... langkah pertama adalah perbaikilah akhlak!
One Nice Bug Per Day
wallacepolsom
🪼
NASA
Cosmic Funnies

JVL

祝日 / Permanent Vacation
RMH
ojovivo
d e v o n

izzy's playlists!
he wasn't even looking at me and he found me

No title available
tumblr dot com
Game of Thrones Daily
Cosimo Galluzzi
sheepfilms
i don't do bad sauce passes
Peter Solarz
Mike Driver
seen from Italy

seen from United States

seen from Czechia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from Denmark
seen from Brazil

seen from Singapore
seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from New Zealand
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@wiwinprehati
... langkah pertama adalah perbaikilah akhlak!
Modus ini njelehi banget sih. Emang dengan cara seperti itu, masih ada yang ketipu? Duhh… Ilmu nipu pun juga perlu di-upgrade. Eh! 😅
—————– Pulsa yang masuk ke HP kita adalah harta kita. Dan kita harus memperolehnya dengan cara/ jalan yang halal, jalan yang diridhoi Allah. Lalu, sudah jelaskan bahwa menipu atau mengaku-ngaku adalah suatu kebohongan yang plus plus. Tentu ini bukanlah cara yang diridhoi Allah, melainkan sebaliknya, yakni dimurkai oleh Allah.
Rasulullah menyampaikan dalam sebuah hadits:
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
“Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram”. [HR Bukhari].
Apakah begitu saja yang Rasul sampaikan? Tidak! Allah akan mengancam bagi pelakunya dengan dimasukkannya ke dalam api neraka. Mengenai hal ini Rasul bersabda:
إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya”. [HR Ahmad dan Ad Darimi].
Wahai, Berhati-hatilah dalam memperoleh harta di dunia ini. Cukup takutkah kau dengan ancaman neraka? Percayalah, rizki Allah sangat luas. Dan kita bisa meraih sebanyak yang kita inginkan dengan cara yang halal. قوا أنفسكم وأهليكم نارا….
Tuduhlah Keimananmu yang Lemah
🍃 Jika engkau melihat dirimu malas melaksanakan perintah Allah maka tuduhlah keimananmu yang lemah, lalu segera perbaikilah kondisimu sebelum penyakitmu semakin parah dan akhirnya tidak bisa lagi disembukan. Nasehat Syaikh utsaimin rahimahullah ✒ Ustadz Firanda Andirja, MA 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Tujuan Hidup
Allah sebagai pencipta kita tidak menjadikan kita hidup di dunia tanpa arah dan tujuan, lantas membiarkan kita. Akan tetapi Allah utus kepada kita Rasul-Nya yang datang dengan membawa kitab-Nya. Barang siapa yang mentaati utusan-Nya, niscaya ia akan masuk surga. Sementara orang yang mendurhakainya, maka tempat kembali-Nya adalah neraka. Allah berfirman : وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ. وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (QS. An-Nisa : 13-14) [Syaikh Muhammad At-Tamimi dalam kitab Maa Yatamayyazu bihi Al-muslimu 'an Al-musyrik.] ________________ Telegram: statusnasehat
Kebahagiaan di Al-Qur'an
Kebahagiaan di al-Qur'an, bukan di FB dan WA. Banyak orang mencari kebahagiaan di FB & WA, mungkin mereka sering tersenyum atau bahkan tertawa setelah itu, akan tetapi canda dan tawa belum tentu menunjukan kebahagiaan hati. Carilah kebahagiaan pada al-Qur'an, firman Allah Yang Menguasai kebahagiaan hati para hamba. Jika Allah berkehendak maka sangat mudah membahagiakan hatimu. Jika engkau sampai terharu bahkan meneteskan air mata tatkala membaca dan mentadabburi firmanNya, yakinlah kebahagiaan hakiki telah merasuk dalam dadamu. 🍃 Bagaimana kita mau bahagia jika tidak sempat baca al-Qur'an karena waktu kita sudah tersita untuk menelaah dan muroja'ah serta mentadabburi FB dan WA. ✒ Ustadz Firanda Andirja, MA
Kuliah 2: Memahami Karakter Anak ala Rasulullah
“Pendidikan yang keras dan kasar hanya akan menghilangkan kelapangan jiwa, melenyapkan semangat, menumbuhkan kemalasan dan karakter dusta, sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan sikap licik. Jika hal ini menjadi kebiasaan dan akhlaknya, niscaya rusaklah nilai kemanusiaannya.”
