Selalu merasa tak pantas untuk siapapun

pixel skylines
RMH

#extradirty
he wasn't even looking at me and he found me

❣ Chile in a Photography ❣

PR's Tumblrdome
𓃗
official daine visual archive
sheepfilms
Cosimo Galluzzi
🩵 avery cochrane 🩵
wallacepolsom
todays bird
Not today Justin
TVSTRANGERTHINGS

Discoholic 🪩
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
taylor price
untitled
Xuebing Du

seen from Kazakhstan
seen from Germany
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from Ireland

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Italy
seen from United States
seen from Germany
seen from France

seen from Kazakhstan
seen from Maldives
seen from South Africa
seen from Belgium
@zahra-laisaa
Selalu merasa tak pantas untuk siapapun
Aku bukan pengajar. Aku bukan contoh yang baik. Aku bukan apa apa. 22 tahun. Tepatnya hampir 23 tahun. Yah aku masih belum menemukan diriku
Apa kabar. Lama ga nulis. Lebih tepatnya curhat.
Sejauh ini. Disini. Banyak hal dan banyak rasa yang ku alami. Serasa ingin terus marah.
Disini kutumpahkan rasaku. Aku tak bisa berkata² bahkan mungkin jika umik masih ada. Rasanya sesak didada. Makanya kutumpahkan disini. Setidaknya ada rasa yang terluapkan.
Bukan kadang. Tapi setiap kali aku marah ke adek²ku rasanya berdosa. Karna setiap amarah ku sungguh kejam.
Banyak rasa yang tak bisa kuungkapkan. Ntah bagaimana aku mengucapkannya. Sakit. Marah.
Bukannya aku tak terima takdirku. Tapi ya Allah. Engkau yang lebih tau hatiku.
Sejak aku siap kehilangan dia seakan² aku juga siap tak punya cinta. Rasanya seperti takkan ada yang mencintaiku. Seperti mustahil adanya orang itu. Dan selalu merasa aku tak pantas buat siapa². Setiap rasa itu muncul, seberusaha mungkin ku tepis rasa itu. Tapi aku ga amnesia. Rasa itu sering muncul. Beberapa pertanyaan selalu kupertanyakan untuk diriku sendiri.
Sungguhkah orang itu menyayangiku
Sungguhkah aku pantas mendapatkannya
Aku gamau jadi beban untuk hidup orang lain.
Seperti ingin enyah dari semua yang kualami
Seakan² yang paling menderita di dunia ini
Bukannya menyesal. Tapi etah. Serasa putus asa.
Aku, bukan siapa siapa
Aku, tak punya apa apa
Hampa!
Bahkan untuk cinta aku tak punya.
Seakan hidup tak tenang. Hidup banyak di suguhkan cerita fiksi. Yang sebenernya di fiksi juga ada cerita alur mundur. Tapi happy end memang mengagumkan. Allah... maafkan aku.. maafkan aku yg masih saja mengeluh akan takdirmu. Maafkan aku yang masih saja mengaku aku. Maafkan aku
Meski kehadiranku tak membantu atau ga perlu. Aku hanya memastikan semuanya baik baik saja. Setidaknya jika aku tidak ada nanti. Aku bisa pergi dengan lega.
Wajar ga sih aku bingung. Wajar ga sih aku gatau. Wajar ga sih aku bilang terserah.
Ntah gimana aku nyikapinya serasa buntu keadaannya. Aku tetappercaya semua akan baik baik saja poinnya hanya pasrah ke Allah.
Aku selalu berdoa
Apapun takdir yg Allah suguhkan. Aku mohon di sertakan kesabaran ketegaran. Takdir apapun itu. Bahkan jika allah menakdirkan tidak menikah sekalipun.
Gaada yang jelek di dunia ini. Semua sudah ada di porsinya masing². Jangan karna sesuatu tidak pas di pandangan kita lantas menilainya kurang.
2+3 sama dengan 5
1+4 ya hasilnya 5
5+0 bahkan hasilnya 5
Kita semua punya potensi untuk menuju ke Allah dengan jalannya masing². Kita berbeda biar indah.
Semenyakitkan itu ternyata
Allah. Maafkan aku yang masih saja mengeluh akan takdirmu.
Umik... tolong dekap aku. Aku gakuat dengan semua yqng berlaku di hidupku. Aku ga sanggup di dunia. Tapi aku takut keluar dari dunia. Amal mana yang di ridhoi Allah nantinya.
Umiik... tolong hadir. Aku capek
Adonan emosi.
Dewasa itu, bukan cuma soal angka usia aja yang nambah. Tapi adonan emosinya juga harus matang, gak mentah dan gak juga terlalu gosong. Untuk meng-adon emosi biar ntar matangnya pas, prosesnya panjang banget, karena emosi itu sifatnya fluktuatif, jadi perlu kemauan belajar seumur hidup untuk mengolahnya.
