Lint Roller? I Barely Know Her
occasionally subtle
No title available

Love Begins

❣ Chile in a Photography ❣
Cosmic Funnies

roma★
I'd rather be in outer space 🛸

Andulka

Kiana Khansmith
Stranger Things
No title available
Sade Olutola
trying on a metaphor
RMH

JVL

gracie abrams
tumblr dot com

ellievsbear
Keni

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Switzerland

seen from Mexico
seen from Venezuela
seen from Argentina

seen from United Kingdom
seen from Ecuador
seen from Canada

seen from Germany

seen from Australia
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Spain
seen from United Kingdom
seen from Russia
@zahranurannisa
Tulisan Ramadan #1 : Pandangan Mata
Kehidupan saat ini, sejalan dengan apa yang tertera di Al Quran Surat Thaha [20] : 131. Tadi pas baca sebuah buku, tiba-tiba ada ayat itu disertakan dalam sebuah penjelasan. Lalu, bergegas lihat tafsirnya. Dijelaskan kurang lebih 3 halaman di Tafsir Al Azhar. وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِۗ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandangan matamu pada kenikmatan yang telah Kami anugerahkan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
Saya langsung ini menyerap intisarinya, kurang lebih berikut. Di masa sekarang, saat mungkin sekali kita membandingkan diri kita atas pencapaian hidup baik itu berupa pekerjaan, materi, dsb. Kita memusatkan pandangan kita pada apa-apa yang telah dicapai sama orang lain. Di zaman ini, penyakit ini merata di seluruh bumi. Saat penghargaan dan penghormatan seseorang ditentukan oleh berapa besar rumahnya, popularitasnya, apakah mobilnya termasuk merek yang mahal, berapa banyak uang yang dimiliki di tabungannya, koleksi-koleksi perhiasannya, aset-asetnya yang lain. Dan itu juga hal yang membuat kita terpukau, pandangan kita bahkan pikiran kita ke sana, menjalani hari demi hari untuk mencapai itu semua. Sementara Allah jelaskan di ayat yang sama, "Itu hanyalah perhiasan dunia saja, untuk Kami uji mereka padanya." Dan berkali-kali pula kita sering mendapatkan nasihat bahwa dunia ini melenakan. Dunia ini, salah satunya pasti akan terjadi. Ujar tafsir Al Azhar ini, kalau tidak kita yang meninggalkannya, pastilah dia yang meninggalkan kita! Kematian jelas adalah nasihat yang paling baik. Mungkin kita pernah nemu teman atau seseorang yang hari ini sehat, memiliki segala sesuatu yang bahkan kita sendiri tidak punya. Esok ia telah meninggal dunia dan semua hartanya ditinggalkan. Atau pernah kita melihat sebuah gedung, rumah, atau harta tertentu terbakar dalam sekejap. Sesuatu yang telah dibangun dan dikumpulkan bertahun-tahun, hilang tanpa sisa dalam waktu yang amat singkat.
Allah tidaklah menghambat kita untuk mempunyai perhiasan dunia tersebut, akan tetapi harus pandai-pandai memakainya. Mengingat dengan baik bahwa semua itu adalah nikmat dan karunia yang wajib disyukuri dan janganlah hati dilekatkan pada perhiasan dunia tersebut. Karena yang akan kekal dibawa mati, tidak lain adalah ketakwaan kita kepada Allah. Peringatan ini sangat menitik beratkan pada keberkahan dan kehalalan harta yang kita dapatkan. Tidak hanya didapatkan, tapi juga penggunaannya. Semoga, kita mampu untuk terus menjaga diri kita hanya mendapatkan dan memakan harta yang halal. Tidak tergiur oleh harta-harta yang haram, yang tidak jelas asal-usulnya, yang bersumber dari hal-hal yang tidak baik. Aamiin.