– Ibnu Khaldun dalam buku Muqaddimah
Bismillaahirrahmanirrahim…
Artikel ini adalah lanjutan dari artikel Kuliah 1. In syaa Allaah akan ditulis berkesinambungan. Semoga bermanfaat. :)
Pada dasarnya, metode Nabawiyah menekankan aspek dasar pendidikan adalah dengan kelembutan. Meski demikian, pendidikan Nabawiyah pun tidak menafikan adanya hukuman, bahkan dengan pukulan. Hal ini agaknya berseberangan dengan teori psikologi Barat yang bahkan “mengharamkan” mengucapkan kata “jangan” pada anak-anak. Padahal Al-Qur’an telah berkali-kali merangkumkan kalimat larangan dan penegasan yang diawali dengan kata “jangan”.
Namun, penetapan hukuman dalam pendidikan pun harus dilakukan dengan tahapan. Jelas tidak dapat dibenarkan ketika ada anak yang berbuat salah, kemudian tanpa tedheng aling-aling sang guru maupun orangtua memukulnya dengan dalih mengikuti sunnah Rasul. Jelas tidak dapat dibenarkan menghukum dengan keras tanpa mempertimbangkan karakter anak maupun tingkat kesalahannya. (Tentang tahapan menghukum ini, in syaa Allaah akan saya ringkaskan pada artikel selanjutnya).
Pada artikel ini, in syaa Allaah pembahasannya mengerucut pada cara Rasulullah dalam memahami karakter anak. Rasulullah adalah suri teladan final dalam segala hal. Termasuk dalam hal mendidik anak. Saya begitu terkesima ketika mendengar kisah-kisah Rasulullah yang begitu lembut ketika membersamai anak-anak. Sungguh, beliau adalah seorang panglima dan punggawa di medan perang, namun di sisi lain, beliau pun telah menjadi pemenang di hati seluruh umat manusia. Maa syaa Allaah. Shalaatu wassalaam ‘alayk yaa Rasulullaah… :’)
Setidaknya ada 5 hal yang perlu kita perhatikan, sebagai orangtua, calon orangtua, maupun orang yang menggeluti dunia anak-anak; para pendidik misalnya.
1. Menjaga perasaan anak
Pernah dengar kisah Rasulullah yang memanjangkan sujudnya saat Hasan atau Husein sedang asyik menaiki punggung beliau? Kemudian ketika para shahabat bertanya mengapa sujud beliau lebih lama dari biasanya, apa jawaban beliau?
“Sesungguhnya tadi cucuku sedang menaiki punggungku. Aku hanya tak ingin mengganggunya hingga mereka puas melakukan itu.”
Bagaimana? Terkesima? Sabar dulu. Itu baru contoh pertama di poin pertama. :)
2. Memeluk dan mencium anak
Rasulullah, sebagai seorang Nabi sekaligus Rasul, tentu saja beliau adalah orang yang dianugerahi kecerdasan dan keluasan ilmu yang luar biasa. Namun, di hadapan anak-anak, beliau tak pernah merasa “jaim” untuk “menurunkan derajat” keilmuannya itu. Beliau tak pernah jaim untuk berbaur bersama anak-anak. Beliau tak pernah bermuka masam kepada anak-anak. Beliau tak pelit dalam menyatakan rasa sayang. Bahkan beliau adalah orang yang paling murah dalam mengulurkan tangannya untuk menggendong, memeluk, atau sekadar mengelus kepala anak-anak.
Saya kutipkan sebuah hadits berisi cuplikan kisah yang dibawa oleh Anas bin Malik, asisten kesayangan sekaligus orang kepercayaan Rasulullah.
"Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih sayang kepada anak-anak daripada Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam. Putra Nabi (yang bernama) Ibrahim memiliki ibu susuan di daerah Awaali di kota Madinah. Nabi pun berangkat (ke rumah ibu susuan tersebut) dan kami bersama beliau. Beliau masuk ke dalam rumah yang ternyata dalam keadaan penuh asap, karena suami ibu susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Nabi pun segera mengambil Ibrahim lalu menciumnya, lalu beliau kembali.” (HR. Muslim)
Atau dalam kisah yang lain, Rasulullah di tengah kesibukannya dalam tugas kenabian ternyata sempat meluangkan waktunya untuk bermain dengan anak-anak. Usamah bin Zaid pernah bercerita, “Rasulullah pernah mendudukkanku di satu pahanya dan mendudukkan Hasan di paha yang satunya. Kemudian beliau merangkul kami berdua sambil berdoa,
"Ya Allah cintailah keduanya, sungguh aku mencintai mereka berdua.” (HR. Bukhari)
3. Melayani imajinasi anak
Pikiran anak-anak ibarat lemari yang berisi segudang imajinasi. Ada sebuah kisah menarik lainnya yang kali ini terjadi antara Rasulullah dan salah seorang istri tercintanya; Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Kisah ini diceritakan oleh ‘Aisyah sendiri.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah tiba dari perang Tabuk atau Khaibar, sementara kamar ‘Aisyah ditutup dengan kain penutup. Ketika ada angin yang bertiup, kain tersebut tersingkap hingga mainan boneka ‘Aisyah terlihat. Beliau lalu bertanya, “Wahai ‘Aisyah, apa ini?” ‘Aisyah menjawab, “Itu mainan bonekaku.”
Lalu beliau juga melihat patung kuda yang mempunyai dua sayap. Beliau bertanya, “Lalu sesuatu yang aku lihat di tengah-tengah boneka ini apa?” ‘Aisyah menjawab, “Boneka kuda.” Beliau bertanya lagi, “Lalu yang ada di bagian atasnya itu apa?” ‘Aisyah menjawab, “Dua sayap.” Beliau bertanya lagi, “Kuda mempunyai dua sayap?”
‘Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau pernah mendengar bahwa Nabi Sulaiman mempunyai kuda yang punya banyak sayap?” ‘Aisyah berkata, “Beliau lalu tertawa hingga aku dapat melihat giginya.” (HR. Abu Daud)
Lihat, bagaimana Rasulullah menanggapi imajinasi ‘Aisyah yang kala itu masih berusia belia. ‘Aisyah berimajinasi bahwa boneka kuda memiliki sayap (dalam siroh dijelaskan bahwa imajinasi ini ternyata dibenarkan dengan dalil bahwa kuda Nabi Sulaiman memang memiliki sayap). Beliau mendengarkannya dengan seksama, bahkan menimpalinya dengan tawa. Tak sedikitpun mematahkannya.
4. Jangan pernah berbohong pada anak
Rasulullah telah mengajarkan bahwa ternyata memanggil anak kecil untuk diberi sesuatu padahal ia tidak punya yang dijanjikan tersebut dinilai sebagai sebuah kedustaan, dan itu dilarang. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amir radhiyallahu ‘anhu.
“Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam pernah datang ke rumah kami yang saat itu aku masih kecil. Lalu aku ingin keluar untuk bermain. Ibuku pun memanggilku, “Hai kemarilah, aku akan memberimu sesuatu. Kemudian, Rasulullah bertanya, “Apakah kamu benar-benar ingin memberinya sesuatu?”
Ibuku menjawab, “Aku akan memberinya kurma.”
Rasulullah pun bersabda, “Jika saja kamu tidak memberinya apa-apa, niscaya dicatat atasmu perbuatan dusta.” (HR. Abu Daud).
5. Menjaga lisan terhadap anak
Termasuk bentuk menjaga lisan terhadap anak adalah dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar, tidak menggunakan bahasa “alay”, dan lebih baik menggunakan bahasa baku. Sebab Rasulullah telah menjadi teladan bagi kita sebagai seorang yang memiliki kemampuan berbahasa yang sangat baik.
