Karena untuk merasakan tak bisa diajarkan
Ketika ada bulan dihatiku
Monterey Bay Aquarium

tannertan36

pixel skylines
occasionally subtle
noise dept.
🪼
The Stonewall Inn
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Cookie Run:Kingdom Official!

Origami Around
Fai_Ryy
Not today Justin

blake kathryn
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Noah Kahan
official daine visual archive
★
EXPECTATIONS

Product Placement
macklin celebrini has autism

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from France

seen from United States
seen from Belgium
seen from Malaysia
seen from Venezuela

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Indonesia

seen from Colombia

seen from Netherlands
seen from Chile

seen from Argentina

seen from France
seen from Netherlands
@widiaastutik-blog
Karena untuk merasakan tak bisa diajarkan
Ketika ada bulan dihatiku
Piknik itu ga selalu ke pantai kok. Masak iya tiap hari 😀
Mendamaikan diri yah? Emmm.. mungkin.. ini kalau saya, cari apa yang pengen kamu tahu, cari apa yang menarik minat kamu, gali apa yang kamu bisa, lakuin trus nikmatin. Kagumin.. pengenin.. terus pelajarin.. cobain.. Kalo toh ga ada yg bangga sama apa yang kamu lakuin, seenggaknya kamu bisa bangga sama diri sendiri.. bisa jadi arti buat diri sendiri. Udah deh, kita ga bakal punya waktu buat mikirin benci kita ke orang lain, entah yg sengaja nyakitin atopun ga sengaja. Kita ga sempet mikir jeleknya orang lain. Fokus sama diri sendiri. Mungkin.. ntar kamu yang jadi dikagumin.. cuma mungkin sih.. 😊
La..la..la..laa..
@Regrann from @astridnisca - Wow! This is bold! Keluar dari mulut seorang pe-la-cur. Saya sendiri ga setuju. Karena wanita baik2 tidak perlu menjual apapun. Apalagi hanya untuk uang belanja. Baaah. Mungkin karena ini settingannya jaman penjajahan. Wanita dijajah pria sejak dulu~~~~ Pusing pala adeq bacanya 🙉🙈 #qotd #cantikituluka #ekakurniawan #wednesdaybook #Regrann Pengen baca ini..
Ternyata hidup tak membiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jadi penonton. Semua harus mencicipi ombak.
Jadilah mantan yang berkualitas
yang tetap berbahagia setelah berpisah dengannya
yang tidak menyesali apapun yang terjadi, sebab percaya bahwa takdir yang baik sedang menunggu
yang tetap berjuang dan berkarya meski tak lagi dengannya, tunjukkan kualitasmu sebagai manusia
yang tidak menolak kehadiran cinta lain hanya karena bayang-bayang masa lalu
yang jika harus bertemu dengannya, kamu bisa menatapnya tepat di matanya dan tersenyum bahagia
yang tetap mendoakan kebaikan baginya, setidaknya tidak mendoakan keburukan
yang tidak mengganggu kehidupannya lagi, membiarkan dia sepi dan melipir dari duniamu
yang berprinsip teguh, sehingga ketika dia mengirimkan pesan, kau kuat untuk sekedar membacanya tanpa balasan. Kecuali jika kau ingin kembali, atau barangkali memang hanya ingin memperbaiki silaturahim
yang tidak terus-terusan tenggelam dalam keterpurukan, sebab kalaupun dia kembali, bisa jadi hidupmu jauh lebih menderita
yang tidak membandingkannya dengan cintamu yang kini, sebab itu menyakitkan
yang tidak terbelenggu dengan andai-andai. Andai dulu begini andai dia ada. Kalau Andai and The Backbone band sih boleh
yang tersenyum setelah baca tulisan ini. Sebab saya menuliskan ini karena sayang sama kalian yang masih berkubang dalam kenangan dengan sang mantan.
(via jagungrebus)
Tuuuuuh... 😆 jadilah mantan yg berkualitas. Aku baik baik saja. Lalala.. ❤
