tidakkah ada hal lain yang bisa kau lakukan?”
“Menggambar”
“Tidakkah ada hal lain lagi yang bisa kau lakukan?”
“Seperti apa?”
“Seperti….”
“Saya sudah tau, saya juga sudah mau, saya sudah minta restu Tapi belum juga dapat satu Bedanya adalah, semua orang resah, saya tidak. Saya ingin membaca buku dulu. Saya ingin menulis tapi saya tidak ingin menjadi penulis Saya ingin melukis tapi saya tidak ingin menjadi pelukis Saya….”
“Menjadi penghayat?”
“Jangan begitu”
“Kenapa memangnya?”
“Tidak akan cukup waktu saya bahkan meski hidup 100tahun”
“Soal kapasitas?”
“Ya”
“Bagaimana dengan membatasi ruang?”
“Saya sudah ingin mencoba, menutup beberapa pintu yang tidak perlu Sayangnya masih banyak pintu yang ingin saya tuju”
“Kalau begitu satu satu saja dulu”
“Satu satu atau pilih saja salah satu?”
“Saya tau sekali konsepmu sudah jelas, Kamu tidak resah tapi sebenarnya juga resah Kamu bertanya tanya tapi sebenarnya juga sudah tau jawabannya Tidak ada gunanya saya bicara Kamupun sudah tau isi kepala saya Begitu juga sebaliknya”
“Kalau begitu biarkan saya bergegas kesana untuk bertanya”
“Kepada?”
“Kepada rumput, kepada gunung, kepada bunga Ada nyawa disana”
“Sekarang saya mengerti apa yang sebelumnya saya tidak pahami”
“Apa?”
“Ada yang lebih mahal rupanya”
“Apa itu?”
“Waktu pagi seperti ini.” “Besok masih ada pagi meskipun saya berkelana pergi”
“Tapi tidak ada dirimu disini.”
“Harus ada pintu yang ditutup”
“Tapi tidak masalah jika ada yang dibiarkan terbuka”
“Ngomong-ngomong bagaimana denganmu?”
“Saya. Saya ingin menjadi salah satu pintumu, Yang bisa saja kamu tuju.”
Book of the day: The People Look Like Flowers At Last by Charles Bukowski
Get the FREE Kindle Reading App
The opinion which other people have of you is their problem, not yours.
Elisabeth Kubler-Ross (via fyp-psychology)
Book of the day: The People Look Like Flowers At Last by Charles Bukowski
Get the FREE Kindle Reading App
Book of the day: The People Look Like Flowers At Last by Charles Bukowski
Get the FREE Kindle Reading App
New Research Says Loners Tend To Be More Intelligent And Loyal Friends
We all know a loner. They tend to enjoy spending as much time on their own as they can. Of course, they do have friends. It’s not that they dislike people. They just have less of a need for peer acceptance than most.
Keep reading
Sampai Pada Ragu Yang Tidak Perlu
Berjalan bagai jalang jalang di pinggir jalan Telah sampai aku di persimpangan Ada masjid di kanan dan sebelah kiri pangkalan Ada yang dirindu ingin pulang Ada yang dirindu ingin madu Ada nafsu yang beradu Ada yang menusuk untuk segera masuk
Sudah mendung meski belum juga hujan Dan ada yang tetap ingin berdiri saja diluar Ada angin yang membuat nyaman namun sedikit mengilukan
Ada jendela jendela coffeeshop dengan hingar bingar obrolan khas idealis kemuda-mudaan, mengundang untuk datang Namun ku tetap diam tak juga beranjak ke kiri atau ke kanan, ke depan atau ke belakang
Sampai tau bahwa waktu sudah cukup berlalu Dan aku masih tetap begitu Saat itulah tau kapan untuk melaju
Begitu banyak jalan yang menawarkan pilihan Bagaikan pasar yang ramai pedagang merayu agar dagangannya segera laku
Kadang aku ingin mempercepat waktu agar segera bisa tidur denganmu Agar bisa kukeluhkan ini juga padamu Selain pada sang pembuat rindu
Let me fall in love with your mind, let me take a swim in your sea of knowledge. Seduce me with your way of seeing the world, let me take in the breeze from your open-mind. Lastly like me explore that naked, vulnerable soul of yours. Let me fall in love with what makes you, you.
ada saat ketika saya harus keluar sementara dari keriuhan. seringkali ada keriuhan yang terlalu hingar sehingga suara sendiri pun tidak mampu saya dengar.
(via aanmansyur)
bagi saya, penilaian kamu terhadap orang lebih menunjukkan siapa dirimu dibanding siapa orang yang kamu nilai.
(via aanmansyur)
kendala kebanyakan orang adalah tidak mampu kendalikan diri sendiri, tapi ingin kendalikan orang lain.
(via aanmansyur)
Book of the day: Maya Angelou, I Know Why the Caged Bird Sings
Get the FREE Kindle Reading App