(Materi ini disampaikan oleh Ust. Galan Sandy; Manajer Kuttab Al-Fatih)
Sekiranya tulisan ini bermanfaat, silakan disebarkan. Allaahu a’lam. :)
#belajar #parenting #pendidikananak #bekaldiri
Saat KRSan, pengennya dosen tu di-sms yang beginian. Bukan komplain nilai. 😀
Putih Hitam dan Kata Mereka Setelah sekian kali tak mengindahkan surat edaran dari Kemenag, akhirnya Kepala Madrasah menginstruksikan kepada guru dan karyawan untuk 'taat pada ulil amri', yakni memakai seragam atasan warna putih dan bawahan warna gelap, dimulai Selasa pekan ini. Seragam putih hitam. Identik dengan nyinom, dan kegiatan training atau pelatihan (PPL, PKL, dan lainnya.. Yang intinya masih tahap latihan/ percobaan gitu lah). Lalu? Berbagai komentar pun kami terima. 1. Murid 😁 ustadz-ustadzah kayak mau cari kerjaan 😅 ustadzah mau OSPEK, ya? 😀 ustadzah mau sidang skripsi ya? 2. Mbak tukang bersih-bersih 😢 us, koyo training karyawan pabrik 3. Guru SMP 😢 ada seles (maksudnya SALES, maklumlaaaah~) Putih hitam kami menuai kehebohan pagi ini. Dan tidak cukup di situ. Siangnya, kami kedatangan siswa utusan dari FS-SKI Salatiga, mengantarkan surat. Kebetulan yang menemui adalah pak kep (Kepala Madrasah). "Mas, tolong ini disampaikan pembinanya." katanya ketika menyerahkan surat kepada pak kep. "Mas"? 😂 Pak kep dikira mahasiswa PPL kayaknya nih. Beliaunya sih membumbung tinggi berasa muda gitu paling. Tapi, kan, ..... __________ Just wanna share. 😉
Selamat pagi....
Bagaimana pagimu hari ini? Bangun jam berapa? Semoga engga telat bangun ya.. plus sholat Shubuhnya moga engga kelewat. :)
Bukannya aku men-judge kamu bangun kesiangan, kok.
Cuman, semalem waktu aku pulang dari Salatiga (nyari paket wifi-an murah. hihi) sekitar jam 9-an, aku liat gerombolan orang ramai berlawanan arus denganku. Bermobil, bersepeda, pun berjalan kaki. Ada apakah?
Semalem memang beda dengan malam-malam yang lain. Ya, euforia pergantian tahun yang wow.... - konser di alun-alun kota (mungkin), gemebyar kembang api pada pertengahan malam yang memanjakan mata – menyeret banyak pasang mata untuk menyaksikannya. Tua, muda, kecil, laki-laki, perempuan, merelakan hak-hak badan mereka terampas oleh euforia itu.
Apa sih istimewanya? Coba saja tanya mereka satu persatu. Hehe...
Terlepas dari kontroversi dalam ajaran Islam kita ini, aku hanya ingin melihat dari kacamata sederhana seorang awam.
Hmm... jalan-jalan tengah malam? Enakan, kan, bobok. Apalagi untuk sekedar menikmati konser dan kembang api. Duuuh... palingan juga kerenan artis yang nampang di TV dari pada yang di alun-alun itu. Kembang api? Byuh... cipratan api-api gitu, kan? Biasa ah.. engga heran sama api, apalagi sekedar ciprat-ciprat gitu. Kan aku biasa masak. Apinya lebih keren. Kok keren? Iya dong, kan dari api itu aku bisa kenyang. Wkwk...
(Katanya) angin malam engga baik untuk kesehatan, kan? Kalau ntar jadi sakit gimana? Rasain!! :p
teruuuuuuss... gegara melek sampe malem banget, lalu pulang, sampai rumah ngantuk maksimal, bablas tidur. Bangun jam berapa? Nah,padahal di pagi hari kita punya kewajiban tunaikan sholat Shubuh. Telat? Atau malah engga jadi sholat karena bangun-bangun ternyata udah masuk waktu Dhuhr?
