"Jadilah pribadi seperti air yang mengalir, sesulit apapun, se berliku apapun jalur yang di lewatin, ia akan mencari celah dan jalan keluar hingga nantinya ia akan bermuara."
Seketika saya teringat dengan Kata-kata tsb, Kata-kata ini saya dapatkan ketika prosesi wisuda pasca sarjana beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan Februari.
Ya, tak terasa sudah hampir 9 Bulan aku melewati perayaan kelulusanku itu. Alhamdulillah, tandanya aku saat ini masih berjalan kedepan, ke setiap fase dan episode yang unik dan menarik di setiap nya. Alhamdulillah..
Siang ini aku tengah duduk, menikmati teriknya mentari dan terpaan angin. Mengingat, tempat bekerja ku saat ini berada di pinggir sekali, di salah satu pulau yang padat penduduk nya di Indonesia.
Teriknya mentari, seakan sirna seketika. Karna kawanan awan cumulonimbus datang dan menutupinya. Indah, bukan? Seketika panas, namun berubah berangsur sejuk. Nikmatnya hidup ini. Alhamdulillah..
Siang ini, aku tengah memikirkan beberapa hal yang belakangan ini terjadi padaku. Kiranya, aku sebagai manusia tidak luput dari salah dan lupa. Aku haturkan permohonan maaf sebelum aku menuliskan nya.
Ya, salah satunya adalah aku sedang memikirkan botol minum pemberian darimu. Tak mengerti bagaimana bisa, kamu memberikan sesuatu yang memang aku butuhkan, dan juga kamu memberikan warna sesuai dgn apa yang aku sukai.
Aku tak tau, apakah itu suatu kebetulan atau bagaimana. Hanya saja, seorang guru pernah menyampaikan hal ini, bahwa tidak ada yg namanya kebetulan. Allahua'lam.
Izinkan aku untuk sedikit ber cerita ya,
Dan juga, di sisi lain aku memikirkan suatu peristiwa, ceritanya.. ketika aku pulang dari kantor. Kondisi nya itu langit sudah gelap, motor ku belum aku perbaiki. Dimana rantai nya saat itu mengalami gangguan, karna stelannya tidak tepat.
Tak aku gubris, aku lajukan kendaraan beroda dua ku dengan laju yg cukup tinggi. Karna aku lihat langit mendung dan juga waktu menunjukkan hampir pukul 19.00, aku mengejar waktu utk Isya'.
Qadarallah, belum sampai aku ke masjid tujuan ku, rantaiku lepas dr gearnya. Sehingga aku harus manually memperbaiki nya. Alhamdulillah bisa, tapi tidak bertahan lama.
Masih ku ingat, di depan rail kreta api. Rantai motor ku lepas lagi, dan kali ini parah. Parahnya adalah ia 'terselip' di jeruji besi gear satunya. Allah, aku panik sesaat karna itu di tengah jalan, dan motor tak bs aku dorong maju. Aku coba kuasai diriku, dan aku ber Istighfar..
Pertolongan Allah muncul melalui akalku, karna tidak bisa aku dorong kedepan, aku dorong ke belakang. Qadarallah, bisa!
Aku tak tau, dimana ada bengkel sekitaran situ. Setelah bertanya kepada warga, akhir nya ditunjukkanlah tempat bengkel yg Alhamdulillah nya tak jauh dari tempatku.
Aku dorong mundur, ya begitulah. Tak terasa sudah sampai. Setelah nya aku sampai, apa yang terjadi?
Hujan turun dengan indahnya..
Indah suara gemericik airnya,
Indah suasana ketika gerimis mulai membasahi bumi pijakan kita,
Indah sekali, aku menyukai suasana ketika hujan akan turun.
Karna bagiku, hujan ialah salah satu rahmat yang Allah berikan kepada kita, penduduk bumi.
