Novia Widya Sari, seorang mahasiswi Pendidikan dan Sastra Inggris Universitas Brawijaya yang memilih untuk mengakhiri hidupnya di atas pusara almarhum ayahnya ditemani dengan segelas minuman red velvet bercampur sianida. Sungguh malang nasibnya, diperkosa oleh pacar sendiri, hamil kemudian meminta pertanggung jawaban lelakinya. Namun alih-alih dinikahi justru sang lelaki beserta calon ibu mertua memaksanya menenggak pil aborsi yang mana kejadian ini tak berlangsung hanya sekali. Novia mengadu pada keluarga, bukannya dirangkul justru ia semakin dihakimi bahkan disuruh untuk mati.
Tak lama setelahnya, ayahanda Novia berpulang ke dekapan Ilahi. Hilang sudah tempat Novia untuk mengadu. Satu-satunya tempat untuknya mengadu hanyalah laman Quora, menuliskan ratapan-ratapan sendu berharap masih ada orang baik yang peduli. Na’as, netizen justru mem-’bully’, mengatakan bahwa Novia hanya cari sensasi. Konseling dengan psikolog, pertemuan dengan psikiater bahkan semangkuk rawon buatan ibunda sambil merintih penuh harap,”Bertahan hidup ya nak, demi ibu.” Tak jua membangkitkan semangat hidupnya. Ah malang nian nasibnya. Setelah berita kepergiannya tersebar, netizen, yang dulu mem-’bully’ justru berbalik mendo’akan semoga kematiannya khusnul khotimah. Tidak, Novia tidak bunuh diri, orang-orang di sekitarnyalah yang justru membunuhnya atau mungkin juga kita.
Astaghfirullah hal’adzim. Aku yang tadinya berada di ujung kegundahan, ingin mengakhiri hidup karena berpikir bahwa tak ada orang yang mencintaiku di dunia ini. Seketika tersentak. Lihatlah, di tengah begitu banyaknya cacian toh masih banyak orang yang baik hatinya, menyampaikan belasungkawa untuk adinda Novia, mengatakan bahwa kematiannya tidaklah sia-sia. Qodarullah, pria yang dulu menyuruhnya aborsi, kini mendekam di bui. Sungguh Allah tidak tidur, semoga bisa diambil pelajaran.
Beralih dari kisah Novia, siang tadi aku melihat insta story seorang ‘influencer’. Ia bercerita soal anaknya yang terjatuh dari sepeda. Tak jauh dari tempat anaknya terjatuh, seorang pemilik toko batu alam menyodorkan ‘betadine’ dan segelas air minum, Rupanya kemanusiaan belum mati. Masih banyak orang baik di dunia ini, jikalau memang sudah tidak ada orang baik di dunia maka jadilah satu-satunya orang baik yang tersisa.
Ditulis pada 10.01.2022