Semoga kita semakin bijak dalam menjalani hidup. Luv you ... :*
CATATAN RINGKAS, apabila ditanya anak/cucu tentang Al-Quran: (tanya jawab)
S : Berapa jumlah Surah dlm al-Quran? J : 114 Surah S : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran? J : 30 Juz S : Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran? J : 60 Hizb S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran? J : 6236 Ayat S : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran?, dan Berapa Jumlah Hurufnya? J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf S : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?, J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll. S : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran? J : 14 Sajdah S : Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran? J : 25 Nabi S : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan. J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra’d, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr. S : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan. J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas. S : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran? J : 29 Surah. S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja. J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra’, al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq. S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja? J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj. S : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran? J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa’, Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw. S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran? J : Maryam binti Imran. S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran? J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37. S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah? J : Surah at-Tawbah. S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah? J : Surah al-Naml. S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran? J : Surah al-Kafirun. S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran? J : Surah al-Ikhlas S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur? J : Surah al-Mulk S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan? J : Surah al-Khafi S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa? J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255 S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya? J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat. S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa? J : Firman Allah Swt :“ Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8) S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya? J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77. S : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa? J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19. S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga? J : Ayat Kursi. S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa? J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman. S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa? J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10. S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa? J : Ayat No 282 hSurah al-Baqarah…
Silakan “Share” agar ilmu ini bermanfaat.
mjcodez
At Kafeole
Kesini,.. gegara mencium bau kopi waktu di Pasar Raya. ☺ – at Kafeole – See on Path.
اللسان إن استعمله الإنسان في الخير جنى منه الخير، وإن استعمله في الشر جنى منه الشر.
سلسلة تعليم اللغة العربية، المستوى الثالث، القراءة
Negeri Tanpa Ayah
Ust Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri) Jika memiliki anak sudah mengaku-ngaku menjadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola. AYAH itu gelar untuk lelaki yang mau dan pandai mengasuh anak, bukan sekedar ‘membuat’ anak. Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi.
AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja. Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yang tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah. Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?
Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari ‘Umar bin Khattab (radhiyallahu 'anhu). AYAH durhaka bukan yang bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yang menuntut anaknya shalih dan shalihah, namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya. AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya. AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya.
Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country. Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama?
Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi. Banyak anak yang sudah merasa yatim sebelum waktunya, sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya.
Semangat Quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita mengenal Lukman, Ibrahim, Ya'qub, Imran. Mereka adalah contoh AYAH yang peduli. Ibnul Qayyim dalam kitab Tuhfatul Maudud berkata,
“Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH.”
Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yang merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak.
Rasulullah yang mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAH-nya. Tetapi nilai-nilai ke-AYAH-an tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya. Nabi Ibrahim adalah AYAH yang super sibuk, jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi. Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.
Di dalam Quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan, dimana 14 diantaranya yaitu dialog antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut.
Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid. Harus ada sosok AYAH yang mau menjadi guru TK dan TPA, agar anak kita belajar kisah 'Umar yang tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yang berkisah, tapi AYAH-lah.
AYAH pengasuh harus hadir di masjid, agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was-was atau merasa terancam dengan hardikan. Jadikan anak terhormat di masjid, agar ia menjadi generasi masjid, dan AYAH-lah yang membantunya merasa nyaman di masjid.
Ibu memang madrasah pertama seorang anak, tetapi AYAH yang menjadi kepala sekolahnya. AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya. Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH 'kepala sekolah’ tapi AYAH 'penjaga sekolah’ Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan keduanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan IBU-nya. Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak. Jika ibu tak ada, anak menjadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika.
AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yang tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yang peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama. Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yang lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi. Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH.
Silakan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli dengan urusan pengasuhan.
[Copas from here]
Repost… :)
Wahai, Laki-laki .... !
Jalan Menuju Allah
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata :
Jalan menuju Allah adalah jalan dimana :
Adam kelelahan,
Nuh mengeluh,
Ibrahim dilempar ke dalam api,
Ismail dibentangkan untuk disembelih,
Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara selama beberapa tahun,
Zakaria digergaji,
Yahya disembelih,
Ayub menderita penyakit,
Daud menangis melebihi kadar semestinya,
Isa berjalan sendirian,
Dan..
Muhammad صلى الله عليه وسلم mendapatkan kefakiran dan berbagai gangguan.
Sementara kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main?
Demi Allah takkan pernah bisa terjadi.
[Kitab Al-Fawaid]
oleh : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc
– View on Path.
Book loveeeerrr ~ – View on Path.