Ada sedikit kekhawatiran yang mendera hatiku, "Bagaimana jika nanti aku ketinggalan shalat ber Jama'ah di masjid yang sedang aku tuju?". Cemas karna motor ku masih proses di perbaiki. Dan qadarallah, aku seperti ada yg membisikkan di hati ku, yang aku tau. Mungkin ia lah imanku. Perkataan nya kurang lebih begini,
"Apa kamu ragu bahwa semua ini adalah ketentuan dari Allah?" begitulah perkataan nya yang sampai saat ini aku ingat dengan baik. Allahua'lam.
Seketika aku ber Istighfar, dan memohon ampunan kepada Allah. Aku mencoba bersikap tenang dan kembali mengamati motor ku yang sedang di perbaiki.
Setelah semuanya selesai, jam pada saat itu menunjukkan pukul 19.30, dan aku dengar dr sudut-sudut kota adzan sudah berkumandang di sekitar jam 19.15. Singkat cerita, aku langsung berangkat dan alhamdulillah, hujan perlahan berhenti. Seakan-akan ia mempersilahkan aku untuk melaju. (ini hanya penggambaranku saja..) Allahua'lam..
Aku singgah ke mini market, utk mengambil uang, yang aku gunakan utk membeli makan malam. Karna aku terbiasa untuk menyelesaikan aktivitas ku sebelum aku sampai di rumah. Prinsip ku, ketika aku sudah di rumah, adalah waktuku untuk di rumah.
Memang, pada saat itu muncul godaan untuk langsung menuju ke rumah, tanpa sholat Isya di masjid terlebih dahulu. Dan di saat itu, aku langsung menyadari.
Bahwa, mungkin saja saat ini Allah sedang menguji niatku untuk menunaikan sholat Isya di Masjid. Karna muncul bisikan, bahwa sholat Isya sudah berlalu dan juga tidak akan sempat untuk menunaikan nya. Namun, tak aku gubris. Prinsipku, sebelum aku menikah. Aku harus banyak menghabiskan minimal di 5 waktuku ke masjid. Karna mungkin setelah aku menikah nanti, ada keutamaan yang harus aku raih dengan menunaikan shalat ber Jama'ah bersama mu. Insya Allah..
Setelah makan ku beli, bismillah.. Langsung aku lajukan motorku menuju ke masjid sekitar tempat tinggal ku. Aku langsung bergegas mengambil air wudhu, dan sedikit aku perhatikan pada saat itu, di dalam masjid ada banyak orang yang sedang duduk, terlihat seperti menunggu sesuatu.
Ah, aku pikir mungkin ada pengajian di sini..
Begitulah fikiran ku pd saat itu. Namun, setelah aku selesai ber wudhu. Aku masuk ke dalam masjid, dan Subhanallah.. IQAMAH dikumandangkan! Pertanda bahwa shalat Isya ber Jama'ah akan dimulai. Aku terdiam, syukurku terus menerus aku ucapkan pada saat itu. Masya Allah.. Aku tak tau bagaimana cara menuliskan situasi diriku pada saat itu. "Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Terimakasih ya Allah, karnaMu aku bisa hadir mengikuti shalat ber Jama'ah.."
Karna jujur aku khawatir shalat Isya ber Jama'ah pada hari itu, aku tak bisa menghadiri nya. Namun, Maha Besar Allah atas segala pertolongan Nya. Di saat itu, Allah seperti memberikan pelajaran padaku.
Bahwa Pertolongan Allah ialah sangat dekat, dan khawatir itu muncul karna keterbatasan kita sebagai manusia yang lumrah mempunyai rasa takut.
Dan kini aku belajar, untuk bisa menerima segala kondisi yang Allah berikan padaku, sesulit apapun itu, aku yakin ada Allah bersamaku. Dan aku yakin bahwa Allah selalu mendengarkan do'a ku. Dan aku yakin, bahwa rinduku akan selalu tersampaikan kepadamu melalui do'a - do'a ku. Insya Allah..
Allahua'lam, mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan. Semoga ada hikmah yang bisa di ambil. Sekian dan Terimakasih.