ilmu menikah
“nak, ayah tuh nggak secanggih kamu ilmu agamanya. tapi ayah mau kasih tau sesuatu tentang ilmu agama dan menikah. sesuatu yang ayah temukan dari pernikahan sama ibumu.
ilmu agama itu terdiri dari ilmu dunia dan ilmu akhirat, nak. bedanya? ilmu dunia mengajarkan kita untuk terus memiliki dan meminta sampai tidak ada lagi yang bisa dimiliki dan diminta. ilmu akhirat sebaliknya, mengajarkan kita untuk terus memberi dan melepaskan sampai tidak ada lagi yang bisa diberi dan dilepaskan.
kamu tau nggak? menikah itu menyempurnakan agama, karena menikah-lah yang mengajarkan ilmu akhirat–setelah seumur hidup kamu hanya belajar ilmu dunia.
gara-gara menikah, ayah semakin sadar kalau di dunia ini, kita semua adalah pemimpin tapi bukan pemilik. uang yang ayah dapatkan, tidak pernah ayah berpikir bahwa ayah memilikinya. waktu yang ayah luangkan, tidak pernah ayah merasa bahwa ayah memilikinya. apapun yang ada pada diri ayah, semuanya bukan punya ayah. semuanya punya kalian, keluarga ayah.
sebelum ayah menikah, ayah nggak belajar tentang ini. ayah mengira kalau semua capaian hidup ayah adalah milik ayah seorang. sekarang ayah mengerti, ini semua milik kalian. dan terutama, milik Allah.
karena menikah, ayah menjadi lebih bertanggung jawab. ayah sadar bahwa semua yang diberikan kepada ayah, adalah titipan yang harus dijaga, dikelola sebaik-baiknya. baiknya Allah itu kan? kalau bukan karena menikah, tidak mungkin ayah belajar memberi dan melepaskan seperti ini. juga, tidak mungkin ayah belajar memiliki dan meminta seperti ini–untuk kemudian dipersembahkan kepada kalian.
kamu tau nggak, ilmu akhirat mana yang paling tinggi kesulitannya bagi seorang ayah?”
lalu ayah melepas kacamata, menggosok-gosok yang ada di baliknya.
“melepaskan anak-anak perempuannya.”
ayah diam lama sekali.
“karena–bukan ayah tidak percaya kepada calon suamimu, melainkan ayah yang tidak percaya kepada diri sendiri. sudahkah ayah benar-benar menjagamu, merawatmu, sampai sekarang?”
ayah diam lagi.
“itulah yang diajarkan sebuah pernikahan, nak. meminta untuk kemudian memberi. memiliki untuk kemudian melepaskan.”
ayah diam lagi. tak bicara lagi.
Teenyata malam ini ujan..
Ternyata hidup tak membiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jadi penonton. Semua harus mencicipi ombak.
Kopi darat tanpa kopi
Yayaya.. malam ini saya akan bercerita, tanpa melebih lebihkan, tanpa mengurangi.. hanya yang saya ingat.. bahkan meski sekelebat.. atau berusaha diingat ingat.. hahaha.. ☺ selamat malam. Ada seseorang yang bernama.. emmmm, saya akan menyebutnya anahara 😆. Entah tahun kapan pastinya orang ini muncul di hidup saya. 6 bulan? Setahun? Setahun setengah? Atau beberapa tahun yang lalu? Aku berpikir keras, tapi ga bisa nemu jawaban.. maklum.. pelupa 😊 Seseorang yg menyelundup di dalam handphone saya.. ga ada surat rujukan.. atau pura pura lupa siapa yg merujuk dia kesini. Dan, gak pernah sekalipun penasaran atau pengen tau dari siapa dia berasal. Satu kata kunci yg ditemukan oleh sahabat karib saya 'ondomohen' dan... jreng!!! Ketemulah siapa kepalanya.. teman saya sendiri. 😰 Kata dari dia yang duluuuu sekali masih ku inget, teman saya "dicoba dulu, siapa tahu cocok" "Aku nggak suka nyoba nyoba" hahahaaa.. iyah ini yang aku ingat. Berbagai alasan pernah kubuat buat ngehindar tiap kali diajak ketemuan. Atau buat sekedar menge'cut' chat dengannya. Si anahara. Dari alasan yg baca, tidur, chat ga dibuka buka.. karna saat itu kapalku yg tenang goyang kena ombak besar.. 