Tangguh Tumbuh
Suatu hari aku melangkah menjauh dari rumah.
Memandang ke belakang lagi ku tak pernah.
Aku kira itu tangguh.
Aku kira itu tumbuh.
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Today's Document
Mike Driver

No title available
DEAR READER
Xuebing Du
dirt enthusiast
NASA
YOU ARE THE REASON
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
No title available
AnasAbdin
$LAYYYTER

pixel skylines

Love Begins
One Nice Bug Per Day
almost home
Sade Olutola
wallacepolsom

tannertan36

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Poland
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from Brazil
seen from United States
@yosinasution
Tangguh Tumbuh
Suatu hari aku melangkah menjauh dari rumah.
Memandang ke belakang lagi ku tak pernah.
Aku kira itu tangguh.
Aku kira itu tumbuh.
Penyesalan
Penyesalan dan pertemuan.
Seandainya aku kembali dipersatukan.
Denganmu oh peraduan, oh sandaran, oh tautan.
Sebuah pertanyaan berputar menyiksaku saat pagi yang membosankan.
Dan saat terjaga dalam gelap malam;
Kenapa hidup demikian menyedihkan?
Melambat
Binarnya redup, gaungnya dekat.
Wahai degup, ayolah melambat.
Kau Takut
Kau takut.
Pada malam yang mempermalukanmu.
Dan pagi yang menginjak-injakmu.
Semoga kau mampu mati sendiri di tanganmu.
Menghitam
Dalam riuh tepuk tangan ia tenggelam.
Sorak sorai sanjung dan puji.
Mata belalak hati menghitam.
Ulur jemari kini tak lagi.
Teringat
Melihat awan berarak perlahan dilatar biru bercampur limau.
Berjarak bunyikan derau.
Aku teringat kau.
Kembang Gula
Kembang gula mengapung.
Beriringan kulihat dari dalam palung.
Gelap hari-hari yang kuarung.
Kaulah kilau di penghujung.
Semoga
Semoga harimu ceria.
Semoga tidur malammu lelap tanpa jeda.
Semoga Sang Pencipta menghadiahimu langit biru.
Semoga ingatan laut biru menenangkanmu.
Semoga umurmu merekah berkah.
Dan menuju citamu kau melangkah.
Semoga dingin tak membuat hidungmu memuntir.
Dan panas tak mendidihkanmu ke titik nadir.
Semoga bidikanmu selalu tepat.
Semoga tenangmu berkuadrat berlipat-lipat.
Semoga lukamu mendidikmu.
Semoga kebahagiaan tak merubahmu.
Semoga kau selalu mengerti.
Semoga kau selalu dimengerti.
Semoga kau mampu mengatakan tidak.
Semoga kau tahu kapan harus berontak.
Semoga kau tidak pernah merengek.
Berdiri tegak walau didera dan diejek.
Semoga dengan cinta kau ditabur.
Semoga ia tak mengabur.
Semoga kau kuat saat berkabung.
Sekuat saat kau bertarung.
Semoga rindu ini selalu begini.
Sampai suatu saat tak lagi.
Semoga kelak lidahmu lupa namaku.
Tapi tidak ingatan tentangku.
Semoga nyalamu tak pernah mati.
Semoga nyalamu tak pernah mati.
Semoga nyalamu tak pernah mati.
Semoga nyalamu tak pernah mati.
Ingatlah Aku
Malam ini kayuhku berbuah lelah.
Padahal jalanan kering, tak basah.
Sedikit lagi rumah.
Kuurungkan, aku ingin muntah.
Sepertinya tadi aku menangis, entahlah.
Kurangkai semanggi ini dalam sepi saat kau pulang bagai senandung.
Sudah lama sekali, sukmaku melambung.
Semua ini agar nama dan lakuku kau renung.
Saat malam-malammu yang sepi dan satir.