Mereka yang memperbaiki hubungan dengan Allah, sebenarnya sedang memperbaiki keseluruhan hidupnya.
Jumat, 18 Oktober 2024
Bangkit dan Ambil Tindakan: Kekuatan “Qum” dalam Al-Qur'an
Ketika hidup terasa berat, ingatlah pesan "قُم" (bangkitlah). Bangkitlah dalam doa untuk ketenangan jiwa, dan bangkitlah dalam tindakan untuk menghadapi tantangan. Dari salat malam hingga usaha nyata, kekuatan ada dalam langkah pertama kita. 🌙✨
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Tantangan hidup sering kali membuat kita merasa terbebani, terjebak, atau tidak berdaya. Dalam momen-momen seperti itu, Al-Qur’an memberikan petunjuk yang mendalam untuk mengangkat kita. Hari ini, mari kita renungkan kata “قُم” (Qum), yang digunakan Allah ketika berbicara kepada Nabi ﷺ dalam dua momen penting dalam hidup beliau. Continue reading Bangkit dan Ambil…
View On WordPress
Stop Waiting for The "Right Time"
@edgarhamas
Belum lama saya membaca sebuah kalimat, "train yourself to stop waiting for the 'right time'." Kau perlu melatih dirimu untuk berhenti menunda sebuah pekerjaan karena menganggap akan ada waktu yang tepat.
Sebab, waktu yang tepat itu kapan?
Kita tak pernah tahu masa depan dan kejutan-kejutan apa yang disiapkan oleh Allah di lintasan takdir selanjutnya.
Sebagai orang beriman, kita disuruh oleh Allah untuk berikhtiar. Mengumpulkan sebab-sebab kesuksesan semaksimalnya, namun yang namanya kesuksesan serta kemenangan adalah hak prerogatif Allah. Seperti Ibunda Hajar yang teguh mencari air ke bukit Shafa dan Marwa, sesegera mungkin, demi agar Ismail kecil bisa mendapat seteguk minum. Akhirnya, justru air itu muncul dari dekat Ismail. masyaAllah.
Seperti pula Abu Bakr yang segera tanpa banyak basa-basi langsung membenarkan apa kata Rasulullah ﷺ, dan bersegera pula untuk menebar kebaikan ini agar orang lain juga mendapat manfaatnya. Dan itulah mengapa namanya adalah Abu Bakr. "Bakr" bermakna awal pagi. Dan awal pagi adalah waktu bagi orang-orang yang bersegera menghadapi dunia saat yang lain masih hinggap di gulingnya.
Amal yang disegerakan tanpa menanti-nanti akan membuahkan kesan tersendiri.
Dan itulah yang Allah firmankan, "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa..." (QS Ali Imran 133)
Awalnya memang sulit, awalnya memang akan merobohkan ekspektasi. Awalnya akan membuatmu sedikit getir kenapa tidak sesuai harapan. Namun justru sebuah rencana baik yang diawali dengan langkah nyata, akan membuatmu kaya akan pengalaman.
Kamu dididik Allah dengan proses, dan lama-lama kamu akan ahli. Kelak, momentum itu akhirnya datang, bukan ketika waktunya benar, tapi karena kamu sudah siap mental dan siap pengalaman.
Itulah mengapa banyak ulama zaman dulu pernah memberi perumpamaan menarik tentang mencari ilmu, "orang yang belajar di masa kecil, seperti orang yang mengukir di atas batu..." Banyak di antara kita memahami kata mutiara ini setengah-setengah. Mengira bahwa mengukir di atas batu itu mudah.
Bukankah mengukir di atas batu itu butuh proses dan pengulangan? Sebab tidak pernah kita melihat seorang pengukir batu hanya butuh satu sentuhan untuk membuat ukuran yang bagus. Kecuali Spongebob. Hehe. Itu pun tidak nyata.
Seperti itulah sebuah impian dan rencana baik. Yang ia butuhkan adalah kamu memulainya meski "baru" itu masih sangat keras dan berlumut. Tapi semakin panjang kau habiskan hari-hari dengan kebiasaan itu, "batu" itu berubah sedikit-sedikit, menjadi ukiran indah yang tak mudah dihapus.
