Hari Kemenangan
Selepas maghrib di penghujung ramadhan, suara takbir tak hentinya berkumandang. Bersaut-sautan antar satu masjid dengan masjid lain, antar satu orang dengan orang lainnya. Malam ini, bulan syawal telah tiba.
Selalu ada kesedihan yang mendalam ketika ramadhan pergi. Ditambah lagi, ramadhan tahun ini begitu spesial, yang mungkin akan menjadi catatan sejarah bagi manusia di masa yang akan datang. Tersebab pandemi, ramadhan tahun ini kita lalui dengan ketenangan dan kekusyukan. Ibadah yang dilakukan sepenuhnya atas kesadaran kita, tanpa ada distraksi dari pihak lain. Tak ada seremonial buka bersama, baksos bersama hingga agenda-agenda ramadhan lainnya. Kita pun bisa fokus pada ibadah diri dan keluarga kita. Semoga menjadi hikmah dan berkah untuk kita semua.
Kini ramadhan pun berlalu, dan dengan rasa syukur yang penuh, kita kembali diberi kesempatan oleh Allah swt. untuk bertemu dengan bulan syawal, bulan kemenangan. Setelah ditempa sebulan lamanya, kini saatnya kita melanjutkan setiap kebaikan yang tercipta ketika ramadhan kemarin, apapun bentuknya.
Banyak yang mampu mencapai sesuatu yang besar, tapi tak banyak yang mampu mempertahan sesuatu tersebut.
Begitupun dengan kita, banyak hal baik yang kita capai saat ramadhan kemarin, tapi apakah hal-hal tersebut mampu kita pertahankan dan menjadi kebiasaan yang terus menemani hari-hari selepas ramadhan? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.
Semoga Allah ridho atas semua ikhtiar, amal dan doa-doa kita selama ini. Menjaga kita semua untuk menjadi insan yang istiqomah dan berkenan mempertemukan kita kembali dengan ramadhan di tahun-tahun selanjutnya.
Selamat Hari Kemenangan! Semoga kita menjadi sebaik-baiknya pemenang dengan ridho, rahmat serta karunia Allah swt.
Jakarta, 1 Syawal 1441 H