Atau malam yang bosan tiada akhir.
Atau dingin hujan yang membuat hidungmu memuntir.
Ini mungkin akan jadi yang terakhir.
Jangan khawatir,
Ingatlah aku.
Pada lamunan di jeda pagi.
Sesaat semburat hangat sinar mentari.
Saat rel kereta berderak bergesek.
Serta rombongan orang-orang berakal pendek.
Ingatlah aku.
Dengan langit biru aku menghibur.
Dan arah bicaraku yang melantur.
Tatap mata yang tak bisa kuatur.
Habis waktuku menekur.
Sepertiku yang selalu rindu,
Ingatkah kau padaku?
Gulana
Lelapku diam-diam keluar menyelinap.
Suatu malam yang dingin ia menyelap.
Dalam gelap kurasa megap.
Rindu, berhentilah membekap.
Satu-satu nafasku menguap.
Aku digerogoti oleh fikiranku sendiri.
Fikir perihal gulana serupa bara api.
Nyala dengan siksa tak terperi.
Ah, aku mulai minta dikasihani.
Tak padamu,
tapi pada nelangsa ini.
Demi Tuhan, ini melelahkan sekali.
Serupa kau aku lupa rasa nyenyak.
Tapi dengan nyeri kau berlinyak.
Gelap bakaran lampu tanpa minyak.
Redup tak lagi gelegak.
Perlahan-lahan beranjak.
Rindu menolak jinak.
Rinai
Serupa semilir angin pagi ini,
membawa rinai menggigilkan.
Ruas-ruas jalan basah terairi,
kerlingan mata yang menenggelamkan.
Saat rima ini kurangkai,
Tak kulihat pundakmu bersandar.
Ditempat yang sama aku masih berandai,
Bila kupadamkan rindu yang berkobar?
48 jam kedepan akan terasa sesak.
206 ruasku seperti berderak.
Terisak? Tidak.
Hanya saja riak ini terlalu merisak.
Hatiku berantak teracak-acak
Aku Tak Punya
Cinta?
Ia butuh cemburu.
Demi Tuhan, aku tak punya itu.
Di dalam rinduku menggelegak.
Temaram namun semarak.
Cinta?
Aku mual mendengar yang itu-itu saja.
Banal berupa tiada beda.
Bicara saja.
Aku tak pernah fakir cerita.
Kurapal mantra;
Cengkerama.
Lupa.
Masa.
Berdua.
Nyala
Semua diam dan jadi tak penting.
Detik-detik genting.
Suara angin menggoyang ranting.
Serupa tawamu saat semua hening.
Aku merana menahan buncah di dada.
Aku tahu kau tahu aku terlampau bahagia.
Sudah kubilang sebelumnya;
Bila aku suka maka akan kasat mata.
Hampir saja kutulis disini namamu.
Yang geriaknya menyala-nyala di laut biru.
Yang geriaknya mengacak-acak lelapku.
Langkah pulang akan terasa sendu.
Remuk
Yang mudah dilupakan adalah lautan.
Dalam kotak kardus ia dibungkus.
Semua yang biru berbalut harapan.
Dalam sebak perlahan mampus.
Belalak dalam temaram.
Meramu padan jelang karam.
Gerumuk kala kecamuk.
Tenanglah duhai hati yang remuk.
Muara
Dalam cawan waktu gelegak masa mudaku dan kau.
Riuhnya berlalu, namun baranya menyala tak akan beku.
Sampai nanti, kawan-kawanku.
Sampai nanti kita semua bertemu.
Di muaraku dan muaramu.
Maaf
Ada satu malam yang sebagianku tak akan pernah bisa pergi darinya.
Yang selalu kupertanyakan bagaimana seandainya.
Mungkin cinta, tapi yang kurindu hanyalah cengkrama.
Sepi.
Dan sepi.
Semi.
Aku, kemudian kau. pergi.
Sebagianku, mesin waktuku, maafkan aku.
Menggambar sepatu Slim Tall Lui @xfycx tapi gak mirip. 😁 . . . #xfyc #yosinasution #madewithmischief https://www.instagram.com/p/CP0bifELUWevxTRVstr4nHlMbI5VSjGvrNjFXA0/?utm_medium=tumblr