(by censoredartist)
by Chaitanya Deshpande
Besok di Temanggung bisa ga ya menangkap matahari seindah ini
Nak,
Kamu akan hidup di zaman dimana popularitas bagai makanan yang dicari banyak orang dengan perut yang lapar. Beberapa dari mereka bahkan tak dapat hidup tanpanya, mereka mengira rezeki dan kesuksesan hidup, hanya bisa dicapai dengan menjadi terkenal. Tanpa mereka sadari semakin mereka mengejarnya semakin mengering pula jiwa mereka. Semakin mereka menyukainya semakin jauh mereka dari hakikat mengapa dan pada siapa amal semestinya dipersembahkan.
Andai popularitas itu memang harus dikejar, maka mungkin satu satunya yang layak ialah berambisi menjadi manusia yang dikenal para penghuni langit. Sebab manusia manusia itu hanya bisa dikenal dengan satu cara, Allah mencintai mereka lalu Allah pula yang mengabarkannya pada makhluk makhluk kesayanganNya di langit. Sungguh tiada yang lebih membahagiakan selain mengetahui bahwa Allah mencintai kita, dan kitapun mencintaiNya.
Yang Kecil Tapi Menentukan
@edgarhamas
Nasihat Abu Darda ini begitu menyala bagi siapapun yang ingin menciptakan finishing terbaik untuk Ramadhannya.
Beliau menasihati, "jangan remehkan kecilnya perbuatan buruk; tetap jauhi ia. Jangan pula kau remehkan kecilnya perbuatan baik hingga lalai mengamalkannya."
Di waktu-waktu yang tinggal sebentar ini, sangat mungkin amal kecil kitalah yang justru jadi finishing touch yang membuat Ramadhan ini bermakna.
Ia tak melulu tentang amal melelahkan dan memberatkan. Seringkali ia hanya tentang mencari sisi kreatif dari amal kecil tapi dahsyat.
Seperti keputusanmu untuk membeli sendal jepit dan kau taruh di mushala yang banyak orang pekerja kantoran di sana. Mereka butuh itu untuk wudhu dan ke kamar mandi.
Atau diam-diam melaundry mukena masjid yang telah lama tak dicuci sehingga "wanginya" semerbak.
Jika sempat pula, kita bisa mengajak teman-teman untuk iuran membeli sembako sederhana yang kemudian diantarkan ke guru-guru ngaji yang ikhlas mendidik generasi.
Semakin rahasia amal itu, semakin baik. Hanya Allah dan kita yang tahu, dan itu yang membuatnya makin berkilau.
Zubair bin Awwam, sahabat besar yang digelari sebagai Hawari Rasulillah itu pernah menasihati , "siapapun di antara kalian yang mampu memiliki amal shalih yang rahasia, maka lakukanlah."
Agar keikhlasan terjaga, dan kelak kita menemuinya lagi dalam keadaan penuh tanpa kikis.
Baru2 ini kepikiran, kudu punya amalan rahasia. Kalo sampe kelepasan, mesti menambah amalan baru yg rahasia, yg lama tetep diistiqomahkan tentunya
Manusia itu punya rasa , punya hati , punya Akal , ketika orang yang kamu sakiti hatinya tersinggung berhak dong untuk tidak memaafkan ..
Pun mereka juga berhak kok untuk mendoakan buruk untuk orang yang menyakitinya ..
Hak dia dong .. kamu gak bisa bilang gak boleh .. kamu sendiri nyakitin dia aja bisa ? ..
Alloh berfirman :
“ Alloh tidak menyukai perkataan buruk ( yg di ucapkan ) secara terus terang kecuali oleh orang yang di dzalimi , dan Alloh maha Mendengar, Maha Mengetahui
( QS An Nisa : 148 )
Jadi yuk , berhati hati dalam bertutur dan bersikap supaya tidak menyakiti hati orang lain
Dua mata manusia , semuanya sejajar , tapi manusia kalo melihat orang selalu tidak sederajat …
Dua telinga manusia itu terpisah dan berada di dua sisi kiri dan kanan , tapi selalu senang mendengar ucapan orang dari satu sisi saja ..