Emosi manusia tuh beragam banget. Kalo semisal di film Inside out digambarin ada lima; joy, sadness, anger, fear and disguist. Menurut observasiku terhadap diriku sendiri, masih ada banyak lagi emosi-emosi tanpa nama yang perlu dikasih nama dan diakui dengan jujur bahwa emosi itu ada loh.
Selama ini, adonan emosiku lebih sering salah. Entah terlalu mentah atau gak terlalu gosong. Jarang banget pas. Tapi setidaknya mau tumbuh baik dan berbenah dari apa-apa yang pernah dan masih salah adalah—sepuluh poin terima kasih tersendiri untuk diri. 💫
Maka di usia seperempat abad ini, aku ingin mengadon emosiku dengan matang—karena hidupku ini cuma sekali. Maka, aku harus hidup penuh sadar (mindfulness) dan berarti. Ceileh wkkw.
Berdasarkan hasil perbincangan dengan mbak Tyas, beliau ngajarin aku cara ngeregulasi emosi. Kelihatannya spele sih poin-poin yang harus dilakuin, tapi ternyata susaah sekali.
Beberapa pertanyaan yang harus diajukan ketika mengalami atau merasakan suatu emosi;
APAKAH SAYA MARAH/KECEWA/KESAL/TAKUT/SEDIH? uraikan dahulu pertanyaan itu, ada berapa emosi yang sedang terasakan, pastiin lagi dan belajar membedakan mana rasa takut, mana rasa kecewa, karena dua emosi tersebut sangatlah berbeda. Belajarlah mengakui kehadiran emosi itu dengan jujur pada diri sendiri. Selanjutnya;
KENAPA SAYA MERASAKAN EMOSI ITU? HAL APA SAJA YANG MENJADI TRIGGER? lagi-lagi masih soal mengakui. Jika berhasil menemukan trigger-nya dan ternyata trigger itu adalah hal negatif. Maka belajarlah menghindari trigger tersebut dan jangan mencari-cari pemicunya.
APA YANG DIRI SAYA INGINKAN AGAR MERASA LEBIH BAIK/LEGA? Tanya dengan penuh sabar dan sadar, apa yang diinginkan oleh dirimu. Dirimu ingin diterapi kayak gimana biar ngerasa enakan. Udah macam dokter aja kaan buat diri sendiri. Hehe
Jadi ketika kamu ngerasain satu gejolak emosi, yang perlu kamu lakukan adalah belajar me-regulasi emosi itu dengan sehat, jangan buru-buru ditolak, ditiadakan (ghosting emosi wkwk), dilupain atau di-gapapain terus. Nanti numpuk, lo.
Tapi ketika kamu gatau apa yang kamu rasain, maka cobalah metode butterfly hug (pukpuk diri sendiri dan ajak ngomong pelan-pelan jiwanya), bisa juga metode tarik nafas 4-8 (hirup empat detik-hembuskan delapan detik dengan penuh syukur). Jujurly aku juga belom nyoba juga, tapi tulis dulu lah ya. Hehe
Selamat berproses semuanya.🌷
Malam minggu ya? 7 Mei 2022 21.27
Aku kenal seseorang. Bisa dikatakan teman. Dia seorang yamg tenang. Malam ini aku dapat ilmu baru dari dia.
"Dipikirin atau engga. Semuanya sudah ada yang ngatur. Tinggal jalani aja" ucapnya
"Lantas gimana cara ngambil langkahnya? Apa kita harus diam aja? Kadang kita juga takut salag ngambil langkah" sahutku
" biasanya yang buat takut itu pikiran kita. kek takut gagal atau ga sesuai ekspektasi. padahal lebih baik melangkah walaupun gagal, daripada diem aja"
Salut si sama dia. Dia bukan anak pesantren. Atau alumni pesantren. Tapi dia itu santuy tenang.
Suatu hari kita tak akan bersama lagi. Yang ada hanya kenangan.
Terimakasih. Telah menjadi sebagian perjalanan dalam hidup ini. Tahun² bersama kalian menyenangkan meski kadang kalian menjengkelkan. Maafkan aku yang sering marah2 ini.
Kalian semua luar biasa
Selalu inget kalimat ini
Teruslah menjadi orang yqng menuntut ilmunďimanapun dan kapanpun
Kadang ngerasa ga adil sih
Kadang pengen mundur aja
Kadang pingin kabur aja
Bagaimana aku mempercayai ini semua. Sedangkan kenyataannya jauh dari itu. Jauh dari yang terucap.
Setiap kali aku mengucap ingin mundur. Selalu ada orang lain yang beliau tuduhkan. Bukannya beliau sendiri yang buat aku mengundurkan diri.
Kadang pikiran gilaku datang. Dengan atau tanpa ridhonya aku mau pulang. Aku mau tenang. Aku mau suasana rumahku. Umikku. Suasana damaiku.
Ah semua ini sungguh menyiksaku. Menyiksa batin jiwaku.
07:05
Bercita citalah yang tinggi dan bersyukurlah
Bergegaslah dalam menuju Allah