Pelajaran bahasa Indonesia itu susah. Jadi guru bahasa Indonesia, apalagi. Berat.
Kalau tidak percaya, bahasa Indonesia itu susah. Cek saja status facebook yang kamu tulis.
Kalau kamu masih nulis, “qm jgn soq hebat dec. kalo ngak mw statusnya dicompas, dihilagkan nama penulisnya, jgn apdet di sos med”.
Padahal penulis cuma minta diapresiasi dengan tetap mencantumkan bahwa itu tanggung jawab si penulis. Kamu tetap boleh copas sekadar jadi kutipan di status media sosial, asal tidak menghilangkan nama penulisnya.
Kamu tidak diminta bayar. Aneh, kalau diingatkan kamu malah marah-marah.
Ya, bagaimana?
Salutlah pada guru-guru bahasa Indonesia yang benar-benar tabah mengajarkan ilmu mereka. Dari salah satu jasa merekalah lahir penulis-penulis di negara ini.
Kita cuma butuh saling menghargai, kan?
–boycandra
