😥😥 Aku labil, aku sakit jiwa, aku ga terkontrol, luka.. dan entah banyak yang lainnya. Bahkan sempat ada tulisan yg kubuat karena dia, iya.. si anahara ini. "Aku lebih suka tertidur" 😅 "Sedikit percakapan denganmu membuatku menoleh kebelakang. Sedikit percakapan denganmu membuatku sulit melangkah. Sedikit percakapan denganmu menghentikan setiap langkahku.. dan bla bla bla.. aku lebih suka tertidur daripada bercakap denganmu" Seduikit ini yg saya ingat 😅 sudah segini saja.. kalo diceritain panjang.. Langsung inti, iya kopi darat.. 😊 Sebenernya yang paling bergairah dan mendesak ngajakin si anahara ini ketemuan ya sahabat saya dan ibu kedua saya dikerjaan tempat curhat segala peliknya kehidupan.. "Mau nunggu tahun keberapa lagi, ketemuan sama dia, chat ya udah lumayan sering, kamu itu php" Aku takut serius.. kenapa selama ini sok nggak serius..? Aku capek serius dan aku takut aku serius 😅😅 gendeng kan?? Yah... pengalaman hidup.. bisa membuat kehilangan banyak hal. ☺ Meskipun aku banyak cari tahu tentangnya.. yah, mulai dari instagram, tweeter, facebook. Tapi ga nemu apa2. Sepertinya udah lama banget ga dihuni. Kepooo kan?? 😂😂 terkadang aku kepoan sih.. 😆 Oke. 3 april 2016. Pertama kali aku bisa melihat.. mendengar.. dan merasakan. Dia nggak berani ngliat muka ku di awal. Iya, itu yg aku tangkap. Ini pertama kalinya aku dibonceng sama orang yg bukan pacar, bukan teman dekat, bukan sodara. Orang asing.. tapi aku nggak takut sekalipun.. gak grogi sedikitpun.. malah berkali kali menatapnya.. malah berkali kali mendekat padanya.. eits.. ini bukan kesengajaan loh. Ah... bahkan aku malu.. mungkin telingaku yang sedikit nggak beres. Hahahaa.. abisnya suaranya lembut banget.. bisa dikatakan merdu. Bukan pacar tapi kayak jalan sama pacar.. aaaah lebainya kumat kan 😄😄😅 beneran. Ato mungkin ini efek gak pernah kencan lebih dari 2 taon kali ya.. hehee.. ato cemistry.. ah lupakan tentang yang terakhir 😊 ntar berlebihan. Nyari buku, makan, jalan bareng di taman. Mungkin sekitar 2jam an. Sebentar sih.. tapi.. hahahaa.. Okei.. apa ya.. dia itu ngomongnya lembut, nyante.. mataku bergerilya yg tanpa sengaja... aku suka bentuk kuku jemari tangannya, giginya.. senyumnya.. suara tertawanya.. iya, pas nertawain anakanak kecil lagi main di taman, cara bicaranya yg apa adanya, caranya yg tak melihat tapi seperti memperhatikan. Aku ga banyak bicara sih, gak banyak bertanya juga.. seingatku.. aku hanya mencoba menikmati.. mengamati setiap tindakannya. Mendengar apa yg ingin dijelaskannya tentangnya kepada saya. Ada 2 yang membuatku begimana gitu, sentuhan telapak tangannya dipundakku ketika mendorongku berjalan, dan muka terakhirnya ketika meninggalkanku.. Tuhan.. hahahaaaa 😁😁 Udah ah.. segitu aja.. Terima kasih untuk kopi daratnya atau bisa dibilang kencan manisnya.. ☺ Terima kasih untuk Tuhan..
Ketika ada yang berhenti di kamu, jangan lantas mengira dia telah menemukan tujuan akhir tempat dia pulang. Barangkali saja dia lagi transit. Hati-hati!
(via sipenulisamatir)
Hati hati..
Tulisan : Si Lelaki & Si Gadis
Lelaki itu berangkat membawa keraguannya. Tangannya mengepal, menggenggam erat rindu yang seharusnya dilepaskan. Lelaki itu berupaya tenang dalam perginya yang sungguh berkecamuk.
Langkahnya kian menjauh. Ada yang ia pendam dibalik koper masa depannya. Lelaki itu terus berjalan dan tak sedikitpun ingin berbalik arah. Sebab ia sedang menyembunyikan air matanya.