Manusia punya satu mulut , tapi sering mengatakan dua ucapan yang bertolak belakang …
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا
Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.
Q.S MARYAM : 04
Keajaiban Sebuah Doa
Kalau ditanya adakah keajaiban dalam hidup ini? atau sebuah tanya tentang pernahkah aku mengalami keajaiban? maka dengan lantang kukatakan "IYA".
Berkat sebuah doa yang kupanjatkan kepada Rabbku dengan lirih dan penuh keyakinan.
Aku yakin, bahwa aku bukanlah satu-satunya hamba-Nya yang mengalami keistimewaan dari sebuah doa yang dipanjatkan.
Aku yakin, aku bukanlah satu-satunya hamba yang kerap dibuat terkesima oleh beragam kejutan dari-Nya yang tak disangka-sangka.
Aku yakin, ada banyak umat yang juga merasakan hal yang sama. Keajaiban dari sebuah "Kun Fayakun-Nya".
Setiap kali aku berdoa dan meminta kepada Rabbku, saat itu pula dengan tulus kusampaikan "terserah Engkau Ya Rabb, asalkan Engkau rida".
Sebab nyatanya, aku tidak pernah sekalipun merasa kecewa atas doa-doa dan harapan yang kuletakkan dengan tulus kepada-Nya.
Seperti halnya Zakaria dalam QS.Maryam ayat 4 tatkala berdoa kepada Allah dengan penuh lirih dan penuh harap—yakin bahwa Allah senantiasa Maha Mendengar :")))
Bab menasehati manusia dan menulis kata-kata mutiara mungkin kita bisa jadi juara. Tapi belum tentu dalam mengamalkannya. Oleh karenanya perbanyak mohon ampun kepada Allah atas kekurangan dalam beramal dan mintalah selalu agar dikaruniai akhlak mulia.
- Al Mizzi hafizhahullaah -
Qoorun tidak pernah mengetahui bahwa kartu ATM yang berada di saku kita ternyata mencukupi dari semua kunci-kuncinya yang dibawa oleh orang-orang paling kuat.
Kisra persia tidak pernah mengetahui jika kursi sofa dari busa yang ada dirumah kita ternyata lebih menyenangkan daripada singgasana yang ia banggakan.
Kaisar tidak pernah mengetahui jika kipas dari bulu merak yang dikipaskan di atas kepalanya oleh budak-budaknya ternyata tak lebih sejuk dari AC yang berada di rumah kita.
Heraklius tidak pernah mengetahui bahwa kesejukan air minum dari botol porselennya yang membuat orang-orang disekitarnya merasa iri ternyata tak lebih sejuk dari air es dikulkas yang berada di rumah kita.
Kholifah al manshur tidak pernah mengetahui jika air panas yang dituangkan oleh budak-budaknya penuh kebanggaan sebagai campuran air mandi ternyata tak lebih panas dari water heater yang terpasang di kamar mandi kita.
Para jamaah haji tidak pernah mengetahui jika onta-onta perkasa dan kuat yang pernah ia tunggangi kala berangkat haji ternyata tak lebih kuat dan cepat dari pesawat terbang yang kita tumpangi.
Sungguh kita hidup dalam kehidupan yang banyak melebihi kenikmatan yang tidak pernah dirasakan oleh para raja-raja, namun sayangnya kita tetap merasa kurang atas karunia yang Allah berikan.
Karena itu senantiasalah membuka mata mu agar dapat menyaksikan betapa banyak nikmat yang ada pada mu, sehingga tidak semakin sempit dadamu.
Ya Allah segala puji bagi Mu atas semua nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami, pada agama dan dunia kami.
Ampunilah kami jika hingga detik ini kami masih saja kurang bersyukur dan senantiasa terus berbuat dosa.
***
Ada orang yang terbuka hargailah kisahnya..
Ada orang yang tertutup hargailah privasinya...
Jangan lupakan kedua hal ini, karena hal hal sederhana ini yang banyak di lupakan orang…