Lelaki itu pergi bersama kepura-puraannya. Tanpa sadar, lelaki itu akan memulai penderitaannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Gadis itu terpaku dalam tegak yang gemetar. Dari kejauhan ia melepaskan kepergian lelakinya. Ia tak bisa menahan pun mencoba menghalangi. Sebab ia tak punya alasan untuk melakukannya.
Gadis itu memaksa senyumnya, menatap punggung yang enggan membalik. Gadis itu menggigit bibir, menahan rindu yang mulai nanar. Ia akan pulang ke rumah tanpa harapan.
Gadis itu bungkam. Ia tak pernah tahu cara memulai. Tapi ia tahu cara mengakhiri. Ia akan menjadikan lelakinya kenangan.
Padang, 20 Maret 2016 00.50 WIB
Dia tak perlu tahu
Dia suka pada hujan Aku senang menemaninya berdiam dihadapan hujan karena saat itu dia akan kerap tersenyum Aku suka senyumnya, tapi dia tak tahu
Dia senang memandangi sunset Aku sering menemaninya meneguk cappucino sore ditepian pantai Aku bahagia didekatnya, tapi dia tak tahu
Dia hobi membaca Aku selalu diajaknya menjaja toko buku, perpustakaan, ataupun pasar loak Aku tenggelam dalam dunianya, tapi dia tak tahu
Dia sering melamun Aku acap kali menemukannya tengah menatap kosong Aku kerap hampir mati dikedalaman matanya, tapi dia tak tahu
Dia diam-diam menaruh hati pada kakak kelas anak guru matematika Aku setiap hari mendengar ceritanya cintanya yang klasik Aku yang mencintainya, tapi dia tidak tahu
Dan dia tak perlu tahu Tak ada yang perlu dia tahu
::Menikah Itu Saling Berbenah::.
✍🏻Mohammad Fauzil Adhim
Jika engkau mencari orang yang sempurna untuk menjadi pendampingmu, umurmu akan habis sebelum menemukannya. Menikah itu saling berbenah. Bukan setaranya jenjang pendidikan yang menjadikan suami-istri bahagia, tetapi penerimaan dan saling ridha yang jauh lebih berharga.
Betapa banyak yang sama-sama tinggi jenjang pendidikannya, tapi ruwet pernikahannya.
Bahkan sejak tahun awal pernikahan, sudah penuh dengan kisah pertengkaran.
Makin tinggi harapan tentang apa yang ingin kita raih dalam pernikahan, makin sulit merasakan kebaikan pasangan kita, meski ia sangat baik.
Makin besar yang ingin kita perjuangkan dalam pernikahan, makin mudah kita menerima kekurangannya.
Kita lebih berlapang dada untuk berbenah. Inilah yang lebih penting untuk kita siapkan.
Berapa banyak yang menikah dengan berbekal cinta menggebu, tapi segera kecewa usai bulan madu. _____________________________
Cinta itu sederhana jika kita jujur dan setia, tapi akan menjadi rumit dan menyakitkan jika kita nodai dengan dusta dan hanya mementingkan diri sendiri.
Tidak ada orang bisa menjadi pendamping terbaik, tanpa kita yang menjadikannya terbaik.
Kita bersatu bukan karena sempurna, tapi kita dipersatukan untuk saling melengkapi atas kekurangan yang ada..
Semoga Allah mengkaruniai anda (kita) pendamping terbaik yang tulus dan setia. Aamiin ya sami’uddu’a. 🍂🍃🌸
Aamiin 😊
Disakiti adalah urusanmu dengan diri sendiri. Katakanlah berdamai dengan dirimu sendiri. Sedang ketika menyakiti adalah dirimu yang berhubungan dengan orang lain. Tapi hidup kadang terlalu adil. Mereka yang menyakiti seringkali tak sadar bila sedang menyakiti. Bahkan mereka acapkali mencari pembenaran untuk perbuatannya
Jadi, jika kamu menjadi manusia yang punya free will. Kamu akan memilih untuk menjadi yang tersakiti atau menyakiti?
@artamawinular
(via hujanmimpi)
Dia resek kalo lagi kangeeen.. gangguin orang bubuk.. 😊😻🙆
Molnin.. 😊